ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 54


__ADS_3

"Aku sudah membersihkan pecahan piring di dapur, aku akan keluar sebentar nanti malam aku akan kembali, jangan biarkan orang lain masuk selain aku atau kau, " ujar Athena.


"Baiklah. Oh ya apa aku boleh bertanya sesuatu pada mu?"


"Tanyakan saja."


"Apa keluarga ku mencari ku?"


Gerakan Athena yang tengah bersiap-siap untuk keluar terhenti atas pertanyaan Alicia.


"Kenapa kau bertanya pada ku?"


"Ntahlah hanya saja, dari semua saluran tv tidak ada berita tentang kasus penculikan."


"Aku tak tahu soal itu."


"Oke. "


"Aku pergi jika kau ingin makan malam, aku sudah menyiapkannya di meja jangan tunggu aku pulang, langsung saja tidur jika kau mengantuk. "


"Oke. "


"Aku pergi. "


"Hati-hati."


Athena telah meninggalkan gedung apartemennya ia, berjalan menuju pintu keluar saat ia akan berjalan keluar gedung ia melihat beberapa orang berpakaian hitam berlalu-lalang. Tapi bukan itu masalahnya, masalahnya adalah nampak salah seorang dari mereka memegang sebuah foto anak kecil. Yang tak lain tak bukan adalah foto Alicia.


Athena tersenyum remeh menatap orang-orang itu, lalu ia segera berjalan menuju ke tempat tujuannya.


Ia tengah menunggu bus di halte, saat ia tengah santai duduk menunggu bus tujuannya datanglah beberapa orang berpakaian hitam berdiri tak jauh dari mereka, mereka nampak kebingungan sekaligus risau karena orang yang mereka tak kunjung mereka temukan. Athena mendengar percakapkan mereka karena mereka berdiri tak jauh dari tempat ia duduk.


"Bagaimana ini, kita tidak bisa menemukannya."


"Kita harus cari, sampai dapat ingat kita juga harus menangkap pelakunya juga, itu pesan bos pada kita. "


"Tapi bagaimana ? kita sudah mencari keliling kota , tapi tak ada hasilnya."


"Sepertinya pelakunya telah membawa nona Alicia pergi jauh dari kota ini. "


"Lalu apa yang harus kita lakukan ?"


"Kita harus terus mencari, jika sampai nanti malam kita tidak mendapatkan hasil apapun. Kita kembali."


"Baiklah, ayoo.. "


Mereka pun pergi, Athena yang mendengar percakapan mereka sedikit menyinggungkan sebuah senyuman "kalian tidak akan bisa menemukannya, " gumam Athena.


Lalu bus pun datang, ia segera menaiki bus dan setelah ia masuk ke dalam bus, tak lama bus pun berjalan.




"Aku pulang~.."



"Woaahh... sayang ku sudah pulang rupanya, ayo kemari kita makan pie apel bersama, bibi yang membuatnya. "



"Waooahh.. benar kah, sepertinya lezat?"



"Tentu, kau mau mencoba nya?"



"Boleh."



Bibi Zahra memotong pie apel, lalu meletakkannya di sebuah piring.



"Silahkan dinikmati ~"



"Terima kasih bibi.. "



"Sama-sama sayang, makanlah... "



Athena memasukkan satu suapan pie apel ke dalam mulutnya, pie apel ini sangatlah lezat, manis alami dari apelnya masih terasa di di dalam mulutnya.



"Bagaimana apakah enak?"



"Ini enak sekali bibiii!! sungguh. "



"Ya sudah tambah lagi?"


__ADS_1


"Nanti saja aku akan mengambilnya sendiri."



"Baiklah. "



Mereka pun menikmati makan pie apel bersama-sama di selingi oleh obrolan kecil.



"Oh ya sayang sepertinya bibi akan menginap di tempat bibi bekerja entah sampai kapan? "



"Lalu?"



"Bibi takut meninggalkan mu sendirian disini, bagaimana jika kau ikut bibi saja?"



"Aahhh~~ tidak usah bibi aku tidak ingin merepotkan bibi. Aku akan tinggal di apartemen ku saja. "



"Kau punya apartemen ?"



"Hemm.. apartemen ibu Lizz, aku baru ingat jika waktu itu ibu pernah mempunyai apartemen disini, dan ternyata sampai sekarang apartemen itu masih atas nama ibu. "



"Jadi kau yang menempatinya?"



"Iya. "



"Oh seperti itu, baiklah tak masalah, tapi sering-seringlah main ke sini."



"Tentu, aku akan sering main kesini. "



"Oh yaa.. bagaimana kabar ibu mu, kapan dia akan pulang dari tempatnya berkerja?"




"Oohh.. seperti itu, tapi omong-omong pekerjaan Lizz sekarang apa?"



"Ibu, pekerjaan ibu sekarang... hemm.. itu.. apa.. itu.. ah yaa... pekerjaan ibu sekarang dia punya toko," jawab Athena dengan kebingungan.



"Toko apa?"



"Toko apa? tokoo.. aahh.. yaa toko baju.. iyaa toko baju.. "



"Oohh.. toko baju, tapi tunggu bukankah Lizz pernah bilang kalau dia mau buka semacam restoran yaa?"



"Ibu sudah berubah pikiran, dia mau nya membuka toko baju saja. "



"Oohh.. oke."



Sungguh sebenarnya Athena panik saat bibi Zahra menanyakan soal Lizz, tidak mungkin kan ia mengatakan bahwa Lizz berada di dalam perjara karena dirinya. Jika saja mulutnya kelepasan tadi, entah apa yang terjadi selanjutnya. '*Kali ini kau aman Athena, tapi kedepannya entahlah, hanya Tuhan yang tahu*' pikir Athena.



"Bibi aku akan merapihkan barang-barang ku. "



"Oh begitu mau bibi bantu?"



"Jika bibi berkenan, silahkan.. "



"Baiklah.. ayoo.. "


__ADS_1


Mereka berjalan menuju kamar Athena, langsung mereka mengemas seluruh barang-barang milik Athena ke dalam tas dan juga koper.



Cukup lama Athena berkemas dengan dibantu bibi Zahra, akhirnya selesai.



"Sudah selesai, terima kasih bibi Zahra. "



"Sama-sama sayang, kau sudah memesan taksi ?"



"Sudah, aku sudah memesannya barusan mungkin sebentar lagi taksinya akan datang. "



"Oh oke. "



"Eehh.. bibi aku mau ke kamar mandi dulu sebentar."



"Oke. "



Athena berjalan ke kamar meninggal bibi "sebaiknya aku membawa tas dan juga koper ini ke depan saja, " saat Zahra akan membawa salah satu tas milik Athena, sebuah benda jatuh dari tas.



"Aahh ada yang terjatuh, " Zahra mengambil benda itu, sebuah foto polaroid kini berada di tangannya.



"Foto apa ini?" pikir Zahra.



Ia melihat foto itu dengan saksama, sesaat terlintas dipikirannya seseorang dari didalam foto ini seperti ia mengenalinya hanya saja, ia lupa '*siapa*?'



"Aku seperti mengenali wanita di foto ini, tapi siapa ? wajahnya seperti sering ku lihat, tapi siapa?" gumam Zahra masih terus menatap foto ini.



"Bibiii!! taksinya sudah datang!!" teriak Athena.



Dengan segera ia menyembunyikan foto polaroid itu ke dalam saku bajunya.



"Iyaaaa!"



Lalu tak lama Athena datang, "ayo bibi Zahra," ujar Athena mengambil koper dan tasnya.



"Iyaa ayoo.. "



Mereka berjalan menuju ke luar rumah, nampak taksinya sudah menunggu di depan.



Segera ia memasukkan koper dan tasnya kedalam bagasi taksi, dibantu sang supir taksi.



"Bibi aku pamit yaa.. terima kasih sudah mau menampung ku disini. "



"Sama-sama sayang, kau sudah ku anggap seperti anak ku sendiri, sini peluk bibi mu ini dulu."



Mereka lalu berpelukan "aku pergi dulu, sampai jumpa.. " Athena pamit, lalu ia masuk ke dalam mobil.



Mobil pun berjalan meninggalkan perkarangan rumah bibi Zahra, saat mobil sudah hilang dari pandangan Zahra ia kembali mengambil foto tersebut dari saku bajunya dan kembali melihat foto itu.



"Siapa wanita ini?"



*14-04-2021*



**Yeyy up lagi, setelah sekian lama..

__ADS_1



Jangan lupa like, komen dan dukung terus** ***author*** . **Baiklah sampai disini dulu, selamat berpuasa bagi yang menjalankan 🙏😀**


__ADS_2