Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
semakin terluka


__ADS_3

***


Brukkk


Satu pukulan mengenai wajah Arga setelah Arga berusaha keluar ingin mengejar Raya namun dia tidak sadar jika yang memukulnya saat ini adalah Abangnya sendiri.


"******* kamu Arga,apakah kamu tidak punya hati sehingga kamu ingin melakukan hal bejat ini pada Raya pembantu mu sendiri!"ucap Alfa dengan emosinya


Flash back


Alfa yang melihat Arga menarik paksa pembantunya merasa kasihan dan dia pun berinisiatif untuk pergi mengikuti mobil mereka dari belakang.


Arga tidak mengetahui jika dia sedang di ikuti oleh Abangnya saat ini.


Alfa mengikuti mobil Arga dengan menjaga jarak,dia takut jika dia semakin dekat maka Arga akan mencurigai kalau dia sedang di buntuti oleh seseorang.


Sesampainya di jalanan yang terlihat sepi Arga memberhentikan mobilnya begitu pun Alfa,Alfa menunggu kalau-kalau Arga akan menurunkan Raya di jalanan sepi tersebut namun perkiraannya salah dia malah seperti mendengar suara tangisan dari Raya di mobil depannya saat ini.


Alfa pun dengan cepat turun dari mobilnya dan mulai memperjelas pendengarannya,dan benar saja apa yang di pikirkan nya memang betul kalau Raya saat ini sedang menangis bahkan terdengar seperti sedang memohon.


Alfa pun dengan berlari pergi mendekati mobil adiknya tersebut dan dia terus menerus memangil serta mengetuk kaca mobil Arga karena dia merasa kuatir dengan apa yang terjadi didalam.memang Alfa tidak dapat melihat apa yang di lakukan adiknya terhadap Raya namun dia sudah dapat membaca kalau saat ini Arga sedang melakukan sesuatu hal yang tidak dia pikirkan.


tok tok tok bukkk, bukkk bukkkk(ketukan pintu kaca mobil)


"Arga buka pintunya Arga."panggil Alfa dari luar.


Tidak lama kemudian pintu pun terbuka dan betapa kagetnya Alfa ketika dia melihat Raya yang keluar dari dalam mobil Arga dengan cepat dan terlihat ketakutan.


"Ada apa ini Raya kenapa bajumu terlihat sobek-sobek begini ha?"tanya Alfa pada Raya namun Raya tidak menjawabnya namun dia hanya menangis memegangi bajunya yang terlihat sobek.


tak lama kemudian Arga pun keluar dengan memasang kembali ikat pinggangnya dengan terburu-buru,Arga pun tidak menyangka kalau semuanya akan terjadi seperti begini.


"Bang,bang aku bisa jelasin.ini semua nggak seperti yang abang pikirkan."ucap Arga membelah diri namun Alfa terlihat marah dan langsung maju selangkah menonjok wajah adiknya tersebut.


"Ah."Raya terlihat kaget akan pukulan yang di berikan Alfa untuk adiknya tersebut.

__ADS_1


"Auw,kenapa kamu mukul aku bang,ha kenapa bang."tanya Arga dengan balik memarahi abangnya.


"Kamu masih bertanya lagi kenapa saya memukulmu ha.dengan apa yang sudah kamu perbuat pada Raya pembantu mu sendiri Arga."ucap Alfa dengan penuh amarahnya.


Alfa yang ingin melangkah untuk memberikan sekali lagi pukulan tiba-tiba langkahnya di hentikan oleh Raya, Raya yang melihat Alfa begitu membelanya dan ingin memukul adiknya sendiri cuma karena dirinya merasa tidak tega dan langsung memeluk tubuh Alfa.


"Aku mohon jangan pukul dia lagi.dia adikmu tuan tolong"mohon Raya dengan air mata mengalir.


Arga yang melihat Alfa di peluk oleh Raya makin naik emosinya dia pun meneriaki raya yang saat itu pun raya makin di buat takut.


"Rayaaa.berani-beraninya kamu memeluk laki-laki lain di hadapanku ha."ucap Arga dengan emosinya.


Alfa yang saat itu pun seperti terkaget dengan ucapan adiknya tersebut,dia berpikir apakah Arga mencintai Raya pembantunya makanya dia semarah ini karena cemburu.


Raya yang mendengar namanya di teriaki langsung kaget dan segera menjauh dari tubuh kekar Alfa saat ini.


"Kamu mau cari mati ha."ucap Arga dengan menunjuk ke arah Raya.


"Ayo kita ke rumah,kita selesaikan ini secara kekeluargaan"ucap Alfa pada Arga dan Raya.


"Ngapain harus balik ke rumah."ucap Arga dengan santai


"Ya untuk nyelesain permasalahan ini?


kamu nggak mau kan kalau sampai Raya hamil di luar nikah dan keluarga kita makin tambah di buat malu"ucap Alfa meyakinkan pada Arga agar dia lebih dewasa saat ini untuk melihat tindakan mana yang baik dan mana yang tidak.


"Nggak nggak bang,aku nggak mau"balas Arga dengan duduk bersandar pada mobilnya.


"Maksud kamu,ini perbuatan yang nggak terpuji lagi Arga jadi kamu harus tanggung jawab sama Raya dengan perbuatan mu ini!"


ucap Alfa dengan melirik sekilas pada Raya.


"Ha apa bang, tanggung jawab.


memangnya apa yang sudah aku lakuin sama dia"balas Arga dengan santainya.

__ADS_1


"Apa kamu bilang,jadi kamu berpikir kalau tadi yang sedang kamu lakukan pada Raya itu bukan apa-apa.terus yang bagaimana yang perlu di minta pertanggung jawaban ha."kini emosi Alfa sudah mulai naik.dia merasa kalau sifat adiknya masih belum sedewasanya seperti badannya.


"Pokoknya aku nggak mau"balas Arga yang langsung maju dan menarik paksa tangan Raya dengan ingin mengajak Raya balik namun tiba-tiba tangannya di tepis oleh Alfa karena merasa adiknya tidak konsisten.


"Kenapa lagi sih bang ha."ucap Arga dengan marahnya.


"Lepaskan Raya dan pecat dia maka akan aku tanggung jawab dan akan aku jadikan dia istri ku"tiba-tiba ucapan ini keluar begitu saja dari mulut Alfa yang membuat Arga dan Raya terkaget jadinya.


"Cckk.(berdecak)


kamu suruh saya lepasin raya dan pecat dia jadi pembantu saya?


apa yang mau kamu banggakan dari dirinya bang,dia ini cuma wanita kampung,pendidikan juga cuma lulusan SMA dan lagi dia ini sudah nggak perawan lagi loh bang.apa Abang masih mau tanggung jawab dan mau sama pembantuku yang cantik ini?


dan satu lagi bang jangan harap Raya akan aku lepasin dan akan aku pecat jadi pembantuku,karena selamanya dia akan melayaniku."


ucap Arga pada abangnya yang saat ini membuat Alfa kecewa pada Arga serta terlihat wajah marah pada Alfa namun Arga hanya terlihat biasa karena dia anggap dia sudah menang.sehingga abangnya mungkin saat ini tidak akan membahas Raya dan berusaha untuk bertekad merebut Raya darinya.


"Kamu memang ******** Arga."ucap Alfa dengan tangannya dia kepal dan ingin memukul Arga namun Raya dengan cepat berlutut di kaki Alfa serta memohon pada Alfa untuk jangan memukul Arga.


"Raya."panggil Arga dan Alfa bersamaan


"maafkan saya tuan karena kesalahan saya,semuanya jadi seperti begini,saya memang orang kampung dan tidak berpendidikan tinggi dan...(tiba-tiba ucapannya terhenti)saya sudah tidak perawan lagi,itu pun karena tuan Arga yang sudah ****ku.jadi saat ini saya mohon jangan bertengkar lagi,saya tidak apa-apa kok.saya sudah mengikhlaskan semuanya,saya terima jika suatu saat nanti saya tidak akan menikah selamanya."ucap Raya dengan terduduk dan menangis.


Arga dan Alfa yang mendengar itu pun terlihat seperti sedih namun Arga yang wajahnya saat ini terlihat sedih dibuat seakan tidak tapi sebetulnya dirinya terluka sejak mendengar ucapan Raya pembantunya yang sudah dia rebut mahkotanya.


Alfa memegang kedua lengannya dan menyuruhnya berdiri,Arga yang melihat itu pun merasa keram.


"Aku akan menerima semua kekuranganmu,wanita kampungan serta cuma lulusan SMA doang,serta aku juga tidak mempermasalahkan Raya perawan atau tidak karena yang pasti sekarang aku sudah tahu kalau kamu yang sudah merebut mahkotanya maka akan aku ikhlaskan.karna suatu hubungan hanya tumbuh dari cinta dan kepercayaan jika tidak ada itu semua maka sebuah rumah tangga tidak akan bahagia.aku bangga sama kamu Raya yang sudah mau jujur dan terlihat dewasa dan untuk kamu Arga kenapa harus Raya kamu sakiti kalau kamu cinta katakan jangan lakuin ini sama perempuan.aku kecewa sama kamu Arga,sifat mu sangat berbeda."ucap Alfa


"Jangan harap aku bakal lepasin Raya bang"ucap Arga pada abangnya


Alfa yang mendengar ucapan Arga merasa marah dan lebih memilih berjalan pulang namun dia memberhentikan langkahnya dan berbalik bicara pada Arga.


"Jagalah dia baik-baik karena terlihat jelas jika dia wanita baik-baik namun terlihat buruk olehmu.

__ADS_1


namun jika suatu saat nanti kamu menyia-nyiakan maka jangan salahkan takdir"ucap Alfa yang berjalan ke mobilnya dan meninggalkan adik dan pembantunya tersebut.


__ADS_2