BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU
KARMA


__ADS_3

Pagi itu, diruang kerjanya Stevanus melihat semua foto yang diterimanya dari sahabat sekaligus bawahannya, Nicholas dengan raut wajah yang datar seperti biasanya.


Semakin datar wajah Stevanus maka kondisi emosinya semakin buruk.


Sejak perceraian kedua orang tuanya dan didikan keras sang kakek agar dirinya bisa sesegera mungkin menjadi pimpinan perusahaan yang telah ditinggalkan oleh papanya, membuat Stevanus sudah terbiasa memasang muka datar.


Sehingga tidak ada orang yang bisa tahu mengenai apa yang ada dikepalanya karena mimik wajahnya tidak menunjukkan suatu emosi tertentu.


Hal tersebut cukup berpengaruh untuk mengecoh semua lawannya.


Namun tidak dengan Nicholas yang merupakan sahabatnya sejak kecil.


Melihat ekspresi sahabatnya seperti itu tiba - tiba bulu kuduknya terasa berdiri.


Dia tidak menyangka bahwa Stevanus bisa jatuh cinta dengan Caterine sampai sedalam ini.


Meski sebenarnya Nicholas mempunyai perasaan juga terhadap gadis cantik itu, tapi demi sahabatnya dia merelakannya.


Setelah diam beberapa saat sambil mengamati semua foto yang berada ditangannya, akhirnya Stevanus berbicara.


" Sudah dibereskan...", ucap Stevanus datar.


" Beres and clear sesuai permintaanmu ", ucap Nicholas sambil tersenyum lebar.


"Pastikan karirnya tidak akan berlanjut dan suruh rumah produksi segera mencari gantinya, jika tidak tarik semua dana yang telah kita kucurkan buat mereka ", ucapnya masih dengan wajah datar kemudian pergi meninggalkan Nicholas yang terdiam di sofa.


" Huff....dia terus saja menambah pekerjaanku " , gerutu Nicholas kemudian melangkah pergi untuk mengurus semuanya.


Sementara itu di lokasi syuting, Kyosi dibuat sakit kepala karena harus menganti sosok Isabella di saat syuting tinggal menyisakan tiga puluh lima persen lagi selesai.


" Bagaimana kalau kita ganti dengan Cindy Puspitasi. Saat ini karirnya lumayan bagus dan jauh dari gossip " , ucap Nita, assisten Kyosi.


" Tidak bisa segampang itu...", ucap Kyosi yang masih tidak enak jika harus mengeluarkan Isabella dalam film yang disutradarainya.


Bagaimanapun dia mempunyai hutang budi dengan papa Isabella sehingga tidak bisa dengan mudah untuk memecatnya.


Namun di lain sisi, Stevanus merupakan sponsor utama yang membiayai seluruh proses produksi film tersebut.


" Kenapa juga dia harus membuat masalah dengan tuan Stevanus...kuharap ini tidak akan berimbas pada usaha keluarganya " , ucap Kyosi sedih.


Meski dia sangat tahu kalau putri sahabatnya itu sering berbuat ulah, namun kali ini dia juga tidak bisa membantu apa - apa lagi.


Jika tidak menuruti perintah Stevanus maka bisa dipastikan kerugian yang akan dideritanya cukup besar akibat pemberhentian syuting yang hampir selesai.


Belum lagi pembayaran denda terhadap pihak sponsor yang telah mendukung agar proses film yang disutradarainya tersebut bisa berjalan dengan lancar.


Sedangkan dilain sisi, Isabella yang tidak mengetahui bahwa posisinya di dunia keartisan sudah berada diujung tanduk melangkah kelokasi syuting dengan angkuhya.


Semua orang yang melihat hal tersebut hanya berani berbisik - bisik pelan karena tidak mau menyinggung artis yang terkenal arogan dan akan membuat siapa saja dalam kesulitan jika ada yang berani menyinggungnya atau membuatnya tidak senang meski orang tersebut tidak salah.


Tatapan penuh kebencian diberikan Isabella kepada Caterine yang sedang membaca dialog didampingi Ratna manajernya.


"Aku tak menyangka kamu masih bisa hidup setelah kejadian itu. Jika bukan karena foto foto s****n itu aku pasti akan membunuhmu sekarang juga dengan tanganku sendiri ", batin Isabella marah.

__ADS_1


Kemudian Isabella bangkit dari duduknya dan melangkah menuju Caterine berada dengan senyum liciknya sambil membawa segelas minuman soda dingin ditangannya.


Saat hendak pura - pura terjatuh dan menabrak Caterine, tiba - tiba ada seorang pria yang berjalan maju dan menghalangi pergerakan Isabella, sehingga minuman yang seharusnya tumpah ke baju Caterine malah sekarang membasahi bajunya sendiri.


" S****n....", umpat Caterine marah karena aksinya gagal lagi.


Karena aksi konyolnya tersebut banyak kru yang mulai berbisik - bisik sambil menatapnya tidak senang.


" Syukur deh kena dia sendiri...", ucap salah satu kru dengan suara pelan.


" Senjata makan tuan...", ucap yang lainnya, dan masih banyak lagi ucapan buruk terhadapnya.


Isabella yang sangat malu dan marah kemudian melangkah maju dan hendak menampar Caterine.


Tapi aksinya tersebut lagi - lagi dihalangi oleh Roby, pengawal Caterine.


Wajah Isabella seketika merah karena menahan amarah, saat dirinya hendak marah kepada lelaki yang dengan lancang menggagalkan aksinya itu, tiba - tiba dari arah belakang Nita memanggilnya agar segera menemui Mr. Kyosi.


Dengan wajah kesal dan penuh amarah dia meninggalkan laki - laki tersebut dan Caterine yang masih terdiam ditempatnya karena terkejut.


" Kamu tidak apa - apa ? ", tanya Ratna khawatir.


" Aku tidak apa - apa...", jawab Caterine tersenyum.


" Kamu siapa...terimakasih sudah menolongku tadi ", ucap Caterine lembut.


"Saya Roby, pengawal yang ditugaskan oleh tuan Stevanus untuk menjaga nona " , ucap Roby sopan dan langsung meninggalkan Caterine yang masih tampak kebingungan.


" Biasa aja kali itu muka...", ucap Ratna seketika menyadarkan Caterine yang sempat terdiam sesaat.


" Apaan sih...", ucap Caterine sebal karena ucapan manajernya yang cukup keras tersebut membuat beberapa orang kru yang tidak jauh dari mereka tersenyum kepadanya sambil berbisik - bisik.


Sedangkan Ratna yang melihat artisnya ngambek malah semakin gencar mengodanya membuat Caterine semakin sebal.


Karena tidak mau mendengar ocehan Ratna, Caterinepun mengambil headset dari dalam tasnya dan memasangnya.


Ratna yang melihat kelakuan artisnya tersebut akhirnya tertawa terpingkal - pingkal.


Sementara itu Stevanus yang baru saja menyelesaikan meetingnya dengan klien merasa sangat marah saat mendengar laporan dari Roby.


" Masih berani berulah dia...", ucap Stevanus geram.


Kemudia dia segera menekan ponselnya untuk menghubungi Nicholas, namun sampai panggilan ketiga sahabatnya tersebut tidak mengangkat ponselnya.


Akhirnya dia mencoba menghubungi Ratna untuk menanyakan kabar mengenai kondisi gadisnya.


S : Lagi dimana...


R : Lokasi syuting...


S : Kudengar tadi Isabella berbuat ulah lagi..


S : Bagimana kondisi Caterine ?

__ADS_1


R : Berkat pengawalmu yang sigap, dia baik - baik saja.


S : Kapan selesai ?


R : Kurang tiga take lagi selesai...


S : Ok, bentar lagi aku meluncur


Tut....tut...tut...sambungan telepon terputus.


" Kebiasaan...tapi sultan mah sah - sah aja ", ucap Ratna sedikit sebal tapi dia berusaha untuk membiasakan diri terhadap kekasih artisnya tersebut.


Sementara itu Isabella yang diberitahu oleh Kyosi mengenai pemutusan kontraknya terlihat sangat marah dan tidak terima terhadap perlakuan yang diberikan kepadanya.


" Maafkan aku Isabella...tapi aku tidak punya pilihan lain " , ucap Kyosi pasrah.


" Tapi setidaknya kamu bisa memperjuangkanku ", ucap Isabella marah.


" Aku tahu kalau kamu suka membuat masalah, tapi kenapa harus dengan Stevanus...", ucap Kyosi frustasi.


" Kuharap apa yang kamu perbuat ini tidak berdampak pada bisnis keluargamu, meski aku tidak tahu masalah apa yang kamu perbuat hingga tuan Stevanus bisa semarah ini ", ucap Kyosi sedih.


" Aku tidak salah....dan kenapa bisnis keluargaku dibawa - bawa ", ucap Isabella membela diri.


Dirinya tidak terima jika kedua orang tuanya harus ikut terseret dalam permasalahan yang telah diperbuatnya.


" Dasar gadis ****** tunggu saja pembalasanku ", batin Isabella marah.


Dia sangat benci terhadap Caterine saat ini. Dia tidak terima jika semua hal yang sudah dibanggunnya selama ini akan berakhir begitu saja.


Sementara itu, seseorang yang mendengar semua pembicaraan Isabella dan Kyosi dalam ruang rias tersebut tersenyum bahagia.


" Akhirnya...sebentar lagi aku bisa melihat masa kehancuranmu" , batin orang misterius tersebut sambil tersenyum lebar.


Diapun segera pergi saat Nita berjalan mendekat kearahnya dan memandangnya dengan tatapan heran karena orang tersebut memakai topi dan masker sehingga wajahnya tidak terlihat.


" Sepertinya aku belum pernah melihat orang ini. Mungkin kurir kali...", batin Nita cuek kemudian dia segera melangkah masuk kedalam ruangan untuk memberitahukan bahwa Cindy penganti Isabella telah datang.


" Jadi kamu benar - benar mendepakku...", teriak Isabella marah, tidak terima dengan perlakuan Kyosi.


Sebaiknya kamu urus dirimu sendiri karena aku yakin bahwa karirmu sebagai artis akan berhenti sampai disini ", ucap Kyosi memperingatkan.


Kemudian dia bersama Nita segera meninggalkan ruangan untuk menemui Cindy dan segera melakukan kontrak dengannya.


Karena bagaimanapun syuting film ini harus selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang ada.


Sementara itu Nicholas sudah menyelesaikan semua tugasnya untuk memutuskan karir keartisan gadis itu.


Bahkan semua agensi dan rumah produksi yang ada di negara ini sudah dihubungi agar jangan sampai menerima artis tersebut dalam peran apapun jika tidak maka bisa dipastikan perusahaan mereka akan segera tutup dalam waktu dekat.


Ya...Stevanus tidak ingin bermain - main lagi dengan Isabella.


Jika gadis itu berani menyentuh Caterine sekali lagi maka bisa dipastikan bisnis keluarganya akan segera gulung tikar.

__ADS_1


Dan hal tersebut juga sudah disampaikan oleh Nicholas kepada orang tua Isabella, karena ancaman yang diberikan oleh Stevanus selama ini selalu nyata, bukan hanya isapan jempol semata.


__ADS_2