Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
rumit


__ADS_3

❤️❤️❤️


setelah sore tiba kini parah pekerja di perusahaan Pratama pun sudah mulai sepi karna saat ini adalah jam untuk parah kariawan pulang.


raya terlihat sedang tertidur di kamar khusus yang berada di ruang kerja Arga sejak dulu.


kamar ini di gunakan Arga sewaktu belum mengenal raya dirinya sering bekerja dan menginap di kantor jika berkas-berkas terlalu menumpuk.


namun setelah mengenal raya dan raya tinggal di rumah baru bersamanya Arga pun jadi tidak sering-sering lagi tidur di ruangan ini kecuali dirinya merasa lelah atau kurang tidur baru ruangan ini dia sentuh.


Arga pun memasuki ruangan ini dan memanggil istrinya dengan suara pelan dan lembut.raya pun terlihat membuka matanya sesekali mengucek mata agar matanya lebih terang ketika melihat sang suami.


"sudah sayang?"tanya raya pada Arga yang saat ini sedang duduk di sampingnya.


"sudah.yuk kita pulang apa kamu mau malam ini kita menginap saja di sini hm?"goda Arga pada istrinya.


Arga memang terkenal sangat dingin pada siapa pun namun bukan pada istri dan keluarganya.


dirinya sangat mencintai keluarganya terlebih istri dan anaknya,dirinya paling tidak bisa kalau tidak mendengar kabar dari sang istri.


dirinya akan terlihat posesif pada siapa pun yang mendekati istrinya akan dia tatap orang itu dengan tatapan tajam dari sorotan matanya.


"ngak ah.lebih enak kalau tiduran di rumah,kalau di sini aku ngerasa ngak nyaman gitu?"ucap raya yang kini di bantu bangun oleh suaminya.ya memang kini usia kandungan raya sudah memasuki 8 bulan sehingga berat tubuhnya semakin bertambah.


"tas aku mas?"tanya raya


"ada kok di sofa.mau aku gendong sayang?"tawar Arga yang membuat raya jadi malu-malu karna suaminya ini.


"apaan sih mas.aku bisa jalan sendiri kali.tapi kalau mau ajak gendong emangnya mas kuat kalau gendong dua orang sekaligus?"ucap raya yang membuat Arga tersenyum dan mencium pipi istrinya sekilas.


Arga tidak membalas ucapan istrinya lagi namun dirinya berjalan dengan cepat ke arah sofa mendahului istrinya untuk mengambil tas.


mereka pun berjalan keluar dan di depan mereka berpapasan dengan Beno asisten pribadinya Arga.

__ADS_1


"pulang bos!"tanya Beno dengan menundukkan tubuh dan kepalanya setengah.


namun Arga tidak membalasnya akan tetapi pria dingin ini malah melewati Beno dengan mengengam tangan sang istri.


raya yang melihat hanya memberi isyarat pada Beno dengan tersenyum dan memberikan gerakan kepala pada Beno sebagai jawaban.


karna kalau raya yang menjawab dan suaminya sedang diam berarti bisa saja menambah masalah.


"apes-apes punya majikan dinginnya.buset dah!"omel Beno lalu menutup ruangannya dan juga ruangan Arga lalu berjalan keluar menyusul majikan dinginnya itu.


sesampainya di di bawah Beno pun mengambil mobilnya dan mobil majikannya tidak terlihat lagi.


Beno melihat Alfa dan juga Lusi yang baru keluar dari dalam dengan Lusi di belakang sang bos tampan tersebut.


Beno hanya melihat mereka dari dalam mobil tanpa Alfa atau pun Lusi tahu kalau dirinya sedang memperhatikan mereka dari dalam mobil.


"yang ini cocok juga.tapi napa sih bos Alfa malah ngak mau ya sama wanita cantik ini sih.kalau aku sih doyan?"ucap Beno dengan tertawa kecil.


sedangkan di kediaman Pratama.


ayu bersama David duduk santai di teras belakang dengan di temani kue dan juga secangkir teh dan kopi yang di buat oleh bi Nia.


sedangkan di dalam bi Nia dan beberapa pelayan sedang sibuk menyiapkan makan malam.


terlihat mobil mewah muncul di parkiran keluarga Pratama.


"sore den?"sapa seorang pelayan


"sore bi.mama sama papa mana bi?"tanya Alfa yang mencari keberadaan orang tuanya.


"lagi di teras belakang den?"ucap pelayan tersebut.setelah itu Alfa pun berjalan ke teras tersebut dan di sana kedua orangtuanya sedang bercerita dengan sesekali tertawa.


ayu yang melihat kedatangan anak sulungnya itu langsung menyambut kedatangan anaknya dengan tersenyum.

__ADS_1


"sayang."ucap ayu yang ketika itu melihat kedatangan anak sulungnya itu.


"mama sama papa kayak lagi pacaran!"ucap Alfa yang mencium pipi kedua orangtuanya itu.


"hhh.kamu tahu aja sayang kalau papa sama mama emang lagi pacaran.!"ucap David yang mulai ingin menjaili anaknya.


"hm..kuenya enak ma!"ucap Alfa ketika mengambil sepotong kue di hadapannya.


"iya dong sayang."balas ayu yang ikutan menyantap kue buatan bi Nia.


"yang bikin Mama atau beli ma!"tanya Alfa lagi


"ngak beli sayang.itu di buat sama bi Nia?"ucap ayu


Alfa hanya membalasnya dengan manggut-manggut


"yaudah mama sama papa silahkan lanjutkan pacarannya Alfa mau mandi dulu."iya pun bangun dari duduknya langsung mencium kedua orangtuanya lagi.


"sayang kalau papa sama Mama pacaran terus kapan anak papa punya istrinya sih?"ucap David setelah anaknya baru melangkah beberapa langkah.


"pacar aja ngak punya gimana mau istri sih pa."balas Alfa yang sudah lanjutkan langkahnya itu


"ya cari dong sayang. sekretarismu cocok itu sama kamu!"teriak David yang masih di dengar oleh Alfa namun di buat sengaja tidak dengar oleh Alfa.


David memang tahu kalau Lusi sekretaris Alfa suka dengan Alfa tapi dirinya pura-pura seperti tidak menyukai Alfa.


David tahu dari Beno yang tidak sengaja melihat Lusi yang tidak sengaja mencuri-curi pandang pada Alfa ketika rapat atau pun di tempat kerja.


"pa.lusi itu kan sekretaris nya Alfa."tanya ayu


"iya ma.mama tahu ngak Lusi itu udah cantik baik lagi.papa harap anak sulung kita ini bisa peka sama perasaan wanita itu.karna yang papa tahu Lusi itu suka curi-curi pandang sama Alfa ketika di kantor ma?"ucap David yang membuat ayu terbelalak bukan karna tidak senang tapi sangat senang karna anak mereka bisa juga mendapatkan seorang yang sangat suka padanya.


bukan karna tidak mau pacaran tapi karna Alfa lebih suka pekerjaan dari pada harus sibuk mencari pacar.

__ADS_1


__ADS_2