
Setelah selama seharian penuh kemarin dirinya beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Hari ini Caterine mulai menjalani rutinitasnya seperti biasa dilokasi syuting.
Tidak ingin gadisnya kenapa - kenapa, Stevanus yang mulai memiliki perasaan terhadap gadis cantik ini terus menemaninya selama proses syuting berlangsung.
Bahkan dirinya terus menempel seperti lem yang tidak bisa lepas dari sisinya.
Bukan hanya Caterine yang merasa canggung dengan adanya Stevanus dilokasi syuting, tapi hal tersebut juga dirasakan oleh semua orang yang berada disana.
Apalagi pasca terjadinya kecelakaan yang melukai Caterine, semua orang melakukan tugasnya dengan sangat berhati - hati agar tidak melakukan kesalahan yang dapat memicu kecelakaan dilokasi syuting.
Meski kondisi tubuhnya belum terlalu prima, namun karena profesionalismenya Caterine tetap menjalankan semua yang menjadi tanggung jawabnya sebagai artis pemeran utama dalam film tersebut.
Dari kejauhan terlihat kekasihnya masih sibuk dengan laptop yang ada didepannya sambil sesekali memandangnya dari kejauhan.
" Kalau jadinya seperti ini, aku menyesal menyuruhmu untuk serius dengannya" , ucap Ratna yang mulai jengah dengan tingkah Stevanus selama dilokasi syuting.
" Baiklah...aku akan coba membujuknya untuk pergi ", ucap Caterine sambil berlalu.
Setelah hampir setengah hari berada dilokasi syuting dan mengambil beberapa adegan, Caterinepun beristirahat sebentar sebelum berlanjut keadegan selanjutnya.
" Kulihat kamu sangat sibuk sekali, bagaimana jika kamu kembali kekantor saja ", bujuk Caterine dengan lembut.
" Bukannya kamu sudah setuju pacaran denganku dan....", ucapan Stevanus tiba - tiba terpotong oleh kecupan singkat yang diberikan Caterine.
Caterine melakukan itu setelah dirasa tidak ada orang yang melihat kearah mereka.
Cara itu adalah cara yang paling ampuh agar kekasihnya itu berhenti memarahinya.
" Kamu sudah mulai nakal ya..." , ucap Stevanus sambil mencubit hidung Caterine dengan gemas.
"Aku tidak bisa konsentrasi jika kamu berada disini...", ucap Caterine manja.
" Kamu kelihatan sangat capek...bagimana kalau syutingnya dilanjutkan besok saja ", ucap Stevanus lembut sambil membenahi anak rambut Caterine dan menyelipkannya dibalik telingga.
Caterine yang mendengar ucapan kekasihnya hanya bisa menarik nafas dalam - dalam.
Dia tidak menyangka kalau ternyata Stevanus sangat protektiv terhadap dirinya.
Hal itu juga lah yang membuat Stevanus mudah diterima di dalam keluarganya, terutama oleh kakak kakanya.
" Kenapa aku harus dikelilingi orang - orang seperti ini " , batin Caterine sedikit sebal.
" Aku nyelesaian satu adegan lagi ya, baru setelah itu aku janji kita akan pulang ", ucap Caterine sambil tersenyum.,
" Satu adegan lagi ya...", ucapnya merajuk saat Stevanus hendak menginterupsi perkataannya.
Tidak mau melihat wajah gadisnya sedih, Stevanus pun dengan berat hati mengijinkan Caterine untuk menyelesaikan satu adegan lagi.
"Baiklah...tapi sebelum giliranmu tiba kamu duduk disini menemaniku " , ucap Stevanus tersenyum.
" Baiklah...aku akan menemani kekasihku disini " , ucap Caterine sambil bergelayut manja dilengan kekasihnya itu.
Stevanus yang melihat sikap manja Caterine tersenyum bahagia.
Dirinya sama sekali tidak menyangka kalau bisa jatuh cinta dengan gadis kecil yang ada disampingnya itu.
__ADS_1
Sejak bersama dengannya hari - hari Stevanus terasa lebih berwarna.
" Aku tidak menyangka Pak Stevanus bisa selembut itu dengan seorang wanita " , ucap salah seorang kru sambil berbisik.
" Namanya juga orang lagi jatuh cinta, pasti sikapnya akan berubah seratus delapan puluh derajat " , ucap yang lainnya dengan suara pelan.
" Beruntungnya Caterine, sudah cantik, berbakat, kaya, punya pacar yang tampan dan hebat seperti pak Stevanus" , ucap yang lainnya masih dengan berbisik - bisik.
" Ada apa dengan kalian...ayo balik kerja, jangan hanya bergosip saja " , ucap sang sutradara mengusir mereka.
" Ada apa dengan mereka semua ", ucap Kyosi kesal.
Kemudian dia segera mengambil ponsel yang ada disakunya dan coba menghubungi Adele, manajer Isabella agar segera mencari keberadaan artis itu segera.
Dia tidak mau kalau gara - gara Isabella proses syuting yang sudah berjalan enam puluh persen ini akan kacau.
" Aku sudah punya feeling buruk terhadapnya dari awal. Jika tidak karena menghormati ayahnya, aku tidak akan pernah memakainya " , gerutu Kyosi sebal sambil berjalan menuju timnya.
Sementara itu disebuah apartemen mewah terlihat seorang gadis cantik sedang duduk terdiam membisu di sebuah sofa putih dengan hiasan bulu binatang yang lembut dan cantik.
Dengan muka kusut dan rambut yang berantakan dia benamkan kepalanya diantara dua kaki yang ditekuk kearah dada.
Ceklek....
Adele mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan namun artisnya tersebut tidak juga ditemukannya.
Dibukanya tiap ruangan yang ada dalam unit apartemen itu namun hasilnya nihil.
"Jika tidak ada disini...dimana lagi aku harus mencarinya " , guman Adele frustasi.
Ini adalah tempat terakhir milik Isabella yang dia ketahui.
" Disini rupanya...", batin Adele lega.
Dilihatnya kondisi sang artis yang cukup mengenaskan, sebenarnya Adele tidak mengetahui kenapa Isabella tiba - tiba menghilang dua hari yang lalu.
Tapi rasa penasarannya terjawab dengan datangnya sebuah amplop coklat yang diterimanya tadi pagi.
Mau sampai kapan kamu seperti ini ", gerutu Adele sedikit kesal karena Isabella sama sekali tidak merespon kedatangannya, padahal dia sudah duduk disebelahnya hampir setengah jam.
Sejak dua hari menghilangnya Isabella, dirinya terus diteror rumah produksi agar Isabella segera menyelesaikan jadwal syuting yang telah disepakati bersama.
Ketidak hadirannya selama dua hari ini tentunya sangat menghambat proses syuting yang tengah berlangsung.
Caterine yang baru saja mengalami kecelakaan saja sudah bisa memulai proses syuting.
Dan sekarang menyisakan adengan yang melibatkan Isabella sebagai pemeran pendukung untuk menyelesaikan jadwal syutingnya sesuai target yang telah ditentukan.
" Dan ini....apa kamu bisa memberikan penjelasan ", ucap Adele sambil mengeluarkan beberapa foto yang menunjukkan Isabella sedang memotong tali yang menyebabkan lampu jatuh menimpah Caterine.
"Ka...kamu... da...dapat darimana gambar - gambar ini ", ucap Isabella panik sambil melihat satu persatu foto yang ada diatas meja.
" Kamu tidak mungkin percaya kalau ini aku kan...ini pasti hasil editan dari anti fan ku ", ucapnya sambil tertawa.
Dipandanginya sekali lagi foto tersebut. Ternyata yang ada disana bukan hanya foto saat dia memotong tali, tapi juga semua hal yang telah dia perbuatnya untuk mencelakai Caterine.
" Kalau dilihat dari baju dan waktu yang tertera di atas foto ini menunjukkan bahwa semuanya asli, bukan hasil rekayasa ", ucap Adele sambil melihat beberapa foto yang dia tahu kalau pada hari tersebut artisnya memakai baju tersebut dan semua kru juga mengetahuinya jika nantinya memerlukan saksi mata.
__ADS_1
" Tidak...ini pasti ada orang yang tidak senang dan ingin menghancurkan karirku...", ucap Isabella berteriak histeris.
" Ada orang yang mengirimnya ke agensi, untungnya aku yang menerima ", ucap Adele sambil menatap artisnya dengan tajam.
" Kurasa, foto ini bukan hanya dikirim ke agensi saja, kurasa dia juga sudah mengirimnya ke Nicholas dan Stevanus " , ucapnya masih dengan tatapan tajam.
" Maksudmu...", ucap Isabella dengan raut muka sangat cemas.
" Ya.... Nicholas menyelidiki kasus ini, karena bukan hanya Caterine yang terluka saat itu namun pak Stevanus juga terluka. Kurasa orang itu juga pastinya mengirim file itu kepadanya " , jelas Adele dengan gemas.
" Lalu aku harus bagaimana...", ucap Isabella panik sambil berjalan mondar - mandir.
Melihat artisnya seperti itu, Adele yang sudah menahan semuanya selama ini akhirnya mulai berdiri dengan emosi yang memuncak.
" Kamu itu b***h apa t***l...", teriak Adele sebal.
" Kamu tahu apa yang kamu perbuat itu sudah melanggar hukum ", teriaknya marah.
Selama ini Adele masih diam saja saat dirinya dicaci maki dan dimarahi akibat kesalahan yang telah dibuat Isabella, bagaimanapun juga dia adalah manajer Isabella yang harus menangani semua hal yang terjadi pada artisnya itu.
Tapi untuk kasus yang sekarang, dia tidak mau terseret kedalam rana hukum.
Karena siapapun pasti tahu kalau berurusan dengan Stevanus Indra Wiratmadja pasti karirnya tidak akan berjalan mulus, terutama di dunia entertainment.
" Sudah cukup...aku berhenti sekarang. Surat pengunduran diriku sudah aku ajukan ke direksi ", ucap Adele sambil melangkah pergi.
" Hey...., bagaimana kamu bisa meninggalkanku seperti ini ", ucap Isabella sebal.
" Mulai sekarang urus masalahmu sendiri, bey... , ucap Adele yang kemudian menghilang dari balik pintu.
Sedangkan Isabella yang merasa ditinggalkan hanya bisa terduduk lesu sambil memandangi foto - foto yang berserakan dilantai.
" Bagaimana ini...tidak....aku tidak mau dipenjara ", ucap Isabella sambil mengeleng - gelengkan kepala.
" Aku harus segera membereskannya sebelum kedua orang tuaku tahu ", ucapnya sambil membereskan foto - foto yang berserakan dilantai.
" Aku harus segera menghubungi Baron. Dia pasti mempunyai solusi untuk permasalahan ini " , ucapnya sambil bangkit dan mencari ponselnya.
Setelah mendapatkan ponselnya, Isabella segera menghubungi Baron, salah satu orang kepercayaannya yang sering ikut andil dalam membereskan semua kekacauan yang telah dibuatnya selama ini.
Namun kali ini langkah Isabella untuk menyelesaikan kekacauan yang telah dibuatnya tidak akan berjalan dengan mudah karena Nicholas sudah bergerak duluan.
Berbekal informasi yang telah didapatkan anak buahnya, Nicholas akhirnya berhasil menangkap Baron.
Dari lelaki kekar dengan tubuh penuh tato inilah Nicholas mendapatkan semua informasi mengenai kejahatan yang telah dilakukan oleh Isabella selama ini.
Baron mau membuka semua kejahatan Isabella karena Nicholas adalah salah satu dewa penolongnya dulu, saat dirinya bukan siapa - siapa dan dalam kondisi terpuruk Nicholas hadir untuk membela dan menyelamatkannya.
Maka dari itu, untuk membalas budi terhadap Nicholas dia membeberkan semua kejahatan yang telah dilakukan oleh Isabella.
" Dia menghubungiku..., ucap Baron menunjukkan pangilan dari Isabella kepada Nicholas.
" Jalankan sesuai rencana...", ucap Nicholas tersenyum licik.
" Ok..", ucap Baron singkat.
Kemudian lelaki kekar tersebut menjawab panggilan dari Isabella dan memulai rencana yang telah disusunnya bersama dengan Nicholas.
__ADS_1
Isabella merasa sangat senang atas semua saran yang telah Baron berikan kepadanya tanpa tahu bahwa dirinya telah masuk kedalam jebakan yang telah dibuat oleh Baron dan Nicholas.
" Aku ingin agar wanita ular itu sendiri yang mengungkapkan jati dirinya di muka umum ", ucap Nicholas sambil tertawa melihat rencananya mulai berjalan tanpa hambatan.