Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
mengingat kembali memori


__ADS_3

***


di vila kini raya hanya berdiri di balik jendela kamarnya,dia hanya memikirkan bagaimana menyakitkan ketika mengingat waktu di mana awal perkenalannya dengan arga majikannya.


di mana arga terlihat tampan ketika tersenyum,baik pada orang lain namun sayang dia hanya mengikuti egonya saja.


ketika arga berniat membeli rumah dan ingin hidup mandiri, di situ mama ayu mulai merasa khawatir karna anak bungsunya akan tinggal sendiri dan tidak ada yang mengurusnya.maka dari itu mama ayu pun menyuruh raya untuk menemani arga di rumah baru arga agar setiap hari setiap kebutuhan arga bisa ada yang mengurusnya.


pada waktu raya dan arga pindah awalnya biasa saja namun seminggu kemudian sikap arga mulai berubah ketika kedua orang tuanya mengirimkan dua orang penjaga pria kerumah arga agar menjaga keamanan di sana.


mulai dari situlah ketika munculnya kedua pria tersebut arga mulai dilanda cemburu pada raya,karna dia merasa sikap raya sudah mulai di bagi-bagi pada orang lain.


malamnya ketika raya baru selesai mandi dan menganti pakaiannya dengan pakaian tidur tiba-tiba arga sang majikan muncul di kamar raya dalam keadaan mabuk.


awalnya ketika selesai mandi raya ingin ke dapur membuat susu dan tidak mengunci pintu kamar.arga kini malah sudah di penuhi napsu karna minuman tersebut kini dia memperkosa raya,ada perlawanan dari raya namun sayang beribu sayang tenaga wanita ternyata sangatlah lemah tidak seperti tenaga lelaki.


kini nasi sudah menjadi bubur,apa yang di jaga raya selama ini untuk suaminya kelak ternyata semuanya sudah di rebut oleh majikannya sendiri dengan cara di perkosa.


arga menikmati tubuh raya lagi dan lagi sampai raya kelelahan di buatnya bahkan raya sempat pingsan karna merasa terlalu lelah akan perlakuan kasar dari majikannya tersebut.


bukan cuma malam itu saja,arga setiap ada kesempatan dia terus menerus mencuri kesempatan dengan menyetubuhi raya di dapur ketika raya sedang membuat makan malam entah setan apa yang merasukinya sampai dia tidak ada rasa kasihan pun pada raya pembantunya itu.

__ADS_1


kini raya harus menanggung hasil yang sangat di benci oleh setiap orang yang mengalami hal yang sama sepertinya namun tidak bagi raya.dia merasa membenci pemerkosaan dan majikannya dan berusaha untuk melarikan diri namun dirinya sudah di ancam jika dirinya kabur maka paman dan bibinya yang akan menanggung semuanya maka dari itu raya takut dan bertahan.kebenciannya pada arga dan pemerkosaan itu akan tetapi saat ini dia tidak membenci anak hasil benih yang di tanam arga pada rahim raya saat ini.raya berpikir bahwa ini semua adalah salahnya bukan salah anak yang di kandungnya sehingga dia harus menanggung ini semua.maka dengan itu mungkin karna ini rencana tuhan dari setiap kesabaran raya selama ini makanya tuhan mengirimkan alfa sebagai malaikat penolong baginya kalau tidak ada alfa maka apa jadinya saat ini bersama anaknya.


mungkin saat ini dia sudah kehilangan anak yang dia kandung saat ini,namun karna alfa lah semuanya bisa baik-baik saja.


"ha...(menghela napas)terima kasih tuhan atas perlindunganmu dan terima kasih atas titipan mu ini meski adanya anak ini mungkin saat ini hidupku sudah hancur namun aku sadar semua sudah takdir ku jadi aku harus menerima semuanya dengan ikhlas.dan terima kasih buat malaikat yang kau kirimkan padaku."ucap raya dengan air mata yang mulai mengalir turun ke pipinya saat ini.


"maafkan papamu sayang,bukan maksudnya menyakiti kita tapi saat ini mungkin papamu hanya terbawah egonya saja makanya dia belum bisa terima kenyataan kalau kamu sudah ada di perut mama ini dan akan ada di dunia ini pada saatnya nanti.bantu mama ya sayang,selalu ada di dalam sini dan ketika nanti sembilan bulan sudah waktunya kamu keluar mama janji kita ngak akan perna berpisah dan ngak akan perna di pisahkan oleh siapa pun termaksud papamu sayang?"ucap raya dengan mengelus perutnya yang masih rata.


tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar


tok tok(ketukan pintu)


"siapa."


kini raya berjalan menuju pintu untuk membuka pintu yang saat ini sedang tertutup.


ceklek(membuka pintu)


"eh tuan alfa anda kembali lagi!"


"iy saya kesini antar kan ini padamu(memberikan sesuatu)"

__ADS_1


"loh apa ini tuan perasaan saya tidak meminta apa pun tadi"ucap raya tanpa melihat isi plastik yang di berikan alfa barusan.


"itu pakaian untukmu,tadikan kita ke sini ngak bawah apa-apa kan jadi kalau nanti kamu mau mandi masa pakaian ini yang kamu pakai kembali."ucap alfa yang di sambut tersenyum oleh raya.


"makasih banyak tuan."


"jangan panggil saya tuan pangil saja saya mas alfa atau kak alfa aja deh."


"hhhh oh iy makasih ya tuan eh mas?"ucap raya dengan menutup mulut dengan tangannya,alfa saat ini tersenyum senang melihat senyuman bahagia yang terpancar jelas di wajah cantik raya.


"ya tuhan perasaan apa ini,kenapa setiap kali melihat raya tersebut membuat jantungku seperti dak dik duk begini ya."gumam alfa dalam hati


"yaudah ra aku kembali dulu ya takutnya nanti arga nyariin aku dan curiga lagi gimana.


"yaudah hati-hati dan makasih ya mas."


"ya sama-sama.kalau gitu aku balik dulu ya jaga diri dan jaga cabang bayi mu baik-baik kalau ada apa-apa segera hubungi aku atau cepat teriak pak mun bersama bi sari mereka sudah aku suru jagain kamu dan pola makanmu akan mereka atur."ucap alfa pada raya


"kamu ngak kangen kha sama arga."tiba-tiba ucapan ini keluar begitu saja dari mulut alfa


"hm.ngak usah ingatin lah mas aku mau mencoba melupakan saja."ucap raya dengan wajah yang langsung menunduk

__ADS_1


"yaudah jaga diri lah."kini alfa mengerti dengan ucapan raya,dia begitu ingin raya berusaha melupakan kesakitannya namun tetap mempertahankan kebahagiaan nya.


"makasih banyak mas.apa mau aku antar?"ucap raya menawarkan namun alfa malah menolak dan menyuruh raya untuk beristirahat sebelum jalan kedepan alfa sempat mengusap rambut raya dengan lembutnya.raya cuma terlihat tersenyum baru kali ini ada seorang pria yang memperlakukannya sangat baik dan mengusap rambutnya


__ADS_2