ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 56


__ADS_3

Paginya...


Athena telah bersiap-siap untuk berangkat sekolah , hari ini adalah hari terakhir ia untuk latihan piano besok ia dan yang lainnya akan mewakili sekolah ke sebuah perlombaan di salah satu sekolah SMA ternama di negara tersebut .


"Alicia! bangun sudah pagi! "


Alicia keluar dari kamar dengan wajah bantalnya, ia mengucek kedua matanya dan mencoba mengambil alih kesadarannya.


"Kau mau kemana?" tanya Alicia yang kini berjalan menuju sofa.


"Aku mau sekolah. "


"Oohh.. jam berapa kau pulang ?"


"Kenapa?"


"Tidak. Hanya saja aku tidak bisa masak untuk makan siang hehehee.. "


"Kau tidak perlu khawatir aku sudah memasakkan mu makanan untuk makan siang dan sarapan. "


"Lalu kau?"


"Aku membawa bekal. aku berangkat. "


"Yaa hati-hati. "


Athena telah pergi dari apartemen. Ia berjalan dari tempat tinggalnya sampai halte bus saat ia sedang menunggu bus datang seorang wanita tua menghampirinya.


"Nak boleh aku duduk di sini?"


"Ya silahkan. "


Wanita itu duduk di samping Athena, awalnya hanya ada keterdiaman di antara mereka sampai akhirnya wanita tua itu membuka suaranya.


"Apa yang kau rasakan sekarang nak? kebebasan atau kesengsaraan?"


"Hah? apa ?"


Wanita itu menoleh ke arah Athena ,wajah wanita itu tak terlihat karena topi yang dipakai wanita itu sampai menutupi wajahnya. Tapi, Athena dapat melihat bibir wanita itu, wanita itu tersenyum aneh ke arahnya.


"Selesai kan semua ini, lalu kembalilah. "

__ADS_1


"Apa?" Athena sungguh bingung, maksud dari wanita ini apa. Tiba-tiba saja wanita ini kembali tersenyum lalu tertawa.


"Hahahhahaaaaa.... " wanita ini tertawa, tawanya sangat menyeramkan dan tertawa tanpa hentinya.


Athena pergi dari halte, secepatnya padahal bus belum datang "wanita aneh, " gumam Athena.


Athena berjalan dari halte bus sampai sekolahnya, rasa lelah berjalan membuatnya malas melakukan sesuatu.


"Naa udah dateng? tumben siangan?"


"Eeh Desi, heheee... iya nih, " ujarnya.


"Nanti jam 8 kita ke aula buat persiapan besok."


"Loh gak jadi latihan ?"


"Hari ini, cuman suruh ke aula aja. "


"Sampe jam berapa?"


"Gak tau. "


Athena dan Desi yang sedang asik berbincang-bincang dikagetkan dengan kedatangan Azka yang datang dengan keadaan panik.


"Heeeh! ngapa lu.. dateng-dateng udah kaya orang kesetanan aja, " ujar Desi.


"Ini penting des.. " ucap Azka.


"Kayanya penting banget... "


"Banget des... Athena mana?"


"Niih depan gue siapa? setan?"


Azka menoleh ke arah samping. "Naa! gawat naaa!!"


"Ehh lu napa siihh.. ?" tanya Desi lagi.


" DESIII!! GAWAT DESSS!!!" ujar Azka lagi dengan panik.


"Eeh lu kalo lama-lama ngomong gawat-gawat lagi gue tampol lu yaaa!!!" ujar Desi dengan emosi nya.

__ADS_1


"Kenapa sih ka.. langsung ngomong aja sih, " kali ini Athena yang berbicara.


Azka menatap secara bergantian wajah Athena dan Desi. Athena dan Desi yang menunggu jawaban dari Azka yang tak kunjung berbicara, dengan sabarnya Desi memukul lengan Azka.


Plaakk...


"Awww sakit Dess... dikira samsak kali gue, " ujar Azka yang mengusap-usap lengannya.


"Lagian lama banget ngomongnya. "


Daan.. krriiinggg....


"Nah kan udah bel, lama lu dah lah.." Desi pun pergi dari hadapan Azka, meninggalkan azka dan Athena.


"Kenapa?"


Azka menatap wajah Athena dengan raut wajah sedih sekaligus panik. Lalu ia memberikan sebuah koran dari dalam tasnya kepada Athena.


Athena mengambil koran tersebut lalu melihat isi koran itu, "Jadi mereka udah lapor polisi, dan beritanya udah kesebar dimana-mana. "


"Iyaaa naaa... dan parahnya lagi mereka bakal nyari siapa pelakunyaaaa... naaaa... tamatlah riwayat kitaaa.. " ujar Azka dengan melownya.


"Oohh.. ya udah. "


"Kok ya udah sih naa!??"


"Ya terus gue harus apa? udahlah nanti juga gue balikin. "


"Gampang banget lo ngomongnya naa!!!" ujar Azka dengan marahnya.


Athena berdiri dari duduknya "lo tenang aja, riwayat lo dan gue gak akan berakhir. Kan gue udah bilang lo gak usah khawatir. "


Athena berjalan meninggalkan kelas , saat langkahnya hampir keluar kelas tiba-tiba saja langkahnya terhenti dan raut wajahnya berubah.


"Tapi gue khawatir sama lu naa!!" teriak Azka.


Athena menyinggungkan sebuah senyuman.


"Gak usah khawatir soal gue, seharusnya yang perlu lo khawatirin itu cuman diri lo aja. Dah yaaa gue mau ke aula, jangan lupa ke aula ada pertemuan di sana, " Athena kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Azka.


"Apa salah gue khawatir sama sahabat gue sendiri ?" Azka menatap nanar pintu kelas.

__ADS_1


25-04-2021


Heyyooo... udah up yeeyy


__ADS_2