
Heyyyoo... balik lagi ke dunia Athena...
Gimana? gimana ? chapter kemarin seru gak?? seru gak? serulahh masa gak seruuu!!
Yaiyalah gimana gak seru seorang tokoh baru muncul dengan tiba-tiba, jujur sebenarnya tokoh kemarin itu yang baru itu seharusnya aku munculin itu di chapter saat Athena pertama kali bertemu Azka, cumann.. kayak gak pas aja sihh timenya . Jadi tokoh 'pria' tersebut baru muncul kemarin...
Oke tidak usah berlama-lama lagi...
Langsung saja kita memasuki dunia Athena..
Athena kembali ke apartemen dengan begitu tergesa-gesanya.
"Heyy kau sudah pul... lang. Ada apa dengannya tiba-tiba masuk begitu saja tanpa mengucapkan salam, " ucap Alicia yang kebingungan.
Sedangkan Athena ia masuk ke dalam kamarnya begitu saja dan meletakkan barang belanjaannya begitu saja di meja depan.
Entah kenapa saat ia bertemu dengan *pria* tadi di sana, ia tak bisa melupakannya. Ia seperti mengenal *pria* itu, tapi dimana? dan jika memang Athena merasa *sangat* mengenal *pria* itu tapi, siapa? terlalu banyak pertanyaan dibenaknya.
"Aku seperti melewatkan sesuatu di masa lalu ku, tapi apa?" pikir Athena.
Segera ia mengobrak-abrikkan seisi kamarnya mencoba mencari tahu tentang masa lalunya. Tapi, tak ada pentunjuk tentang masa lalunya.
Saat ia berusaha mengingat sebuah kejadian yang *sepertinya* ia lewatkan dulu, entah kenapa kepalanya terasa sangat sakit, sakit yang sangat luar biasa dan bukan hanya rasa sakit saja tapi kepalanya seperti diputar untuk mengingat sebuah masa lalu yang ia *lewatkan* dulu.
"Aaarrgghh... kepala ku sakit sekali... " ucapnya seraya menahan rasa sakit dikepalanya.
*tok tok tok*....
"Kak? kak Nana , kau baik-baik saja ?" ujar Alicia dari luar kamar Athena.
" Iyaa.. aku baik-baik saja.. " ujarnya dengan masih menahan rasa sakit dikepalanya.
"Tapi aku rasa, kau sedang tak baik-baik saja, apa kau sakit?"
"Tidak. Kau-kau makanlah dulu roti bakar yang kubawakan untuk mengganjal perut mu. "
"Hemmm... baiklah, jika kau butuh sesuatu panggil saja aku. "
"Iya, " jawabnya dengan lirih.
Setelah Athena tak mendengar lagi suara Alicia dari depan pintu kamarnya, ia segera bangkit membuka laci meja kamarnya dan mengambil sebuah obat dari dalam laci tersebut dan segera ia meminum obat tersebut dengan air yang tersedia di kamarnya.
Dan setelah ia meminum obat tersebut rasa sakit di kepalanya perlahan mereda. Ia mengamati kamarnya yang sudah seperti kapal pecah itu, sungguh ia kembali merasakan sakit kepala itu lagi setelah sekian lama. Beruntungnya ia masih menyimpan obatnya, jika tidak entah apa yang terjadi selanjutnya.
Segera setelah ia merasa lebih baik ia berdiri dan membersihkan kamarnya seperti sedia kala.
Setelah itu ia mengganti bajunya dengan baju rumahan biasa dan keluar kamar.
Berjalan menghampiri Alicia yang duduk di kursi makan yang masih memakan roti bakarnya.
"Apakah enak roti bakarnya ?" tanya Athena.
"Heemm.. enak, enak sekali ini adalah roti bakar terenak yang pernah aku makan seumur hidupku. "
"Ya sudah habiskan, jangan sampai tersisa aku membelinya dengan uang bukan dengan daun."
"Baik Kapten!!" seraya memberi hormat.
"Hahaaa.. kau ini ada-ada saja. "
"Oh yaa tadi kenapa kau tumben-tumbennan masuk ke dalam tanpa salam lalu, juga ekspresi wajah mu tadi menyiratkan akan ketakutan dan kekhawatiran yang sangat besar, ada apa?" tanya Alicia dengan keponya.
"Benarkah aku seperti itu tadi ?"
"Iyap. "
"Aku habis melihat hantu, " ujar Athena.
"Nah kan! apa kubilang !! diluar banyak hantu kau *ngeyel* sih dibilanginnya. "
"Iya iyaaa... "
"Kau jadi masak ayam pedas tidak?" tanya Alicia.
__ADS_1
"Jadi. Tapi nanti. "
"Oke, " lalu melanjutkan acara makannya dengan khidmat.
Athena pun bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah dapur dan tak lama kembali lagi dengan sebuah minuman kaleng bersoda ditangannya.
Ruangan pun sunyi tak ada obrolan lagi, karena yang satunya dengan khidmat dengan roti bakarnya dan yang satunya melamun sembari meminum minuman sodanya.
"Alicia, boleh aku tanya sesuatu padamu. "
"Hemm.. tanyakan saja. "
"Apakah ibumu baik?"
"Hemm? eehhmmm ya begitulah kadang baik kadang tidak. "
"Lalu bagaimana dengan ayah mu?"
"Maksudmu papi ku?"
"Iya. "
"Entahlah, aku jarang bersama dengannya ia selalu sibuk bekerja. "
"Kalau di rumah kau bermain dengan siapa ?"
"Tidak ada."
"Tidak ada? kenapa?"
"Semua orang di rumah sibuk, mami ku sibuk dengan kesibukannya, papi ku sibuk dengan pekerjaannya sedangkan kakak-kakak ku sibuk dengan sekolahnya. Jadi tak ada. "
"Sama sekali tidak ada?"
"Heemmm... " nampak berpikir "ADA! "
"Mama Aluna. "
"Mama? kau punya dua ibu?"
"Aku punya dua ibu dan dua ayah. "
"Wooww... kok bisa??"
"Ibu kandung ku itu mami ku lebih tepatnya mami Lexi, sedangkan mama Aluna dia itu sebenarnya sahabat mami ku hanya saja mereka sangat dekat jadinya sudah seperti kakak dan adik. "
"Jadi? ibu kandung mu bukan Aluna?!!"
Alicia menggeleng kepalanya "bukan, awalnya aku memanggil mama Aluna dengan sebutan tante tapi aku langsung dimarahi dan disuruh memanggilnya dengan sebutan mama, jadilah aku memanggilnya mama. "
Sungguh Athena sangat kaget, ia salah sasaran. "nama asli mu Alicia Vikander Anderson kan??"
Alicia kembali menggeleng kepalanya lagi "bukan nama ku itu Alicia Vikander Adamson, bukan Anderson. "
"Hah???" Athena kaget untuk kesekian kalinya.
"Jadi huruf A di belakang mu itu bukan kepanjangan dari Anderson melainkan Adamson??" tanya Athena lagi.
"Iyaap. "
"Ya Tuhan!! aku salah sasaran.. " ujarnya.
"Hah? apa ? kau mengatakan apa tadi?"
"Hah? tidak aku tidak mengatakan apa-apa. "
__ADS_1
"Oohhhh... oke. "
Athena diam seribu bahasa, sebenarnya rencana awalnya adalah ia menculik salah satu keluarga Anderson agar keluarga Anderson bisa merasakan sakitnya kehilangan seseorang yang mereka sayangi dan cintai. Tapi ia salah, yang ia culik adalah keluarga Adamson bukan Anderson.
Pantas sifat Alicia sangat berbeda dengan keluarga Anderson yang ia ketahui, sebab keluarga Anderson yang ia ketahui adalah keluarga yang cukup menyeramkan, sangat disegani dan sangat kuat. Dan pastinya tidak se-bar-bar Alicia.
Athena diam menatap Alicia dengan pandangan yang cukup menyedihkan.
"Lalu hubungan mu dengan keluarga Anderson apa ?" tanya Athena lagi.
"Papi ku adalah sepupunya Papa Alex. "
"Alex? Alex Anderson si bos besar itu?"
"Yapp.. "
"Lalu Adamson itu apa?"
"Adamson itu adalah marga keluarga mami ku."
"Oh oke. "
Yaa Athena cukup tenang sedikit Alicia masih keturunan Anderson, meskipun targetnya adalah keluarga inti Anderson. Lebih tepatnya pasangan suami-istri Anderson. Alex Anderson dan Aluna Anderson.
"Apa Alex Anderson itu baik padamu ?"
"Sangat, ia sangat baik padaku papa selalu memberikan ku mainan dan mengajakku jalan-jalan. "
"Sangat baik yaa?"
"Iyap. Tapi sayang.. " ucapnya dengan lesu.
"Kenapa?" tanya Athena lagi.
"Papa selalu menginginkan anak perempuan tapi mama Luna sudah tak bisa hamil lagi karena tragedi kecelakaan. "
"Kecelakaan ? kapan?"
"Hmmm... untuk kapannya aku kurang tahu ,tapi sebab kecelakaannya aku tahu. "
"Apa?"
"Mami ku bilang, mama Luna kecelakaan karena mencoba membunuh dirinya sendiri. "
"Kenapa ?"
"Mami bilang karena mama Luna menyesal atas perbuatannya dulu. "
"Perbuatan apa?"
"Entah mami tak menjelaskannya lagi.. Tapi tunggu kenapa kau kepo sekali dengan hidupku ??!"
"Memangnya tak boleh??"
"Bukannya tak boleh, hanya saja tak seperti biasanya. "
Athena hanya menjawab dengan anggukan dan kembali menegak minuman kalengnya.
"Ka Nana, boleh aku bertanya sesuatu padamu ?" ucap Alicia.
"Apa?"
"Berapa banyak topeng kau pakai untuk menutupi dirimu yang sebenarnya ? dan ada apa dengan mu ? kau seperti menutupi sesuatu yang sangat amat besar jika dunia tahu kebenarannya. Boleh aku tahu ? siapa tahu aku bisa membantu mu. "
**8-5-2021
Dah segitu dulu yaaa...
Chapter selanjutnya nanti gak tahu kapan...
Intinya pantengin terus Athena, jangan lupa terus dukung dan beri semangat untuk author ini agar rajin update. Semakin sering update semakin dekat pula menuju ending.... hahahaaa... oke sampai sini dulu...
__ADS_1
Byebyeeeee.... see you next time 🤗🤗
Love you all 😘😘**