
***
setelah selesai menikmati sarapan pagi ini kini giliran Raya yang merapikan meja makan dan membersihkan dapur serta seluruh ruangan tersebut tanpa ada kotoran yang kelihatan.
namun Raya tidak sedikit pun menyentuh makanan itu, dirinya masih sakit jiwa dan raganya.
di ruang tamu Arga bersama Beno sedang sibuk dengan urusan mereka kini keduanya begitu fokus pada berkas yang di bawah oleh beno,Arga dan Beno memeriksa kembali berkas-berkas tersebut tidak lama Raya muncul di depan mereka dengan membawa dua cangkir kopi panas dan meletakkan di hadapan keduanya.
Beno yang selama bekerja di perusahaan Arga ternyata selama ini sudah menyukai Raya namun dengan menyukai Raya dengan diam-diam.
Beno merasa kalau Raya adalah wanita yang tepat untuk dijadikan istri bukan seorang pembantu.
disisi lain Arga yang sedang fokus dengan berkas-berkasnya terhenti karena merasa ingin minum kopi yang di bawah oleh Raya yang di letakkan di atas meja tersebut namun tiba-tiba gerakan tangannya terhenti karena iya merasa Beno sedang tidak fokus,perkiraannya memang sangat tepat saat ini Beno memang tidak sedang fokus dengan pekerjaannya karena saat ini dia sedang memperhatikan Raya yang sudah berlalu ke kamarnya.
tingkah Beno ini sungguh membuat Arga merasa keram akan ini semua.dia pun dengan cepatnya menandatangani berkas-berkas tersebut agar di berikan kepada asistennya agar dia cepat pergi dari kediamannya saat ini.
akhirnya selesai juga dia pun menyuruh asistennya agar merapikan kembali berkas-berkas tersebut untuk bergegas pergi karena saat ini dia ingin bersiap-siap pergi ke rumah orang tuanya.
Beno yang bingung akan tingkah bosnya malah mengikutinya saja dan mengumpulkan semua berkas tersebut.
"bos, saya mau pamit dulu sama Raya."ucap Beno dengan tenangnya karena dia merasa kalau memang tidak ada apa-apa antara bos dan pembantu bosnya tersebut sehingga dia dengan leluasa bisa mendekati Raya.
"nggak perlu Raya lagi sibuk di belakang.
sekarang kamu rapikan semuanya dan segeralah ke kantor karena hari ini saya tidak bisa masuk,saya akan ke rumah orang tua saya jadi kamu yang harus mengambil alih semua pekerjaan saya."ucap Arga dengan bangun dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
"bos mau jalan sekarang?"tanya Beno karena bingung melihat bosnya berdiri di depan pintu
__ADS_1
"nggaklah kan aku mau nutup pintu kalau nanti kamu keluar biar nggak usah tungguin Raya yang bukain pintunya."
"wah bos teganya.anak buah mu kalau suka ya jodohkanlah bos bukannya diaminin."jawab enteng dari Beno
"omong apa kamu ha,mau saya jahit mulutmu itu ha?"
marah Arga
"maaf-maaf bos iya iya saya pulang."ucap Beno berlalu namun tak lama dia pun muncul lagi dari balik pintu yang membuat Arga kaget akan tingkah asistennya tersebut.
"bos jangan lupa jadiin Raya sama aku ya bos"ucap Beno tanpa mendengar balasan dari bosnya dan berlari menuju mobilnya karena takut bosnya marah karena tadi melihat Arga sudah memajukan kepalan tangannya.
"dasar sih bos cemburunya sudah kebangetan banget dah,kayaknya mereka sudah jadian deh.tadi saja aku lihat ada tanda cinta di leher putihnya Raya dan tadi aku gombalin Raya eh dianya yang marah?
haa... bingung sama bos."
gerbang pun di buka oleh penjaga. Beno pun melajukan mobilnya menuju jalan Raya.
Beno tidak tau jika ada hal yang sedang terjadi pada Arga dan juga Raya di mana semua yang dia lihat memang betul namun bukan dengan cinta yang di lakukan oleh Arga pada Raya namun dengan pemerkosaan yang di lakukan Arga pada Raya.
di dalam rumah Arga menghampiri Raya dan menarik Raya dengan kasarnya menuju kamar tamu dan melemparkan Raya dengan kasarnya di atas tempat tidur.
Raya yang terlihat kebingungan dengan tingkah majikannya tersebut hanya memandanginya dengan takut.
"ya Tuhan salah apa lagi aku."gumam Raya dalam hatinya.
prakkkk
__ADS_1
suara pukulan tangan Arga yang menengahi lemari tamu tersebut.Raya yang melihat itu terasa semakin takut,dia berpikir apa tadi yang dia kerjakan ada yang salah sehingga Arga semarah ini padanya.
"kamu kenapa selalu menunjukan kecantikan mu pada pria lain ha?"marah Arga
"maksud tuan apa,saya tidak tau apa yang membuat tuan sampai semarah ini pada saya."ucap Raya dengan ketakutan
"hey(memegangi dagu Raya)kamu belum puas atas semalam ha...
apa kamu mau saya melakukannya lagi,oh atau jangan-jangan apa semalam itu masih kurang ha?"ucap Arga dengan melempar kasar wajah Raya dari hadapannya.
"tuan saya tidak bermaksud untuk membuat mu marah tapi saya mohon jangan seperti ini tuan,kalau tuan begini terus pada saya,maka pecat lah saya dan saya akan pergi dari hadapan tuan agar tuan tidak merasa kesal jika melihatku hingga melakukan hal bejat lagi padaku."ucap Raya dengan tangisannya.
"hahahaha...apa kamu bilang memecat mu dan membiarkanmu pergi dari sini?
ha,tidak semudah itu nona Raya Wijaya,kamu akan selamanya bekerja denganku dan melayaniku sampai aku puas maka akan aku tendang kamu keluar dari rumahku ini.
dan satu lagi nona Raya kamu ingat baik-baik jangan pernah tersenyum atau pun berbicara lama pada pria lain maka akan aku kasih hukuman yang melebihi dari ini.ingat itu hm!"ucap Arga dengan mulai membuka kancing celana dan melepas ****** ******** hingga telanjang bulat saat ini.
"dan kalau sampai kamu pergi jangan salahkan saya jika paman dan bibimu yang akan menjadi tahanan ku.(mendekati telinga Raya)saya tidak main-main dan tidak akan pernah main-main dengan ucapan saya Raya."ucap Arga
"apa yang ingin anda lakukan tuan,saya mohon jangan lagi tuan!"
ucap Raya dengan tangisannya namun tidak di perduli kan oleh majikannya.
"jangan pernah membuatku marah dengan mendekati atau tersenyum pada pria lain maka ini ganjarannya,kamu tidak akan saya loloskan dari juniorku.ingat itu nona Raya Wijaya."ucap Arga berlalu keluar dari kamar tamu meninggalkan Raya kini Raya menangis sendiri dikamar tamu tersebut menyesali apa yang di lakukan majikannya tersebut.
mau pergi namun dirinya sudah di ancam mau bagaimana lagi dia hanya mengikuti alurnya saja.
__ADS_1