
❤️❤️❤️
"haaaa....lelah sekali rasanya.coba saja ada istri mungkin tubuh lelah ini akan hilang dengan sendirinya."ucap Alfa yang tanpa sadar kalau sudah ada David yang sejak tadi berdiri di hadapannya.
ya karna Alfa tidak tahu akan kehadiran papanya karna sewaktu masuk Alfa sedang sibuk mendengarkan earphone nya tanpa melepasnya Alfa sudah lebih dulu bersandar sambil memejamkan matanya di sofa ruangannya itu.
"ternyata anakku sedang ingin menikah untuk melepaskan rasa lelahnya."gumam David dalam hati dengan penuh kegembiraan dirinya pun mendengar pintu di ketuk.
tok tok
"masuk!"suru David pada wanita yang berada di depannya.siapa lagi kalau bukan Lusi sekretaris Alfa.
"ah tuan maaf."ucap Lusi dengan menundukkan kepalanya karna dia berpikir jika yang mempersilahkan dirinya masuk adalah Alfa akan tetapi David papa Alfa.
"aha....aku punya ide bagus untuk anakku yang baik dan tidak sombong ini!
dari pada dirinya tidak mau menikah dan tidak kunjung-kunjung punya pacar mending aku buat rencana saja agar dia bisa menikah."gumam David dalam hati
karna merasa ucapannya tidak di dengar oleh David kini Lusi malah merasa heran akan sikap majikannya ini yang hanya tersenyum sendiri melihat kearah Alfa.
"maaf tuan apakah saya menggangu anda dan tuan Alfa?"tanya Lusi sekali lagi yang sudah mengagetkan David.
"eh maafkan saya sekretaris Lusi."balas David dengan tangan satunya di masukan di saku celananya dan satunya menopang dagunya.
"tidak apa tuan?"ucap Lusi
"ada perlu dengan bos mu ini?
keliatannya dia sedang lelah sampai tidak menyadari kita di ruangan ini."ucap David yang maju mendekat kearah Alfa serta melepas earphone nya itu.
Alfa tiba-tiba sadar dan langsung membuka matanya,dirinya kaget dengan kehadiran papanya dan juga sekretaris diruangannya ini.
"papa?"panggil Alfa yang kaget dengan kehadiran papanya.
__ADS_1
"hm Napa?
dasar orang tua sudah berdiri dari tadi disini bukannya kamu suru duduk ini malah kamu ngancangin papamu lagi?"ucap David yang membuat wajah malasnya.
"apaan sih pa.tumben hari ini sopan betul bisanya masuk langsung duduk juga kok?"ucap Alfa sembarang.dirinya melirik kearah Lusi yang membawah map di tangannya masih setia berdiri.
"kamu juga mau sama berdiri dan mau sama protesnya ke aku huh?"ucap Alfa pada Lusi.
Lusi yang sadar dari lamunannya pun langsung tertunduk karna berperasaan akan tingkah bosnya ini.
"hus kamu apa-apaan sih?
kasian tahu dia dari tadi berdiri disitu karna menunggu mu tertidur!
karna tidak tega membangunkan mu makanya dia lebih memilih setia berdiri di tempatnya itu ketimbang membangunkanmu.untung saja papa datang kemari kalau ngak hmm...mungkin dia akan setia menunggumu di tempatnya itu."ucap David berbohong agar anaknya percaya dan merasa bersalah pada sekretarisnya ini.
karna merasa ucapan pak David tidak ada yang benar Lusi ingin membuka suara namun gerakan mulutnya sudah duluan di baca oleh David dengan cepat David pun memberi kode mengedipkan kedua matanya pada Lusi.
"ma~~"belum selesai ucapan Lusi kini Alfa yang sudah lebih dulu meminta maaf.
"maafkan saya.karna tadi saya sedang serius mendengarkan lagu dengan earphone nya saya makanya tidak mendengar ketukan atau lainnya."ucap Alfa yang meminta maaf tanpa merasa kalau dirinya sudah di kerjain oleh papanya sendiri.
Lusi makin merasa bingung akan sikap papa dan anak ini maka dengan itu dirinya hanya mematung dan lebih setia mendengarkan.
"nah gitu sayang gimana-gimana kan kita ini lelaki.seorang lelaki harus mengerti keadaan parah wanita."ucapan David ini makin membuat alfa bingung begitu pun Lusi yang tidak kalah bingungnya.
"papa apa-apaan sih.pembahasannya kemana lagi ini!"gumam Alfa dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
"yaudah kamu lanjutkan sama bosmu ya.saya mau lanjut kerja dan jangan lupa hibur anak saya biar dia tidak stres lagi."ucap David dan berlalu dari ruangan Alfa.
Alfa semakin tidak mengerti dengan ucapan papanya ini makanya dirinya lebih memilih membuka percakapan dengan Lusi.
"ada perlu apa kamu kemari!
__ADS_1
apa ada yang penting?"tanya Alfa yang sudah kembali duduk di kursi kebesarannya.
"ini berkas yang tadi bapak minta."ucap Lusi setelah menyimpan map kehadapan Alfa.
Alfa pun lebih selidik lagi dalam melihat map yang berisi perjanjian kerja sama dengan Klain yang mereka temui tadi.
"ok.kalau sudah selesai kamu boleh keluar."suruh Alfa dengan tatapan dinginnya.
"ya ampun bos kamu jahat banget sih langsung suru aku keluar.apa ngak ngajak ngobrol dulu gitu?"gumam Lusi dalam hati.
"Lusi?
"hello Lusi?"panggil Alfa dengan mengibas-ngibaskan tangannya pada Lusi yang sedang serius melamun.
"eh iya pak maaf.saya permisi keluar!"ucap Lusi langsung keluar dari ruangan Alfa.
langkah demi langkah mata Alfa tidak pernah luput dari pandangannya pada Lusi.
entah mengapa dirinya seperti terhipnotis untuk selalu memandangi lekuk tubuh sekretaris nya itu.
sedangkan di rumah mama ayu sedang sibuk membuat kue bersama pelayanannya.
Dengan begini maka suasana di rumah makin ramai dengan adanya pembantu dan satu lagi di sini keluarga Pratama tidak pernah membeda-bedakan pembantu dan majikan.disini semua sama, sama-sama makan enak dan semua itu juga langsung masak satu peralatan dapur.tidak ada yang khusus untuk majikan dan pembantu.
karna bagi keluarga Pratama semua manusia itu sama tidak ada yang beda, sama-sama diciptakan dari tanah dan akan kembali pada tanah maka dengan itu mereka selalu berbuat baik selagi mereka bisa.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hay Hay Hay
ayooo jadi pembaca setiaku ya,jangan lupa vote,like serta komennya
dengan itu kalian bisa membuat author lebih rajin lagi menulis🙏🙏🙏👐👐👐👐🤗🤗🤗🤗😊😊😊✌️✌️✌️
__ADS_1