
❤️❤️❤️
setelah pertemuan Lusi dan keluarganya Alfa membuat Alfa yakin dengan keputusan mamanya pada Lusi untuk menjadikannya menantu ayu nantinya.
dikantor atau dimana pun mereka berada Alfa tidak mau Lusi memanggilnya dengan sebutan pak atau tuan.dirinya lebih menyukai Lusi memanggilnya seperti waktu dirinya berkunjung kerumah Arga dan disana dia seakan sudah terbiasa memanggil Alfa dengan panggilan Al.
Alfa menyukai apa pun panggilan yang diberikan oleh Lusi padanya jika membuat hatinya senang.
hari ini di kafe Mona terlihat Lusi sedang duduk ditemani raya di sampingnya dengan segelas minuman jus di masing-masing hadapan mereka.
canda tawa membuat suasana saat ini makin ramai dengan keberadaan mereka.
"sayang."sapa Arga ketika sudah berada dihadapan kedua wanita tersebut tanpa mereka ketahui.
"eh mas sejak kapan kamu disini kok saya sama Lusi nggak nyadar ya?"tanya Raya pada suaminya.
"hhh iya dong suamimu ini kan kayak jin sayang yang bisa hilang begitu saja dan munculnya pun begitu saja."ucap Arga
mereka pun tertawa lepas saat ini tiba-tiba Raya kepengen ke toilet.
"mas aku mau ke toilet nih.nggak apa-apa kan aku tinggal sebentar kamu sama Lusi dulu ya!"tanya Raya yang sudah berdiri dari kursinya.
"eh nggak deh Ra.aku balik aja ya soalnya mas Alfa sudah nungguin aku takutnya kelamaan dia nunggunya."pamit Lusi lalu bangun dari duduknya.
"wah sekarang udah mas-masan ya.awas loh abangku nyulik kamu lagi kalau kamu kelamaan disini."ucap Arga yang sibuk memainkan ponselnya.
"mas.(tegur Raya pada suaminya)
yaudah kamu hati-hati ya dan makasih buat hari ini."ucapan terimakasih dari Raya untuk sahabat barunya ini.
ya selama ini Raya tidak memiliki teman sewaktu dirinya pindah dari desa ke kota ini karna adanya kesibukan membuat dirinya lupa mencari teman bahkan pacar.ya pacar selama di kampung pun Raya tidak memiliki pacar bahkan mendekati laki-laki saja dirinya merasa canggung.
"mas tungguin ya aku toilet dulu."pamit Raya ke suaminya
"nggak mau di antar yank.kamu nggak apa-apa sendirian dengan perutmu itu hm!"tanya Arga dengan wajah khawatirnya.
"nggak kok.pokoknya mas di tampan disini tungguin aku tapi awas ya kurangi kadar ketampanannya."ucap Raya yang berhasil membuat Arga tersenyum garing.
"asiiiiaaappp sayangku.apa pun buat kamu sayang.tapi ingat di sana kamu hati-hati ya lantainya licin soalnya."suruh Arga.
raya pun mencubit hidung sang suami dan berlalu.
1 menit
2 menit
__ADS_1
masih sama saja istrinya belum juga muncul ,Arga mulai gelisah menunggu wanita nya belum juga tahu kembali.
"bos ngapain disini."ucap seseorang dibelakang Arga yang membuat Arga kaget sendiri.
"ngapain loh ngagetin gua ha.loh itu mau gua dimana pun pasti selalu aja ketemu sama loh.loh ngikutin gua ya haa."tanya Arga keram pada asistennya ini ya siapa lagi kalau bukan Beno yang suka jail pada bosnya sendiri.
"sori bos tapi aku lagi mau makan disini hari ini.sori lagi ya bos karna ini bukan jam kerja jadi aku panggilnya Arga aja ya?"tanya Beno yang membuat Arga hampir malas menjawabnya.
"ya ya ya bos."tanya Beno lagi dengan membuat kedua jari pada bosnya
"terserah.sana pergi kamu ganggu kencan ku saja bersama istriku."usir Arga pada asistennya ini.
Beno pun mohon pamit dan berjalan mencari meja kosong dan meninggalkan meja bosnya ini.
ditoilet setelah selesai didalam Raya pun kembali menemui suaminya namun baru saja dia keluar dirinya sudah dikagetkan dengan tubuh seseorang yang tiba-tiba memeluknya.
"loh apa-apaan ini.tolong lepaskan saya."teriak Raya namun tidak ada pelepasan dari pria tersebut.
"tolong lepaskan saya.tolongggggg....arga tolonggg argaaaa."teriak Raya histeris.
seorang pelayan kafe yang mendengar berlari menghampiri suara tersebut dan bukan main kagetnya seorang wanita hamil sedang di peluk oleh seorang pria.
"kenapa Bu."tanya pelayan itu dengan wajah ketakutan.
"maaf istri saya memang saat ini sedang ingin teriak."ucap pria ini berbohong.
" tidak dia berbohong. "teriak Raya dengan nada memohon.
"baik lah kalau soal urusan rumah tangga tolong diselesaikan dirumah kalian jangan disini."ucap pelayan
sang pelayan pun tidak bisa berbuat apa-apa akhirnya dirinya memutuskan pergi.
dipintu dirinya berpapasan dengan Arga.
"maaf tuan anda mau kemana.didalam sedang ada perkelahian rumah tangga."ucap pelayan itu namun tidak dihiraukan Arga.
Arga terus berjalan mencari istrinya di toilet.tidak lama Arga pun mendengar suara Raya memanggilnya meminta tolong.
"aaaa argaaa tolonggggg."teriak Raya berusaha memberontak namun apa lah daya tubuh hamilnya tidak bisa berbuat apa-apa.
"hey lepaskan istriku bangsat."teriak Arga histeris hingga tanpa menunggu pelepasan dari pria tersebut Arga sudah memberikan satu tonjokan di wajah pria tersebut hingga terjatuh setelah tangannya terlepas dari tubuh raya.
bukkk bukkk
pukulan demi pukulan Arga layangkan disetiap wajah dan tubuh pria tersebut.
__ADS_1
Beno yang mendengar dari pelayan tadi pun berbalik melihat Arga tidak ada kini dirinya berlari ke belakang mencari Arga.
"mati saja kau bangsat beraninya dirimu memeluk istriku.dasar anjing bangsat kau."teriak Arga dengan masih memukul wajah pria itu.terlihat wajah pria itu sudah di penuhi dengan luka dan darah.
Beno yang baru datang langsung memeluk Arga agar menjauh dari pria tersebut yang mungkin sudah pingsan saat ini.
"lepaskan aku Beno biar aku bunuh orang ini sekalian."teriak Arga histeris.
"hhhhh.kamu bilang istrimu!
aku ini pria pertama yang sudah menyentuh istrimu.pasti kamu menikahinya sudah tidak perawan lagi kan?
hhhhhhhhh."tertawa pria ini lepas dan untungnya disitu cuma ada mereka berempat tidak ada yang tahu soal perkelahian ini karna.untung kafe Mona saat ini sedang sepi dan parah kariawan kafe sedang berada di dapur.
bukk bukk
"itu pukulan untuk mu A****g.beraninya kamu berkata seperti begitu pada istriku."teriak Arga lagi dengan tidak habisnya ingin memukul wajah pria brengsek yang sudah berani menyentuh dan mengatai istrinya seperti itu.
"hhhhhh.saya lucu sama kamu,oh iya tadi kamu bilang apa istri saya ini kamu yang duluan sentuh dan saya tidak dapat perawannya lagi.kamu tahu ucapan kamu ini hanya akan membawa kamu kedalam lubang yang lebih dalam dan asal kamu tahu Raya ini adalah wanita yang sudah 💯 hidupnya buat aku bahkan perawannya juga jadi jangan heran kalau ucapanmu tidak mampan untukku."ucap arga emosi
dia pun menelpon Beno dan tidak lama kemudian Beno yang berada di kafe itu pun cepat bergerak ke tempat tuanya itu.
"selesai kan apa yang menurut mu pantas untuk pria bejat ini terima dan jangan lupa cari tau siapa yang menyuruhnya karna aktingnya sangat tidak bagus.(berbalik)oh iya Beno satu lagi suruh pemilik kafe pecat pelayan yang tadi barusan melihat perkelahian ini."ucap Arga lalu memeluk istrinya yang sedang ketakutan kedalam pelukannya dan berjalan keluar menuju kemobilnya untuk pergi kerumah mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hay kak jangan lupa like komen serta votenya ya🙏🙏🙏
__ADS_1