ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 79


__ADS_3

"Athena pulaaangg.... "


Lizz keluar dari dalam rumah berjalan ke arah Athena sambil tersenyum "waahh Putri ibu sudah pulang yaa, ayo ganti baju mu dan segera makan siang. "


"Okeyy... "


Lizz berjalan ke dapur menyiapkan makan siang. Ia menata semua lauk pauk dan juga piring, gelas dan air minum. Tak lama Athena sudah berganti pakaian dengan pakaian rumahan biasa lalu, naik ke kursi makan.


"Sayang mau apa?"


"Bebek goreng dan cap cay. "


"Oke, bebek goreng dan cap cay akan segera tiba. "


"Oh yaa ibu, jangan lupa nasi putih hangatnya. "


"Iya, nasih putih hangatnya juga akan segera datang. "


Lizz pun menyiapkannya dengan sangat telaten, tak lupa ia menuangkan air minum kedalam gelas milik Athena.


"Selamat makan. "


"Selamat makan juga ibu. "


Mereka pun makan dengan hikmat, menikmati setiap suapan demi suapan yang masuk ke dalam mulut dan lambung mereka. Lizz menatap Athena dengan tulus, tatapan tulus dari seorang ibu untuk anaknya. Menatap dan mendengar setiap gerakan dan ocehan-ocehan kecil putrinya. Mendengar setiap cerita-cerita yang keluar dari mulutnya putrinya. Sesekali mereka tertawa dengan cerita yang Athena bawakan.


"NANAAAA.... MAIN KE RUMAH HANNA YUUKKK... KAK HANNA BUAT PIE BUAH NEEHHH.... " teriak seseorang dari arah luar rumah.


"Pie buah.. " gumam Athena dengan wajah berbinarnya "ibu aku mau ke rumah Hanna, mau pie buah. Boleh?"


Lizz tersenyum mengelus lembut rambut hitam putrinya "iya boleh. "


Athena turun dari kursi makannya dan berlari ke arah luar "KAAKK HANNAAAA NANA MAU PIE BUAAAHHH... TUNGUUU... "teriak Athena sambil berlari.


Lizz pun menyusul berjalan ke arah luar rumahnya. Ia dapat melihat Athena putrinya tengah digandeng dengan seorang gadis muda yaitu, Hanna. Mereka nampak bahagia, sesekali mereka melempar canda tawa dan gelak tawa yang begitu nyaringnya. Seakan-akan dunia milik mereka berdua, hanya mereka yang bisa melepaskan tawa sebahagia itu di dunia ini. Tak lama mereka berjalan menjauh dari halaman rumah, dan masih terlihat oleh Lizz setiap tingkah laku mereka yang membuat Lizz tersenyum.


Setelah mereka hilang dari pandangan, Lizz berjalan ke kamarnya. Duduk di pinggir ranjang menatap ke arah luar jendela sesekali tersenyum dan sesekali menghembuskan nafasnya.


"Athena sudah besar, terlalu banyak cerita-cerita dongeng yang ku ceritakan padanya. Cerita tentang kehidupan seseorang gadis muda yang namanya ku buat sama persis seperti nama dirinya. Aku tahu, ceritanya memang hanya karangan ku. Tapi, tidak semua."


Lizz membuka laci meja samping ranjangnya, mengeluarkan sebuah foto bahagia keluarga seorang pria yang seperti sang kepala keluarga, 4 anak laki-laki dan seorang wanita cantik yang menggendong bayi perempuan yang juga tersenyum ke arah kamera. Menatap sendu foto tersebut.


"Aluna tak pernah memberikan bayinya pada seorang bekas pelayan di rumahnya. Tapi, sang bekas pelayannya lah yang menculik bayinya. Aluna tak pernah membuang bayinya, Aluna mencintai dan menyayangi bayinya. Tapi, pelayannya dulu lah yang telah mengambil bayinya. Sang pelayan tak pernah membeci bayi itu, sang pelayan sangat menyayangi bayi kecil itu, membesarkannya dan menyekolahkannya seperti anak-anak umum lainnya. Dan pelayan itu membawa bayi itu pergi jauh dari keluarga kandung bayi itu. Sampai bayi itu tumbuh menjadi anak perempuan yang pintar dan sangat aktif. Motif pelayan itu menculik bayi tuannya adalah karena ia tak suka, jika keluarga tuannya bahagia. Ia tak suka jika keluarga tuannya memiliki seorang anak perempuan. Dan pelayan itu bernama Lizz, " ucapnya sembari menatap foto tersebut.


"Apa!!?" sebuah suara mengagetkan Lizz. Lizz menatap ke arah pintu kamarnya dengan tatapan kaget.


"Lizz, kenapa diam!" ucap orang itu dengan tegas "JAWAB PERTANYAAN KU LIZZ!!" orang itu menaikkan oktaf suaranya.


Lizz masih terdiam, air mata sudah tak bisa dibendung olehnya. Lizz menangis. "kau adalah seorang penjahat Lizz, kau seorang penjahat. "


"AKU TAHU AKU TAHU AKU TAHU!!... AKU MEMANG SEORANG PENJAHAT!! AKU MELAKUKAN HAL TERSEBUT KARENA MEREKA! KELUARGA ANDERSON TELAH MERENGGUT NYAWA PUTRI KU!!"


Orang tersebut tertawa hambar "itu kecelakaan Lizz.Dan mereka tidak tahu jika hal itu akan terjadi. "


"Kecelakaan? kau sebut itu sebuah kecelakaan?" Lizz terkekeh "mereka... mereka adalah manusia yang tak punya hati!! coba kau bayangkan saat seorang pelayan muda yang tengah hamil, di tuduh mencelakai majikannya sendiri hanya karena tak sengaja melukai majikannya, padahal lukanya tak parah, hanya goresan kecil. Mereka sampai menyiksanya begitu kejamnya, bahkan sampai bayi dalam kandungannya meninggal. Itu yang kau sebut kecelakaan, Zahra?" menatap sosok di depannya dengan tatapan begitu menyedihkan, menyiratkan akan kebencian, kehilangan dan amarah yang begitu dalam.


Zahra terdiam, mencoba menahan segala emosi yang ada pada dalam dirinya "jadi, Athena bukan Putri kandung mu? bukan Putri kandung mu yang kau bilang adalah kembaran Putri mu yang lain yang sudah meninggal itu?"


"Bukan. Tapi, Athena tetap dan masih terus menjadi Putri ku. Athena Almayra adalah Putri ku. Putri Lizz Patterson. "


Zahra sekaligus sahabat Lizz itu, masih terus mencerna setiap fakta yang di katakan oleh Lizz. "aku akan memberitahu Jiza mengenai hal ini, dan aku yakin. Ia tak akan tinggal diam, " ucap Zahra lalu, melangkahkan kakinya keluar dari kamar Lizz. Tapi, sebelum ia benar-benar keluar dari kamar Lizz, padahal tinggal selangkah lagi ia keluar. Sebuah kalimat yang keluar dari mulut Lizz membuat ia memberhentikan langkahnya.


"Silahkan, silahkan saja kau memberitahunya, tapi ingat. Jangan harap kau bisa melihat aku dan Athena masih berada di kota ini besok, " ancam Lizz.


"Kau benar-benar gila. "


"Seharusnya kau sudah tahu itu. "


__ADS_1


Di tempat lain



"Nahh ini pie buahnya, selamat makan. "



"Terima kasih, " sambil memberikan sebuah senyuman yang memperlihatkan gigi-gigi putihnya.



Hanna menatap Athena yang sedang makan pie buah itu dengan senangnya "kakak tidak ikut makan?" tanya Athena.



"Kakak sudah makan tadi, kau makan sajalah. Kakak akan menunggu mu makan. Habiskan yaa. "



Athena menganggukkan kepalanya, dan masih terus makan pie buah itu dengan lahapnya. Hanna menemani Athena makan sembari membaca buku.



"Kak Hanna, " panggil Athena.



"Hmm?" jawab Hanna yang masih terus fokus dengan buku bacaannya.



"Jika memang ayah ku tampan. Apa kak Hanna pernah bertemu dengannya, lalu dimana kak Hanna bertemu dengannya?"



"Kakak tak pernah bertemu dengan ayahmu, " jawab Hanna dengan jujur.




Hanna nampak berpikir sejenak "Bibi Lizz. "



Athena hanya menganggukkan kepala sembari ber 'Oh' . "lalu, apa bibi Jiza pernah bertemu ayahku?"



"Ibu? heemmm tidak sepertinya. "



"Berarti benar, aku tak punya ayah, " ucap Athena dengan lesu.



"Heyyy.. kok ngomong gitu, Athena itu punya ayah. "



"Kalau aku punya ayah, sekarang ayahnya aku dimana, kok gak pernah mau ketemu sama aku , terus kalau emang kerja kenapa gak pulang-pulang. Ayah marah yaa sama aku, karena aku nakal?" ucap Athena dengan lesu.



"Nggak. Ayah kamu itu emang lagi kerja,mungkin lagi sibuk. Makanya gak bisa pulang. Dan Athena itu bukan anak nakal. "


__ADS_1


"Gitu yaaa, " ucapnya dengan tambah lesu.



"Iyaa. "



"Athena mau ke kamar mandi dulu. "



"Ya udah sana. "



Athena turun dari kursi, lalu berjalan menuju ke kamar mandi. Hanna yang melihat hal itu hanya diam sembari melihat Athena berjalan menuju kamar mandi. Setelah Athena berbelok ke arah kamar mandi Hanna menghela napasnya. Tak lama pintu utama terbuka memperlihatkan seorang wanita masuk ke dalam rumah.



"Bibi Zahra, ayo kemari ibu membuat pie buah tadi, " ajak Hanna.



Bibi Zahra berjalan ke arah Hanna, duduk berhadapan dengan Hanna, sembari menatap Hanna yang tengah sibuk mengambil sepotong pie buah kepada bibi Zahra.



"Silahkan dinikmati. "



"Terima kasih, sayang, " ucap bibi Zahra dengan tulus.



"Sama-sama. "



Ruangan menjadi sunyi sementara tak lama, bibi Zahra membuka suaranya.



"Hanna dimana Jiza?"



"Ibu? oohh.. ibu berangkat tadi bersama dengan ayah ke ibu kota. Mau membeli barang-barang kebutuhan kebun. Apa ada sesuatu, siapa tahu aku bisa memberi tahu pada ibu jika ia sudah datang?" tawar Hanna.



"Kapan Jiza pulang?"



"Sepertinya 2 atau 3 hari lagi, ibu kota kan cukup jauh dari sini. Apalagi ibu dan ayah berkendara dengan mobil. "



"Oh begitu. "



"Apa terjadi sesuatu ?"



2-Nov-2021

__ADS_1


Kalau ada typo dan kesalahan, bilang yaaa nanti di perbaiki. Udah gitu aja makasih.


__ADS_2