
***
sedangkan di kediaman Pratama...bi Nia makin dibuat khawatir,ayu sang majikan yang melihat kesedihan yang terpancar di wajah pembantunya tersebut mendekati bi Nia yang saat ini sedang menyapu halaman namun dengan wajah sedihnya.
ayu menanyakan kenapa wajahnya sedih seperti sekarang ini.bi Nia sontak kaget dan menceritakan tentang kekhawatiran nya terhadap keponakannya tersebut.
bi Nia tidak tau bagaimana nasib raya tanpa dirinya karna selama ini keluarga raya cuma ada ni Nia seorang tidak ada orang lain lagi.
sang majikan pun memaklumi apa yang di sedihkan oleh pembantunya tersebut.ayu pun berusaha menguatkan bi Nia dengan berkata kalau raya pasti sekarang sedang baik-baik saja karna raya adalah wanita yang kuat,tidak mudah terpengaruh bahkan bisa menjaga dirinya diluar sana dan kalau pun kemarin dirinya sudah salah dengan Arga maka dirinya akan lebih berhati-hati.
ayu pun berbicara panjang lebar kepada bi Nia agar bi Nia bisa tegar dan tersenyum kembali karna tidak mungkin seseorang yang kesuciannya sudah di ambil oleh seorang pria dirinya akan semudah itu akan jatuh cinta tidak akan.perkataan ini yang membuat bi Nia makin yakin kalau raya sang ponaan mungkin saat ini baik-baik saja tanpa dirinya diluar sana.
__ADS_1
di vila saat ini raya keliatan sedang merapikan pakaian bayinya yang diberi oleh dokter dewa padanya beberapa waktu lalu sewaktu Alfa pergi menjenguk keadaan raya dan bayinya.
raya tidak menyangka dirinya beberapa bulan lagi sudah akan melahirkan tanpa Arga di sampingnya.raya terlihat sedih jika memikirkan Arga,ya bagaimana pun kebencian raya pada Arga namun begitu besar rasa sukanya pada Arga sang majikan yang sekarang sudah memberikannya anak yang masih berada di dalam perutnya saat ini.
"baik-baik di dalam ya sayang,mama yakin suatu hari nanti papamu akan berubah dan akan menjemput kita dengan sendirinya di tempat ini dan..kita bertiga akan berkumpul lagi."ucap raya pelan dengan mengelus lembut perutnya yang sudah mulai membesar.
"apa kabar kamu di sana ga,kamu sehat kan?
mudah-mudahan sekarang ini kamu sudah berubah dan mau menyibukkan diri agar mencari kami saat ini."ucap raya sedih tanpa sadar air mata mulai mengalir di pipinya.bi sari yang melihat teman majikannya menangis dengan cepat bi sari mendekat dan bertanya padanya.
"bi kok munculnya tiba-tiba.saya kan jadi kaget bi?"ucap raya yang tersenyum kearah bi sari yang saat ini sedang duduk di sampingnya.
__ADS_1
"eh maaf nya saya minta maaf jika ucapan saya tadi mengagetkan nyonya barusan.ucap bi sari dengan sedikit menunduk.
"hehehe...ngak apa-apa kok bi tadinya aja tapi sekarang ngak lagi kok.oh iy bi saya bosan di vila boleh tidak kalau kita jalan-jalan kemana gitu atau kita ke belakang vila aja bi..di sana katanya ada danau kan gimana kalau kita ke sana.ajak raya pada bi sari namun bi sari masih ragu karna dirinya harus meminta ijin pada majikannya dulu sebelum membawah nyonya pergi keluar dari vila tersebut meski pun cuma di sekitaran vila.
"tapi nya...saya takut tu..."belum selesai ucapan bi sari raya sudah mengerti dan memotong omongan pembantunya Alfa tersebut.
"kita kan ngak keluar dari vila bi dan saya juga ngak mungkin kan jalannya jauh-jauh sedangkan saya lagi hamil takut capek ni?"ucap raya tersenyum yang memperlihatkan wajah cantiknya.
"lagian ngak perlu kasih tau sama tuannya kalian cukup kita aja yang tau kan ngak ada yang kasih tau jadi aman kan ngak ada yang di marahin.ayuk bi akunya suntuk bi di sini terus-terusan."raya memonyongkan bibirnya.bi sari merasa kasihan pada raya,dulu dirinya waktu hamil muda pun seperti raya saat ini yang suntuk jika sendirian di rumah.bi sari pun mengiyakan ajakan raya kini mereka pun berjalan pelan ke belakang vila ternyata sesampainya di sana raya begitu terkagum dengan pemandangan di belakang vila tersebut.
"bi bagusnya."
__ADS_1
"iya nya ini pemandangannya bagus jadi kalau nanti nyonya sama tuan mau foto prewedding ya kesini aja nya di jamin senang dan puas deh sama hasilnya nya."ucapan bi sari ini membuat raya merasa bahwa bi sari sudah mengetahui hubungannya dengan Arga bukan Alfa namun di pikiran bi sari bukanlah Arga namun Alfa majikan yang sudah membiayai sekolah bahkan makan minum mereka setiap harinya.
"yaudah bi kita balik aja aku seperti udah ngak bisa lagi berlama-lama berdiri dan lagi saat ini aku juga belum minum susunya.ajak raya pada bi sari dan mereka pun segera pulang meski pun mereka baru sampai di danau.