ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 58


__ADS_3

**Heyyooo apa kabar semuanyaaa??


Maaf yaa baru bisa update lagi, setelah sekian abad lamanya. Maklum kemarin habis selesai pindahan ke Neptunus, soalnya di bumi lagi pandemi jadinya pindah ke Neptunus 🙃


Oke gak usah lama-lama lagi langsung saja kita memasuki dunia Athena**...




Athena dan Alicia masih fokus menonton kartun si spons kuning, saat mereka tengah fokus menonton tiba-tiba terdengar suara deringan telpon, dari telepon rumah.



*Kriiingg... kriinggg*....



Athena berjalan menuju ke arah telepon rumah, ia pun segera mengangkat telpon tersebut saat sudah menempelkan telpon tersebut ke arah telinganya, terdengar sebuah hembusan napas yang sangat amat berat terdengar di pendengaran Athena.



"Halo?" ucap Athena.



Tak ada jawaban.



"Halooo?" ulangnya.



Tetap tak ada jawaban yang terdengar masih suara hembusan napas yang sangat berat .



"Halooo? heyyy!! jika tetap tak ada jawaban akan ku tutup telponnya !! " ujar Athena dengan emosi.



Dan masih tetap tak ada jawaban.



"Orang aneh, " dan segera Athena menutup teleponnya.



Athena berjalan kembali ke arah sofa lalu kembali duduk.



"Siapa?" tanya Alicia.



"Entah. "



"Salah sambung kah?" tanya Alicia lagi.



"Mungkin. "



Mereka kembali memfokuskan pandangan mereka kembali ke kartun yang sedang di putar.



"Hari sudah mulai sore, heyy kau mau makan apa untuk makan malam nanti?" tanya Athena pada Alicia.



"Apa saja," jawab Alicia yang fokusnya masih ke arah TV.



"Apa saja?" tanya Athena lagi.



"Hmm.. "



"Jika aku masak kayu dan batu, kau mau?"



"Apa saja, bahkan jika kau masak pasir tetap akan ku makan. "



"Anak ini! kau ingin makan apa untuk nanti malam?"



"Ku bilang apa saja. "



"Ya sudah, aku akan masak mie nanti. "



Alicia yang mendengar kata 'mie' seketika menengok ke arah Athena "jangan mie lahhh..."



"Lah terus apa ?"



"Apa saja. "



"Eehhmmm... bagaimana kalau delivery aja. "



"Jangan! kalau delivery mahal, trus makanannya cepat saji semua. "



"Yaa terus kita makan apa?!!"


__ADS_1


"Apa saja. "



"Baiklah, aku akan memasak sayap pedas, kau mau? "



"Kok?? kan pedes, kalau makan pedes-pedes nanti sakit perut. "



"TADI MIE GAK MAU! DELIVERY GAK MAU! DIMASAKIN SAYAP PEDAS GAK MAU! TERUS MAUNYA APAANN?!!! KALAU NANTI MASIH GAK MAU JUGA MASAK SENDIRI !!"



"Kok marah?"



Athena langsung kembali mengontrol emosinya "terus Alicia maunya apa?" tanya Athena lagi dengan suara pelan sembari menahan emosi.



"Hmmm... ya udah deh sayap pedas aja, tapi sayapnya yang kanan yaaa jangan yang kiri, soalnya yang kiri banyak dosa enakkan yang kanan banyak pahalanya biar sekalian pas makan gak cuman dapet dagingnya aja tapi pahala dari ayamnya juga dapet. "



Athena terdiam menatap Alicia penuh dengan kasihan mana masih muda, tapi pemikirannya... sudah lah..



"Oke, aku akan keluar belanja untuk masak makan malam nanti. Kau mau ikut tidak?"



"Kau mengajak ku?"



"Tidak. Aku mengajak karpet yang kau duduki itu. "



"Aiishhh... kau ini! tidak aku mau di sini saja, di luar serem banyak hantunya. "



"Ya sudah. "



Athena bersiap-siap untuk keluar "sudah yaa aku pergi dulu, " pamit nya.



"Iyaaa... "



Athena keluar dari dalam apartemennya menuju lift dan turun menuju lobby. Saat sampai lobby apartemen ia kembali berjalan keluar gedung apartemen.



Kali ini ia ingin berjalan kaki saja, karena tempat yang ia tuju tak jauh dari lingkungan gedung tempatnya tinggal.



Awalnya ia berjalan dengan santai, tapi entah kenapa ia merasa setiap ia melangkah ia diikuti oleh seseorang dari arah belakang, dan setiap ia mengecek ke belakang tidak ada siapapun hanya ada orang-orang yang *berseliweran*. Yaa ini kan tempat umum otomatis banyak orang disini, pikirnya.




Setelah itu ia membayar belanjaannya ia keluar dari toko dan berjalan kembali untuk pulang. Saat dalam perjalanan tiba-tiba saja pandangannya tertuju pada beberapa pedagang kaki lima yang menjual berbagai jenis makanan.



Ia berpikir untuk membeli salah satu makanan tersebut untuk ia berikan pada Alicia, sebagai ganjalan perut bila Alicia lapar dan masakannya belum siap, pikirnya.



Athena berjalan dan berhenti di salah satu pedagang kaki lima yang menjual roti bakar.



"Nyonya roti bakarnya dua yaa , yang satu rasa cokelat keju dan yang satunya lagi rasa blueberry keju. "



"Baik, mohon di tunggu, " ucap pedagang tersebut pada Athena.



Athena lalu menunggu pesanannya di salah satu bangku yang disediakan oleh sang penjual untuk para pembelinya.



Dan tak membutuhkan waktu lama lagi pesanannya sudah siap.



"Nona ini pesanannya. "



"Terima kasih, ini uangnya. "



"Terima kasih kembali, " ucap sang penjual.



Saat Athena tengah sibuk merapikan belanjaannya agar saat ia membawanya nanti tidak sulit sang penjual itu tiba-tiba saja berbicara pada Athena.



"Sepertinya kau kesulitan yaa nona membawa barang belanjaan mu?"



"Aahh.. tidak kok, hanya saja biar aku membawanya enak. "



"Oohh.. kenapa kau tidak meminta tolong kekasih mu saja. "



"Maaf..kekasih? siapa?"


__ADS_1


"Aiisshh... nona ini pura-pura tak mengenal kekasih sendiri atau jangan-jangan kalian lagi marahan yaa? "



Athena menjawab dengan gelengan.



"Jika tidak mengapa kalian berjalannya tidak beriringan saja? dari tadi ku lihat nona seperti menjauhinya dan dia mencoba mendekati nona, tapi nona malah tetap semakin menjauh."



"Hah??" sungguh Athena tak tahu apa-apa. Kekasih ? Heeyyy sejak kapan seorang Athena memiliki kekasih ? ia hanya mempunyai seorang sahabat lelaki, itu pun sekedar sahabat tidak lebih.



"Memangnya dia seperti apa?" tanya Athena.



"Aiiisshh... nona ini sepertinya memang benar kalian sedang ada masalah, baiklah-baiklah ia seperti seorang pria pada umumnya, hanya saja ia memakai hoodie berwarna hitam, celana jins panjang hitam dan tak lupa topi dan masker hitamnya. Sepertinya kalian bukan hanya sedang bertengkar saja tapi kalian seperti menjalin hubungan yang semua orang tidak boleh tahu sampai-sampai ia harus menutupi dirinya seperti itu, sudahlah lebih baik kalian berbaikan saja, " ujar sang penjual itu.



Dan Athena menyimak setiap kata-kata dari sang penjual tersebut. Kekasih ? pria? mengikutinya? dari kapan?



Athena mengarahkan pandangannya ke arah sekitar dan... dapat. Seorang pria dengan ciri-ciri yang dijelaskan penjual tadi pada dirinya berdiri tak jauh darinya. Ia dapat melihat orang tersebut menatap dirinya dengan tajam dan menusuk. Tatapan mereka seakan terkunci satu sama lain. Athena masih terus menatap pria tersebut sampai pada akhirnya pria tersebut merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda berwarna hitam dan pipih itu, lalu menempelkan benda pipih itu ke telinganya.



Dan saat itu juga handphone milik Athena berdering, sebuah nomor tak diketahui terpampang dengan jelas ia pun menjawab telepon tersebut.



"Ha-haloo.. " ujar Athena.



"*Halo*, " sebuah suara berat menjawab dari seberang sana, pandangannya tak teralihkan ke pria tersebut setiap gerakan dari pria tersebut seakan menghipnotis dirinya.



"*Apa kabar Athena*?"



Tiba-tiba saja dadanya terasa sesak seperti tak ada lagi oksigen yang ia hirup saat itu dan suara itu, ia pernah mendengar suara itu tapi, ia tak ingat kapan dan dimana ia mendengar suara itu. Entah kenapa perasaannya menyuruhnya segera matikan telpon tersebut dan pergi secepatnya. Tapi kakinya seakan lengket dan berat untuk melangkah.



"*Sudah lama kita tidak bertemu ? bagaimana dunia luar, apakah sungguh mengasyikan sampai kau melupakan ku? hmm*?"



"Si-siapa kau?"



"*Apakah sungguh kau tak mengingat ku? hahahaaa.... ternyata obat itu cepat sekali membuat mu melupakan ku ya*?"



"Siapa kau?" tanya Athena lagi dengan perasaan was-was.



"*Jika benar kau telah melupakan ku, kau sungguh keterlaluan sayang*. "



"Ku tanya sekali lagi, siapa kau?"



"*Kenapa kau menutup telepon ku tadi? hmm*?"



"Siapa kau??!!" tanya Athena sekali lagi.



"*Hahhaaaa... jika kau ingin tahu siapa diriku, silahkan kau tanya pada seseorang yang kau bilang 'sahabat ' mu itu. Siapa namanya? Azka? iyaa namanya Azka kau bisa bertanya padanya*."



"Azka?" gumamnya.



"*Baiklah cukup sampai sini waktu ku sudah habis, aku akan kembali lagi. Menjemput dan membawa mu pulang kembali*. "



*Tuutt*... sambungan telepon terputus dan pria tersebut pergi.



"*Apa maksud pria tadi? apa aku mengenalnya*?" pikir Athena.



Athena masih terdiam di tempat menatap tempat pria tadi berdiri dengan tatapan penuh akan pertanyaan.



~~~~~~~~~~~~~~~~\*\*₪₪₪



**Dah yaaa segitu aja**...



**kalau ada typo bilang yaa biar aku perbaiki langsung**...



\*\***Oh yaa kemarin aku bilang Athena bakal ketemu seseorang yang membuatnya seperti itu. Daan.. ya aku sudah mempertemukan mereka. Gimana gimana?? pendapat kalian sesuaikan? iyakan**?



**Gini aja dehh.. spoiler dikit biar kalian gak terlalu pusing mikirnya 'si pria' itu adalah masa lalu Athena yang aku tidak jelaskan di chapter-chapter sebelumnya sengaja dan untuk hubungan mereka akan aku jelaskan nanti entah kapan pokoknya nanti dehh**..



**Intinya pantengin terus kisah Athena jangan lupa beri terus semangat untuk author agar updatenya cepat dan kalau update cepat pastinya menuju ending juga akan cepat hahahahaaaa**\*\*....



\*\*\*\***okee see youu next time byeeee... 🤗🤗**\*\*\*\*

__ADS_1



\*\*\*\***06-05-2021**\*\*\*\*\*\*


__ADS_2