
Kriinggg..... bel pulang sekolah telah berbunyi waktunya para murid pulang "Athena mau pulang bareng gak? " tawar Indah.
"Gak usah, makasih aku naik bus aja, " tolak Athena dengan lembutnya.
"Udahlah hari ini kamu gak usah naik bus, mending ongkos buat naik bus nya kamu tabung aja. Lumayanlah. "
"Gak. Makasih aku naik bus aja soalnya aku mau ke suatu tempat."
"Oohh... oke deh, aku pulang duluan yaa... daaahhh.... " Indah pun pergi duluan dengan mengendarai motornya, Athena berjalan menuju halte bus. Tak lama bus pun datang Athena segera masuk ke dalam bus, ia memilih tempat duduk di dekat jendela, karena memang itulah tempat favoritnya. Duduk di dekat jendela sembari mengamati jalanan kota.
Bus pun melaju meninggalkan halte menuju ke halte selanjutnya, dalam perjalanan pandangan Athena hanya melihat ke arah luar saja, mengamati banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang dan juga gedung pencakar langit tak lupa toko-toko beraneka jenis, lampu jalanan, dan pepohonan.
Untuk kali ini Athena tidak segera pulang ke rumah, ia akan pergi ke suatu tempat bertemu seseorang. Hingga satu ketika seorang duduk di samping Athena, tanpa Athena ketahui sebab ia terlalu larut untuk melihat-lihat pemandangan kota.
"Cantik ya," ujar seorang perempuan tua yang duduk di samping Athena itu, Athena dengan refleks memandang ke arah orang di sampingnya itu.
"Hm?"
"Cantik. Semua pemandangan itu memang cantik. Sangat cantik hanya saja... itu semua hanya sampulnya saja, tidak termasuk isinya."
"Hah? maaf maksudnya apa ya? aku tak mengerti, daann... apa kau.. sedang berbicara dengan ku?" tanya Athena pada orang di sampingnya.
"Menurut mu?"
__ADS_1
"Menurut ku?"
"Nak, kau boleh marah pada suatu hal, kau boleh menangis pada suatu hal, dan kau boleh benci pada suatu hal. Tapi ingat! jangan terlalu larut dalam kemarahan, kesedihan bahkan kebencian. Karena itu akan membuat menyesal nantinya. "
Athena nampak kebingungan, apa maksud dari wanita tua ini apa wanita ini tengah menyindirnya atau apa? segera Athena memencet sebuah tombol yang terletak di sebelahnya, dan bus pun berhenti.
"A-aaku.. harus turun, permisi, " Athena pun turun dari bus dengan segera, saat bus akan berjalan tatapan Athena tertuju pada jendela bus tempat yang ia duduki tadi, wanita itu melihat ke arahnya dengan sebuah senyuman. Senyuman yang memiliki makna tersembunyi di sana, dan bus pun berjalan menghilang dari pandangan Athena.
"Huufftt... Tenang Athena tenang... dia tidak berbahaya seperti apa yang kau fikirkan. Dia hanya 'wanita tua biasa' ya…" Athena pun berjalan meninggalkan halte, menuju ke suatu tempat.
Tak lama Athena sampai di tempat tujuannya ia segera masuk ke sana, sebelum masuk ke sana Athena harus diperiksa terlebih dahulu oleh petugas di sana dan mengisi daftar penjenguk, saat semuanya telah selesai ia pun berjalan diarahkan oleh seorang wanita berseragam ke suatu tempat. Di sana terdapat pengunjung lainnya yang sedang menjenguk keluarganya atau temannya.
"Waktu berkunjung mu hanya 30 menit, tidak boleh lebih. Silahkan. " ujar wanita berseragam itu , lalu pergi.
"Ya baiklah, terima kasih."
Tak lama seorang keluar dari balik pintu besi memakai baju bertuliskan 'Tahanan' ia pun duduk tepat di depan Athena, lalu segera mengambil sambungan telepon "sedang apa kau di sini? kenapa kau ke sini?" tanya orang tersebut dengan nada tak suka.
"Seharusnya kau senang aku datang ke sini, apakah kau tidak senang jika aku datang?"
"Langsung saja, mengapa kau datang ke sini?"
Athena pun tersenyum "aku hanya rindu. "
__ADS_1
"Sejak kapan kau bisa rindu dengan ku?"
Lagi. Athena tersenyum lagi menanggapi pertanyaan orang didepannya ini "sejak. kapan ya? eehhmmm.... sepertinya sejak aku memasukkan mu ke penjara. Mungkin. "
"Lebih baik kau pergi dan jangan menemui ku lagi. "
"Kenapa ? aku kan merindukan mu. "
"Kau tanya kenapa? seharusnya kau sudah tahu jawabannya. "
"Aku tak tahu. Coba jelaskan."
"Pergi. "
"Tidak. "
"Ku bilang pergi. "
"Waktu ku belum habis di sini. "
"PERGI!!! " teriaknya, membuat orang-orang yang berada di sana mengalihkan perhatian ke arah Athena dan orang yang Athena temui itu.
"Aku sudah bilang bukan aku yang membuat 'dia' pergi dari hidup mu, tapi kau lah yang membuat 'dia' pergi dari hidup mu. Aku hanya korban bukan tersangka. Jaga dirimu baik-baik, aku menyayangi mu, Ibu. Permisi, " Athena pun menutup sambungan teleponnya dan melangkah pergi dari sana.
__ADS_1
31-12-2020
Terlalu banyak teka-teki dan typo sorry 🙏 tapi.... itulah Athena... hahahahaha....