Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
hari bahagia


__ADS_3

2 bulan kemudian


"uh kenapa perut ku rasanya sangat keram?


ya Tuhan air apa ini."ucap Raya panik dirinya pun tidak sanggup berdiri dan lebih memilih berteriak pada bi Jihan pembantunya.


ya memang Raya merasakan sakit di perutnya sudah dari semalam namun dia tahan dan lebih memilih tidak mengatakan pada suaminya.hingga pada saat ini dirinya merasakan sakit yang sangat dari perutnya tadi kali ini di bagian belakang tepat di pinggangnya.


"ahh.bi Jihan tolong raya bi!"panggil Raya ketakutan.


bi Jihan yang mendengar teriakan majikannya dikamar kini dirinya berlari menaiki anak tangga satu persatu.


ceklek


"ah ya ampun nyonya."teriak bi Jihan setelah sampai


bi Jihan terlihat khawatir namun dirinya lebih memilih menghilangkan rasa takutnya dan lebih berani dalam membantu majikannya yang sedang kesakitan.


"ya Tuhan nyonya mau melahirkan.ini air ketuban nyonya sudah pecah."seru bi Jihan ketakutan.


"ya sudah bi.ayuk panggil kan pak Andi suruh bawah mobil kita ke rumah sakit."ucap Raya kesakitan.


"bisa saja kita sampai sana kejauhan non soalnya ini air ketubannya nyonya sudah pecah."jawab bi Jihan masih dengan wajah ketakutan.


"lalu bagaimana ini bi.aku sudah nggak tahan lagi bi sakitnya sangat luar biasa menyiksaku.tolong hubungi bapak bi biarkan dia kesini."mohon Raya kesakitan dengan suara yang terbata-bata.


"akan saya lakukan nanti non tapi biarkan saya tolong nyonya dulu saat ini saya akan lakukan apa yang bisa saya lakukan."jawab bi Jihan yang sudah tidak lagi berpikir soal rumah sakit kini dirinya lebih memilih membantu majikannya melahirkan dirumah dengan bantuannya sebisa mungkin.


"ponsel nyonya mana biar sekalian saya telepon bapa tapi kita juga harus berusaha di sini."ucap bi Jihan


"ini bi."jawab Raya ketika membuka ponselnya dan memberikan pada bi Jihan yang sudah raya telepon tinggal bi Jihan bicara.


tidak lama Arga pun mengangkat teleponnya.


**percakapan**

__ADS_1


arga@


halo sayang


bi jihan@


halo tuan maaf saya ganggu tapi ini nyonya sudah mau melahirkan dan air ketubannya sudah pecah jadi tolong tuan telepon kan dokter biar saya bantu nyonya bersalin di rumah.


arga@


apa bi(teriak Arga kaget dan langsung berlari keluar tanpa mengenakan jas setelah merai kunci mobilnya)tapi kenapa tidak bawah kerumah sakit saja bi.panggil Andi biar dia bawah mobil kenapa harus di rumah.


kalau sampai terjadi sesuatu pada istriku awas saja bibi.(ancam Arga)


bi Jihan@


maaf tuan tidak ada waktu lagi karna air ketuban nyonya sudah pecah.


(terdengar suara raya yang merasakan kesakitan)


Arga yang mendengar langsung mengiyakan dan tidak lama dirinya pun menelpon dokter kandungan setelah dirinya mematikan telepon dari bi Jihan.


"sekarang nyonya berbaring saja di tempat tidur dan saya akan memberikan arahan pada nyonya dan nyonya harus mengikuti semua arahan saya.kita tidak bisa lama-lama lagi nyonya mari."suruh bi Jihan dengan memberikan arahan pada majikannya untuk mengikuti semua yang dia suruh.


1 menit


2 menit


3 menit


dan seterunya akhirnya apa yang di tunggu-tunggu telah hadir juga.


owee owee owee


suara bayi mungil yang matanya masih terlihat tertutup dengan bibir merah dan rambut hitam tebalnya serta kulit putih yang membuat wajah tampan anak ini terlihat.

__ADS_1


bi Jihan masih sibuk memakaikan kain pada tubuh bayi laki-laki nyonya nya yang dia ambil kainnya dari keranjang di samping tempat tidur majikannya itu.


"ah bagaimana keadaan anak saya bi?"tanya Raya ketika dirinya mendengar suara mungil bayi kecilnya.


"iya sudah nyonya.ya tuhan anak ini sangat tampan.ini nyonya bayi anda."jawab bi Jihan dengan penuh semangat dan meletakkan bayi majikannya di atas tubuh bagian dada dan perut majikannya.


Raya terlihat tersenyum dengan adanya bayi laki-laki yang terbaring di atas tubuhnya dengan terbalut kain lembut.


"bayi anda sangat tampan dan berat badannya sangat terlihat mengemas kan nyonya.kalau begitu saya tinggal sebentar.saya mau menghubungi suami dan keluarga nyonya dulu."pamit bi Jihan


tidak tunggu lama lagi belum juga bi Jihan menghubungi kini Arga datang bersama dokter tapi berbeda arah namun sampainya bersamaan.


kini dokter pun mengambil ahli dan membersihkan sisa ari-ari dalam rahim Raya dan setelah itu mereka pun membawa Raya ke rumah sakit karna di minta suaminya.


sebetulnya tidak perlu lagi kerumah sakit namun Arga sangat ngotot ingin memberikan perawatan sepenuhnya setelah melahirkan pada istrinya agar bisa fit lagi seperti semula dengan diopname.


Arga terlihat gembira mengendong anaknya yang tampan di pelukannya setelah bi Jihan gendong dari rumah namun bayi tampan ini sudah mandi dan sangat wangi dengan wangian khas anak bayi.


Ayu dan David serta bi Nia terlihat baru datang dengan ayu yang berlari kecil langsung mengendong cucu pertamanya dari genggaman Arga.


"bagaimana keadaan menantunya mama nak!"tanya Ayu


"raya baik-baik saja ma.ini semua berkat bi jihan yang sudah membantu raya bersalin."ucap Arga dan meminta makasih pada bi Jihan.


"apa.jadi bi Jihan yang sudah membantu menantu mama.tapi bagaimana caranya sedangkan di rumah sakit ini begitu banyaknya bidan dan dokter kandungan."ucap Ayu yang tidak kalah kagetnya.


"maaf ma.tapi air ketuban istriku pecah sewaktu dirumah karna tidak bisa menunggu terlalu lama jadi bi Jihan yang membantu menantunya mama."


"ya ampun bi Jihan terima kasih banyak berkat mu menantu dan juga cucu pertama ku sehat sampai sekarang."


"tidak apa-apa nyonya besar.ini berkat non Raya yang kuat meski ini baru pertama baginya."ucap bi Jihan


mereka pun tersenyum serta masuk keruangan Raya dan bercerita banyak disana setelah Raya bangun dari istirahat nya.


Arga terlihat lebih senang dan berulang kali meminta terimakasih dan permintaan maaf pada istrinya karna tidak ada di saat dirinya melahirkan dan berterima kasih karna Raya sudah melahirkan anak pertama yang tampan sepertinya.

__ADS_1


__ADS_2