
***
Arga mulai memelangkan mobilnya,dirinya melihat tubuh perempuan yang saat ini sedang membelakanginya.dirinya yakin jika saat ini tidak salah orang karna jelas-jelas dari tubuh dan rambutnya sudah sangat jelas jika wanita ini adalah orang yang dia cari beberapa bulan ini.
Arga mematikan mesin mobilnya dia pun kini turun dan menutup pintu mobil namun tidak begitu rapat karna dia takut jika dia membanting pintu mobilnya maka wanita tersebut akan mengetahui keberadaannya.
"raya.apakah itu kamu sayang?"gumam Arga dalam hati.kini Arga mulai melangkahkan kakinya menuju wanita yang terlihat sedang memperhatikan tanaman di samping vila tersebut.
di saat perjalanan tadi mobil Alfa dan Arga memang tidak saling berdekatan karna sejak tadi Arga sudah mengetahui jalan menuju vila ini makanya arga berusaha memelangkan mobilnya agar Alfa tidak mengetahui keberadaannya.alfa pun mungkin tidak sempat melihat keberadaan raya tadi karna raya tiba-tiba muncul dari belakang vila dengan memegangi keranjang bunga dan sedang memegang gunting.
Arga semakin yakin kalau ini adalah raya tiba-tiba!
"raya?"panggil Arga yang mengagetkan raya saat ini.
raya pun seperti mengenal sumber suara ini makanya dia dengan cepat berbalik melihat apakah benar sumber suara ini adalah Arga orang yang dia kangenin.
"mas arga.eh ma-maaf tu-tuan sa-saya.."belum selesai ucapan raya Arga sudah memotongnya dengan tersenyum karna melihat senyuman raya tadi seperti senang dirinya berada di dekatnya bukan merasa takut.
"saya senang kamu panggil saya mas bukan tuan."
"apa kabar!"tanya Arga dengan tersenyum memperlihatkan Pipit lesung dan kegantengannya serta mata sipit di sertai alis mata tebalnya yang makin tampan.
"ba-baik tu eh mas?"ucap raya seperti terdengar gugup.
"kamu makin cantik dengan perut mu yang sudah mulai membesar."ucap Arga yang tidak tau bahasa ini tiba-tiba muncul di mulutnya sendiri.
__ADS_1
tiba-tiba Arga menarik paksa tangan raya masuk kedalam mobilnya dan itu membuat raya kebingungan serta merasa ketakutan dia merasa kalau saat ini arga akan membawahnya kesuatu tempat yang akan memisahkan mereka lagi.
"mas mau di bawah kemana lagi saya.saya mohon jangan sakiti saya lagi."ucap raya namun tidak dihiraukan oleh Arga karna saat ini Arga sedang serius memutar mobilnya dan setelah itu Arga pun melajukan mobilnya menuju jalan yang jika terhitung sampai kekota akan memakan beberapa jam lamanya.raya makin ketakutan oleh tingkah Arga saat ini dia tidak habis pikir jika tadi dalam pikirannya Arga akan berubah dan mau menerima dirinya dan anak mereka maka semua tidak akan jadi begini.raya tidak berani memandangi wajah tampan Arga karna saat ini pria yang berada di sampingnya masih terlihat kembali dingin seperti semula.
namun berbeda dengan Arga dirinya sesekali memandangi wajah raya yang terlihat cantik dengan rambut panjang dan hidung mancung serta kulit putihnya dan terlihat makin seksi dengan perutnya yang makin membesar saja.
"mas Arga saya mohon jangan lakukan ini lagi padaku.jika kamu tidak mau bertanggung jawab biarkan saya hidup sendiri dengan anakku.saya janji kami tidak akan menggangu kehidupanmu jika kelak kamu mempunyai keluarga sekali pun kami akan tetap menjauh.ucap raya yang langsung terlihat menangis,dirinya berpikir jika saat ini Arga akan melakukan hal yang aneh lagi padanya dan juga bayinya.
tetap sama ucapannya masih tidak dihiraukan oleh Arga saat ini Arga masih terlihat dingin entah Arga mendengarnya atau tidak.
"mas.saya mohon jangan kamu sakiti anakku.kalau kamu mau sakiti saja saya biar itu terlihat puas untukmu tapi jangan anakku..." ucapan raya terhenti karna tiba-tiba Arga sudah memotong ucapannya.
"anak kita."Arga memotong ucapan raya dan terlihat wajah raya seperti tidak percaya dengan ucapan majikannya saat ini.
ucapan Arga ini membuat raya bingung dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri kenapa mas Arga sampai bicara begitu namun tiba-tiba Arga melanjutkan ucapannya tadi.
ini didalam perutmu ini ada anak kita benih yang aku tanam dalam rahimmu beberapa bulan lalu dan lihatlah betapa mengemaskan dirimu ketika melihat perut buncit mu itu karna adanya jagoanku didalamnya.haaa...(tarikan napas dan membuangnya)aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat melihat anakku dan memanggil diriku dengan sebutan papa pasti sangat mengemaskan.ucap Arga pada raya akan tetapi masih fokus kedepan karna dirinya saat ini sedang mengendarai mobilnya menuju ke kota.
"anak kita."tiba-tiba raya mengucapkan kalimat ini yang membuat Arga berbalik memandanginya dan terkekeh karna melihat bibir raya yang monyong kedepan.
sepanjang perjalanan mereka berdua pun terdiam semenjak obrolan tadi sangat membuat hati raya kini sangat lega karna dirinya bisa mendengar langsung dari orang yang disukainya.arga pun demikian senangnya karna melihat wanita yang dia sukai selama ini ternyata senyumannya sangat manis jika dipandangi dari dekat.
"Ra."panggil Arga namun masih masih tetap fokus menyetirnya.
"iya."jawab raya dengan balik memandangi wajah tampan majikannya itu
__ADS_1
kini Arga pun memberhentikan mobilnya di jalanan ramai namun di pingir jalan karna memang saat ini mobilnya sudah sampai di pusat kota.
"aku.minta maaf soal kemarin ya.waktu itu aku gelap mata dan nyaris saja membunuh anak kita.kalau saja waktu itu tidak ada Abang mungkin tidak tau aku harus apa.penyesalanku akan datang belakangan nantinya.tapi aku bersyukur karna Tuhan masih memberiku kesempatan meski pun itu hanya sekali namun aku akan mensyukurinya dan akan mempergunakan kesempatan ini dengan baik.maukan kamu memaafkanku dan menjadi keluarga yang utuh dengan ku kita bersama anak-anak kita kelak.ucap Arga yang menatap mata raya bergantian dengan memegangi kedua tangan raya serta merubah posisi duduknya berbalik menghadap raya.raya terlihat bingung namun dia berusaha untuk biasa saja.
namun jawaban raya belum juga di berikan pada Arga tiba-tiba Arga pun mengerti dan dengan pelan melepaskan kedua tangan raya serta ingin balik memegang setir mobil namun tiba-tiba.
"aku mau memaafkanmu dan aku pun sudah melupakan kejadian kemarin.aku berharap ucapan bukan sekedar dari mulut saja tapi aku berharap dari sikap dan perbuatanmu nantinya tidak akan berubah."ucap raya dengan memandangi wajah arga.arga pun memandangi raya dengan penuh haru dirinya tidak percaya kesalahannya sangat terlihat besar untuknya namun tidak untuk raya.
"makasih ya sayang."ucap Arga yang melihat raut wajah raya tiba-tiba berubah seperti kemerahan Arga pun mendekatkan bibirnya raya berpikir jika saat ini Arga hendak menciuminya di bibir namun tiba-tiba ciuman itu mendarat di keningnya raya.
"makasih ya.maksih untuk semuanya dan makasih juga karna sudah berjuang menjaga anakku meski papanya selalu bertingkah bodoh waktu itu.tapi sayang kamu jangan marah sama papa ya.papamu ngak jahat kok ini papa mau ajak kalian kesuatu tempat yang akan membuat keluar kita utuh nantinya.ucap Arga dengan masih mengelus perut raya saat ini karna memang saat tadi dirinya sangat serius berbicara pada anaknya masih tidur tenang di perut raya.
"kemana kita mas."ucap raya tiba-tiba karna dia masih bingung dengan ucapan Arga tadi yang mengatakan akan pergi ke suatu tempat yang akan membuat keluarga mereka utuh suatu hari nantinya.
"ada.nanti juga kamu bakalan tau nantinya."balas Arga dengan kembali melajukan mobilnya menuju jalanan ramai.
akhirnya kini mereka tiba di suatu tempat yang tidak asing bagi raya saat ini.
"ayo sayang."ajak Arga yang baru saja mematikan mesin mobilnya.
"loh kok ke sini?"tanya raya yang bingung dengan keberadaan mereka saat ini
"Napa sayang.kamu bingung ha.ayo.."ajak Arga lagi dan mereka pun turun serta masuk ke dalam.awalnya raya merasa ketakutan namun Arga hanya terlihat santai dan mengengam tangannya raya.bagaimana Arga mau takut kalau dia saja sudah mendapatkan lampu hijau makanya dia pun dengan memberanikan diri membawah jantung hatinya yang sudah dia sukai sejak dulu.
Ting Tong(bunyi bel rumah)belum juga ada yang membuka
__ADS_1
Ting Tong tiba-tiba ada yang membuka dan alangkah kagetnya orang yang membuka pintu rumah tersebut.