
Athena keluar dari rumah Azka ia berjalan menuju halte bus, ia duduk di halte dapat terlihat banyak kendaraan yang berlalu-lalang hanya saja tidak terlalu banyak, tak lama bus pun datang segera ia masuk ke dalam bus hari ini bus lumayan penuh tidak ada tempat duduk kosong dan ia hanya bisa berdiri berpegangan pada pegangan yang sudah disediakan, bus pun berjalan.
Lama bus berjalan kini sampailah ia di tempat tujuannya segera ia turun dan melanjutkan perjalanannya. Dari halte bus tempat ia turun tadi ia hanya berjalan 100 meter dari sana. Dan sampailah ia di tempat tujuannya.
"Permisi " ujar Athena pada resepsionis di depan.
"Iya ada yang bisa saya bantu nona?" tanya salah seorang resepsionis.
"Aku mau berkunjung."
"Sudah buat janji ?" tanyanya.
"Sudah kemarin. "
"Atas nama?"
"Athena. "
"Baik sebentar... atas nama nona Athena baiklah kau sudah ada nama disini, silahkan nona tunggu di ruang tunggu yang sudah disediakan."
"Terima kasih."
Athena berjalan ke arah ruang tunggu ada beberapa orang disana menunggu antrean, ia duduk di salah satu kursi panjang, ia melepaskan topi yang ia pakai tadi dapat terlihat rambutnya yang panjang agak berantak, ia pun membenarkan rambutnya. Saat ia tengah sibuk dengan rambutnya seorang wanita yang sudah berumur duduk tepat disebelahnya.
Awalnya Athena tidak peduli, toh disini tempat umum jadi siapa saja bisa duduk. Tapi kesibukkan Athena dengan rambutnya terhenti saat wanita disampingnya buka suara.
"Seharusnya tempatnya bukanlah disini, dia adalah orang yang baik, orang baik tempatnya bukannya disini. Tapi karena ia melindungi seseorang jadilah ia disini.Benar bukan?" ujar wanita itu lalu memandang ke arah Athena.
"Hmm?" Athena yang melihat tatapan dari wanita itu bingung apa wanita ini sedang berbicara dengannya atau...
"Jangan bingung seperti itu nona."
"Hah? apa?"
"Atas nama nona Athena silahkan," seru seseorang dari arah lain.
"Hmm.. nama ku sudah dipanggil aku duluan, permisi."
__ADS_1
Athena segera meninggalkan tempat itu, lalu pergi ke ruangan lain.
"Kau sudah membuat sebuah kesalahan yang sangat fatal, Nak. Seharusnya kau tak membuatnya masuk ke dalam masalah mu. Dengan kau membawanya, masalah mu tidak selesai tapi, kau malah membuat masalahnya semakin bertambah. Ku harap kau selalu dilindungi oleh Tuhan. Amin, " ucap wanita itu yang masih menatap kepergian Athena.
"Silahkan nona waktu mu hanya 30 menit, " ucap sang sipir wanita.
"Ya, terima kasih. "
"Baiklah, saya undur diri, " lalu sang sipir wanita itu pergi.
Athena berjalan menuju bilik sekat kosong yang paling ujung di sana sudah ada seseorang yang sudah menunggu Athena.
Athena duduk lalu, di hadapannya kini terdapat seorang wanita yang umurnya sudah tak muda lagi. Ia sudah duduk di sana matanya menatap Athena dengan datar, segera Athena mengambil telepon yang sudah di siapkan di sana untuk berkomunikasi dengan orang didepannya.
"Kenapa kau kembali lagi ?" tanya sang wanita didepannya.
"Ibu memang tak pernah berubah hahaha.. "
"Jangan banyak bicara, langsung saja apa mau mu?"
"Seperti yang kau lihat. "
"Yaahh seperti yang ku lihat, ibu baik-baik saja."
Yaa.. wanita didepannya ini adalah tahanan dengan nomor 40063 yang tak lain tak bukan adalah Lizz.
"Apa ibu tidak bertanya balik pada ku?"
"Tak perlu, " jawabnya dengan ketus.
"Huuffftt... baiklah.. langsung saja aku ke sini untuk memberi tahu ibu sesuatu berita yang sangat menggelegar. Ibu mau tahu?"
Lizz diam tak menjawab dan hanya melirik saja.
"Ibu mau tahu tidak ?" tanya Athena lagi.
Dan Lizz diam tak bergeming "yaa ibu diam artinya ibu mau tahu, berita yang ingin ku beritahu pada ibu adalah..." Athena diam sesaaat menggantung kalimatnya.
__ADS_1
Lalu berbisik ke arah telepon "aku menculik salah seorang anggota keluarga Anderson."
Lizz kaget mendengar ucapan Athena barusan.
"Jangan bercanda kau?!"
"Aku tidak sedang bercanda ibu aku serius."
Lizz melihat rawut wajah Athena dia mengenal jelas rawut wajah Athena yang memang benar-benar serius atau bercanda. Dan kali ini ia melihat keseriusan dari wajah Athena.
"Jangan bohong!."
"Aku tak bohong, ini serius dan benar adanya baru saja ku culik, dan sepertinya ia masih tertidur karena efek obat bius."
"Kenapa? kenapa ?!!"
"Karena aku sangat membenci mereka dan.... Ibu, " ucap Athena dengan datarnya.
"Apa?" Lizz merasakan sesak di dadanya saat Athena putri kecilnya mengatakan bahwa ia membenci dirinya.
"Aku benci kalian, kalian telah membuat masa kecil ku menjadi gelap. Kalianlah yang telah membuat ku melakukan ini semua. Kalianlah... yang paling ku benci di dunia ini," lanjut Athena yang masih tetap dengan wajah datarnya.
"Kenapa?" tanya Lizz dengan lirihnya.
"Aku tak tahu. Yang ku tahu hanyalah... Aku.benci.kalian."
Lizz diam tak menjawab menatap putri kecilnya yang sekarang sedang duduk di depannya. Dan mengatakan bahwa ia membenci dirinya.
"Ibu tinggal tunggu saja beritanya, ibu akan tahu siapa yang aku culik. Jaga diri ibu baik-baik. Aku pergi, " sesaat sebelum Athena menutup teleponnya, Lizz yang tadinya hanya diam kembali bersuara.
"Mayra.. jaga dirimu. Ibu... menyayangi mu Nak. Ibu mencintaimu."
Sebuah kalimat yang membuat Athena diam membeku, sebuah kalimat yang ia rindukan, sebuah kalimat yang membuatnya mengingat kembali kenangan masa kecilnya.
26-03-2021
Sepertinya part ini agak amburadul maaf yaa 🙏😞
__ADS_1