
"Nak mau kubacakan cerita dongeng untuk mu ?"
Gadis itu menatap aneh wanita tua disampingnya, ia menengok ke kanan dan kiri. Sepi, halte telah sepi, hanya tersisa ia dan wanita tua disampingnya.
"Nak, mau tidak? "
Gadis itu hanya terdiam sembari memasang wajah waspada pada wanita disampingnya, "nak mau tidak? " tanya wanita tua itu lagi.
Ting...
bunyi notifikasi handphonenya
Mama
sayang, mama pulang cepat hari ini tunggu di halte bus dekat sekolah mu yaa, mama akan sampai 15 menit. Ingat! tunggu mama, dan jangan pergi. Oke sayang, mama mencintai mu.
15.05
Sedikit tenang hatinya saat sang mama ternyata akan menjemputnya, lalu ia melihat ke samping kanannya, Wanita tua itu masih duduk di sampingnya, sembari tersenyum lembut padanya. Dengan sedikit keberanian, ia menggeser bokongnya agak mendekat ke arah wanita tua itu.
"Nenek bisa menceritakannya padaku, tapi tidak lama yaa.. soalnya mama ku akan datang sebentar lagi, " ucapnya.
Wanita tua itu tersenyum ke arahnya. Lalu, pandangannya kembali menatap lurus ke arah jalanan kosong didepannya, sembari memegang tongkat kayu untuk membantunya berjalan.
"Dulu, ada seorang pelayan di rumah yang sangat megah. Ia mengabdi di sana sudah sangat lama. Semua berjalan dengan normal, sampai suatu saat. Majikannya mendapatkan berita yang sangat menggembirakan. Sang majikan, ternyata mengandung bayi kecil di dalam rahimnya. Semua orang sangat berbahagia kala itu, sampai pada bulan ke-7 mereka mengumumkan bahwa bayi yang dikandungnya adalah bayi berjenis kelamin perempuan. Mereka semua, tambah berbahagiu, sebab kali ini setelah keturunan mereka lahir banyak jagoan hebat, saat itu mereka akan mendapatkan bidadari yang turun dari surga. Tapi, sangat disayangkan. Saat bayi telah lahir. Sang pelayan itu dengan teganya, menculik bayi itu. Dan membawa pergi bayi itu dari keluarganya. Bertahun-tahun sudah setelah kejadian naas tersebut, dan bertahun-tahun sudah pelayan itu menceritakan sebuah cerita yang tidak ada kebenarannya. Pelayan itu membuat cerita dengan tokoh yang sama seperti majikannya dulu. Mencuci otak anak perempuan yang ia bawa lari dengan cerita-cerita yang secara tidak langsung adalah menjelek-jelekkan keluarga kandung dari anak perempuan itu. Tapi, anehnya anak perempuan itu tidak peduli alur cerita yang pelayan itu bawakan, yang ia ingin tahu adalah bagaimana ending dari cerita itu. "
"Memangnya endingnya apa?" tanyanya dengan kepo.
"Menurut mu apa?" tanyanya dengan lembut.
"Entah. Mana ku tahu. Sudahlah nenek katakan sajaaa, endingnya apaa?? jangan berbelit-belit seperti ini. Penonton tidak suka, " ucapnya dengan kesal.
Wanita itu hanya tertawa "kau mau endingnya ?"
"Mau apa?" jawabnya dengan cepat.
"Laboratorium Mariana. "
"Hah? apa itu? "
Wanita tua itu tersenyum padanya, berdiri dari duduknya "coba kaya tanyakan pada ibumu. "
"Maksudnya, mama?"
"Iya. "
__ADS_1
"Kenapa harus mama? tunggu kenapa kau bilang tanya pada mama ku? memangnya mama ku tahu apa?"
Wanita tua itu mendekatinya, mengelus kepalanya dengan lembut dan masih tersenyum lembut "mama mu sangat tahu banyak. Banyak sekali. Nenek pergi dulu sampai jumpa. "
Pergi meninggalkan gadis itu dengan tongkat kayu sebagai tumpuannya, tak berapa lama mobil berhenti di depan halte
tin tiiin...
"Sayang.. ayoo.. " ucap sang mama sembari menurunkan kaca mobilnya.
"Iya maaa... " gadis itu membuka pintu depan mobil, lalu masuk ke dalam mobil.
"Pasang selt bet mu, " perintah sang mama.
"Oke, " gadis itu memasang selt bet nya, setalah terpasang mobil pun berjalan.
Di dalam mobil tampak sunyi, hanya ada suara deru mesin mobil yang menjadi backsoundnya.
"Mama. "
"Iya sayang, ada apa?" tanya sang mama sembari masih fokus pada jalanan depan.
"Mama, tahu.. laboratorium mariana gak?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Hmmm.. tadi ada seorang nenek-nenek, ia mengajak ku bicara, dia menceritakan sebuah cerita untuk ku, tapi belum selesai ia bercerita ia malah bilang mama tahu semuanya. Dan kuncinya laboratorium mariana. maksudnya apa ma?"
"Kenapa kamu ngomong sama orang asing?! kan mama udah bilang! jangan ngobrol sama orang asing! ngerti gak!?"
"Ngerti ma, maaf, " ucapnya sembari menundukkan kepalanya.
"Jangan diulang lagi!"
Lalu, lampu berubah menjadi warna hijau, mobilpun kembali berjalan. Saat sampai rumah, sang anak langsung masuk ke dalam rumah tanpa menunggu sang mama. Sang mama yang melihat hal itu hanya menghembuskan napasnya saja.
Malam pun tiba, waktu makan malam telah usai. Sang anak kini sudah tidur, ia berjalan masuk ke dakam kamar anak perempuannya. Duduk dipinggir ranjang sembari mengusap lembut surai hitam anaknya.
"Laboratorium mariana adalah tempat dimana, manusia dijadikan objek eksperimen mereka. Jika gagal mereka akan dibuang, jika berhasil mereka akan dikembangkan. Disana, adalah tempat yang sangat menyeramkan, sangat menyeramkan dibandingkan rumah hantu yang ada di fun fair. Dulu, mama punya teman disana. Tapi, itu dulu. Sebelum dia berhasil diselamatkan. Kami terpisah, hingga kini kami tidak tahu kabarnya satu sama lain. "
"Lalu bagaimana dengan mama? mama diselamatkan juga kan?" tanya sang anak yang ternyata belum tidur itu.
"Iya. Mama diselamatkan juga. "
"Sama siapa ?"
__ADS_1
"Kamu mau tau?"
Sang anak menganggukkan kepalanya, "ayo ikut mama. "
Gadis itu mengikuti sang mama keluar dari kamar, mereka berjalan ke sebuah ruangan. saat sampai didepan pintu itu mereka berhenti
"kenapa kita kesini ma?"
"Katanya mau tahu siapa yang nolong mama, yaa jawabannya disini. "
Sang anak kurang mengerti yang dimaksud sang mama itu, lalu, sang mama membuka pintu tersebut. dan terlihat seorang pria yang tengah duduk di sofa sembari membaca sebuah buku.
"Papa?" tanya sang anak dengan nada pelan nya.
Sang mama hanya tersenyum, lalu berjalan masuk ke dalam. Dan diikuti oleh anak perempuannya.
"Heyy, kok pada belum tidur? ini sudah sangat malam. " tanya sang papa yang terkejut akan kehadiran dua orang perempuan tercinta dalam hidupnya.
"Lagi belum ngantuk. "
Sang papa hanya menganggukan kepalanya sambil ber'oh' saja "ya sudah, ayo sini duduk. Chelsea, kemari sayang duduk dekat mama dan. papa, sudah lama kamu tidak bermanja dengan papa lagi. Kalau tidak salah terakhir kali saat kau berumur 7 tahun setelah itu, kau tidak suka bermanja dengan papa lagi Kau bilang, 'papa Chelss, sudah besar. ' seperti itu. " sembari meniru gaya bicara putrinya.
Gadis yang bernama Chelsea itu hanya tersenyum, dan berjalan ke arah kedua orang tuanya. Sesekali mereka melempar canda dan tawa.
Tepat di diatas dinding, terdapat sebuah foto yang amat besar. Terpampang jelas itu adalah foto keluarga. Ada seorang ayah, ibu dan anak perempuan dan juga kucing kesayangan. Ada di dalam foto tersebut.
Dan tertulis dengan kecil dibawah foto itu dengan tulisan sambung yang sangat cantik.
Tulisan berisi, nama anggota keluarga. yaitu:
Azka Wester
Bianca Wester
Chelsea Wester
Wester Family
jangan lupa vote komen like dan favorit kan cerita ini yaa makasih.
Tamat...
__ADS_1