
***
setelah mendengar apa yang di katakan oleh dokter Dovan kini percaya atau tidak percaya mungkin semuanya akan terjadi maka dengan itu Alfa pun tidak langsung masuk ke dalam kamar untuk menemui Arga dan juga Raya namun kini dirinya malah masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju supermarket yang berada dekat dengan tempat tinggal Arga saat ini.
mobil Alfa pun terlihat memasuki parkiran supermarket dan dia pun mematikan mesin mobilnya serta masuk menanyakan tespek atau lebih tepatnya tes kehamilan pada sang kasir namun setibanya di sana dia terlihat malu-malu karena bukan saja dirinya saat ini yang berada dengan kasir di dalam supermarket tersebut namun begitu banyaknya orang.
awalnya Alfa hanya berdiri untuk melihat-lihat jangan sampai dia bisa menemukan alat tersebut di salah satu rak penjualan barang lainnya namun semuanya nihil karena jika yang dia cari menyangkut kesehatan atau semacamnya maka dari itu dirinya harus bertanya pada kasir tersebut.
kini Alfa berusaha meyakinkan dirinya untuk mengikuti antrian tapi karena dia merasa terlalu lama karena antrian yang masih panjangnya dia pun membubarkan dirinya pergi ke salah satu pekerja yang berada di supermarket tersebut hanya untuk menanyakan barang yang dia cari saat ini.
"permisi mas apa disini ada jual alat untuk mengetahui perempuan hamil atau tidaknya!"
"maaf tuan lebih jelasnya apa ya?"
"hm apa ya,maaf kurang tau juga saya."ucap alfa dengan kebingungan menyebutkan nama tespek tersebut.
di sela pembicaraannya ada seorang wanita yang mendengarnya dan langsung memotong pembicaraan alfa dengan seorang karyawan tersebut.
"maaf tuan apa kah yang anda cari itu adalah tespek atau bisa di bilang tes kehamilan?"tanya wanita tersebut.
"saya kurang tahu tapi sekiranya apa yang ibu katakan itu benar berarti memang itu."ucap Alfa yang masih terlihat bingung,ada beberapa wanita yang sedang berbisik-bisik.
"wah ganteng-ganteng begini ternyata udah punya istri ya.pikirnya masih jomblo kalau nggak ada istrimu udah aku jadiin kamu suamiku."ucap salah satu wanita yang terlihat gemuk.
.......,...........,..........
..............................
.............................
.............,...., .. .....................
ucap wanita wanita itu panjang lebar namun Alfa tidak memperdulikan mereka malah Alfa lebih fokus pada tujuannya saat ini.
"oh itu pak.mari ikutin saya biar saya antar ke sana."ajak salah satu karyawan itu padanya sekalian untuk menghindari wanita wanita tersebut.
sesampainya mereka di tujuannya saat ini kini barangnya sudah dia ambil namun sang kasir tersenyum pada Alfa.
mereka merasa Alfa sangat kelakian mau bertanggung jawab sehingga mau membelikan tespek ini pada wanitanya.
"gila nih orang-orang."gumam Alfa dalam hati dan berjalan meninggalkan supermarket tersebut.
sedangkan arga merasa kebingungan harus melakukan apa pada Raya karena saat ini raya belum juga terbangun dari pingsannya tadi.
__ADS_1
"abang mana sih kok cuma antar dokter Dovan saja kok lama bener sih."ucap Arga dengan kesalnya.
"ah beno hampir lupa aku soal kantor lagi."ucap Arga yang langsung mengambil ponselnya di saku celananya.
arga pun menelpon Beno agar Beno dapat mengganti kan dirinya di rapat kali ini karena saat ini ada hal penting yang tidak bisa dia tinggalkan.
Beno pun mengerti dan memulai rapat kali ini Beno yang mengganti kan rapat.ya beno adalah orang kepercayaan Arga bagaimana Arga tidak mempercayai nya beno dan dirinya sudah seperti kakak dan adik maka dengan itu semua yang berurusan dengan dirinya dan kantor dia percayakan pada Beno asisten pribadinya.
"Raya kamu kenapa,kenapa kamu tiba-tiba pingsan apa ada yang salah kah."ucap Arga dengan menyapu lembut rambut halusnya Raya.
tiba-tiba Raya pun terbangun dia kaget dengan adanya Arga di sampingnya.
Raya segera bangun dari pembaringannya namun dia sedikit pusing dan lagi Arga sudah duluan menahannya agar jangan bangun dulu.
"jangan dulu bangun kepalamu masih pusing kan?"tanya Arga dan di iyakan oleh Raya.kini Raya pun berbaring lagi di tempat tidur miliknya saat ini.
sedangkan Alfa kini sudah melajukan mobilnya menuju rumah Arga.
sesampainya di kediaman Arga kini Alfa pun terburu-buru turun untuk menemui Raya dan memberikan barang itu padanya.
"kamu sudah bangun ra"tanya Alfa yang tiba-tiba membuka pintu kamar Raya.
"tu-tuan anda masih di sini?"tanya Raya
"kamu kan punya mata bang ya lihat saja sendiri."ucap Arga dengan malas nya tapi Alfa malas meladeni adiknya dia malah lanjut bertanya pada Raya tanpa memperdulikan ucapan Arga.
"apa itu bang."tanya Arga
masih sama Alfa malah lebih fokus pada Raya saat ini tanpa menjawabnya.
"oh iya Raya aku hampir lupa kalau tadi aku dari supermarket membelikan mu ini jadi aku mohon sama kamu untuk melakukan sesuai yang ada pada petunjuk ini ya."ucap Alfa dengan menunjukan apa yang dia maksud.
"apa ini bang."tanya Arga
"apa ini tuan."tanya Raya
Alfa lalu memandangi mereka berdua dan memberitahu bahwa ini adalah tespek atau tes kehamilan.
Raya dan Arga terlihat bingung
"maksud tuan aku hamil."tanya Raya dengan badan yang terlihat gemetaran
"belum tentu kamu hamil ra tapi di sini saya cuma mau kita sama-sama memastikan apakah kamu hamil apa nggak."ucap Alfa dengan menyakitkan Raya.
__ADS_1
"ya pastinya nggak lah bang.raya nggak mungkin hamil."jawab Arga dengan santai nya.
"diam kamu Arga kalau kamu tahu melakukannya kenapa kamu tidak bertanggung jawab saja biar semuanya bereskan."ucap Alfa dengan marahnya.
"ha apa bang,apanya yang mau di pertanggung jawabkan sekarang kan belum tentu raya hamil juga kan bang."ucap Arga masih dengan kesombongannya.
"iya kita lihat saja.dan kamu ra ayo bawah ini(tespek)ke kamar mandi dan tunggu."
ucap Alfa pada Raya dan berlari kecil ke dapur untuk mengambil gelas mini agar memberikan pada Raya.
"untuk apa ini tuan."tanya Raya masih bingung
"sesampainya kamu di dalam kamar mandi,permisi ya ra.kamu kencing kedalam gelas mini ini dan kamu masukkan tespek ini kedalam gelas ini.pokoknya kamu kalau sampai ke dalam langsung baca aja petunjuknya."ucap Alfa pada raya
kini alfa dan juga arga menunggu raya di luar kamar mandi.
arga terlihat mondar mandir karena merasa kuatir akan Raya yang berada di kamarnya.
"ga bisa nggak usah bolak balik kayak gitu makin pusing aku."ucap Alfa
"aku lebih pusing bang."ucap Arga dengan mengacak rambutnya.
"ha pusing apanya yang buat kamu pusing sekarang aja jawabanmu sesantai ini pada Raya."ucap Alfa dengan nada marah
di dalam kamar mandi Raya merasa stres dengan dua garis yang muncul awalnya dia merasa bingung namun ketika dia membaca petunjuk tersebut alangkah kagetnya dia ketika membaca petunjuk bahwa dua garis itu ternyata dirinya hamil.
"ya tuhan.apa yang harus aku lakukan."
"kini hidupku sudah hancur,sekarang aku harus bagaimana dengan keadaan hamilku ini."ucap Raya dengan sedih
sedangkan di luar Arga dan Alfa masih saja berdebat hebat.
"ga kalau Raya hamil loh harus bertanggung jawab atas kehamilannya."ucap Alfa pada adiknya
"hahahah...abang abang kamu suruh aku bertanggung jawab ya enggak lah aku nggak bakalan mau.dan kalau pun raya hamil aku bakalan suruh dia gugurin aja tuh anak karena aku nggak mau jadi papa muda."ucap Arga dengan sombongnya.
"Arga aa"ucap Alfa dengan ingin memukul arga namun Raya cepat-cepat keluar kini Alfa dan juga arga hanya berdiri memandangi Raya saat ini.
"Raya gimana hasilnya."tanya Arga tapi bukannya menjawab Raya malah menangis.kini Alfa dan juga arga sudah mengetahuinya dari raut wajah Raya.
Alfa hanya terduduk di ujung tempat tidur sedangkan Arga hanya memandangi wajah Raya saja dengan rasa kuatir.bagaimana kalau kedua orangtuanya mengetahui ini semua.
tiba-tiba Arga menarik tangan Raya dan berlari menuju keluar,Alfa pun kaget dengan apa yang di perbuat Arga saat ini.
__ADS_1
Alfa berusaha mengejar Arga namun nihil kini mobil arga sudah keluar Alfa dengan cepatnya berlari menuju mobilnya dan mengejar Raya dan Arga.