
Dan sampailah Athena, Azka dan seorang anak kecil yang tadi mereka bawa pulang tanpa sepengetahuan orang tua anak kecil itu. alias tuh anak kecil diculik :-)
Mobil pun memasuki garasi rumah Azka saat mobil sudah berada pada posisi yang pas se-segera mungkin Azka langsung menutup pintu garasi mobil.
Athena yang dari tadi bingung melihat tingkah laku Azka yang aneh itu mulai memerhatikan Azka "Azka kenapa sih tuh muka di tekuk dari tadi? "
"Menurut lo?! "
"Hah? menurut gue? apaan yaa?" tanya Athena bingung.
"ASTAGA ATHENA !! gue tuh masih panik, gue tuh bingung, takut gue, " ujar Azka sembari menggigit jarinya.
"Panik kenapa? bingung kenapa ? takut kenapa?"
"Pake nanya lagi!? kita tuh udah nyulik seorang anak manusia yang gak berdosa, tapi kita yang dosa."
"Oalaahh... gue kira apaan, " jawab Athena dengan santai.
"Kok lu santai aja sih? gak panik gitu? kalo misalnya kita jadi buronan polisi gimana Naa!! gue gak mau dipenjara, kalau gue dipenjara siapa yang bakal jaga oma gue di rumah sakit. "
Athena mendekati Azka, lalu memegang salah satu pundak azka "tenang Azka, sahabat baik gue ini. Lo gak usah takut, gak usah panik dan gak usah khawatir oleh masalah apapun, dan kita gak bakalan jadi buronan. Tenang Azka, lagi juga gue udah bilang untuk urusan sisanya gue yang jalanin lo cukup sampe sini aja. "
"Lo serius?"
"Apakah dari pernyataan gue barusan terdengar gak serius ?"
"Gak. "
"Serah deh, mending lo bawa nih anak masuk ke dalam trus baju lo segera lepas dan langsung kasih gue, gue tunggu lo di dalem, " Athena pun masuk ke dalam rumah Azka, meninggalkan Azka yang masih berdiri diam di tempat.
"Semoga omongan lu bener Na, " Azka pun membawa anak kecil itu masuk ke dalam rumah.
Kini terlihat Athena yang sudah duduk di sofa dengan tenangnya sembari memainkan handphonenya. "Gue taro nih bocah dimana?"
"Di sofa panjang aja, " seru Athena.
Azka meletakkan anak kecil yang tertidur akibat obat bius. "Tadi lu kasih obat bius ke sapu tangannya seberapa?" tanya Athena.
"Gak tahu, " ujar Azka yang kini sudah duduk di sofa satunya.
"Kok gak tahu?"
"Ya gak tahu, gue panik. Gue tuangin aja semuanya sampe basah tuh sapu tangan. "
"Trus sapu tangannya mana? botolnya mana?!"
"Nih," Azka mengeluarkan sapu tangan yang basah itu dan juga sebuah botol kosong.
"Kok bisa? emang lu kenapa?!"
Azka menarik napasnya "Jadi tuh... "
__ADS_1
Flashback on
Azka yang kini sudah berada di tempat kejadian mencoba menenangkan dirinya tak lama suara bel dari arah gerbang yang menjulang tinggi itu terdengar dan bersamaan dengan itu gerbang tersebut terbuka. Dan nampaklah sebuah bangunan yang sangat besar "waahh... parah sih baru juga SD sekolahnya udah se-elit ini, gimana SMP atau SMA, " gumam Azka.
Azka kini memperhatikan bayak anak-anak keluar secara berhamburan "eh bujug yang mana tuh bocah, ya kali gue liatin satu-satu, kerajinan amat, amat aja gak rajin, " gumam Azka kali.
Azka yang masih memerhatikan anak-anak yang sekarang berjalan keluar dari sekolah tersebut ada yang dijemput, ada yang menunggu jemputan dan masih banyak lagi pokoknya.
Sampai kini penglihatannya tertuju pada seorang anak kecil memakai tas unicorn dan rambut di kuncir kuda, lalu Azka melihat foto yang Athena kasih tadi di mobil.
"Bener nih, mirip sama yang di foto. Tenang Azka santai.. semoga berhasil.. Amin. "
Azka pun berjalan menuju anak kecil tersebut.
"Permisi dek.. boleh nenek bertanya?" ujar Azka dengan suara yang ia buat seperti nenek.
"Iya nek, apa yang bisa Alicia bantu?" tanya anak kecil itu yang menyebutkan dirinya namanya Alicia.
"Nenek udah jalan-jalan dari tadi nyari rumah cucu nenek tapi kok gak ketemu-ketemu yaa?"
"Boleh Alicia liat alamatnya?"
"Boleh boleh, ini," sembari menyodorkan sebuah kertas.
Untuk beberapa sesaat Alicia nampak membaca alamat itu sebentar "oohh... Alicia tahu ini nek."
"Alicia tahu?"
"Yaahh.. tapi nenek ini Orangnya cepet pelupa, takutnya nanti nyasar lagi. Emangnya dik Alicia mau nenek nyasar lagi?"
Nampak Alicia sedang berpikir "hmmmm... oke deh nek, Alicia anter sampai tujuan kasihan nenek kalau sampai nyasar lagi. Yuk nek, " ucap Alicia sembari menggenggam tangan Azka yang kini berpura-pura menjadi nenek itu.
"Ayuk, " mereka pun berjalan meninggalkan sekolahan.
"Baik banget non Alicia sampai mau nolongin tuh nenek sampe tujuan, " ujar seorang penjaga sekolah yang dari tadi menyaksikan interaksi mereka,lalu kembali menyesap kopinya.
"Bentar nek Alicia cariin dulu rumahnya yaa, " ujar Alicia lalu melepas genggaman itu dan berjalan seraya memperhatikan alamat di kertas itu.
"Baik banget tuh bocah, kalau yang nyulik orang jahat beneran gimana yaa? " ucap Azka sembari memperhatikan Alicia.
" Oh yaa obatnya!" segera Azka membuka tutup botol itu "kok susah banget sih botolnya dibuka " seru Azka dengan panik sembari terus memerhatikan Alicia yang masih berada jauh darinya.
"Eehh... kebuka dong botol, kerja sama yang baik itu penting botol, " ujar Azka pada botol , susah payah Azka membuka tutup botol itu dan akhirnya terbuka.
"Akhirnya terbuka juga, eehh dia udah deket, " ucap Azka dengan panik.
"Nuangin seberapa yaa."
"Nek! Alicia kok belom nemuin nomor rumahnya yaaa, " ucap Alicia yang kini berjalan mendekat ke arah Azka , Azka yang masih membalikkan tubuhnya panik seketika.
"Nek?" panggil Alicia.
__ADS_1
"Iyaa," Azka membalikkan tubuhnya lalu menatap Alicia dengan senyuman.
"Nomor rumahnya gak ada nek."
"Ah masasih?"
"Iya nek Alicia tadi udah jalan ngeliat semua nomor rumah tapi gak ada nomor rumah 119C, adanya cuman sampai 117B."
"Tapi alamatnya bener gak?"
"Hmm.. bener sih.. cuman untuk nomor rumahnya gak ada. "
"Kalau gitu coba kita ke sana, siapa tahu di sana ada. "
"Oohh.. iya bener, ayo kesana," Alicia berjalan duluan dan Azka dibelakangnya.
Dan ini kesempatan Azka buat Alicia tertidur, ia berjalan pelan dan dengan cepat ia membekap mulut serta hidung Alicia dengan sapu tangan yang sudah ia tuangkan tadi di sapu tangan.
"Hhmmmmmpppttt.... " Alicia ingin berteriak tapi tidak bisa karena mulutnya tertutup oleh sapu tangan, dan juga perlahan kesadarannya melemah karena aroma dari obat bius itu. Dan tubuh Alicia hampir terjatuh kalau tidak segera di tahan oleh Azka.
"Aaahhhh... akhirnyaaa... selesai juga misi gue," lalu Azka menggendong tubuh Alicia ke tempat yang sudah di tunjuk oleh Athena sebagai tempat pertemuannya.
flashback off
"Gitu ceritanya. "
"Terus intinya lo itu panik tadi gitu?"
"Iya, " jawab Azka dengan ketus.
"Ok.. tapi udah tenang kan sekarang ?"
"Udah, tapi masih was-was gue."
"Oke.. gue titip nih bocah dulu yaa."
"Kemana?"
"Ada urusan bentar. "
"Yaa kemana?"
"Kepo. Udah deh pokoknya lo jagain nih bocah dulu, lo gak usah khawatir nih bocah paling sadar besok pagi. Nanti kalau gue udah pulang gue langsung bawa nih bocah. "
"Pulang jam berapa ?"
"Gak lama kok, udah tenang aja. Gue pamit yaa jangan lo apa-apain nih bocah.. byee.. " Athena sudag berjalan keluar rumah meninggalkan Azka dan Alicia di dalam.
Azka berdiri diam menatap pintu yang sudah tertutup lalu menatap Alicia anak kecil yang tadi ia culik beberapa menit lalu dari sekolahnya.
"Gue gak tahu apa yang ada dipikiran lu Na, gue cuman bisa berdoa semoga lu selalu dilindungi sama yang maha kuasa dari kejahatan. Tapi... lo dan gue udah berbuat kejahatan dengan nyulik seorang anak kecil yang gak berdosa dan gak bermasalah sama sekali sama lo, gue harap lo gak menyesal Na di kemudian hari. Karena dengan lo nyulik Alicia artinya lo udah buat Alicia masuk ke dalam masalah yang gak ada sangkut pautnya dengan semua ini. Gue harap lo seharusnya udah pikirin hal ini sebelum lo bertindak. "
__ADS_1
***22-03-2021