ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 47


__ADS_3

Keesokan paginya...


Athena terbangun dari tidurnya karena mendengar suara bel di rumahnya yang dari tadi mengganggu tidur nyenyak, dengan keadaan masih mengantuk dan baru bangun tidur ia berjalan keluar kamar menuju pintu utama.


Saat ia sampai depan pintu utama ia langsung membuka pintu "hooaamm... ya ada apa?" ujar Athena yang masih mengantuk.


"Na gue setuju," ucap orang yang berada di depan Athena.


"Setuju apaan?"


Orang itu menarik napasnya sejenak "gue setuju dengan rencana lo, asal lo tepatin janji lo ke gue. "


"Tunggu-tunggu bentar-bentar lo Azka kan?"


"Menurut lo!?"


Athena yang baru sadar atas hal itu terdiam sejenak "haaaahh!! serius lo! lo setuju!?"


"Gue gak mau ngulang omongan gue tadi. "


"Woaahh... okeoke bagus, gue siap-siap dulu nanti jam 9 tepat di dekat mall City Antapres lo tunggu gue di sana !" ujar Athena dengan semangat.


"Oke jam 9 tepat. "


"Oke. "


Azka meninggalkan rumah Athena dan Athena kembali masuk ke dalam untuk bersiap-siap. Dengan segera Athena mempersiapkan segalanya dan sebelum itu ia berdoa agar rencananya kali ini berhasil.


"Tuhan terima kasih karena engkau mau merubah pikiran Azka, terima kasih dan juga restui aku kali ini dengan rencana ku ini, semoga berhasil sampai akhir. Dan aku minta maaf aku tahu rencana ini sangatlah buruk, buruk sekali tapi kumohon restui aku Tuhan. Amin. " segera Athena bersiap-siap dan memang membutuhkan waktu yang lama bagi perempuan untuk bersiap-siap, kini Athena sudah siap dan jam sudah menunjukkan pukul 08.15 .


"Saatnya beraksi, " ia berjalan keluar rumah seraya membawa sebuah tas ukuran sangat besar di salah satu tangannya, ia lalu menutup pintu rumah dan tak lupa menguncinya lalu, ia berjalan menuju tempat yang sudah ia tentukan tadi.


...••~•...


" Azka!" teriak Athena memanggil Azka seraya melambaikan salah satu tangannya.


"Maaf ya lama tadi jalanannya macet."


"Iya gak papa, " lalu Azka melirik ke arah tas besar yang Athena bawa "itu apa?" tanyanya.


"Oh ini, ini adalah perlengkapan penyamaran Azka nih.. " lalu memberikan tas besar itu pada Azka dan Azka menerima tas besar itu.


"Isinya paan?"


"Liat aja sendiri, mobilnya mana?"


"Tuh di sana, " unjuk Azka pada sebuah mobil sedan berwarna abu-abu.


"Kunci mobil?" pinta Athena dan Azka segera meraih kunci mobilnya dari sakunya lalu menyerahkan pada Athena.


"Azka bersiap-siap lah," lalu Athena jalan mendahului Azka menuju mobil.


"Trus gue ganti dimana?"


"Terserah, di mana aja," ujar Athena lalu masuk ke dalam mobil ia duduk di kursi depan tepatnya di kursi pengemudi.


"Na ngapain?" tanya Azka pada Athena yang sudah duduk di kursi pengemudi.


"Mau ngendarain. "


"Emang bisa?"


"Pake nanya lagi, udah cepet masuk, " ujar Athena dengan sewot.

__ADS_1


"Iya-iya," segera Azka duduk di kursi penumpang belakang .


"Kok duduk di kursi belakang ?" tanya Athena.


"Sekalian mau ganti, jangan liat dosa nanti. "


"Yeee... siapa juga yang mau liat ngelirik aja ogah banget, bisa ternodai nanti nih mata suci gue. "


"Heleh, udah jalan. "


Segera Athena menjalan mobil sedan tersebut dengan kecepatan sedang "Azka nanti pas udah sampai di tempat tujuan inget ucapan aku semalem, kamu harus berpura-pura menjadi nenek yang kehilangan arah karena gak tahu rumah cucunya, trus habis itu kamu pokoknya harus ajak dia ke tempat yang nanti aku tunjukkan dan kamu gak usah khawatir orang-orang yang bakal jemput dia aku yang urus, urusan kamu cuman bawa dia ke tempat yang nanti aku tunjukkan. Paham!"


"Iya, trus orang yang bakal gue culik mana fotonya ada gak?"


"Nih, " ujar Athena seraya memberi sebuah foto seorang anak kecil berambut sebahu dengan senyuman menghiasi wajahnya.


"Lo mau nyulik anak kecil Na!?"


"Iya, kenapa?"


"Waaahh... gila nih anak, ini masih kecil woyy ntar kalo dicari orang tuanya gimana?" seru Azka dengan panik.


"Tenang aja soal itu gue udah urus kan gue udah bilang lo gak usah khawatir, lo akan tetep aman asal lo gak ember aja," ujar Athena yang masih fokus mengendarai mobil.


"Oke , tapi lo gak bakal apa-apain nih bocah kan?"


"Gak bakal, gue gak bakal sejahat itu kali. Santai aja kaya di pantai."


Dan tak lama mobil mereka berhenti di sebuah perempatan jalan , Athena lalu menengok ke arah belakang kini terdapat Azka yang sudah siap dengan penyamarannya.


"Inget dari sini lo belok ke kanan trus jalan lurus aja dan nanti lo bakal nemu gerbang yang gede dan di situ tertulis SD LENCANA di sana hanya anak-anak pinter, orang kaya aja yang bisa sekolah di sana karena memang akreditasi sekolah dasar itu udah A, tapi gue jamin rencana kita akan berhasil asal lo bisa mengusai penyamaran lo menjadi seorang nenek, dan saat nanti lo berhasil bawa tuh anak ke tempat ini lagi, lo berhasil dan gue bakal tunggu lo di sini. Daaann... ini" seraya menyerahkan sebuah sapu tangan dan sebuah botol ukuran sedang .


"Ini apa Na?" tanya Azka sambil megambil benda tersebut.


"Ini obat tidur, lebih jelasnya ini obat supaya tuh anak bisa tenang saat kita bawa kabur, dan setelah itu selesai. "


"Secukupnya aja jangan banyak-banyak, nah sekarang lo siap-siap dan gue juga harus siap-siap , dah sana!"


Azka keluar dari dalam mobil dengan berpakaian layaknya seorang nenek wajahnya yang ia rias sendiri supaya mirip dengan nenek ternyata berhasil dan kini ia berjalan layaknya seorang nenek .


"Gak salah gue ngajak Azka kerja sama."


Saat Azka sudah hilang dari pandangan Athena, kini ia sendiri bersiap-siap juga "tenang Athena, tenang. Lo pasti bisa," dengan segera ia menjalan mobilnya.


Azka yang kini sudah berada di tempat kejadian mencoba menenangkan dirinya tak lama suara bel dari arah gerbang yang menjulang tinggi itu terdengar dan bersamaan dengan itu gerbang tersebut terbuka. Dan nampaklah sebuah bangunan yang sangat besar "waahh... parah sih baru juga SD sekolahnya udah se-elit ini, gimana SMP atau SMA, " gumam Azka.


Azka kini memperhatikan bayak anak-anak keluar secara berhamburan "eh bujug yang mana tuh bocah, ya kali gue liatin satu-satu, kerajinan amat, amat aja gak rajin, " gumam Azka kali.


Di lain tempat..


Kini Athena tengah memasang penglihatannya secara jeli untuk mendapatkan targetnya tak lama sang target pun terlihat "akhirnya... saatnya dimulai, " ujarnya dengan senyuman.


Daaan... bruukk...


Iyaaa... Athena sengaja menabrakan mobilnya ke arah targetnya "wooyyy keluar gak lo!" ucap Athena dengan marah seraya keluar dari dalam mobil.


Kini keluarlah dua orang berbadan cukup besar dari dalam mobil dengan sosok wanita paruh baya dibelakangnya "akhirnya keluar juga, ganti rugi mobil saya lecet nih!! " ucap Athena dengan marahnya.


"Maaf nona, kami tidak bisa mengganti kerugian atas mobil Anda," ucap salah seorang pria.


"Hah! kenapa!?"


"Karena yang menabrak duluan adalah nona bukan mobil kami."

__ADS_1


"Oohhh... jadi lo nuduh gue gitu kalo gue yang duluan nabrak mobil kalian! iya!?" seru Athena dengan galak kepada para pria tersebut.


"Maaf nona tapi... "


"Maaf maaf enak aja! eh sorry yaaa.. gue itu handal dalam mengendarai mobil dan gue gak bakal yang namanya nabrak gitu aja. Paham gak!?"


Kemudian para pria tersebut menengok ke arah wanita paruh baya tersebut dan wanita itu hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Baik nona kami akan mengganti rugi kerusakan mobil Anda, ini nona kartu nama jika nona merasakan sebuah kerugian, telepon saja nomor yang ada di kartu nama tersebut,"seraya menyerahkan sebuah kartu nama .


"Gue gak butuh kartu nama! yang gue butuhkan adalah ganti rugi. Titik!!"


Seorang wanita paruh baya itu lalu maju kedepan menghadapi Athena "maaf nona kami sedang buru-buru, baiklah jika nona ingin ganti rugi. Ini nona ini ada uang senilai 1 juta saya harap nona mau memaafkan kami dan memberi kami jalan agar kami bisa melanjutkan perjalanan kami yang tertunda.


Nampak Athena tengah berpikir, padahal ia hanya mengulur waktu saja "baiklah uangnya saya ambil."


"Terima kasih nona. "


"Iya."


Mereka kembali masuk ke dalam mobil mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka yang tadi terhambat karena sebuah kejadian yang sangat estetik.


Lalu dengan segera Athena kembali masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.


"Wooyyy lama banget," ucap Azka dengan sewot.


"Sabar dong cepet masuk!"


"Iye iye, " Azka pun masuk ke dalam mobil dengan menggotong seorang anak kecil di gendongannya.


Dengan segera Athena menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


...•~•~...


Disisi lain...


"Ehhmm.. permisi apakah Anda lihat Alicia ?" tanya wanita paruh baya itu pada security.


"Non Alicia?" tanya balik security itu.


"Iya, dari tadi saya nunggu kok belom keluar yaa apa ada kelas tambahan?"


"Setahu saya gak ada tuh semua guru-guru langsung rapat jadinya gak ada kelas tambahan, tapi sih tadi saya lihat non Alicia dibawa sama nenek-nenek gitu," jelas sang security.


"Nenek-nenek?"


"Iya nenek-nenek tadi jalan ke arah sana, " unjuk security tersebut.


"Oh oke terima kasih pak, heyy.. non Alicia kesana! ayo kesana," panggil wanita itu pada dua orang bertubuh besar dan pakaian berwarna hitam itu.


"Non Alicia!!"


"Non Aliciaaa!!"


"Non Aliciaaa!!" itulah suara sahut-sahutan mereka mencari anak majikan mereka yang hilang.


"Gimana ketemu gak?"


"Gak ada, " jawab salah satu pria itu.


"Kalo kamu ?"


"Gak ada juga bu."

__ADS_1


"Haduuhhh... gimana ini?? mau bilang apa kita nanti sama nyonya sama tuan haduuhhh... " panik itulah yang dirasakan ke tiga orang itu atas kehilangan anak majikan mereka.


15-03-2021


__ADS_2