
Kini Aula SMA Nusantara ramai dengan murid-murid yang namanya sudah tercantum dalam list nama perwakilan lomba antar sekolah yang lombanya di adakan di sekolah Saint Ander's Senior High School "Athena!" seru seseorang yang memangil namanya, sang empunya pun menoleh ke asal suara.
"Oh hai.. "
"Kamu disini juga?" tanya Desi.
"Iya."
"Oh iya iya aku lupa hehehee... maaf. "
"Gak papa. "
"Eh tapi tunggu deh, bukannya kamu udah bilang ya dari awal kalau kamu gak mau ikut serta dalam lomba ini tapi, kok kamu bisa ikut yaa?" tanya Desi yang sedikit curiga pada Athena.
Athena memasang wajah santainya lalu tersenyum "iya memang itu awalnya, tapi aku udah berubah pikiran dan dengan semangat 45' aku mencari cara agar aku bisa ikut serta dalam lomba ini, " jawab Athena dengan semangat.
"Oohh... ok. Trus kamu ikut di lomba mana?"
"Bagian musik, tepatnya piano. "
"Kok gak biola?"
"Biola ku rusak, jadinya masih ku perbaiki dan membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaikinya. "
"Oohh.. tapi tunggu lagi deh, perasaan baru aja beberapa hari yang lalu kamu bawa biola kamu ke sekolah tapi bisa rusak ya? dan juga pendaftaran nama-nama dan pemilihan anak-anak yang bakal ikut lomba itu dua bulan yang lalu."
"Ooohh... jadi itu biola itu punya tetangga ku, masa iya aku pinjam biola dia terus kan gak enak nanti."
"Oohh ok, eh aku kesana dulu yaa.. mau ikut gak?"
"Gak aku disini aja. "
"Ok deh aku kesana dulu yaa daaaahh... " Desi telah pergi dari hadapan Athena, Athena merasa lega saat Desi telah pergi darinya yang jaraknya cukup jauh dari tempat berdiri Athena, karena memang aula sekolah ini sangat luas dan besar dan bisa menampung banyak orang.
"Desi pintar ya dalam berbicara apa lagi curiga. Hati-hati loh nanti 'keaslian' kamu bisa terbongkar sebelum semua rencana kamu itu berjaya," ujar Azka yang tiba-tiba datang lalu berbicara dengan berbisik pada Athena.
"Gak bakal. "
"Ah masa? gak percaya tuh, " jawab Azka dengan nada mengejek.
"Mending kamu pergi deh dari hadapan aku noh sono noh ke tempat para lelaki disini itu tempat perempuan, kamu mau jadi perempuan yaa?"
__ADS_1
Azka melihat ke arah sekitar dan benar saja tempat yang Azka tempati kini di moyoritasi para anak perempuan "Ok aku bakal pergi, tapi inget saat jam pulang nanti jangan pulang sendiri tungguin aku! inget itu!" Azka pergi menuju tempat para lelaki.
"Kalau bukan sahabat udah aku tenggelemin di palung mariana, " ucap Athena dengan kesal.
Tak lama seorang datang diantara para anak-anak dan kini berdiri depan dan mulai menerangkan kenapa mereka dikumpulkan disini. Acara dia aula telah selesai kurang lebih 30 menitan kini mereka telah keluar dari aula dan memegang sebuah kertas yang berisi daftar-daftar tentang kegiatan lomba itu.
"Perlombaannya dimulai 3 hari lagi." ujar Athena.
"Kenapa kok sedih gitu?" tanya Azka.
"Gak biasa aja tuh."
"Oh ya udah, oh ya kan karena anak-anak yang ikut lomba jadinya kita gak sekolah yaa selama 3 hari untuk persiapan. Seneng deh gak sekolah," ujar Azka.
"Gak sekolah seneng banget apalagi belajar," ejek Athena.
"Iyalah Azka kan udah pinter. "
"Sombong banget ente sampai sombongnya ngalahin Fir'aun, dah yuk kita pulang." Mereka pun menuju kelas untuk mengambil tas mereka dan pulang lebih awal karena harus mempersiapkan untuk lomba.
Kini mereka tengah menunggu bus untuk pulang, tapi bus belum datang "kok lama yaaa?" tanya Athena.
"Eh dari pada bosen disini jalan-jalan yuk?" ajak Athena.
"Kemana?" tanya Azka.
"Ke pluto, udah ayok. "
"Ya udah dah, " seru Azka dengan malas.
Mereka pun berjalan entah menuju mana, yang penting jalan aja udah. Dan kini mereka berada di taman kota dan masih memakai seragam sekolah.
"Azka beliin aku gulali dong?" ujar Athena dengan wajah di imut-imut kan.
"Gak punya duit, beli sendiri sono, " ujar Azka dengan ketusnya.
"Masa cewek yang beli. "
"Ya kan elu yang mau, bukan gue udah sono beli sendiri punya duit kan? masa iya kepengen tapi gak punya duit," ujar Azka dengan nada mengejek.
"Dasar! cowok gak peka plus gak punya hati! awas yaa kalau kamu nanti punya cewek bucin-bucin dah, " ujar Athena yang kini tengah berjalan menuju ke tukang gulali, sedangkan Azka tetap diam di tempat duduk dengan santainya. Saat ia tengah duduk dengan santai di bangku taman penglihatannya tertuju pada sesosok gadis cantik dengan rambut berwarna hitam panjang terurai begitu indah, sebuah senyuman mengembang di wajah gadis itu, sebuah sinar cahaya yang bagaikan sinar yang amat terang melebihi sinar matahari mengelilingi aura kecantikan dalam gadis itu.
__ADS_1
Tanpa aba-aba Azka tersenyum melihat indah pemandangan ciptaan Tuhan itu, rasa hati dag-dig-dug tiba-tiba datang tanpa permisi di hatinya. Yaaa gadis itu sudah membuat hati Azka yang kosong kembali terisi dengan adanya gadis itu. Meskipun baru dilihat pertama kali tapi dia sudah merasakan bahwa gadis itu adalah jodohnya.
"Woyyy Azka! ngelamun aja nih orang dari tadi dipanggil gak nyaut-nyaut liatin paan siih?!" tanya Athena yang kini sudah berdiri di samping Athena dengan memakan gulali yang baru ia beli tadi.
"Ah rusuh lu! gue kan lagi liatin ciptaan Tuhan yang indah," ujar Azka yang masih menatap kearah gadis itu.
"Yeeee dasar masih untung gue tolongin lu yee.. kalo aja gue biarin lu ngelamun terus kesambet baru tau rasa lu!" ujar Athena dengan ketus.
"Kesambet sambil ngeliatin pemandangan indah gak papa kok, ikhlas malah. "
"Waahh.. bener-bener udah kesambet nih orang, Heh siapa lo! keluar gak tubuh sahabat gue, " ujar Athena yang kini tengah memegang kepala Azka layaknya seseorang yang tengah meruqyah.
" Aaduuuhh... Na sakit naaa.. "
"Keluar gak dari tubuh sahabat gue, kalo gak abis lu sama gue, keluar gak!!!"
"Naaa.. sakit Naaa pala gue Naaa.. gue gak kerasukan Naaaa.. "
"Jangan ngadi-ngadi lu keluar gak! gak percaya gue sama lu!"
Azka yang sudah tak tahan karena tingkah Athena kini ia berubah posisi layaknya seseorang yang kerasukan binatang dan Athena adalah sang peruqyahnya.
"Aing macaaann... ," ujar Azka dengan memeragakan layaknya seorang macan dan suaranya seperti layaknya macan.
"Nah kan gue bilang juga apa, keluar lo dari tubuh temen gue atau gue sembur lu!" ujar Athena.
Sedangkan kini tingkahnya layaknya seseorang yang kerasukan macan dan Athena seperti tengah komat-kamit lalu ia mengambil botol air mineralnya ia kumur-kumur lalu menyemburkannya pada Azka.
Tingkah mereka kini menjadi pusat perhatian orang-orang di taman "kok disembur Naaaa!"
"Biar keluar setannya. "
"Yaa elu setannya, " ujar Azka dengan mengelap wajahnya yang basah terkena semburan dari Athena.
"Eehhmm.. permisi, " terdengar suara yang sangat lembut antara Athena dan Azka, mereka pun menoleh ke asal suara.
"Bidadari, " ujar Azka dengan senyuman yang lebar terpatri diwajahnya menatap gadis bersuara merdu yang tadi.
"Hah? bidadari ? manusia begini bidadari ," ujar Athena.
...14-03-2021...
__ADS_1