
-
-
-
-
Sedangkan di kediaman pratama bi nia mulai gelisah karena sudah jam begini Raya juga belum bangun dari duduknya untuk masuk beristirahat.
Sarah saat ini terlihat kecewa akan kedua kakak beradik ini,bisa-bisanya mereka meninggalkan dirinya dan memilih mengejar pembantu itu.
"Ahhh.kenapa alfa juga ikut-ikutan ngejar Raya sama Arga sih?
jelas-jelas ada aku di sini,aku cantik,kaya,punya segalanya tapi kenapa mereka tidak memandangku namun lebih memilih pergi mengejar gadis kampungan itu."ucap Sarah dengan kesalnya.
Sarah pun berjalan masuk ke dalam ruang tamu di sana terlihat kedua orang tua sarah dan juga orang tua Arga dan Alfa sangat bingung dengan wajah kusut putri mereka saat ini.
"Sayang.kenapa wajah cantikmu jadi terlihat kusut begini ha?"tanya papa Sarah namun Sarah terlihat tidak membalas pertanyaan papanya namun Sarah tiba-tiba menangis.kedua orang tuanya bingung melihat tangisan anak gadis mereka.
"Loh sayang kamu kenapa nangis,apa terjadi sesuatu sama kamu."tanya papa Sarah pada putrinya karena terlihat cemas namun Sarah malah menggelengkan kepalanya.
"Terus kalau kamu nggak kenapa-kenapa.lalu kenapa anak papa sampai nangis begini ha."ucap papa Sarah
"Pa."panggil Sarah pada papanya
"Napa sayang?"jawab Hendrik
"Sarah nggak cantik ya?"ucap Sarah.
Hendrik yang mendengar anaknya berkata seperti begitu dia pun sudah menyimpulkan bahwa anaknya saat ini sedang di permainkan oleh seseorang.tiba-tiba Hendrik teringat akan arga yang saat ini sedang tidak bersama anaknya,disinilah Hendrik mulai curiga kalau Arga lah yang sudah membuat sarah sampai bertanya hal seperti ini.
Hendrik akan terlihat kuatir dan marah jika anak kesayangannya di permainkan oleh orang lain.
Ya bagaimana tidak, Sarah adalah anak kesayangan pak Hendrik Utomo dan anak sematang wayang dari pernikahannya dengan ibu Lisa Utomo Setia.
"Apa maksud kamu sayang?"tanya Hendrik lagi pada putrinya
"Papa jawab saja,apa Sarah terlihat jelek.apa Sarah kurang kaya."
pertanyaan Sarah ini membuat kedua orang tua Arga pun seperti sedang di intimidasi saja.
"Sayang,semuanya sudah ada sama kamu.ngak ada yang kurang sedikit pun sama kamu sayang."ucap Hendrik dengan penuh amarah dan berbalik pada David serta bertanya di mana Arga sekarang namun kedua orang tuanya tidak tahu
"Begini tuan kenapa anda tidak tanyakan pada Nona Sarah di mana tuan Arga sekarang.karna sejak tadi Nona Sarah terlihat bersama tuan Arga tadi."ucap Bili pada tamu om nya karena sejak tadi dia sudah berada di sana dan mendengar apa yang di perbincangkan oleh tamu om nya tersebut.
Bili pun tiba-tiba masuk dan memotong pembicaraan papa dan anaknya tersebut.
Bili merasa kalau saat ini om nya sedang di salahkan akan apa yang terjadi pada anak temannya tersebut dengan tidak ada pertanggung jawaban dari Arga.
"Siapa anda.kenapa anda tiba-tiba masuk lalu seperti menyalahkan putri saya?"ucap Hendrik dengan wajah kesalnya pada bili.
"Maaf tuan jika tadi saya lancang,perkenalkan nama saya Bili Andika dan selebihnya biarkan menjadi rahasia saya saja.namun di sini saya cuma mau menegaskan saja kepada Nona siapa,(melihat pada Sarah)"
"Sarah"ucap Sarah
"Ya Nona Sarah,maaf
saya berbicara sebentar.disini saya cuma tidak suka hal yang kecil terlihat di besar-besarkan."ucap Bili melihat tajam ke arah Sarah
"Maksud anda?"tanya Hendrik dengan wajah bingungnya.
"Begini tuan,sekarang tanyakan dulu pada putri anda apa yang terjadi pada dirinya bersama Arga tadi.apakah Arga melakukan sesuatu padanya sehingga saat ini anda terlihat marah kepada om saya dan menyalahkan sepupu saya."ucap Bili
"Di sini anak saya yang korbannya dan semuanya sudah jelas kalau Arga sudah melakukan sesuatu pada anak saya sampai anak saya menangis seperti tadi."ucap Hendrik masih membelah anaknya.
"Sekarang kalau mau tanyakan lebih jelasnya pada anak anda apa yang sudah Arga lakukan pada anak anda biar semuanya jelas.agar di sini jangan ada kesalahpahaman di antara kedua orang tua."ucap Bili
__ADS_1
"Alah memang salah orang tuanya karena tidak becus mengajarkan sopan santun pada anak mereka."ucap Hendrik seperti menjatuhkan kedua orang tua Arga.
"Cukup Hendrik saya sudah diam sejak tadi,karena anda terus menerus menjatuhkan harga diri anak saya karena sudah melakukan sesuatu pada anak anda.tapi benar kata Bili ponakan saya,di mananya letak kesalahan anak saya coba katakan baru saya marahi dia."ucap David marah
tidak ada satu kata patah pun yang keluar dari mulut Hendrik dia hanya terlihat diam akan ucapan David barusan entah merasa bersalah atau apa.
Tak lama Bili terlihat sedang mengambil sesuatu di saku celananya dan menelpon seseorang.
Sarah terlihat kuatir akan ini semua dan mencoba mengajak orangtuanya balik tapi itu semua di tahan oleh Bili.
Tuutt tuutt tiba-tiba telepon pun di terima, Bili sengaja membesarkan volume teleponnya agar di dengar oleh sarah beserta kedua orangtuanya.
"Halo bang...
"Halo ga di mana kamu...
"Aku udah mau jalan menuju ke rumahku bang,napa bang...
"Kamu tadi ngapain Sarah ha....
"Ha,ngapain Sarah...
"Iya sekarang Sarah nya terlihat nangis-nangis ini di depan orang tuanya.apa kamu nggak kasihan mama sama papa kamu di salahkan di sini ha....
Arga yang mendengar nama orang tuanya di bawah-bawah dia pun langsung melihat ke arah Raya dan langsung memutar kembali arah mobilnya menuju ke rumah kedua orang tuanya.
"Tunggu bang aku nggak ngerti,sekarang aku udah balik ke rumah papa ini...
"Yaudah sekarang kamu kesini biar semuanya jelas...
"Ok...
Telepon pun sudah di matikan kini suasana di rumah sudah sangat mencekam bagi Sarah karena merasa takut jika kalau saat ini Arga balik lagi maka kebohongannya akan terungkap.
"Pa.ma ayo kita balik ini sudah malam."ajak Sarah pada orang tuanya.papa dan mama Sarah sangat bingung akan tingkah anak mereka saat ini.
"Nggak pa ayo kita pulang."ajak Sarah lagi
Mereka hendak pergi namun tiba-tiba Bili sudah menahannya karena memberi tahukan jika Arga sudah akan tiba.
Di sisi lain Arga terlihat cemas karna jika dia kembali maka abangnya(Alfa)akan memandangi dan berduaan dengan Raya,itu semua tidak dia inginkan saat ini.namun jika dia tidak kembali maka nama baiknya serta kedua orang tuanya akan terlihat buruk di mata tamu orang tuanya.
Arga berniat kembali untuk meluruskan kesalahpahaman ini saja dan setelah kesalahpahaman ini selesai maka dia akan mengajak Raya kembali pulang.
Tidak lama Arga pun sudah sampai di rumah orang tuanya dia pun terburu-buru turun namun sebelum itu dia tidak lupa membuka sedikit kaca mobilnya dan mematikan AC mobilnya karena saat ini Raya sedang tertidur di mobil dan dia pun beranjak keluar.
tidak tunggu lama lagi Arga pun langsung mendorong pintu dan masuk dengan tiba-tiba, Sarah terlihat cemas akan kehadiran Arga saat ini.
"Ada apa pa.ma"?tanya Arga ketika sampai di kediaman orang tuanya.
"Sayang.kamu kembali?"sambut Ayu pada putra keduanya.
Namun Arga tak membalas pertanyaan mamanya dia pun balik bertanya pada Bili.
"Ada apa Bili"tanya Arga
"Tanya kan langsung pada Arga tuan apa yang sudah Arga lakukan pada putri anda"sambung Bili namun Bili tak menjawab pertanyaan Arga dia langsung memutar pertanyaannya pada Hendrik papa Sarah.
"Ada apa ini dan maksudnya tadi apa Bili.?ucap Arga yang bingung akan ucapan Bili saat ini.
"begini Arga om mau nanya sama kamu.tadi apa yang sudah kamu lakukan pada anak om."tanya Hendrik
"Ha. maksud om gimana aku nggak ngerti om.memangnya apa yang sudah aku lakukan sama putrinya om."tanya balik Arga karena merasa bingung akan pertanyaan papanya Sarah barusan.
"Begini sayang.tadi Sarah tiba-tiba masuk dengan menangis dan menanyakan beberapa pertanyaan pada papanya".ucap Ayu menjelaskan pada anaknya
"Terus apa hubungannya sama Arga ma."ucap Arga bingung.
__ADS_1
Namun tiba-tiba Sarah langsung memegang tangan papanya dan memohon agar segera kembali namun....
Arga kini sudah mengerti dengan maksud Sarah barusan.
Sarah cuma ingin menjatuhkan dirinya dan ingin agar orang tuanya menyalahkan orang tua Arga dan ketika kedua orang tuanya sudah lengah maka jalan satu-satunya adalah dengan meminta pertanggung jawaban dari Arga.
"Maaf Hendrik.saya minta kalian keluar dari rumah saya dan jangan pernah kalian menginjakkan kaki kalian di rumah saya lagi,serta tentang perjodohan anak kita saya batalkan."ucap David dengan marahnya dan berlalu pergi.
Namum tiba-tiba Hendrik memanggil david.
"Tunggu David,kamu jangan seperti begitu.ini semua salah anakku kalau kamu membatalkan perjodohan anak kita maka dengan itu saya membatalkan kerja sama kita."ucap Hendrik dengan percaya diri karena dia yakin kalau David akan mengalah dan mau meminta maaf padanya.
" Maaf tuan Hendrik,kalau memang itu mau mu silahkan saya juga tidak keberatan sama sekali"ucap David dan berlalu pergi ke kamar karena merasa stres akan hal ini
Kini Arga begitu senangnya dan merentangkan kedua tangannya menuju pintu agar tamu papanya tahu di mana letak pintu keluar biar mereka segera keluar dari kediaman Pratama.
Mereka pun pergi dengan rasa bersalah seakan menyesal tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Arga merasa senang dan langsung memeluk mamanya yang terlihat kuatir tadi karena takut jika anaknya sebejat itu pada sarah.
Di tempat lain Alfa kini sedang menikmati dinginnya angin sepoi-sepoi di pantai dengan meminum minuman hangat yang dia beli di jalan.
"Kenapa di saat aku sudah menemukan orang yang aku suka malah orang itu sudah ada yang sudah mendahuluiku.
haa(membuang nafas)sadarkan adikku biar dia bisa mencintai wanita itu"ucap Alfa dengan melempar batu kecil ke lautan
"Aaaaaa."teriak Alfa yang tiba-tiba berdiri
"Raya...aku sayang kamu,tapi kenapa adikku sudah kenal kamu duluan ha."ucap Alfa dengan masih dengan teriakan.
Alfa pun kembali ke mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke rumah orang tuanya.
sedangkan di kediaman keluarga Pratama Arga dan Bili serta mama Ayu sedang terlihat berbincang dan tertawa namun tiba-tiba Arga teringat akan Raya yang saat ini sedang tertidur di mobilnya dia pun berpamitan pada mama dan sepupunya serta berlari menuju mobilnya.
di luar terlihat Alfa baru saja tiba dan baru mematikan mesin mobilnya namun dia melihat ada mobil Arga.percaya atau tidak percaya karena tadi dia sudah melihat Arga dan Raya sudah kembali pulang kini dia pun berjalan mendekati mobil Arga dan dia pun kaget karena memang ini mobil Arga.
Namun itu bukan yang iya kaget kan, Alfa melihat Raya sedang tertidur pulas nya dengan menyandarkan kepalanya di kursi mobil pengganti bantal kepala.
Arga yang melihat Abangnya baru sampai dan terlihat Alfa hendak membuka pintu mobil Arga dengan cepat Arga pun berlari dan menepis tangan Abangnya.
Alfa pun yang kaget langsung berbalik dan ternyata yang di lihat adalah Arga adiknya pemilik mobil tersebut.
"Bang."panggil Arga
"Arga.bukannya kamu sudah pulang kenapa balik lagi?
apa kamu udah rubah pikiran mau bicarakan ini baik-baik dan mau mempertanggung jawabkan perbuatan mu pada Raya?"tanya Alfa pada arga dengan terlihat senang karena adiknya ternyata sangat dewasa namun tiba-tiba...
"Ha..apa?
bertanggung jawab.
ya ampun Abang sampai kapan pun aku nggak bakalan tanggung jawab yang ada aku bakalan senang-senang kale?"ucap Arga dengan malas nya.
Namun di dalam Raya yang sudah dari tadi bangun karena kaget dengan suara panggilan Arga langsung menyandarkan tubuhnya di kursi mobil namun ketika dia mendengar ucapan Arga betapa hancur hatinya.
Dia tidak menyangka kalau Arga berbicara sekasar itu,dari kata-kata Arga dia sudah menyimpulkan bahwa semuanya benar kalau dia harus sadar diri karena di sini posisinya hanya seorang pembantu dan akan tetap menjadi seorang pembantu.
"Arga.kamu sadar akan apa yang kamu bicarakan barusan nggak ha."
"Ya sadar lah bang"
"Hei bang.asal bang tau ya kalau seorang pembantu selamanya akan menjadi seorang pembantu,ingat itu bang
yaudah aku mau balik dulu."ucap Arga dan berjalan masuk,di dalam Raya terlihat sudah kembali tertidur meskipun cuma pura-pura tertidur.
"Arga kamu nggak boleh gitu Arga."panggil Alfa namun nihil Arga sudah duluan berjalan meninggalkan Abangnya dan berlalu pergi.
__ADS_1