
***
setelah membantu bibi di dapur Raya meminta pakaian bi Nia untuk dia mengganti gaunnya tersebut.
bibi pun pergi mengambil Raya sepasang pakaian tidur berbalut celana,dia pun mengganti gaunnya dengan pakaian tidur tersebut dan pergi keluar untuk menenangkan dirinya di taman.
dia merasa kalau Arga saat ini sudah mendapatkan pasangan dan tidak menganggapnya ada lagi,namun tiba-tiba dia berpikir jika apa yang dia pikirkan salah.arga tidak akan menemuinya saat ini karena dia sudah mendapatkan pasangan yang cantik dan kaya serta setara dengannya bukan seperti dirinya yang hanyalah seorang pembantu tidak lebih dari seorang pembantu.
tiba-tiba ada sepasang mata yang sedang memandanginya
"hay,kok sendirian saja?"
sapa seorang pria yang tiba-tiba muncul di samping Raya duduk.
"hay juga,siapa ya!"ucap Raya kebingungan dengan adanya lelaki yang tidak di kenalnya ini.
"oh iya ya belum kenalan,aku Alfa dan kamu."
"oh aku Raya,ada keperluan apa ya kesini.
atau jangan-jangan tuan mau bertemu dengan bapak dan ibu?
tunggu ya saya panggilkan."ucap Raya dengan langsung berdiri dia hendak berjalan namun tiba-tiba tangannya di pegang oleh lelaki tersebut.
Raya pun yang merasa tangannya seperti sedang di tarik dengan sigap langsung berbalik dan sedikit mundur.
"jangan takut sama saya,saya orang baik kok.
masa ganteng-ganteng begini orang jahat sih?"gumamnya dengan tersenyum getir.
tiba-tiba bi Nia keluar dari dalam hendak memberikan jus pada Raya namun dia kaget dengan sosok pria tersebut dari jauh dia pun lebih mendekat dan akhirnya.
"den Alfa."
"eh bi apa kabar."
"aduh baik den,den apa kabar.
aduh ayo masuk den ada non Sarah di dalam sama den Arga.
pasti ibu senang lihat Aden pulang."
ucap bi Nia hendak berlari masuk setelah meletakkan jus pada Raya namun sebelum melangkah lebih jauh Alfa sudah menahannya agar jangan masuk untuk memberitahukan pada kedua orangtuanya dia berpikir itu akan menggangu mereka.
bi Nia pun mengiyakan ucapan tuan muda pertamanya dan lebih memilih pergi ke dapur untuk membuatkan jus serta cemilan pada tuannya.
"ya sudah kamu tunggu sini ya biar bibi siapkan kamu makan malam ya?"
"eh nggak usah bi,kalau bisa aku minta minumannya yang sama kayak punya..."namun ucapannya Alfa terhenti karena melupakan nama Raya dan melirik pada Raya,sontak Raya pun mengulangi namanya.
"Raya."ucap Raya
"oh iya punya Raya ini bi,oh iya sama cemilan ya bi?"ucap Alfa dengan tersenyum
ya Alfa adalah anak pertama dari David dan Ayu,sejak lulus SMA Alfa pun pergi kuliah di luar negeri dan sekarang dia sudah bekerja di sana karna memang ada perusahaan Papanya di sana.
namun saat ini dia ada kerjaan di Indonesia makanya dia pun pulang untuk menyelesaikan pekerjaannya tersebut namun malah dia kecantol oleh kecantikannya Raya saat ini.
__ADS_1
baru bertemu Raya saja Alfa sudah jatuh hati padanya apa lagi kalau tiap hari bisa-bisa Alfa tidak akan melakukan pekerjaannya namun dia akan hanya duduk untuk memandangi Raya saja.
di ruang keluarga,Arga duduk berdua dengan Sarah membicarakan banyak tentang keseharian Sarah dan dirinya.
sedangkan orang tua mereka malah membicarakan bisnis dan kedekatan putri dan putra mereka nanti.
jika betul Arga akan di jodohkan dengan Sarah terus bagaimana dengan Raya?
orang tua mereka sangat senang akan kedekatan anak mereka saat ini bahkan mereka merencanakan akan menjodohkan anak mereka.
namun itu semua akan mereka tanyakan dulu pada Arga dan juga Sarah apakah mereka setuju,dan kalau mereka setuju maka pertunangan pun akan mereka adakan nanti dua bulan dari sekarang.
di dapur bi Nia malah sedang sibuk menyiapkan jus dan cemilan untuk Alfa yang berada di taman samping.
tiba-tiba suami bi Nia pun muncul dan mengagetkan istrinya yang sedang serius.
"sedang apa Bu."
"eh bapak ibu sampai kaget,kok nggak ada ketuk-ketuk pintunya sih pak!"
"udah dari tadi buk tapi ibunya saja yang terlalu sibuk sampai-sampai bapak di cuekin."
"bukan gitu pak,bapak tau nggak itu den Alfa Dateng!"ucap bi Nia tersenyum senang.
"yang benar Bu?"ucap suaminya bi Nia tidak percaya.
"betul lah pak kalau nggak percaya ayuk kita ke taman."ajak bi Nia.
"nggak ah ibu saja bapa mau kembali ke depan,ibu Salamin saja ya."
"iya iya nanti ibu kasih salam dah,yaudah ibu pergi dulu ya,bapa mau di buatin kopi sekalian?"
"yaudah ibu pergi ya pak."
pamit bi Nia pada suaminya dan berlalu pergi begitu saja.
di taman
"kamu kenapa kok duduk di luar kan dingin?"
"nggak panas kok makanya keluar biar bisa cari angin?"
"masa,perasaan ini dingin kok!"
"nggak panas."
tak lama Alfa pun memegang tangan Raya dan memang tangannya sangat terlihat kedinginan dia pun membuka jaketnya dan memakaikan pada tubuh Raya.
"eh."
Raya pun kaget akan kelakuan pria yang baru dia kenal,ya memang sih Alfa ini bosnya juga namun mereka berdua baru saja kenal makanya Raya merasa aneh saja jika berdekatan dengan Alfa.
"pakai saja."ucap Alfa
"makasih!"balas Raya tersenyum
"ya Tuhan cantiknya!"gumam Alfa dalam hati
__ADS_1
tak lama kemudian bi Nia pun membawahkan minuman dan cemilan untuk tuan mudanya tersebut.
"ini den minuman dan cemilannya,tapi tuan bisa saya ajak ponakan saya masuk soalnya sudah malam."
"lah bi kalau di ajak masuk,terus apa gunanya saya duduk di sini dong?"ucap Alfa dengan penuh harap akan jawaban bi Nia.
"ya sudah kalau begitu bibi masuk dulu ya den,Ra nanti kalau ngantuk langsung masuk saja ya bibi nggak ngunci kok pintunya."
"iya bi"balas Raya
bi Nia pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Sarah mengajak Arga keluar rumah hendak ke taman namun tiba-tiba mata Arga kaget dengan melihat Raya duduk bercerita dengan laki-laki lain di taman dengan tertawa senangnya.
Arga pun yang terlihat cemburu dengan cepat berjalan mendekati Raya dan pria tersebut pun kaget karena Arga tiba-tiba menarik paksa tangan Raya dan Raya pun bangun berdiri karena kaget dengan tarikan paksa dari Arga majikannya.
Sarah dan Alfa yang menyaksikan itu pun merasa heran dengan pemandangan tersebut.
"Abang,sejak kapan Abang balik dari luar negeri."ucap Arga yang kaget dengan pria yang sedang duduk tertawa di taman.
"barusan,terus kenapa tangan Raya kamu tarik-tarik begitu hmm."
ucap Alfa yang tidak kalah kagetnya
"maaf bang kami harus pulang karena sekarang sudah malam"ucap Arga dengan masih memegang kuat tangannya Raya.
"siapa dia untukmu ga."tanya Sarah karena kaget melihat Arga memegang tangan pembantunya.
"maaf sarah,saya harus pulang sudah malam dan tolong salam kan maaf ku untuk kedua orang tuamu."
ucap Arga dan berlalu pergi tanpa berbalik lagi pada mereka.
di mobil,Arga pun melajukan mobilnya menuju jalanan yang ramai.
dia pun berhenti di jalanan sepi dan memukul setir mobilnya berulang kali entah kesal karena melihat Raya tadi atau kesal karena apa.
"ahhhh"teriak Arga dengan memukul setir mobilnya dengan terus menerus.
Raya sangat terlihat takut dengan tingkah majikannya saat ini.
"kamu mau tes kemarahan saya Raya haaa,kamu mau main-main sama saya.
hey Raya saya sudah bilang jangan pernah dekatin pria lain selain saya apa lagi di belakang saya tadi,apa kamu mau cari mati ha?"ucap Arga dengan berbalik menarik baju depan Raya dengan memajukan kedepannya.
"dia Abang mu,lagian saya cuma duduk bercerita tidak lebih."ucap Raya yang membuat Arga melepaskan tangannya dari baju Raya.
prak prak prak
setir mobil pun di pukul berulang kali oleh Arga karena merasa marah dan cemburu kepada Abang dan juga Raya.
"kamu nggak puas sama saya hm."tatap Arga pada Raya yang membuat Raya ketakutan.
"katakan Raya,maka sekarang di mobil ini pun saya akan memuaskan mu"ucap Arga dengan emosinya yang sudah mulai menggebu.
Arga pun membuka kancing celananya dan merobek paksa baju milik Raya serta dia membuka ikat pinggang serta membuka paksa celana milik Raya namun tiba-tiba pintu mobilnya di ketuk dengan sangat keras oleh seseorang.
Raya pun dengan sekuat tenaga melawan Arga dan berusaha agar membuka pintu karena dia seperti mengenal orang yang berada di luar mobil milik majikannya tersebut.
__ADS_1
dan ceklek pintu mobil pun terbuka,kini Raya sudah di bantu keluar oleh seseorang,dan orang itu adalah....