ATHENA (TAMAT)

ATHENA (TAMAT)
chapter 35


__ADS_3

Athena pergi meninggalkan tempat yang ia kunjungi itu, ia berjalan dengan gontai memikirkan sesuatu, masa lalu. Masa dimana seharusnya ini semua tidak pernah terjadi, masa dimana seharusnya paman Roby nya tidak pernah tahu yang 'sebenarnya'.


Kakinya terus berjalan tak tentu arah, sampai ia tiba di sebuah gerbang yang menjulang tinggi, gerbang yang sangat megah, gerbang yang sangat indah dan gerbang yang sangat tertutup. Ia berjalan mendekat ke arah gerbang tersebut, ia ingat akan sebuah masa lalu nya yang menyedihkan itu. Lebih tepatnya gerbang inilah saksi mata atas sebuah kejadian tragis yang menimpa dirinya, gerbang ini tak berubah sama sekali sama seperti dulu, berwarna putih gading tapi memiliki sebuah ornamen mewah berwarna emas.


Sampai suatu ketika gerbang didepannya terbuka, nampaklah seorang wanita muda berdiri di depannya "maaf Anda siapa? kenapa berdiri disini? dan juga kemana para penjaga kenapa tidak ada disini?" ujar wanita didepannya yang memakai baju berwarna hitam dan putih yang sangat rapih, seperti seragam seorang pelayan rumah tangga.


"Apa aku bisa menemui bibi Zahra?" tanya Athena.


Wanita didepannya mengerutkan dahinya melihat Athena dari atas sampai bawah , dilihatnya seorang gadis muda masih memakai seragam sekolah "kau siapanya?"


"Bilang saja Nana datang. "


"Ouuhh.... baiklah, ayo ikut aku!"


Athena mengikuti wanita itu masuk, wanita itu pun menutup gerbang terlebih dahulu "Ayo!" mereka berjalan menyusuri halaman yang sangat luas di setiap sisi kanan-kirinya terdapat sebuah taman-taman kecil yang mengihiasi jalanan setapak ini. Jika kita berjalan lurus dari gerbang utama tadi kita akan mendapatkan sebuah jalanan yang sangat besar dan ditengahnya terdapat sebuag air mancur yang sangat besar nan indah.


Tapi, sepertinya mereka berjalan kearah belakang rumah besar ini yang hanya ada sebuah jalanan setapak, akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan di yang sangat besar di belakang rumah ini banyak orang-orang di sana memakai pakaian yang sama seperti wanita didepannya ini, sedangkan yang pria memakai baju berwarna hitam, tanpa adanya aksen putih seperti baju perempuan.


"Kau tunggu di sini, aku akan memanggil bibi Zahra sebentar, " wanita itu pun pergi dari hadapan Athena, kini Athena di tinggal sendiri sambil melihat-lihat halaman belakang rumah ini yang ternyata tak kalah luas nya, terdapat kolam renang yang sangat besar, lalu sebuah tempat santai dekat kolam renang. Dan sepertinya disebelah sana masih ada lagi, tapi Athena tak mempedulikan itu semua.


Tak lama bibi Zahra datang "Athena , ada apa sayang? kenapa kau kesini dengan tiba-tiba tak mengabari bibi terlebih dahulu?"


Athena menoleh kearah bibi Zahra lalu tersenyum "bibi, " Athena langsung memeluk bibi Zahra dengan tiba-tiba bibi Zahra kaget dengan hal itu "Athena ada apa sayang?" ucap bibi Zahra dengan nada halusnya seraya mengelus rambut Athena.


Athena melepaskan pelukannya lalu tersenyum kembali "tidak ada apa-apa, hanya saja aku merindukan bibi."


"Kau ini! bibi kira terjadi suatu hal, bibi khawatir karena tiba-tiba kau memeluk bibi."


"Bibi khawatir padaku ?"


"Sangat. Sangat Khawatir padamu, bibi takut terjadi suatu hal padamu," segera Athena kembali memeluk bibi Zahra dengan begitu erat sampai air mata tak terbendung lagi.

__ADS_1


"Kau kenapa menangis sayang ?" tanya bibi Zahra penuh dengan kelembutan.


Athena menggelengkan kepalanya yang masih berada dipelukan bibi Zahra "lalu kenapa ? ada apa?" tanya bibi Zahra lagi.


"Aku hanya merindukan bibi, " ujarnya disela tangisannya.


"Apa? kau merindukan ku? "


Ia menganggukkan kepalanya pertanda 'iya'. Iya Athena merindukan sebuah pelukan yang sangat hangat seperti ini, pelukan yang menenangkan hatinya yang sedang kacau.


"Kalau kau merindukan bibi mu ini, tak apa peluklah bibi mu ini sampai puas, sampai rasa rindu mu bisa terobati dengan pelukan bibi, " ujar bibi Zahra.




Lalu tak jauh dari sana terdapat seorang perempuan yang memakai baju mewah menatap kearah bibi Zahra.




"Itu bibi Zahra nyonya, dia kepala dapur rumah ini, " jawab seorang wanita disampingnya.



"Bukan. Maksud ku seorang yang tengah dipeluk Zahra. "



"Ouuhh... itu mungkin anaknya. "

__ADS_1



"Zahra tidak punya anak, anak dan suaminya meninggal karena kecelakaan, dan dia tak pernah menikah lagi."



Wanita disebelah ini bungkam tak menjawab atas perkataan majikannya itu "kenapa kau diam Suzan?"



"Maaf nyonya, aku tidak tahu siapa perempuan yang bibi Zahra peluk itu, " jawabnya dengan menundukkan kepalanya takut jika nyonya didepannya akan marah karena jawabannya.



"Seharusnya kau tahu, karena kau adalah pelayan pribadi ku, kau harus tahu siapapun yang ada di rumah ini yang baru atau yang lama sekalipun, karena kau pasti tahu aku dan keluarga ku bukan orang sembarangan. Kau harus ingat itu lagi.Suzan!"



Wanita yang ia panggil Suzan itu kembali menundukkan kepalanya "apa perlu ku cari tahu sekarang nyonya, tentang perempuan itu?"



"Tak perlu, aku tak ingin tahu. Biarkan saja, " ujar nyonya nya masih menatap kearah bibi Zahra yang masih memeluk Athena, ada rasa tak suka di dalam hatinya entah kenapa karena melihat bibi Zahra memeluk perempuan itu.



Sesuatu kembali mengganjal hatinya, ia merindukan seseorang, seseorang yang membuat dirinya tak bisa menghilangkan rasa penyesalan terbesarnya. Penyesalan yang pernah ia perbuat dan tak pernah ia lupakan sampai kapan pun.



Perempuan itu pun pergi dari sana disusul pelayannya yang bernama Suzan itu.

__ADS_1



*05-01-2021*


__ADS_2