
****
kini alfa sudah bisa mengejar arga dan juga raya,ketika keluar gerbang tidak sengaja matanya melihat kearah mobil mewah yang berwarna merah sedang berjalan menuju ke kota.
alfa pun melajukan mobilnya mengejar mobil arga yang terlihat sangat kencang saat ini.
alfa berpikir jika saat ini arga akan membawah raya ke suatu tempat tapi,tempat apa yang saat ini ingin arga kunjungi bersama raya dalam keadaan begini.
"arga jangan lakukan hal yang bakalan membuatmu menyesal seumur hidupmu arga."gumam alfa yang serius dengan menyetirnya dengan terus memandangi laju mobilnya arga saat ini.
sedangkan arga dia begitu konsen pada jalannya saat ini,tidak tahu mau di bawah kemana raya saat ini tapi yang pasti raya akan berada di saat yang sulit saat ini.
raya terus menangis mohon pada arga agar mau melepaskan dia,raya berjanji tidak akan meminta pertangungjawaban pada arga orang yang sudah menghamilinya namun semuanya sia-sia kini arga sudah di buta kan oleh egonya sendiri.
mereka pun sudah tiba di suatu bangunan tua dan tempatnya ini bukan lagi di dalam kota tapi ini sudah di luar kota dan mereka tadi menempuh perjalanan yang sangat jauh hingga baru sampai di tempat seperti ini.
"ya tuhan lindungilah hamba mu.tempat apa ini!
hamba sangatlah ketakutan tuhan,tolonglah hamba mu ini agar bisa mendapatkan jalan dan kabur dari sini."gumam raya dalam hati dengan sesekali mengelus perutnya yang terlihat masih rata.
"nak maafkan mama ya yang ngak bisa lindungi mu dan maafkan papa mu kalau saat ini papa mu lakukan ini pada kita.tapi papa mu ngak jahat kok sayang?"tiba-tiba ucapan ini keluar dari mulut raya yang sontak membuat arga menoleh pada raya dengan wajah sedih.
arga sebetulnya ingin mengakui kalau dia sudah mulai menyukai raya sejak adanya cabang bayi dalam perutnya raya namun dia cuma hanya ingin mementingkan egonya saja.
arga pun sudah memarkirkan mobilnya di suatu tempat yang terlihat sangat sepi di luar.
tiba-tiba arga turun dari mobilnya menuju pintu sebelah untuk membuka pintu mobilnya pada raya.raya kini merasa takut untuk turun namun arga sudah duluan memegangi tangannya untuk turun dan berjalan menuju ke salah satu jalan setapak yang terlihat sempit.jalan ini tidak bisa dilalui oleh mobil dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan dua dan pejalan kaki saja makanya mereka memarkirkan mobilnya didepan dan hanya memilih untuk berjalan kaki saja.
sepanjang perjalanan arga terlihat seperti berat untuk membawah raya ketempat ini namun kembali lagi ke egonya saja.
arga memang tidak tahu soal lokasi ini namun waktu masa sekolah SMA dulu mereka datang kemari untuk mencegah pacar seorang temannya untuk mengugurkan kandungan.
jika mau di bilang pada waktu dulu saja arga dapat menyelamatkan cabang bayi anak temannya namun kenapa kini anaknya buah dari hasil cintanya dengan pembantunya sendiri harus dia gugurkan.
kini mereka berdua sudah berada di salah satu gedung dan terlihat ada beberapa motor dan juga ada dua orang penjaga di depan namun terlihat dari wajah mereka sangat menyeramkan dengan tatapan tajam dan juga badan kekar yang bikin bulu kuduk semakin berdiri karna ketakutan.
"kamu tunggu lah di sini"suru arga pada raya lalu berjalan mendekati kedua pria tersebut.
entah apa yang mereka bicarakan namun yang pasti dari pembicaraan mereka sangatlah serius terlihat dari wajah mereka saat ini.
tidak lama kemudian arga pun berjalan kembali menuju raya berada.
"ayo kita masuk ke dalam"ajak arga namun raya langsung menarik tangan kiri arga agar berhenti.
"tuan jika saya salah.saya mohon maafkan saya dan saya mohon tuan biarkan saya hidup bersama anak kita,saya janji saya dan anak ini tidak akan hadir dalam hidupmu untuk menyusahkanmu dan kami akan pergi jauh sejauh mungkin sehingga kamu tidak akan pernah melihat kami lagi"ucap raya dengan tangisannya awalnya arga terlihat sedih namun tiba-tiba dia menarik tangan raya dengan kasarnya tanpa memperdulikan ucapan raya.
"tuan tuan saya mohon."mohon raya di isak tangisnya.
arga masih saja tidak mendengar ucapan dan tangisan raya dia lebih memilih untuk mengugurkan kandungannya raya dan hanya mau bersama raya saja kini raya hanya mengiklas kan anaknya di bunuh oleh papanya sendiri.
sedangkan alfa kini sudah sampai di tempat di mana arga dan raya berada,dia terburu-buru berlari mencari keberadaan arga dan raya saat ini.
__ADS_1
tibalah alfa di suatu jalan yang terlihat sempit dia berpikir jika ini adalah jalan satu-satunya yang berada di tempat ini dan di sana adalah mobilnya arga berarti mereka otomatis lewat jalan ini menuju ke suatu tempat karna tadi dari keempat gedung sederhana ini sudah dia lewati dan terlihat kosong dan semuanya terkunci serta gelap.
langkah demi langkah kini dia tiba di suatu tempat dan benar saja dia tidak sengaja melihat arga dan juga raya yang terlihat menangis seperti memohon.
alfa merasa kasihan pada raya namun bagaimana caranya agar dia bisa masuk dia pun berputar mencari jalan keluar kini dia pun mengambil ponselnya dan mencari situs grab serta memesan dua gojek agar ketika dia berhasil menyelamatkan raya mereka langsung kabur.namun sesaat kemudian dia pun membatalkan pesanannya tersebut dan memilih menyelamatkan raya dengan caranya sendiri.
"ha(tarikan napas)akhirnya aku menemukan jalan menuju ke dalam meski pun harus lewat belakang"ucap alfa yang langsung masuk,sangat terlihat gelap namun seperti masih ada cahaya terang entah dari cahaya matahari atau terang lampu dari mana.
sedangkan arga dan raya sudah berada di dalam,mereka sudah mendaftarkan untuk melakukan aborsi tersebut.
ruangan yang saat ini sangatlah gelap karna hanya ada lampu-lampu kuning yang menyalanya tidak terlalu terang.
ada seorang pasien yang meninggal di dalam ruang aborsi tersebut dan terdengar suara tangisan ibunya yang histeris karna putrinya meninggal.
"mbak mbak permisi itu kenapa ya?"tanya arga pada seorang wanita yang lewat.
"oh itu mas,tadi ada seorang ibu ibu bersama anaknya yang hamil katanya sih anaknya di perkosa anak majikannya ketika semua pada ngak ada di rumah.karna merasa malu makanya sih ibu bawah anaknya ke sini buat gugurin kandungan anaknya.namun tuhan berkehendak lain anak tersebut tidak kuat menahan sakit dan meninggal bersama cabang bayinya."ucap wanita tersebut dan berlalu pergi.
arga terlihat pikiran sendiri memikirkan keadaan raya dan juga bayi yang di kandung raya.
"ya tuhan apakah setegah diriku ini pada raya dan hasil buah cinta kami?"gumam arga tanpa sadar dengan ucapannya
arga seperti sedang berada di dua pihak antara takut kehilangan dan lainnya serasa serba salah jadinya
raya hanya terdiam dia sudah tidak memikirkan apa pun lagi karna saat ini dalam pikirannya hanyalah ada kematian untuk dirinya dan bayinya yang belum berbentuk ini.
"tuan."pangil raya tanpa melihat wajah arga
"saya mau ke toilet sebentar."ucap raya
"saya ngak tau letak toiletnya mau saya antar untuk menanyakan!"ucap arga
"ngak usah tuan biarkan saya sendiri,nanti juga saya akan tanyakan pada orang yang lewat."ucap raya dengan bangun berdiri
"yaudah...hati-hati ya?"balas arga namun tidak di balas oleh raya.
raya pun berjalan sendiri mencari letak toilet berada tanpa bertanya pada orang lain karna memang saat ini raya tidak menemui seorangpun yang melewati lorong remang-remang tersebut.
alfa sedang mencari keberadaan raya saat ini dia merasa khawatir akan keadaan ini,bagaimana jika dia terlambat nantinya apakah raya sudah kehilangan bayinya ataukah dia selamanya tidak akan melihat senyuman raya lagi(meninggal).
itu semua sudah ada di pikiran alfa saat ini karna jika seseorang sudah berada di tempat seperti ini maka antara hidup dan mati.
di suatu lorong yang terlihat remang-remang alfa melihat ada seseorang yang sedang berjalan mendekatinya namun wajahnya tidak begitu jelas karna belum begitu dekat dengan dirinya saat ini.
ketika seseorang itu sudah semakin mendekat alfa langsung mengenali nya dan memanggilnya namun dengan suara yang sangat pelan karna ini adalah gedung kosong jadi otomatis suara kita akan memantul ke segala ruangan.
"raya"pangil alfa namun seperti berbisik
"suara ini.tuan alfa apa kah itu anda?"tanya raya yang masih berdiri
"iy ini saya."balas alfa
__ADS_1
tiba-tiba mereka berdua pun berjalan mendekat dan kini alfa sudah menarik tangan raya keluar dari pintu yang sebelumnya dia masuk.
"tuan kok bisa ada di sini?"tanya raya
"sssttt jangan kencang-kencang ngomongnya nanti kedengaran."balas alfa karna merasa khawatir jika parah penjaga yang berbadan kekar itu menemukan mereka.
"ayok."ajak alfa
"terus arga!"
"ngak usah kamu pikirin dia ntar kalau dia liat kamu ngak ada juga dia bakalan keluar sendiri dan nyariin kamu kok!"
"baiklah ayo tuan"
mereka pun kini sudah berjalan keluar dari gedung tersebut menuju jalan yang pertama tadi mereka lalui tanpa dilihat oleh parah penjaga.mereka yang tadinya pun keluar hanya dengan mengendap-gendap saja.
sampailah mereka di mobil alfa dan kini mereka pun mulai masuk serta alfa melajukan mobilnya menuju jalanan ramai meski pun memakan waktu yang cukup lama.
"kamu ngak apa-apa hm"tanya alfa
"ngak tuan makasih ya tuan!"ucap raya meminta terima kasih
"aku akan selalu ada buat kamu meski ada arga yang selalu menyakitimu namun satu yang saya minta tolong maafkanlah dia."ucap alfa pada raya sesekali memandangi wajah cantik raya tanpa polesan makeup di wajahnya.
"kamu cantik ra.pantasan arga ngak mau lepasin kamu"gumam arga dalam hati
"seandainya aku yang kamu kenal duluan dan seandainya yang menghamilimu adalah aku maka seberapa senangnya diriku berada di sisimu.takanku biarkan kau mengeluarkan air matamu walau pun cuma setetes.namun sayang yang mengenalmu duluan adalah adikku dan dia yang juga menanamkan benih di rahimmu namun tidak mengakuinya."gumam alfa merasa kecewa
"kemana kita tuan,saya takut arga menemukan kita.
saya ngak mau dibilang perempuan penghancur sebuah keluarga dan di cap sebagai wanita murahan karna mendekati dua lelaki sekaligus walau pun yang satunya bukan bermaksud jahat namun bagaimana tanggapan orang lain nantinya berbeda dari mulut dan pikiran kita."ucap raya yang merasa ketakutan
"tenang raya dan buang pikiranmu tentang ucapan orang lain tentang hidupmu.toh selama ini kamu bekerja untuk dirimu dan tidak pernah mengikut campuri urusan orang lain jadi untuk apa kamu pikirkan tentang ucapan orang-orang di luar sana."
"ini hidupmu jadi kamu berhak untuk menentukan hidupmu sendiri baik atau buruknya dirimu tetaplah itu kepribadian mu.jadi ingat raya sekarang fokuslah pada anak yang sekarang sudah menempati perutmu itu dan jaga serta rawatlah dia sampai kamu melahirkan dan dia besar nanti,jangan dulu kamu berpikir tentang arga .itu urusanku biarkan aku yang akan membuat sesuatu drama seolah -olah dia yang bersamamu waktu tadi dan aku tidak tahu keberadaan dan keadaanmu saat ini.setelah aku melihat sifatnya berubah entah menyesal karnamu dan anak kalian maka akan aku persatukan kalian suatu saat nanti.tapi sebelum itu mama sama papa serta paman dan bibimu belum tahu dulu soal kehamilanmu dan ingat raya jangan sekali-kali kamu ceritakan pada paman dan bibimu kalau kamu berada di suatu tempat.ucap alfa panjang lebar pada raya dan itu pun langsung di mengerti oleh raya.kini mereka berdua sudah berada di suatu tempat dengan menempuh perjalan yang cukup jauh.
mereka pun tiba di suatu vila yang sangat mewah di vila tersebut ada dua orang suami istri yang menjaga vila tersebut.
sedangkan arga kini merasa kebingungan menunggu raya yang belum kunjung kembali.kini namanya sudah di pangil oleh seorang wanita namun raya belum juga kunjung kembali dari toilet tersebut.arga menyuruh wanita tersebut untuk melompati raya dulu karna saat ini raya masih berada di toilet.arga pun menanyakan di mana letak toilet tersebut dan betapa terkejutnya dia ternyata toilet berada di sebelah tempat duduk mereka tadi yang hanya berjalan beberapa langkah saja.
dia pun berjalan mengikuti jalan yang tadi dilalui raya untuk ke toilet tersebut disana dia menghidupkan ponselnya mencari senter setelah menemukannya dia menerangi jalan mengikuti lorong tersebut.sampailah dia di satu pintu keluar yang di palang bersilang dengan papan papan besar namun sudah di bongkar oleh orang dia pun mengikuti jalan tersebut dan alhasil dia keluar lagi dari depan.
dengan berjalan tanpa para penjaga itu melihatnya dia pun sudah tiba di mobilnya dan melihat ada tanda ban seperti bekas hitam di lantai parkiran mobil.
arga pun sudah di penuhi dengan pikiran khawatir,stres dan takut jika saat ini raya sudah di culik kalau bukan penculik pasti ini semua ulah abangnya.
arga berlari menuju mobilnya dan keluarga dari tempat tersebut mencari keberadaan raya namun semuanya nihil kini hanyalah angin dan hari yang semakin sore kini yang mulai menemaninya saat ini.
ya di pantai ini arga mulai memberhentikan mobilnya dan mulai berteriak sekerasnya.
"aaaahhhhh....raya kenapa kamu pergi ha.kenapa kamu ngak mau gugurin anak itu.kamu mau buat aku malu kha."ucap arga dengan nada teriaknya.
__ADS_1
arga pun terduduk di depan mobilnya dengan kedua tangannya mulai memukul-mukul kepalanya sendiri.