Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
merasa malu


__ADS_3

❤️❤️❤️


Alfa tidak perlu lagi berpamitan pada orangtuanya Lusi karna dari pertama Lusi bekerja sebagai sekretaris Alfa disitu juga Alfa sudah tahu Lusi tinggal bersama siapa.


mobil pun melaju dengan kencangnya kearah kompleks Arga,Lusi yang berada di kursi belakang melihat sebuah toko bunga dan di situ ada juga toko kue.


"ah maaf permisi bisa tidak kita berhenti di depan!


disitu ada toko bunga bisa kah berhenti sebentar?"tanya Lusi dengan sopannya.


Bili yang mengemudikan mobil kini melirik kearah alfa disitulah Alfa pun mengangguk tanda setuju.


Lusi pun keluar dari mobil tanpa mau di temani kedua pria tampan tersebut dengan alasan tidak mau merepotkan dan dirinya ingin turun sendiri.


1 menit


2 menit


3 menit


akhirnya Lusi pun kembali dengan membawa beberapa kue dan juga dua buket bunga yang cantik di tangannya.

__ADS_1


"terimakasih sudah mau menungguku."ucapan terimakasih dari Lusi,kedua pria ini bukannya mengiyakan namun malah serius dengan apa yang dibawah oleh Lusi.


"ehem."deheman Lusi mengagetkan lamunan kedua pria ini.


"eh apa kah sudah?"tanya Alfa salah fokus begitu pun dengan Bili yang langsung menancap gas setelah mendengar jawaban dari Lusi.


tidak lama mereka pun tiba di rumah Arga disitu Alfa pun membawa beberapa kue yang di beli Lusi tadi namun untuk soal bunganya Lusi lebih memilih untuk memegangnya sendiri.


setibanya mereka dirumah mereka di sambut hangat oleh pembantunya Arga dan Lusi pun hanya mengikuti langkah kaki kedua pria yang bersamanya saat ini.


------------------------------------------------------------------------


bukan kaget pada Alfa lagi namun kali ini mata mereka hanya tertuju pada sosok wanita cantik dibelakang Alfa dengan memegang dua buket bunga cantik.


"ouw calon menantu mama sudah datang.kemari sayang!"ucap Ayu dengan berjalan kearah Lusi memegangi tangan wanita tersebut dan menyuruhnya duduk bergabung bersama mereka.


semua yang melihat bahkan mendengar ucapan Ayu merasa ternganga tidak percaya tapi apa boleh buat semua ucapan yang dikatakan oleh Ayu tidak pernah meleset.


"maaf Tante ini bunga untuk Tante."ucap Lusi dengan memberikan sebuket bunga untuk Ayu dan disambut bahagia oleh ayu dengan tersenyum manis.


"ouw terimakasih sayangku dan tolong ya jangan panggil saya Tante itu sebutan yang membuat telinga saya panas.ah bagaimana kalau kamu panggil saja saya mama ya mama bagus tidak menantuku!"ucap Ayu uang yang berbalik kearah Raya meminta pembelaan dari menantunya ini.

__ADS_1


"ah iya iya.memang benar apa yang di katakan mama barusan.mbak siapa~"tanya Raya menggantungkan ucapannya.


"Lusi."jawab Lusi


"ah iya mbak Lusi.ini nantinya kan akan jadi mama mertua mu juga kan jadi jangan sungkan.ah iya jangan sungkan."ucap Raya dengan asal bicara setelah melihat raut wajah Alfa yang menyeramkan.Raya yang ketakutan langsung bangkit mendekati kursi suaminya untuk bersembunyi di balik tubuh kekar Arga.


"bang.ini semua rencana mama jadi kamu jangan salahkan istriku."ucap Arga seakan mengejek abangnya.


Lusi jadi malu dengan kelakuan orang rumah ini sampai dirinya seperti sangat tidak punya tulang saat ini.


"ah sayang apa kamu sudah makan hm?"tanya Ayu tersenyum dengan memegang tangan Lusi.


Lusi yang mendapat perlakuan hangat dari mama nya Alfa membuatnya hampir salah tingkah.


"ah iya Tan eh maksud saya ma-mama .saya sudah makan.oh iya maaf nyonya Raya saya hampir melupakan bunga untuk anda(bangun memberikan bunga pada Raya dengan sopan dan diterima hangat oleh Raya)maaf kalau saya kesini cuma bawah begini saja."ucap Lusi yang sudah kembali duduk


"ah tidak apa-apa dan terima kasih akan bunganya saya suka.oh iya nona Lusi bagaimana kalau saya ajak kamu ke dapur akan saya berikan kue buatan mama padamu untuk kamu cicipi pasti kamu tidak akan berhenti makan kalau sudah mencicipinya."ajak Raya dan diiyakan oleh Lusi kini mereka pun sudah berada didapur berdua karna para pelayan sedang ingin beristirahat itu pun disuruh Raya karna merasa mereka kelelahan.


mungkin di tempat lain tidak seperti begini namun kalau di tempat keluarga Pratama mereka tidak mau memperkerjakan orang terlalu capek masing-masing dengan kesehatannya asalkan pekerjaan beres dan membuat mereka puas mereka tidak akan melarang untuk beristirahat dan ada jam untuk mereka membersihkan rumah itu.


di ruang tv semua keluarga tidak henti-hentinya menganggu Alfa mereka lebih suka menggoda Alfa disaat seperti ini akan lebih menarik dari pada hal lainnya karna saat ini wajah Alfa merah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


__ADS_2