
Pagi pun tiba bibi Zahra sudah pergi bekerja tadi pagi-pagi sekali dan Athena sudah bangun dan melakukan aktivitas pagi harinya.
Athena hari ini ingin berjalan-jalan keluar rumah, " Sepertinya hari ini akan cerah,"ujarnya.
" Ternyata di sini rumah mu, "sebuah suara mengagetkan Athena, Athena pun menoleh ke arah sumber suara itu.
" Kau, bukankah kau yang waktu itu ada di bangku taman itu kan yang kalau tidak salah... kau menangisi hal sangat tidak berfaedah itu ya,"balas Athena dengan sedikit mengingat-ingat .
" Ya."
Athena tersenyum " Jadi, kau sedang apa di sini ?" tanya Athena.
" Aku memikirkan apa yang kau katakan waktu itu padaku di taman, jadi... bisakah kita berteman ?"tanya perempuan tersebut .
" Kauuuu ingin berteman dengan ku?" tanya balik Athena.
" Ya."
" Kenapa, kenapa kau ingin berteman dengan ku?"
" Karena kau baik."
" Aku baik?"
__ADS_1
" Ya. Jika kau tidak baik tidak mungkin kau memberikan ku sebuah tisu untuk mengahapus air mataku dan juga kau mau berbicara dengan ku, karena semua orang menjauhi diriku hanya kau yang mau berdekatan dengan ku bahkan duduk sebangku dengan ku," jelasnya.
Athena nampak terdiam sebentar lalu,
" Kau mengatakan bahwa aku adalah orang yang baik, bagaimana jika aku adalah orang yang jahat?" tanya Athena.
" Kau tidak mungkin jahat padaku jika kau jahat padaku sudah dari awal kita bertemu kau melukai ku, dan lagi pun meskipun kau orang yang jahat sekalipun aku tetap akan berteman dengan mu karena kau adalah orang pertama yang berbicara denganku," jelas perempuan tersebut.
Athena nampak tersenyum " Baik kita berteman."
" Kau serius dengan ucapanmu ?"tanya perempuan itu.
"Iya."
" Baiklah, karena kau sekarang menjadi temanku aku sudah tahu namamu sekarang aku akan memberi tahu nama ku, namaku adalah... "
" Lyra," ucap Athena cepat.
" Wooowww...kau sudah tahu namaku, bagaimana bisaa aku kan belum memberitahu namaku padamu. "
" Nametag di seragam mu yang sudah memberi tahu ku dulu."
" Apa? jadi nametag ku bisa berbicara padamu hingga tahu namaku lalu nametag ku berbicara apa saja pada mu selain memberitahu namaku, apa?"
__ADS_1
" Sudahlah tak usah dipikirkan, kau ingin berjalan-jalan," tawar Athena.
" Ayoooo," jawab Lyra dengan semangat dan berenergik, mereka pergi berjalan-jalan menghabiskan waktu dengan bermain dan tertawa bersama-sama, mungkin sedikit aneh bagi kalian seseorang yang baru pertama kali bertemu tiba-tiba menjalin pertemanan dan dapat dengan cepat beradaptasi, semua tergantung dari sisi kenyamanan masing-masing bagaimana cara mereka atau dia beradaptasi dengan hal yang baru dengan pemikiran yang positif.
Waktu pun berlalu dengan cepat tetapi mereka belum pulang, mereka sekarang berada di dipinggir danau beristirahat sejenak sembari melihat indahnya kota dari pinggir danau seraya berbincang-bincang sejenak.
" Kau tahu aku sangat senang hari ini aku memiliki seorang teman, ini adalah kali pertama aku memiliki seorang teman, dulu aku tidak punya teman apa lagi seorang sahabat mereka menjauhi ku karena waktu itu keluarga ku pernah memiliki masalah dan berujung dengan penjara, atas kasus korupsi dan juga rencana pembunuhan, padahal aku tahu keluarga ku tidak pernah melakukan itu keluarga ku difitnah, saat itu aku tidak tahu mau marah dengan siapa dengan keluarga ku atau dengan media massa yang telah merusak nama keluarga ku, bertahun-tahun nama keluarga ku tercoreng dan pada akhirnya semua kembali normal nama keluarga ku sudah bersih, meskipun harus dipenjara tapiii.. tetap saja tak ada kata maaf bagi keluarga ku padahal semua hanyalah masa lalu, tapi semua orang tetap menjauh , menurut mu apakah masih ada kata maaf bagi keluarga ku dan juga diriku?" Lyra menceritakan semua hal tentang keluarganya pada Athena.
" Sebesar dan sekecil apapun kesalahan pasti tetap ada kata maaf, hanya saja luka itu tak bisa diobati, " jawab Athena.
" Jadi menurut mu keluarga ku masih tak termaafkan dan juga sanksi sosial itu tetap ada selamanya untuk keluarga ku yang difitnah ini?" tanya Lyra.
" Keluarga mu sudah termaafkan, hanya saja sanksi sosial orang-orang berikan padamu dan juga keluargamu lah yang tetap akan ada." jelas Athena.
" Kau benar... aku masih terus dibully, dihina, dibenci, dipermalukan , bolehkah aku mendapatkan sedikit kebahagiaan hanya sedikit saja tidak lebih," ucap Lyra.
" Bukankah kau sudah bahagia, kau masih memiliki keluarga yang selalu ada untukmu, yang selalu memberikan mu segala fasilitas yang ada bahkan sekarang kau memiliki seorang teman baru, masihkah kau memintanya lagi?" ujar Athena.
Lyra nampak berpikir yang atas ucapan Athena.
" Ingat! kau tidak sendiri, kau harus bangkit tunjukkan pada semua orang bahkan dunia bahwa kau tidak sendiri ,kau masih memiliki orang-orang yang sangat sayang padamu melebihi apapun." ujar Athena penuh dengan support pada Lyra.
" Yaaa.. kau benar aku tidak sendiri, aku tidaklah sendiri," ucap Lyra dengan senyuman terbit diwajahnya.
__ADS_1
21-11-2020