Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
Alfa dan sekretarisnya


__ADS_3

❤️❤️❤️


besoknya Alfa menjalankan rutinitas seperti biasa.di temani berkas-berkas dan juga laptop nya yang selalu setia berada di depannya.


tok tok tok


ketukan pintu dari luar membuat Alfa menengok sekilas lalu melanjutkan pekerjaannya.


"masuk?"suru Alfa pada si pengetuk pintu tersebut.


pintu pun terbuka sedikit lebih lebar terlihat seorang wanita cantik yang tak lain adalah Lusi sang sekretaris Alfa.


Lusi pun berjalan ke arah meja kerja bosnya itu dengan langkah yang aduhai bisa membuat siapa saja akan jatuh cinta pada paras cantik dan juga cara berpakaian yang sopan namun lekuk tubuhnya menyimpan banyak keindahan.


"maaf pak mengganggu waktu anda sebentar."ucap Lusi namun tak di hiraukan oleh Alfa.


entah kenapa setiap kali berhadapan dengan Lusi hati Alfa merasa kacau dirinya akan terlihat grogi jika harus berhadapan atau bertatap mata dengan Lusi.


karna tidak mendapatkan sautan atau pun perhatian dari bosnya kini Lusi pun melanjutkan ucapannya yang tadi.


"begini pak.siang ini bapak ada pertemuan dengan Klain dari salah satu perusahaan dari kota B dan di sini harus bapak yang harus turun tangan tidak bisa di berikan pada pak Arga karna Klain kita ini ingin bertemu langsung dengan anak sulung dari pemilik perusahaan Pratama pak?"ucap Lusi panjang lebar yang membuat Alfa langsung memberhentikan kerjaannya dan mulai memperhatikan Lusi asistennya ini.


"apa tidak bisa Arga yang turun dalam pertemuan ini?"tanya Alfa yang merasa sangat tidak enak badan saat ini.dirinya ingin adiknya yang menghadiri pertemuan penting ini dengan Klain mereka.


"maaf pak tidak bisa.klain kita yang meminta secara langsung.apa bapak keberatan dan perlu diundur jadwalnya pak biar badan bapak lebih keenakan dulu baru kita adakan pertemuan dengan klain bapak ini."ucap Lusi


Alfa pun yang mendengarnya hanya membuang napasnya dengan kasar.

__ADS_1


Lusi merasa kasihan dengan bosnya ini namun apa boleh buat ini adalah pertemuan yang sangat penting karna dari perusahaan ini perusahaan Pratama akan mendapatkan kerjasama yang jauh lebih bagus dari sebelum-sebelumnya.


"baiklah nanti kamu beritahukan lagi jamnya karna saya mau memeriksa berkas-berkas ini dulu."suru Alfa dan kini dirinya melanjutkan pekerjaannya yang tadi tertunda.


setelah mendengar ucapan bosnya kini Lusi pun mohon pamit kembali ke ruangannya.


Alfa yang menyadari kepergian sekretarisnya ini pun melihat kepergian Lusi hingga Lusi tidak terlihat olehnya.


"ya ampun perasaan apa ini.kenapa setiap kali dekat atau menatapnya jantungku serasa berdenyut dengan kencannya."gumam Alfa pelan


ya bagaimana tidak Lusi menjadi sekretaris Alfa sudah lebih dari setengah tahun lamanya karna Alfa baru saja pindah dari luar negeri ke Indonesia sehingga kini dirinya membantu Arga dan juga papanya untuk mengelola perusahaan mereka.


David ingin yang terbaik untuk anaknya sehingga antara ayu dan David tidak mau kedua anaknya merasa tersaingi karna bekerja di satu perusahaan yang sama namun David memberikan kedua anaknya masing-masing kepercayaan atau tanggung jawab agar mereka lebih bisa menjaga kinerja mereka dalam membangun perusahaan bukan untuk membantu papa mereka namun ini semua demi masa depan mereka juga.


maka dengan itu David memberikan jabatan direktur pada kedua anaknya di masing-masing bidang yang berbeda namun dalam satu perusahaan.


tok tok tok


"masuk?"suru Alfa namun kali ini bukan sibuk dengan berkas-berkasnya akan tetapi kini Alfa malah menyandarkan kepalanya dibadan kursi kerjanya.


"apakah bapak sakit?


apa mau saya buatkan teh hangat untuk bapak?"tanya Lusi yang terlihat khwatir dengan keadaan bosnya itu.


"tidak usah.saya cuma ingin bersandar sebentar karna terlalu lelah mungkin karna kurang istirahat makanya badan dan kepala saya suka berat."ucap Alfa namun kedua matanya masih tertutup dan kepalanya masih setia berada di badan kursinya.


"Lusi."panggil Alfa

__ADS_1


"iya pak?"jawab Lusi yang masih setia berdiri di meja kerja bosnya itu


"ah tidak apa.ayo kita berangkat?"ucap Alfa yang sudah membuka matanya dan bangun dari kursi serta menuntun jalan.


"aneh.tadikan saya belum bilang kalau sudah jam untuk pertemuan?"gumam Lusi dalam hati.


sepanjang jalan Lusi hanya setia mendampingi bosnya dengan senyuman manisnya ala-ala seorang sekretaris.


mereka pun menaiki mobilnya dan disini pula cuma ada keheningan saja tidak ada pembicaraan didalam mobil.


setelah sampai mereka pun turun karna Lusi sejak tadi yang memberitahukan pada supir pribadi mobil kantor agar pergi ke restoran xxxxx karna ada pertemuan disana.


mereka pun sudah memasuki restoran xxxx ini di sini Alfa yang terlebih dulu memimpin jalan dan sang sekretaris cantik masih setia dibelakangnya dengan senyuman dan gaya berjalannya yang aduhai.


Alfa yang sudah tahu Klain mereka duduk di meja no berapa kini mengikuti arah langkah kakinya jalan.


"selamat siang tuan?"sapa Alfa dengan senyuman ramahnya


ya karna memang Alfa sangat berbeda dengan arga.alfa akan terlihat tersenyum terus menerus namun beda dengan Arga yang sifatnya sangatlah dingin.


"selamat siang juga tuan Alfa.mari silahkan duduk?"mereka pun di persilahkan duduk oleh Klain mereka ini.


"halo nona Lusi?"sapa seorang Klain


"halo juga tuan Rio?"sapa balik Lusi dengan senyuman cantiknya.


Alfa yang kaget dengan sapaan pria tampan ini pada sekretarisnya malah hanya melirik sekilas pada mereka berdua.

__ADS_1


karna mendapatkan tatapan dingin dari bosnya Lusi pun hanya bisa tersenyum.


__ADS_2