Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
ingin mengulangi


__ADS_3

***


Raya pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya,dia menangis sejadi-jadinya dan menyesali atas apa yang sudah di perbuat oleh majikannya tersebut.


"aku benar-benar kotor sekarang.


siapa lagi yang mau menikahi ku kelak jika aku sudah kotor begini(menangis)apakah selamanya aku tetap sendiri!


ya Tuhan salah apa aku,kenapa kamu tega memberikan hukuman yang berat seperti ini padaku."ucap Raya dengan isak tangis yang semakin jadi di dalam kamar mandi,dia menggosok setiap tanda kecupan yang di simpan oleh majikannya tersebut.


"ibu..bapa...kenapa kalian pergi jauh sendiri,kenapa kalian tidak mengajakku juga ha."ucap Raya disela isak tangisnya tersebut.


sedangkan di luar Arga sedang asik menonton sambil menunggu Raya keluar dari kamar untuk menyiapkan makanan karena saat ini dia sudah sangat lapar.


"kemana sih nih cewek udah lapar tapi kok dianya belum ada muncul-muncul juga."gumam Arga kesal karena Raya belum juga keluar kamar dari tadi.


jangan-jangan ada apa-apa lagi sama Raya(ketakutan)


Arga hendak berdiri untuk pergi ke kamarnya namun tiba-tiba langkahnya terhenti dengan sosok Raya yang sudah keluar dari kamarnya dan terlihat cantik saat ini.


"dari mana saja kamu kok baru keluar, makan di meja juga belum tersedia."ucap Arga merasa marah.


"Maaf kan saya tuan tadi saya masih mandi."


"Ya sudah cepetan.sudah lapar saya ini apa kamu nggak lihat muka saya jadi pucat gara-gara nungguin kamu kelamaan!


lama-lama mati saya kalau begini."gerutunya lagi dengan memegang erat kedua lengan gadis itu dengan kasar.


"aku mohon jangan seperti ini,kenapa tuan sangat begitu jahatnya kepada saya!" ucap Raya dengan air mata mulai mengalir.


"Apa kamu bilang saya jahat,dimana kejahatan saya ha?


kalau saya meniduri mu semalam itu karena saya sudah mengambil hak ku,kamu tau kamu selamanya tidak akan menikah karena apa?


ya karena kamu selamanya milikku, jadi tetaplah menjadi anak baik."ucap Arga dengan langsung melepaskan pelukannya meninggalkan Raya di dapur untuk menyiapkan makanan.


Raya seperti merasa terpukul dengan sikap dan tingkah laku majikannya tersebut.


dia melanjutkan memasaknya namun dengan air mata mengalir,dia berdoa agar Tuhan mau memaafkannya dan menguatkannya dan merubah majikannya agar mau berubah.


di ruang tv Arga tersenyum bangga akan hari ini tak lama dering teleponnya berbunyi.


dringgg drinnnggg


siapa sih ini ganggu saja(mengeluarkan ponsel dari saku celana)

__ADS_1


"hm ada apa...


"maaf tuan saya ganggu sebentar,ada yang mau saya bicarakan tentang pekerjaan tuan...


"ya sudah kamu bawah sekarang ke rumah,saya tunggu...


"baik tuan saya segera ke sana...


telepon pun terputus Arga menyimpan kembali ponselnya di saku celananya.


namun tiba-tiba ponselnya berdering lagi dia berpikir kalau ini telepon dari Beno asisten pribadinya namun ternyata.


"halo ada apa lagi..


ucap Arga tanpa melihat nama di balik layar ponselnya.


"halo ga ini mama kok kamu Jawab telepon mama kayak gitu sih?...


"ha ini mama,aduu mampus gua"gumam Arga dalam hati


"halo sayang...


panggil mamanya Arga


"maaf ya ma,tadi aku pikir itu telepon dari Beno makanya aku nggak lihat layarnya...


"iya iya..


"Raya apa kabar ya sayang...


tanya Mamanya Arga


"Ma seharusnya kalau nelpon itu nanyain kabar aku dulu kek ini yang di tanyain duluan malah Raya pembantunya aku...


ucap Arga dengan cemberut.


"hey mama nggak suka ya kamu bilang-bilang Raya pembantu...


marah Mamanya Arga


"Emang Raya pembantuku kan ma...


ucap Arga bingung


"Nggak ada pembantu-pembantu segala,dia itu mama kasih tinggal satu rumah sama kamu bukan sebagai pembantu tapi untuk mendampingi mu di situ biar kamu jangan sendiri tinggal di rumah semewah itu..

__ADS_1


"Iya iya maaf ya ma...


"oh iya sayang sebentar malam kamu sama Raya ke rumah ya,ada sesuatu yang mau papa kenalin sama kamu...


"apa itu Ma..


"ada nanti juga kamu tau kok...


"jangan lupa ya ajak Raya...


"iya Ma...


"yaudah daa...


baru selesai teleponan sama mamanya tidak lama Raya muncul,dia menyuruh majikannya untuk sarapan dan Arga pun berjalan menuju meja makan di sana semua makanan tersaji.


Arga pun duduk dan menikmati masakannya Raya yang super enak namun tiba-tiba bel rumah pun berbunyi Raya dengan cepat membukakan pintunya.


"hay Raya,kamu makin cantik ya?"ucap Beno pada Raya yang di dengar jelas oleh Arga dan membuat Arga merasa keram akan ucapan asistennya tersebut.


Beno melihat ada tanda kissmar di leher putih milik Raya dia mulai berpikir tidak baik tentang bosnya tersebut.


"eh maaf tuan silahkan masuk!"ucap Raya mempersilahkan anak buahnya agar masuk.


"kenapa lama sekali masuknya ha..


apa kamu tidak merasa bosan diluar?"gumam Arga pada asistennya namun dengan wajah yang terlihat keram.


"maaf tuan."balas beno dengan wajah kesalnya


dia mengerti kalau saat ini bosnya sedang jatuh cinta kepada wanita yang saat ini berada satu rumah dengannya.


Beno dapat melihat dengan jelas kalau saat ini bosnya sedang cemburu dengan dirinya.


"ayo kita sama-sama sarapan."ucap Arga pada Beno namun Beno belum juga berkutik karena dia masih berdiri tersenyum kepada Raya.


"kamu mau cari mati Beno.


kalau kamu berani memandangi Raya terus-menerus akan aku pastikan gajih mu akan aku potong selama tiga bulan."ucap Arga dengan kesalnya.


Beno yang takut akan ucapan bosnya dengan cepat duduk bergabung bersama bosnya agar sarapan.


kini dia merasa heran karena Raya yang bekerja sebagai pembantu ternyata juga duduk makan satu meja makan bersama dengan mereka itu yang membuat Beno asisten pribadinya Arga merasa curiga.namun kecurigaannya dia simpan diam-diam agar tidak membuat bosnya marah nantinya.


ayuk kak jangan bosan-bosannya baca novelku ya kak

__ADS_1


__ADS_2