Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia

Awal Yang Menyakitkan Dan Akhir Yang Bahagia
marahku reda karena mu


__ADS_3

❤️❤️❤️


"kamu tahu.Raya ini segalanya bagiku jadi jangan coba-coba kamu berani menghina istriku apa lagi berani menyentuhnya meski seujung jari saja aku tidak akan biarkan hal itu terjadi camkan itu baik-baik."ucap Arga dengan berbalik melihat kearah istrinya namun di hatinya masih ganjal kini dirinya balik lagi pada Sarah.


"saya merasa tidak puas jika harus berbicara begitu saja padamu Sarah.mungkin setiap orang yang melihat seseorang dari penampilannya itu sudah membuat mereka yakin kalau orang itu wanita atau pria baik-baik tapi sejujurnya tidak seperti yang mereka harapkan iya kan Sarah?


dan kamu mau tahu apa kelebihannya istri saya sama kamu.kalau istri saya ini orangnya pendiam namun nengenin,paling nggak suka balas ucapan orang yang menghinanya dirinya akan menganggap semuanya itu cuma angin yang numpang lewat aja.mungkin sejak tadi kamu berbicara istri saya cuma diam dan kamu iyakan ucapan kamu yang tidak benar semua iyakan Sarah.asal kamu tahu itu yang membuat saya cinta mati sama istri saya dan itulah yang membuat kamu sangat berbeda dari istri saya.wanita yang kelihatan berkelas namun terlihat sekarang seperti seorang wanita yang tidak berkelas.jangan kamu pikir wanita yang tidak berpendidikan tidak mengerti apa-apa dan kamu seenaknya menginjak harga dirinya justru dengan diam dia menunjukkan kalau pendidikannya lebih berkelas dari seorang yang pendidikan nya tinggi namun lebih rendah dari seorang yang tidak mempunyai pendidikan dengan sikapnya ini."ucapan Arga berhasil membuat siapa pun yang mendengarnya merinding.


"oh iya Sarah ada satu lagi kalau kamu masih saja menggangu istri saya.ckk saya rasa kamu lebih sayang kesombongan mu dibandingkan dengan wajah kedua orang tuamu yang malu akan sikap anak mereka yang tidak seperti yang mereka sanjung-sanjungkan ketika bertemu dengan klien mereka."ucap Arga dengan tersenyum


serta menggandeng tangan istrinya keruangan yang disediakan bagi mereka.


dari jauh Beno melihat kemarahan Arga membela sang istri dengan wajah dinginnya pada orang yang sudah menghina istrinya itu.


Beno pun mengikuti langkah kaki majikannya yang menuju satu ruangan.

__ADS_1


didalam Arga menyuruh istrinya duduk setelah itu Arga terlihat mengelus rambut sang istri dengan wajah sedihnya.


"maafkan suamimu ini sayang yang tidak bisa menjagamu dengan baik.haa(tarikan napas)


aku tidak tahu kalau sampai mama dan papa mendengar ini semua pasti mereka akan marah.maafkan suami mu ini hm?"ucap Arga yang terus memandangi wajah cantik istrinya.


"hey.jangan terusan minta maaf dong.emangnya mas salah apa hm.sudah ah saya laper biarkan saya dan anakmu makan dulu sedari tadi kuping saya mau tuli karna mendengar ocehan wanita itu."ucap Raya dengan mengelus pipi suaminya dengan lembut.


"inilah yang membuat aku bangga menjadi suamimu.wanita yang kuat tetaplah seperti saat ini untukku dan anak-anak kita."ucap Arga lembut mencium kening istrinya.


sedang seriusnya makan tiba-tiba ada seseorang yang mengerti pintu.


tok tok tok


"siapa?"tanya Arga masih serius menyantap makanan di meja.

__ADS_1


"halo boleh kah saya masuk tuan dan nyonya.wah enaknya kebetulan saya laper."ucap Beno yang tiba-tiba muncul di belakang mereka dan langsung menyerobot masuk begitu saja tanpa ada yang menyuruhnya masuk.


"hey siapa yang menyuruhmu masuk haa."teriak Arga ketika melihat asisten nya di samping.


karna tidak mau adanya keributan raya pun langsung menyuruh kedua orang tersebut tenang ketika sedang makan.


"sudah-sudah diam.ayo makan baik-baik apa kalian tidak sayang apa sama makanan yang masih setia menatap kalian untuk memakannya."ucap Raya yang berhasil membuat Arga dan Beno saling pandang.


"ya sudah hari ini aku bagi makanan ku namun ingat Beno lain kali kalau kamu masih menggangu acara makan ku bersama istriku ini maka camkan baik-baik ucapan ku ini.mulai bulan ini dan seterusnya gajimu ku potong selama 5 bulan tidak ada uang sepeserpun yang masuk ke rekening mu tahu tidak."ancam Arga dengan wajah serius,raya yang mendengarnya menahan tawa namun berbeda dengan Beno yang sudah akan seperti batu saja tidak bisa bergerak tanpa mengedipkan mata dan tidak ada suara.


mendengarnya saja membuat Beno jadi kepikiran dan memilih memakan makanannya dengan diam.


setelah selesai Arga pun lebih memilih pulang dan menyuruh Beno membawa laptop ke rumahnya.


Arga yang melihat wajah senang istrinya lebih memilih memandangi nya dengan senyuman.

__ADS_1


"marahku reda karena mu sayang."gumam Arga dalam hati


__ADS_2