
Sementara itu, dua pelaku yang berusaha untuk membunuh janin Caterine saat ini berada ditempat persembunyiannya dengan gelisah.
Wajah mereka sudah terpampang dimana – mana sebagai buronan. Bahkan semua akses mereka untuk kabur, meski hanya keluar kota sudah tertutup rapat - rapat.
Membuat keduanya hanya bisa memikirkan cara untuk mencari tempat persembunyian yang baru karena cepat atau lambat tempat yang mereka tempati ini pasti akan terendus juga.
Keduanya pun tak bisa menggunakan nomor lama yang mereka miliki dan hanya mengandalkan nomor baru yang sekali pakai langusng buang.
Hal tersebut dilakukan agar jejak mereka tak bisa terendus. Setelah mendapatkan suatu tempat terpencil dipinggiran kota, keduanya segera pergi dengan mengendap – endap pada malam hari agar yak ada yang melihat.
Yang bisa mereka lakukan saat ini hanya terus bersembunyi dari satu tempat ke tempat yang lainnya hingga kondisi menjadi aman.
Meski mereka sangat tahu akan mendapatkan resiko sebesar ini dengan aksi nekatnya untuk mencelakai calon menantu Wiratmadjah.
Tapi mereka sama sekali tak mengira jika Caterine kembali bisa lolos dari maut yang sedang mengintainya.
Setidaknya, jika gadis itu mati atau gila karena calon bayi yang ada dalam kandungannya meninggal karena obat tersebut mereka tertangkap pun akan merasa puas karena usaha yang mereka jalankan tidaklah menjadi kesiaan belaka.
“ Sial !!!...gadis itu sungguh beruntung hingga berulang kali lolos dari mara bahaya….”, batin Susan geram.
Susan adalah salah satu artis senior yang karirnya boleh dibilang tidak terlalu cemerlang di dunia entertainment.
Meski memiliki wajah yang cantik dan body yang aduhai, namun perangainya yang dinilai tidak senonoh membuat para sutradara enggan untuk memakainya.
Apalagi kemampuan actingnya yang buruk juga menunjang wanita tersebut jarang dilirik oleh pihak produser.
Namun Susan tak pernah menyerah akan karirnya di dunia entertainment. Meski kadang hanya demi sebuah peran kecil yang didapatkannya, Susan rela menyerahkan tubuhnya untuk dinikmati oleh beberapa orang.
Baginya, muncul dilayar televisi meski hanya sebentar sudah memberikan kepuasaan tersendiri baginya.
Susan yang merasa betapa kerasnya dunia entertainment tentu saja merasa iri dan sakit hati saat melihat ada seseorang yang lebih sukses darinya, apalagi mereka adalah artsi junior dan pendatang baru di dunia hiburan.
Melihat Caterine yang dengan mudah bisa naik daun di persaingan keras tersebut, bahkan setelah kevakumannya untuk beberapa tahun tak membuat karirnya menurun membuatnya sangat geram.
Ditambah lagi keluarga besar Wiratmadjah mengagung – agungkannya dan sudah menklaim bahwa gadis tersebut akan menjadi menantu idaman mereka, membuat rasa iri dalam hati Susan semakin dalam.
__ADS_1
Untuk itu dia pun berusaha dengan cara licik menjatuhkan karir Caterine dengan berbagai cara dan bertekad menghancurkannya.
Bahkan Susan juga berencana untuk membunuh Caterine seandainya semua cara untuk menghancurkan calon istri Stevanus tersebut gagal.
Tapi, tampakanya usahanya tersebut harus berakhir disini. Sekarang, dengan kondisi yang ada Susan tak yakin bisa lolos begitu saja seperti kasus – kasus sebelumnya yang pernah dia jalani.
Bukan hanya keluarga Stevanus saja yang sedang memburunya, keluarga Caterine juga melakukan hal yang sama.
Begitu juga dengan para fans Caterine yang mengetahui jika idola mereka menjadi sasaran empuk seseorang yang ingin membunuhnya.
Menyadari jika kondisi mereka sangat terpojok, patner Susan diam – diam meninggalkan wanita muda tersebut seorang diri ditempat persembunyiannya.
Malam hari setelah melakukan pergulatan panas yang biasa sepasang kekasih tersebut lakukan, laki – laki yang merupakan kekasih Susan dan patnernya melakukan kejahatan diam – diam mulai mengemasi semua pakaiannya dan berusaha kabur.
“ Kurasa ini langkah yang tepat. Aku tak mau membusuk dipenjara bersama wanita bodoh itu. masa depanku masih panjang….”, gumannya santai.
Setelah berjalan mengendap – endap dan berhasil keluar dari rumah kecil yang sekarang mereka tempati sebegai tempat persembunyian, kekasih Susan tersebut langsung lari dengan kencang.
Meski tanpa tujuan, lelaki tersebut tetap lari sejauh mungkin dari rumah diaman Susan dan dirinya menghabiskan tiga hari ini disana sebelum mendapatkan tempat baru lagi.
Tak ingin mengambil resiko lebih lanjut diapun segera menumpang mobil sayur yang kebetulan lewat, pergi meninggalkan gadis yang telah menghidupinya selama dua tahun terakhir ini.
Sementara itu, Susan yang terbangun karena ingin buang air kecil terlihat panik waktu mendapati sang kekasih tidak berada didalam rumah.
Brakkkk…..
Dia membanting pintu almari baju dengan keras waktu melihat tak ada satupun pakaian kekasihnya itu didalam sana.
“ Kurang ajar !!!!...berani sekali dia meninggalkanku setelah apa yang kuberikan kepadanya selama ini !!!....”, guman Susan penuh amarah.
Dia sama sekali tak menyangka dalma kondisi terpuruk seperti ini, lelaki yang sangat dicintainya tersebut tega meninggalkannya seorang diri dan menanggung semuanya.
Padahal, semua hal buruk yang dilakukan oleh Susan merupakan kontribusi dari pemikiran sang kekasih yang selama ini selalu memback upnya dalam melakukan tindak kejahatan bersamanya.
“ Lihat saja !!!...jika aku tertangkap maka aku juga akan menyeretnya untuk jatuh bersamaku !!!....”, teriak Susan penuh amarah.
__ADS_1
Tanpa kekasih Susan sadari, sebenarnya wajah dirinya sudah tersebar luas dimedia social yang ada.
Karena lelaki itu dan Susan tak lagi mengakses media social sejak pelarian yang mereka lakukan jadi dia tak tahu jika Stevanus menjanjikan imbalan yang besar bagi siapa saja yang bsia menangkapnya.
Tukang sayur yang tadi memberi tumpangan diam – diam menghubungi nomor yang ada dimedia social yang menampilkan wajah lelaki yang tadi ditumpanginya.
Pura – pura berhenti di pom bensin, lelaki tersebut mengirimkan pesan kepada Stevanus. Lelaki itu segera masuk dan menjalankan mobilnya menuju tempat yang diberikan oleh Stevanus tadi.
Lelaki tua itu tersenyum membayangkan berapa banyak uang yang akan didapatkannya pagi ini sambil melirik lelaki yang ada disampingnya yang tak sadar jika nywanya sudah berada diujung tanduk.
Begitu sampai, lelaki tua tersebut meminta tolong kepada lelaki muda yang ditumpanginya untuk membawakan sayur ke rumah pelanggannya.
Lelaki tua tersebut sengaja membiarkan kekasih Susan itu berjalan duluan dan masuk kedalam rumah dengan membawa sekeranjang sayuran.
Kedua mata kekasih Susan langsung melotot tajam waktu ada pistol yang diarahkan tepat dikepalanya.
“ Ada apa ini ?....”, tanyanya panik.
Belum sempat dia melarikan diri, anak buah Stevanus sudah berhasil melumpuhkannya dan langsunng mengikat kedua tangan dan kakinya agar tak bisa kabur.
Sementara laki – laki tua menjual sayur pergi dengan hati gembira setelah menerima hadiah satu kresek uang dari anak buah Stevanus.
“ Akhirnya…aku bisa membeli mobil baru yang lebih besar untuk mengangkat sayur agar tidak bolak – balik ke kota….”, ucapnya bahagia.
Sementara itu, kekasih Susan yang tak tahu siapa orang yang sedang menyekap dan menyiksanya itu terlihat meronta – ronta berusaha untuk kabur.
Dengan wajah penuh memar dan darah segar yang mengucur dari sudut bibir dan pelipisnya dia kembali terbelalak waktu melihat Stevanus datang menghampirinya.
“ Jadi kamu mengenalku….”, ucap Stevanus dengan seringai menyeramkan sambil memegang dagu kekasih Susan tersebut agar mendongak kepadanya.
“ Baguslah jika begitu, jadi aku tak perlu basa basi lagi….”, ucap Stevanus yang langsung menghempaskan wajah lelaki tersebut hingga terantuk ke lantai.
“ Dimana Susan sekarang ?....”, tanya Stevanus to the point.
Glekkk…..
__ADS_1
Kekasih Susan terlihat kesulitan menelan ludahnya waktu melihat sorot tajam mata Stevanus yang terlihat hendak mengulitinya hidup – hidup.