ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 18


__ADS_3

Athena pun kembali ke rumah ia meletakkan belanjaannya di meja dapur, lalu ia mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan biasa setelah itu ia melanjutkan aktivitasnya seperti : membersihkan rumah, halaman depan-belakang, mencuci pakaian, memasak dan terakhir mencuci perabotan sehabis memasak.


" Huufftt.... Lelahnyaa " ujar Athena yang sedang merebahkan dirinya disofa ruang tv, tiba-tiba ia pun beranjak dari sofa menuju kamarnya, lalu ia mengambil suatu barang berbentuk kotak dan membuka kotak tersebut.


" Ibu aku merindukan mu, apakah ini waktunya aku menemui ibu, aku ingin menceritakan banyak hal padamu bolehkah aku menemuimu?" ujar Athena pada sebuah foto seorang wanita paruh baya yang tersenyum manis menghadap kamera.


*Flashback on


" Ibuuu... sinii aku ingin foto ibu,"ujar seorang gadis kecil yang sekitar berusia 7 tahun.


"Tidak sayang , ibu tidak ingin difoto jika ibu difoto ibu akan terlihat jelek,"balas wanita yang dipanggil ibu itu.


Anak kecil itu pun menggelengkan kepalanya " Tidak ibuuu.. ibu ku adalah ibu paliiingg cantik didunia ini, lagi pula siapa yang mengatakan bahwa ibu ku jelek siapa?"ucap anak kecil itu dengan nada marahnya,tapi masih terlihat lucu.


Sedangkan wanita tersebut hanya tertawa atas ucapan gadis kecilnya " Baiklah ibu mau difoto, tapi foto yang cantik yaaa... " jawab wanita tersebut mengalah pada gadisnya.


" Siap!" ucap gadis kecil itu seraya memberi hormat, " baik ibu berposelah yang cantik, Athena hitung yaaa... 1..2...3.. senyummm... "


flashback off*


Memori Athena berputar lagi, ia merasa bahwa waktu sangatlah cepat berlalu ia ingin waktu tersebut terulang kembali dan ia ingin memperbaiki semuanya.

__ADS_1


Athena menatap foto tersebut dengan perasaan sedih dan menyesal, air mata tak dapat terbendung lagi jatuh membasahi pipinya dan hanya isakan tangis yang terdengar.


Di tempat lain...


Seorang wanita tengah menyapu sebuah halaman yang luas dia tidak sendiri, dia bersama dengan temannya yang lain mereka memakai baju yang sama bertuliskan 'TAHANAN' salah seorang wanita duduk di sebuah bangku disusul wanita lainnya.


" Haaahhh... Akhirnya pekerjaan kita selesai waktunya beristirahat," ucap wanita paruh baya itu.


" Heeyyy... Ku dengar kau sebentar lagi akan keluar jangan lupakan kami, kalau bisa sering-seringlah ke sini yaa." tanya wanita itu, pada wanita yang duduk di depannya.


" Sebenarnya aku masih betah di sini, aku masih ingin bersama dengan yang lainnya, di dunia luar sana sangatlah kejam aku tidak ingin pergi, hanya sajaaa... aku masih menpunyai keluarga yang sedang menunggu ku," ucap wanita tersebut.


" Heeyy... jika kau masih betah di sini, buatlah lagi kejahatan yang sama agar kau bisa bertemu lagi dengan kami di sini,"ucapnya seraya berbisik.


Wanita itu pun menutup mulutnya menyadari apa yang ia katakan barusan akan menjadi masalah nantinya dan takut jika benar ada yang mendengar, sedangkan wanita yang sedang diperbicarakan hanya menyimak saja seraya memandang langit entah apa yang dipikirkannya hanya ia dan Tuhan yang tahu.


Di tempat Athena....


Waktu berlalu dan malam pun tiba, ia tengah menyiapkan makan malam hari ini menunya sangatlah sederhana hanya sup makaroni, kentang kornet, dan makanan pemanisnya puding buah jeruk.


Bel rumah berbunyi menandakan ada seorang diluar Athena pun pergi ke pintu lalu membukakan pintu " Haaii sayanggg... " ujar wanita itu lalu, masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" Haii... Bibi,"balas Athena lalu menutup pintu rumah dan menguncinya, " Apa bibi lelah? sini aku bawakan barang bibi," Athena pun membawa barang bibi Zahra.


" Sepertinya kau memasak makanan yang lezat lagi, bolehkah bibi mencoba nya?"


" Tentu."


Mereka pun duduk dikursi meja makan, Athena mulai meletakkan lauk pauk yang tersedia dan memberikannya pada bibi.


" Terimakasih sayang."


" Sama-sama,"balas Athena.


" Ohh yaaa.. bibi sudah mendapatkan formulir untukmu, ini,"ucapnya seraya memberi sebuah formulir tersebut pada Athena.


" Formulir sekolah?"


" Iya.. Bibi mendapat formulir itu dari teman tempat bibi bekerja ia juga sama ingin memasukkan anaknya sekolah, jadii yaa sekalian saja lagi pun ia tak keberatan,"jelas bibi Zahra.


" Baiklah terimakasih bibi, aku akan mengisi formulir ini."


Makan malam pun berlanjut dengan perbincangan ringan antar keduanya.

__ADS_1


20-11-2020


__ADS_2