Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
tanda-tanda adanya...


__ADS_3

****


"hay Raya."ucap Alfa yang sudah berada di hadapan raya dan hanya menyapa Raya seorang tanpa memperdulikan keberadaan Arga.


ya orang yang tadi memanggil Raya dari belakang itu adalah Alfa.


"loh tuan.anda kok munculnya dari belakang."balas Raya yang kaget dengan sapaan Alfa


"ya ialah nona,tadi saya dari depan.terus saya bel tapi kayaknya bel rumah tuan mu itu rusak deh makanya saya ketuk-ketuk pintu depan namun kalian nggak kunjung bukain ya udah aku kepikiran belakang dan langsung deh muncul di sini."ucap Alfa dengan santai nya masih tidak memperdulikan keberadaan Arga.


"oh iya yaudah tuan sini duduk biar sarapan nasi goreng, ini juga aku baru selesai masaknya."ajak Raya pada Alfa lalu duduk di kursi makan.


Alfa yang melihat Raya duduk sarapan bersama mereka di meja makan merasa heran dia berpikir jika Raya seorang pembantu. bukannya tempat Raya di dapur menunggu majikannya selesai sarapan dan membersihkan meja makan baru pembantu tersebut sarapan tapi ini kok beda curiga Alfa.


Alfa hanya membuat biasa dirinya agar mereka tidak tahu akan kecurigaan Alfa.


"tuan mau telurnya atau tempe sambal ladonya."ucap Raya menawarkan tapi bukannya menjawab malah Alfa sedang serius memandangi wajah Raya.


"ehem ehem.bang kamu kalau kesini niat baik ya nggak apa-apa tapi kalau kesini berniat buat mandangin wajah pembantu ku mendingan buang jauh-jauh pikiran busuk mu itu karena aku nggak suka.dan cepat sarapannya karena aku mau ke kantor."ucap Arga yang menyadarkan lamunan abangnya.


"maaf abang nggak fokus."balas Alfa


"iya nggak fokusnya sama aku tapi fokusnya sama pembantuku kan."


"udah deh bang kalau kemari cuma mau ketemuan sama raya mendingan abang selesaiin sarapannya abang lalu balik deh ke rumahnya papa mama."ucap Arga kesal dengan langsung bangun berdiri dan berjalan menuju kamarnya karena memang saat ini dia sudah selesai sarapan.


"kenapa majikan mu ra."tanya Alfa


"nggak tau tuan,silahkan nikmati sarapannya tuan saya sudah selesai mau ke belakang dulu."ucap Raya yang tiba-tiba Alfa memegang tangannya.sontak membuat arga yang melihat semuanya itu langsung naik darah.


"bang,apa-apaan ini.abang kalau ke sini mau godain Raya mendingan sana pulang dan kamu Raya kenapa kamu jadi perempuan terlalu kegatelan sih ha."marah Arga


"Arga kenapa kamu ngomong nya kayak gitu ha."ucap Alfa kini Raya hanya menonton kedua kakak beradik ini dia merasa ketakutan saat ini,ingin dirinya berlari keluar agar memanggil penjaga namun dia urungkan niatnya jika dia berjalan keluar dan terjadi apa-apa dengan mereka berdua maka orang pertama yang akan di salahkan adalah dirinya.


"apa..memangnya aku harus ngomongnya gimana,aku harus ngomong kalau Raya ini perempuan baik-baik dengan tanganmu memegangi tangannya namun dia tidak juga menepisnya tapi malah menikmatinya begitu katamu bang."marah Arga

__ADS_1


"Arga kamu kenapa jadi sensitif itu sih."


"lagian Raya ini cuma pembantu mu dan kalau kamu mau sama dia ya katakan saja napa harus pura-pura seperti begini dan kalau memang kamu nggak suka sama dia ya udah jangan marah-marah gitu dong kalau aku deketin dia."gumam Alfa dengan santai nya karena dia merasa kalau dirinya tidak salah jika harus mendekati Raya pembantu adiknya.


"dia pembantuku terserah aku mau ngapain dia itu urusanku.lagian abang kalau mau di luar sana banyak bang yang bisa abang bayar buat tidur sama abang bukan ke sini buat godain pembantuku."


"jaga ucapan mu Arga.saya bukan pria bejat seperti apa yang kamu katakan barusan.Raya seorang wanita jadi kamu harus menghargainya meski pun dia cuma seorang pembantu mu namun setidaknya kamu pandangi lah dia karena kamu pria pertama yang menyentuhnya kan.jadi untuk apa kamu cemburu padaku dengan hal sekecil ini dan tadi sudah ku bilang sebelumnya kan?"ucap Alfa


"hahahaha...kalau memang aku yang nikmati tubuhnya duluan kenapa.apa salah sama kamu lagian kalau sampai terjadi apa-apa sama dia tinggal aku pecat dan usir dia jauh-jauh."ucap Arga dengan santai nya,ucap arga ini membuat mata raya dan alfa terbelalak karena kaget akan perkataan Arga barusan.


hati Raya serasa di iris-iris pisau tajam dan terasa sakitnya sedangkan Alfa tidak habis pikir dengan perkataan Arga yang sudah menyakiti hati raya,dia tahu kalau saat ini mungkin di dalam hati raya merasakan sakit dan sedang menangis meskipun tidak terlihat oleh mereka.


"Arga."panggil Alfa dengan geram menonjok wajah adiknya dengan mengeluarkan darah dari mulutnya.


Raya merasa ketakutan kini dia berada di keadaan yang salah.sudah dua kali dia membuat kakak beradik ini bertengkar karena nya.


Raya pun terkulai lemas dan tak lama dia pun pingsan yang membuat Arga dan Alfa jadi kaget.


"Raya bangun raya."panggil Arga yang sudah duluan memangku kepala raya di kedua pahanya.


"pergi kamu Arga ini semua karena mu kenapa kamu sekejam ini pada wanita secantik dan sebaik dia ha."


tidak lama dokter pribadi keluarga pratama pun datang dengan cepat dia berjalan menuju Alfa yang sudah menunggunya di depan pintu dan mengajak dokter Dovan masuk menuju kamar milik Raya.


flash Back


kini Alfa sudah mengendong Raya menuju kamar pembantu namun Arga menghentikan langkah Alfa menyuruhnya untuk mengikuti Arga dari belakang dan tibalah mereka di suatu ruangan di sinilah Alfa membaringkan Raya di tempat tidur di kamar yang di desain sangat cantik untuk ukuran seorang pembantu.


"loh ini kamarnya Raya.bukannya Raya seorang pembantu tapi kenapa kamarnya sangat lah mewah dan kenapa letaknya di kamar tamu dekat pula sama kamarnya Arga."gumam Alfa dalam hatinya.


setelah sampai di kamar Raya,dokter Dovan pun segera mengambil peralatan dokternya untuk memeriksa Raya namun tiba-tiba pekerjaannya di hentikan oleh Arga.


"mau ngapain kamu ha."tanya Arga dengan memberhentikan tangan dokter Dovan yang hendak memeriksa Raya pun berhenti dan berbalik bertanya pada Arga.


"loh mau periksa lah terus mau ngapain lagi."balas Dovan dengan santai nya.

__ADS_1


"kamu mau cari mati ha."balas Arga dengan emosi


"loh kok cari mati sih,kalian panggil saya kesini kan buat periksa orang sakit.terus salahnya di mana coba."jawab santai sang dokter.


"Arga.dokter Dovan mau periksa keadaan Raya kenapa kamu cegah dia sih.sekarang kita pentingin keadaan Raya dulu baru kamu mau marahin Dovan ya terserah."ucap Alfa dengan malas nya


kini Arga pun menerima dan dokter Dovan pun sudah mulai memeriksa Raya.


dokter Dovan pun menyudahi pemeriksaannya serta bangun berdiri dari duduknya dan berbicara pada arga dan Alfa karena saat ini Raya belum juga sadarkan diri.


"Raya kenapa dok."tanya Arga karena merasa kuatir dengan keadaan Raya


"kalau bisa non Raya harus di bawah di rumah sakit agar mengetahuinya lebih jelas."ucap dokter Dovan


"loh kenapa memangnya,kenapa kamu tidak langsung memberitahukan padaku sekarang."ucap Arga.


"karena aku bukan dokter kandungan"ucap dokter Dovan


"maksud anda dok?"tanya Alfa bingung.


"bawah lah dia ke sana maka kalian akan mengetahuinya sendiri dan saya permisi dulu."tegur dokter Dovan dan berjalan keluar yang di antar oleh Alfa.


"dok ada apa ini"tanya Alfa


"alfa.siapa yang sudah menghamili non Raya."


tanya Dovan dengan wajah curiga pada Alfa


"mana saya tahu(mengangkat bahunya)"


"tunggu...menghamili.maksud dokter saat ini Raya sedang hamil!"ucap Alfa


"saya belum tau jelasnya kalau kamu mau tahu lebih jelasnya segera periksakan dia ke rumah sakit."ucap Dovan dan berpamitan pada alfa dengan menepuk bahu Alfa dan berlalu pergi ke mobilnya.


"Arga"ucap Alfa dengan keramnya

__ADS_1


..


.


__ADS_2