
***
di dalam mobil Arga sesekali memandangi raya yang sedang tertidur pulas saat ini.
sedangkan Raya meski pun dia terlihat sedang tidur namun di dalam batinnya sangat begitu sakit akan sikap dari Arga majikannya yang sangat kejam padanya.
Raya sering kali bertanya pada dirinya kenapa Arga majikannya terus menerus menyakitinya namun dia selalu marah jika dirinya bersama pria lain,apakah ini ada pertanda kalau-kalau majikannya ada perasaan pada dirinya.
namun semuanya itu dia tepis jauh-jauh saat ini karena dirinya tidak mau membuat dirinya terlalu jauh lagi dalam sebuah kesakitan dan penyesalan.
akhirnya mobil mereka pun sudah sampai di rumah Arga saat ini penjaga sudah membukakan pintu gerbang dan arga pun juga sudah memarkirkan mobilnya di parkiran mobil miliknya.
dia pun terlihat turun terburu-buru membuka pintu mobil untuk mengendong Raya namun langkahnya terhenti karena mendengar sapaan pak andi penjaga rumahnya saat ini.
"iya pak"
"maaf tuan apa ada yang bisa saya bantu?"
"oh nggak usah,saya bisa kok sendiri.sekarang pak andi lanjut aja jaganya."
"loh itukan non Raya.biar saya bantu ngangkat non Raya masuk ke dalam soalnya tuan terlihat sedang lelah."ucap Andi dengan langsung berjalan maju untuk membantu mengangkat raya namun langkahnya di hentikan oleh Arga majikannya tersebut.
"saya bilang nggak usah ya nggak usah,kamu dengar nggak sih ha."bentak Arga dengan suara teriakan nya pada andi dan itu membuat Andi sontak kaget dan mundur belakang serta menunduk dan meminta maaf pada majikannya.
"maaf kan saya tuan.bukan maksud saya lancang seperti tadi tapi tadi saya cuma berniat hanya untuk membantu anda tuan."ucap Andi dengan sedikit ketakutan
"udah nggak usah.kamu udah saya bilangin masih saja ngotot.udah sana lanjutkan menjagamu."ucap Arga dengan masih dengan emosinya.
"sekali lagi maafkan saya tuan,saya permisi."
"yaudah sana."usir Arga lalu berjalan kembali ke pintu mobilnya.Arga terlihat sedang menunduk dan ingin mengendong Raya namun tiba-tiba dia kaget sendiri dengan suara Raya padanya.
"tuan.mau ngapain?"tanya Raya karena bingung akan posisi tuannya saat ini.
"loh kamu udah bangun!"ucap Arga dengan lebih mendekatkan wajahnya pada Raya
"menurutmu aku mau ngapain ha."tiba-tiba Arga pun mencium bibir Raya, namun Raya dengan cepat memalingkan wajahnya ke sebelah.
Arga yang saat ini sedang di permainkan oleh Raya langsung naik darah dan menarik tubuh Raya dengan Raya yang posisinya masih mengenakan sabuk pengaman serta mencium lembut bibir Raya.
__ADS_1
Raya yang merasa saat ini perlakuan majikannya sangatlah berbeda dari sebelumnya,yang biasanya kasar kini menjadi seorang arga yang lembut namun cuma dengan sebuah ciuman.
tiba-tiba Arga melepaskan ciumannya pada bibir raya dan mengajak Raya masuk.
Raya pun mengikuti langkah majikannya sesampainya di dalam rumah raya menuju dapur sedangkan arga masih sibuk membuka tv untuk melihat siaran berita.
"mau kemana."tanya Arga
"mau ke dapur tuan."balas Raya
"mau ngapain."
"mau melakukan tugasku sebagai pembantu tuan."balas Raya dengan wajah polosnya.
"hari ini nggak usah melakukan tugasmu dulu sekarang temani saya menonton."ucap Arga yang melihat wajah kaget Raya dia pun tersenyum dengan mengangkat salah satu bibirnya ke atas.
"tapi tuan."
"nggak ada tapi tapian sekarang ayo ke sini."panggil Arga yang langsung di ikuti dengan raya yang duduk di sampingnya namun Raya bukannya duduk di kursi namun dia terlihat sedang duduk di bawah.
Arga yang melihat pun langsung marah dan menyuruhnya duduk di sampingnya sebagai tuan rumah bukan sebagai pembantu.
siaran demi siaran sudah mereka tonton namun Arga belum juga bosan dan mengantuk serta belum melirik pada Raya apakah dia sudah tidur atau masih menemaninya nonton saat ini.
"Raya buatin aku kopi dong?"suruh arga namun ketika dia berbalik melihat raya dia terlihat kaget karena Raya sudah tertidur pulas dengan menyandarkan kepalanya pada sofa tersebut.
"ya ampun nih anak di suruh temani aku nonton ini malah dianya temani tidur,yaudah deh aku juga kebetulan ngantuk"gumam arga dan langsung mengendong raya ke kamarnya namun langkahnya terhenti kini dia balik lagi ke kamar miliknya di sini dia pun langsung membaringkan Raya di atas tempat tidur dan dia pun langsung berbaring di samping Raya tidak lupa dia pergi mengunci semua pintu terutama pintu kamarnya.
esoknya Raya terbangun dan betapa kaget dirinya ketika melihat majikannya tertidur di sampingnya dengan tubuh bertelanjang begitu pun dengan dirinya.
"ya tuhan apa yang semalam sudah kami lakukan.ini semua nggak benar kalau terus terusan begini bisa-bisa aku hamil."gumam Raya dalam hati dengan air mata yang mengalir.
dia pun turun dari tempat tidurnya Arga dan mengambil pakaiannya satu persatu yang berserakan di lantai serta keluar dari kamar Arga.
Raya pun menuju kamarnya untuk membersihkan diri namun di dalam dia pun menangis sejadi-jadinya,menyesali apa yang sudah majikannya lakukan padanya.dia mengutuki dirinya sendiri mengapa dirinya harus di mengalami ini semua,kenapa harus seperti begitu,kenapa bukan untuk di cintai namun untuk di jadikan budak napsu.
setelah selesai bersih-bersih raya pun kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan karena pagi ini majikannya akan ke kantor.
sedangkan di kamar arga terlihat sudah bangun dan sedang mencari keberadaan raya dia sangat puas akan semalam makanya saat ini arga seperti senyam senyum sendiri.
__ADS_1
"ah.Raya betapa hebatnya dirimu,tubuhmu sudah menjadi candu buatku."ucapnya dengan tersenyum sendiri.
Arga pun kini bangun dan bergegas ke kamar mandi hendak membersihkan dirinya karena pagi ini dia akan pergi ke kantor memulai pekerjaannya yang kemarin tertunda.
sebelum ke kamar mandi dia sempatkan berdiri untuk melihat ponselnya dan ternyata ada begitu banyak panggilan dan pesan dari abangnya.kini Arga meletakkan kembali ponselnya dan kembali mengambil handuk untuk membersihkan dirinya.
setelah selesai dia pun keluar mencari keberadaan Raya.
"ternyata kamu di sini hm."ucap arga dengan tiba-tiba memeluk Raya dari belakang.
Raya yang saat itu sedang membuat nasi goreng langsung kaget dengan kehadiran majikannya secara tiba-tiba.
"tu-tuan jangan begini tuan nanti ada yang melihat."ucap Raya ketakutan.
"memangnya kenapa kalau ada yang lihat kan tinggal aku bilang kalau kamu lagi bawah sesuatu keluar dariku."ucap Arga dengan gayanya.
"ma-maksud tu-tuan ap.saya nggak ngerti tuan."balas Raya bingung akan ucapan majikannya.
"ini?
kamu membawa barang ku ini keluar tanpa memberitahukan padaku"ucap Arga dengan santai nya dengan menunjuk arah ******* Raya.
"ha.apa tuan lagi bermimpi."balas Raya dengan cepat karena merasa kaget.
"apa kamu bilang,kamu bilang saya bermimpi?
lancang sekali kamu"gumam Arga dengan langsung memeluk raya dan ******* bibir Raya dengan ganasnya,raya terus memberontak agar majikannya mau untuk melepaskan ciumannya tersebut,Raya merasa dirinya benar-benar hancur karena perlakuan majikannya menjadikannya budak napsu sang majikan.
tiba-tiba ada yang memanggil Raya dari belakang dengan mencoba membuka pintu yang menuju dapur,Arga dengan cepat melepaskan ciumannya dengan menolak Raya dengan kasarnya sehingga pinggang Raya mengenai meja makan.
"aaauu."ucap Raya pelan namun Arga tak menghiraukan raya majikannya itu kini sudah duduk di meja makan menikmati sarapannya.
"siapa sih ganggu aja."gumam Arga dalam hati merasa kesal karena ciumannya ada yang memberhentikan.
"Raya."panggil seseorang dari luar.
"iya."jawab Raya
"pak Andi kah itu ataukah pak Lius."ucap Raya dengan pelan nya namun tiba-tiba yang muncul adalah orang yang tidak akan inginkan hadir di hadapannya.
__ADS_1