Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
pulang dari RS 1


__ADS_3

.


.


.


.


setelah beberapa hari di rumah sakit kini Raya dan bayinya sudah di ijinkan pulang ke rumah.


Arga terlihat bahagia dengan mengendong bayi yang berjenis kelamin laki-laki tersebut dengan senyuman sesekali dirinya melontarkan candaan dan juga ciuman yang bertubi-tubi di wajah anaknya itu.


setelah David papanya Arga menyelesaikan administrasi kini mereka pun sudah beramai-ramai menuju rumahnya Arga namun sebelum itu di parkiran rumah sakit mama dan anaknya itu malah memperebutkan bayi imut tersebut untuk di gendong.


"nak mama yang gendong ya.ini kan cucu pertamanya mama jadi kasiin kemama ya biar mama yang gendong."mohon mamanya Arga.


"enak aja nggak nggak ini kan anaknya Arga ma jadi Arga yang lebih berhak.mama memang Omanya anakku tapi yang lebih berhak atas anak ini itu aku ma.lagian kan mama dulu kan sudah puas menggendong aku sama bang Alfa kan ma."ucap Arga dengan mencium wajah anaknya terus menerus.


bukannya marah dengan ucapan anaknya kini malah ayu mendekati raya agar raya mau menyuruh Arga untuk menyerahkan anak mereka pada Omanya.


"Raya.suru dong suami mu agar memberikan anak kalian pada mama.kamukan tahu mama sangat sangat bahagia bisa mempunyai cucu pertama laki-laki lagi.mama kan mau berfoto ingin pamerin buat teman-teman arisannya mama sayang."kata Ayu pada menantunya ini.


merasa kasihan akan mertuanya ini kini raya mendekati suaminya dengan langkah hati-hati karna dirinya baru saja melahirkan dan di bagian *********** masih terasa sakit.


"mas..."belum selesai ucapan Raya kini Arga sudah memotong ucapannya.


"nggak Raya.aku juga mau pamerin anakku pada semua orang memangnya kamu pikir aku nggak bangga punya anak!


laki-laki lagi."ucap Arga dan berlalu masuk kedalam mobil di susul oleh bi Jihan.

__ADS_1


"maaf ya ma.nanti kalau dirumah mungkin mama bisa curi kesempatan buat dekatin cucunya mama."


"masa sama cucu sendiri harus curi kesempatan sih?"memanyunkan bibirnya.


"kalian masih mau berdiri terus disitu!"teriak Arga yang membuat David mendekati istri dan menantunya.


"Ayuk ma kasian Raya belum kuat berdiri terlalu lama dia kan baru saja melahirkan."ajak David pada istrinya


"yaudah nak.kamu kemobil nanti setibanya disana kamu bantu mama ya."mohon Ayu lagi


"apaan sih ma.kan itu cucunya kita jadi nanti disana nggak diminta pun mama boleh gendong sepuasnya mama.kalau disinikan Arga masih mau kangen-kangenan sama anaknya ma.sama kayak papa dulu."ucap David menghibur istrinya dan ternyata luluh juga.


"yaudah Ayuk."kini mereka pun masuk ke mobil mereka masing-masing dan tidak lama mobil mereka melaju menuju jalan Raya.


Arga terlihat berbicara pada anaknya padahal dirinya tahu kalau anak laki-lakinya tersebut belum bisa apa-apa tapi ini bagus juga buat pertumbuhan sang anak jika kita mengajaknya berbicara.


ciuman demi ciuman dia daratkan di wajah imut anaknya itu,mereka yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepala dengan kegemasan majikannya pada anaknya itu.


"apaan sih kamu sayang.kamu iri ya nggak nyium anak kita."ucap Arga dengan bangganya.


memang Raya merasa iri karna dari tadi dirinya belum juga mengendong anaknya menyusui pun belum juga karna sejak tadi Arga yang ambil ahli anaknya ini.


"bukan begitu mas tapi kamu nggak kasian sama anakmu hm.diakan mau tidur aja nggak bisa itu badannya kayak ular goyang sana sini karna mungkin merasa risi sama ciuman kamu."Arga menghentikan ciumannya dan memandang sang istri dengan wajah dinginnya.


marah disaat kata-kata istrinya mengatakan anaknya seperti ular.


"kamu jangan samakan anakku dengan ular ya?


kalau anakku ular berarti papanya juga ular dong."kini Arga yang sudah salah tangkap dengan ucapan istrinya.

__ADS_1


"mas.kamu salah paham sama ucapanku.


maksud aku tuh nggak kayak gitu..."belum selesai ucapan istrinya kini Arga sudah tertawa melihat wajah istrinya itu.


"hhhhhhhhh." kini Raya yang dibuat bingung dengan tingkah laku sang suami.


"kenapa kamu tertawa mas!"tanya Raya bingung


bukannya menjawab malah Arga mencium pipi sang istri dengan tiba-tiba.


Andi dan juga bi Jihan yang melihat pun merasa bingung akan tingkah majikannya ini.


"kenapa wajahmu kayak setrika rusak gitu sih sayang.kamu pikir aku bakalan marahin kamu hm?


hey liat mas.mas nggak mungkin marahin kamu ataupun kasarin kamu.kamu tahu apa!


ya karna kado kamu ini sayang.makasih karna sudah menghadiahkan bayi mungil nan tampan di sisiku dan terima kasih juga atas kehadiran mu disisiku.jangan bosan-bosannya kamu berikannya lagi padaku ya."ucap Arga tersenyum manis.


bukannya menjawab raya justru menangis yang membuat Arga merasa kalau ucapannya ada yang salah.


"loh sayang.kenapa kamu menangis hm apa ada kata-kata ku yang salah?


aku minta maaf kalau ada kata-kata ku yang tidak enak kamu dengar."ucap Arga


"aku menangis bukan karna kata-kata mu ada yang salah tapi aku menangis karna merasa bahagia akan ucapanmu mas.terima kasih karna kamu sudah mau hadir dalam hidupku,terima kasih karna sudah mau memilihku menjadi mendamping hidupku.tetap jadi yang terbaik untuk ku dan anak-anak mu kelak ya mas?"ucap Raya masih dengan air mata yang setia membasahi pipinya.


"justru aku yang berterima kasih karna tuhan sudah mengirimkan seorang malaikat cantik dihidupku."ucap Arga yang langsung mencium kening istrinya dengan masih mengendong anaknya.


terlihat baby boy sedang tidur nyenyak di pangkuan sang papa.

__ADS_1


"keluarga yang bahagia."gumam Andi dalam hati


__ADS_2