BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU
PUTUS


__ADS_3

Suasana sepi mencekam masih menyelimuti kediaman Wiratmadjah hingga malam menjelang setelah semua kebohongan Stevanus terbongkar.


Bianca menemani sang papi yang terbaring lemas diatas ranjang setelah tensinya naik akibat ulah cucu kesayangannya.


“ Papi jangan terlalu banyak pikiran dulu. Percayakan semuanya pada Stevanus….”, ucap Bianca sambil mengenggam kedua tangan papinya dengan erat.


“ Anak itu !!!...Dimana dia ?....”, ucap Wiratmadja mengeram marah.


“ Ada dikamarnya sedang bersiap untuk pergi kerumah Caterine…”, ucap Bianca menjelaskan.


“ Kuharap dia bisa menyelesaikan semuanya dengan baik dan tidak menimbulkan masalah baru….”, ucap Wiratmadjah mendesah.


Didalam kamar, Fani menemani kakak kembarnya untuk bersiap – siap pergi ke rumah Caterine. Dia sangat tahu jika situasi yang dihadapi kakak kembarnya ini bukanlah masalah kecil.


Saat ini yang bisa Fani lakukan hanyalah memberi support kepada sang kakak agar bisa tegar menghadapi apapun yang nantinya akan menjadi keputusan keluarga Caterine.


“ Sebaiknya nanti kakak jelaskan semuanya. Kali ini jangan ada satupun yang di tutup – tutupi. Apapun keputusan keluarga Caterine, kakak harus bisa menerimanya…”, ucap Fani bijak.


“ Bagaimana jika mereka menyuruhku untuk meninggalkan Caterine ?...”, tanya Stevanus sedih.


“ Kakak setujui saja dulu. Nanti, pelan – pelan, kakak kembali dekatin Caterine dan keluarganya untuk hubungan yang nyata, bukan sandiwara….”, ucap Fani menjelaskan.


Fani sangat tahu jika sampai keluarga Caterine menyuruh kakaknya untuk mengakhiri hubungan tersebut, lelaki yang ada dihadapannya itu pasti akan sangat down.


Meski dia juga merasa sedih, tapi ini adalah cara yang terbaik untuk dilakukan saat ini. Setidaknya, Stevanus harus mengakhiri sandiwara ini sebelum memulai hubungan baru yang sebenarnya.


Suasana hangat yang biasa menyambut kedatangan Stevanus di rumah Caterine, malam ini berubah menjadi dingin dan mencekam.


Malam ini Stevanus datang kerumah Catrine untuk menjelaskan semuanya kepada kedua orang tua, dan ketiga kakak kekasihnya itu agar kesalah pahaman ini bisa segera terselesaikan.


Pada saat dia datang, semua anggota keluarga Caterine sudah berkumpul di ruang keluarga dan menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


Selain anggota keluarga ternyata disana Stevanus juga melihat Ratna sang manager sekaligus sahabat kekasihnya duduk disamping Caterine.


“ Ternyata dia b*****n itu !!!....”, batin Dave geram.


Dave yang selama ini tidak mengetahui hubungan sang adik karena terlalu sibuk bekerja, merasa sangat marah waktu mendengar semua cerita asmara sang adik dari kakaknya, George yang langsung menghubunginya setelah Catrine tak kunjung pulang setelah dibawa pergi secara paksa oleh Stevanus.


Maka dari itu, mendengar Stevanus akan datang kerumah, Davepun menyempatkan diri untuk pulang meski dia harus kembali lagi ke rumah sakit begitu acara di rumah selesai.


Stevanus  merasa seperti seorang tertuduh saat semua orang menatapnya dengan tajam, menunggu lelaki tersebut memberikan penjelasan.


Selama hidupnya dia tak pernah merasa segugup ini, bahkan menghadapi para pemegang saham saja tak membuatnya nervous berat seperti sekarang.


Beberapa kali dia terlihat mengambil nafas cukup dalam dan menghembuskannya secara perlahan sebelum akhirnya mulai bersuara.


Setelah agak tenang, diapun mulai menceritakan semuanya kepada keluarga Caterine, meski dia tahu resiko apa yang akan dihadapinya nanti.


Stevanus berbicara jujur tentang semua hal yang terjadi mulai dari pertama kali bertemu hingga terjadinya kontrak atara dirinya dan Caterine sebagai pacar bohongan untuk mengelabui keluarganya.


Dave terlihat sangat marah dan ingin menghajar Stevanus saat ini juga. Namun George berusaha untuk menenangkannya.


Begitu juga dengan Chandra yang kedua telapak tangannya sudah mengepal dengan kuat sejak tadi. Dia merasa telah di tipu Stevanus selama ini hingga memberikan restu untuk menikahi putri kesayangannya.


Sentuhan lembut Sarah mampu membuat kepalan tangan Chandra perlahan mulai mengendur dan rahangnya juga melunak.


Semua orang terlihat sangat tegang dan suasana ruang keluarga yang biasanya hangat berubah menjadi suram dan mencekam.


Pada waktu sahabatnya menoleh, Ratna hanya menganggukan kepalanya. Apapun yang akan Caterine putuskan malam ini, sebagai sahabat Ratna akan selalu mendukungnya.


“ Aku sudah mengambil keputusan….”, ucap Caterine memecah kesunyian.


Semua orang terlihat sangat tegang, menunggu gadis cantik tersebut bersuara. Caterine yang ditatap oleh semua pasang mata terlihat meremas – remas kedua tangannya dengan gelisah.

__ADS_1


Dari sudut matanya dapat Caterine ketahui jika Stevanus terlihat sangat tegang dan gugup, namun dia masih bisa menyembunyikan semua itu dengan wajah datar yang menjadi andalannya hingga kekasihnya itu berbicara.


“ Malam  ini, aku ingin mengakhiri semuanya. Baik itu sandiwara maupun kontrak dengan perusahaan Wiratmadja yang masih belum sepenuhnya selesai. Dan untuk masalah pinalti, aku akan membayar sepenuhnya sesuai dengan nilai yang tertera dalam kontrak… ”, ucap Caterine dalam satu tarikan nafas.


Jderrrr….


Petir seakan menyambar hati Stevanus malam ini. Meski hal buruk ini sudah bisa diprediksi, tapi dia sama sekali tak menyangka jika yang akan mengucapkan kata – kata tersebut adalah Caterine.


Dia sama sekali tak ingin mengakhiri hubungannya dengan gadis yang sangat dia cintai, karena perasaan cintanya kepada Caterine sudah sangat dalam


“ Tidak…kita tidak bisa putus. Jika kamu membutuhkan waktu sendiri, aku bisa memberikannya…”, ucap Stevanus berapi - api.


Stevanus sampai berlutut dihadapan Caterine, membujuknya agar merubah keputusannya itu. Namun, Caterine yang sudah kecewa menolaknya.


“ Jika kita memang berjodoh, kita pasti akan bersama. Jika tidak, aku sangat berterimakasih terhadap semua rasa dan perhatian yang sudah kamu berikan kepadaku selama ini….”, ucap Caterine datar.


Sebenarnya hati Caterine juga sakit waktu mengatakan semua itu. Saat ini dirinya benar – benar ingin memantapkan perasaannya, apakah yang dirasakannya ini adalah cinta sejati atau hanya rasa sesaat yang hadir.


Caterine ingin memastikan jika  rasa yang dimilikinya ini bukanlah karena emosi sesaat seperti yang diucapkan oleh kakak pertamanya, George.


Untuk itu, Caterine perlu waktu sendiri sebelum memutuskan semuanya. Apalagi Stevanus terus saja mengajaknya untuk menikah.


Melihat wajah tegang dan penuh amarah yang tadinya menyelimuti seluruh anggota keluarganya lenyap digantikan senyuman waktu mereka mendengar keputusan yang dibuatnya, membuat hati Caterine lega.


“ Kuharap, keputusan yang kuambil sekarang bisa meredakan ketegangan yang ada….”, batin Caterine lega.


Dia sangat tahu, jika hal ini masih dilanjutkan maka keluarganya tidak akan bersikap lunak lagi terhadap Stevanus. Dan tentunya, restu mereka semua akan sangat sulit untuk dia dapatkan.


Dengan tubuh lunglai, Stevanus mulai bangkit dan kembali duduk diatas kursinya. Setelah dirasa sudah tidak ada hal lagi yang ingin dia sampaikan dan harus didengarnya.


Stevanus pun pergi meninggalkan kediaman Caterine dengan hati hancur. Sambil mengemudi, tak terasa air matanya mulai menetes membasahi pipinya waktu mengingat kembali kenangan indah yang dia buat dengan sang kekasih.

__ADS_1


Malam ini Stevanus memutuskan untuk tidak pulang kerumah dan menginap di rumah dekat pantai yang dibelinya untuk sang kekasih. Saat ini dia ingin menangkan hati dan pikirannya disini.


__ADS_2