
Athena masih berada di posisi yang sama melihat keluarga tersebut dengan perasaan yang tak dapat diartikan kebencian, amarah, kekesalan semuanya jadi satu, air mata tak terbendung lagi melihat kebersamaan dan kebahagiaan keluarga tersebut.
" Tak kusangka kalian masih bisa tersenyum seperti itu, seharusnya aku bukan kalian... tak adil memang," Athena pun segera pergi dari tempat tersebut dan lagi air mata ini masih tetap ada tak tak mau berhenti, amarah, kebencian, kekesalan menyatu tak terbendung.
"Air mata brengsekkkk.... " umpatnya seraya menghapus air matanya dengan kasar tapi, tetap saja tak bisa berhenti.
" Ingin sekali aku berlari dan menjauh dari kalian, tapi mengapa Tuhan malah membuat aku melihat mereka lagi, mengapaaaaaa.... hiks.. hikss... mengapa hiksss.... " tangisnya.
Dalam perjalanan Athena hanya diam dengan sorot mata yang kosongnya ia berjalan dengan lengluainya dan tak bersemangat, Athena mencoba untuk melupakan tapi... tak bisa.
Athena pun pulang dengan perasaan yang masih sama seperti tadi ia segera duduk di kursi meja makan lalu meletakkan tas yang bibi Zahra kasih padanya tadi, ia duduk dengan pandangan yang sulit diartikan tatapannya yang kosong dan raut wajahnya yang masih dalam keadaan menangis. Dengan gerakan pelan ia membuka isi tas tersebut terdapat kotak didalamnya lalu ia buka kotak tersebut, di dalamnya teriisi banyak makanan manis seperti permen, lolipop dengan berbagai bentuk, kue kecil-kecil berbentuk kelinci,kucing,sapi bahkan kupu-kupu dan juga tak lupa ada cotton candy dengan ukuran sedang, moodnya yang tadi kurang bisa dinetralisir dengan berbagia kudapan manis, ia tersenyum melihatnya.
*Flashback on
"Athenaaaa... kakak pulang..."
" Waaahh... kak Hanna sudah pulang, wow bawa apa ni kak? "
" Adadeh.. liat aja kalau kepo. "
__ADS_1
Dengan segera Athena membuka isi kotak tersebut, senyuman terbit di wajahnya.
" Waaaahh... permeeennn... "
" Athena suka? "
" Suka.. sukaaaa bangettt... ini buat Athena? "
" Iya dong emang buat siapa lagi kalau buat buat adik tersayang kakak iniii... " ujarnya seraya mencubit kedua pipi Athena yang menggemaskan ini.
" Iiihhh... kakak jangan dicubit sakiitt."
" Okeee kali ini Athena maafin tapiii... lain kaliii... Athena gak maafin. "
" Ookeee dehhh... sekarang makan gih permennya. "
" Siap.. kakak juga ikut makan yaaa? "
" Pasti doooonggg... ayoo segera makan. "
__ADS_1
Mereka pun memakan permen tersebut dengan lahap dan bersemangat sampai-sampai tak lupa bahwa keesokan paginya gigi mereka sakit dan harus dibawakan ke dokter gigi akibat terlalu banyak makan permen.
flasback off*
Athena duduk dengan memakan permen tersebut seraya mengingat kenangan bahagianya dan lagi air mata jatuh membasahi pipinya ia menangis lagi.
Kenyataan bahwa semua itu hanya masa lalunya, masa lalu yang tak dapat terulang lagi.
Kini yang tersisa hanyalah ibu... iya ibunya Lizz, tapi Lizz tidak ada didekatnya ia sedang mendapat sebuah hukuman atas suatu hal, seandainya kejadian itu tak ada mungkin sekarang Athena, ibu Lizz, kak Hanna, dan yang lainnya sedang bersama-sama menikmati indahnya desa kecil mereka, desa yang banyak akan kenangannya. Sebuah tempat dimana, kapan dan mengapa semua ini bisa terjadi, ibu Lizz yang harus pergi, kak Hanna yang harus pergi juga meninggalnya sendiri, kini semuanya tinggal kenangan hanya kenangan....
" Akan kubuat kalian merasakan apa yang aku rasakan, itu janji ku pada kalian, keluarga Anderson, " ucapnya dengan penuh tekad yang kuat, kini mereka harus membayarnya.
Uang dibayar dengan uang
Darah dibayar dengan darah
Nyawa dibayar dengan nyawa
Kehilangan dibayar dengan kehilangan.
__ADS_1
05-12-2020