
❤️❤️❤️
setelah pertemuan dengan klain nya Alfa dan juga Lusi kembali ke kantor di mobil hanya ada keheningan.
hening
hening
hening
awalnya Alfa ingin duluan berbicara pada Lusi namun di pikirannya masih saja memikirkan pria yang tadi seperti akrab dengan Lusi sekretaris nya itu.
"aaaaakkkkhhhh."teriak Alfa frustasi entah kenapa tiba-tiba teriakan ini muncul begitu saja dari mulutnya.
tanpa di sadari Lusi dan juga supirnya balik melihat tingkah aneh bos mereka.
"apakah anda baik-baik saja tuan?"tanya Lusi dengan was was.
"tidak."jawab Alfa langsung dengan kepalanya langsung di sandarkan di kursi mobil dengan memejamkan matanya.
mengingat kembali sikapnya tadi membuatnya merasa malu sendiri karna dia tadi lupa kalau ada sekretaris dan juga supirnya satu mobil bersamanya.
sang supir hanya terlihat menggelengkan kepalanya karna sudah tahu bagaimana sikap majikannya ketimbang sikap tuan muda arga yang sangat jauh berbeda.
sedangkan Lusi dirinya hanya terus memandangi wajah tampan majikannya ini dengan penuh perasaan.
setibanya mereka di kantor Lusi mengekor Alfa dari belakang,sang supir pun mengembalikan mobil kantor ketempat parkirannya semula.
di ruangan Arga sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.
__ADS_1
dirinya ingin secepatnya menyelesaikan berkas-berkas yang di berikan Beno padanya.
hari ini adalah hari yang melelahkan baginya karna baru tadi pagi dirinya harus mengikuti kemauan sang istri untuk mencuci serta menyapu dan mengepel lantai rumah mereka tanpa bi Jihan kerjakan.
flash back
"huaaammm....
"sayang...kamu sudah bangun?"ucap raya yang baru kembali dari dapur membawah segelas susu di tangannya dan juga kopi untuk sang suami.
"iya sayang.kenapa kamu tidak membangunkanku sayang?"Arga mulai bermanja-manja di di tempat tidur dengan begitu raya akan dengan suka rela memberikan dirinya untuk mengasuh bayi kecil yang merajuk sepagi ini.
namun bukannya mendapatkannya kini malah raya yang mulai bermanja-manja di sampingnya dengan meminta yang aneh-aneh menurutnya tapi tidak menurut raya.
"sayang?"ucap raya dengan suara manjanya.arga pun langsung bangun dari tidurnya dan menyandarkan diri pada sisi tempat tidurnya.
raya pun duduk di samping sang suami dan mulai bermanja-manja.
"boleh ngak aku minta sesuatu sama mas?"rayu raya dengan memainkan kancing baju tidur sang suami.
"apa aja buatmu sayang.semua ini buatmu bukan cuma sesuatu yang kamu mau saja semuanya akan mas turuti."ucap Arga dengan percaya diri.
"hari ini.pagi ini.mas tolong ya nyapu kamar sama halaman belakang buatku dan anak kita?
ngak perlu semua ruangan cukup kamar dan kamu boleh kok ngepel!"ucap raya dengan penuh semangat,raut wajah Arga tiba-tiba berubah jadi seorang yang stres seperti tidak mendapatkan jatah selama sebulan.dirinya tidak habis pikir akan ucapan istrinya.
"yank kok nyuruh mas nyapu ngepel sih?
apa kamu ngak kasihan apa suamimu harus pegang sapu sama kain pel di rumah sedangkan di kantor mas juga harus bertempur dengan berkas-berkas yang bisa-bisa membuat kepala suamimu ini pecah?"ucap Arga panjang lebar bukannya kasihan akan ucapan dan raut wajah suaminya yang mungkin sekarang kelihatan seperti orang stres tapi malah istrinya justru mengangkat tangan suaminya dan meletakkan di perutnya.
__ADS_1
"bukan aku yang mau mas tapi ini.boy mu yang mau jadi mau tidak mau mas harus nurutin.apa mas mau anak mas nantinya ngileran pas kalau udah lahiran karna papanya ngak mau turutin ngidam mamanya?"ucapan raya ini sukses membuat suaminya siap 86 langsung bangun dari tidurnya memakai kembali pakaian yang semalam berserakan karna semalam bertempur beberapa ronde dengan sang istri.
"siap bos bakalan abangmu ini turutin.tapi ingat ini ngak gratis loh kamu akan rasakan membayarnya sebentar malam ok?"
ucap Arga yang mencoba ingin mencium istrinya namun dengan gerakan cepat raya menarik dirinya dan menyuruh suaminya agar cepat-cepat bekerja karna masih harus kekantor."
1 jam kemudian kini Arga sudah selesai mengerjakan tugas yang di berikan sang istri sampai-sampai bi Jihan merasa kasihan melihat kelakuan majikan wanitanya pada majikan pria nya ini.
bi Jihan mengerti karna mungkin bawaan bayi makanya bi Jihan hanya menuruti perintah majikan wanitanya itu.
merasa sudah selesai dan sangat lelah Arga pun duduk di teras samping dan tiba-tiba raya pun membawah segelas kopi baru pada suaminya karna kopi tadi sudah dingin.
sejak tadi kedua security merasa heran akan kegiatan sang majikan pria yang tidak seperti biasanya hanya menonton dari jauh.mereka tidak berani mendekat karna mereka sudah hafal betul otak majikan mereka ini yang super dingin dan kejam kalau sudah merasa ingin memakan orang yang menggangu nya.
kembali lagi ke Arga.
"makasih ya sayang kamu sudah memenuhi keinginan istri dan anakmu.maafin aku yang udah nyuru-nyuru kami kayak tadi."ucap raya dengan wajah sedihnya.
"hey..hey..kamu ngak usah minta maaf.ini demi kamu Dan anak kita mau kamu minta apa pun bakalan aku turutin tapi ingat hanya satu yang ngak bisa aku turuti kalau kamu berani memintanya.
"apa itu mas!"tanya raya yang merasa ragu akan ucapan suaminya tadi.
"kata bercerai.kamu tau sayang kalau aku ngak bisa hidup tanpamu dan anak kita jadi jangan sekali-kali kamu meminta hal itu dari ku kalau kamu tidak mau suamimu ini mati karna lompat dari atas kursi atau gantung diri pohon tomat!"goda Arga yang berhasil membuat istrinya tertawa renyah di pagi ini.
mereka pun kembali kekamar di sana Arga pun meminta istrinya untuk memandikannya dan disitulah sang istri mau dan mereka pun melakukan kegiatan suami istri sepagi ini sebelum dirinya berpakaian untuk pergi ke kantor.
flash back off
Arga pun setelah menyelesaikan berkas-berkas yang di siapkan Beno kini dirinya masuk keruangan istirahat untuk beristirahat sejenak karna kelelahan.
__ADS_1