BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU
PENYUSUP


__ADS_3

Setelah beberapa hari mengamati penjagaan yang ada di depan ruangan VVIP tempat Caterine dirawat, akhirnya wanita tersebut menemukan sela.


Diapun mulai menjalankan rencana yang telah disusunnya untuk menghancurkan reputasi dan kehidupan Caterine.


Berbekal baju perawat yang didapatkannya, diapun mulai menjalankan aksinya. Untung saja waktu masuk kedalam tak ada siapapun disana dan Caterine sedang tertidur.


Dengan cepat diapun segera memasukkan obat kedalam infuse Caterine sambil tersenyum licik membayangkan jika tak lama lagi kehidupan gadis cantik itu akan hancur.


Namun senyuman diwajahnya tak bertahan lama waktu dia mendengar langkah kaki berjalan mendekat kearah ruangan.


Begitu mendengar suara pintu dibuka, diapun cepat – cepat meletakkan jarum suntik ditempatnya dan mengangguk keluar begitu berpapasan dengan Stevanus.


“ Siapa perawat itu ?...kenapa aku tak pernah melihatnya ?....”, batin Stevanus curiga.


Stevanus yang ingin mengikuti perawat yang dianggap mencurigakan tersebut terpaksa menghentikan langkahnya waktu sang kekasih memanggilnya.


“ Stev.....Aku lapar…kupaskan buah…”, rengek Caterine manja.


Stevanus yang mendengar istrinya mau makan tersenyum lebar. Diapun segera mengupas dan memotong buah yang diinginkan kekasihnya itu.


Baru juga dua suapan, Caterine sudah menghentikan aksinya waktu merasa jika perutnya kembali bergejolak.


Caterine mengambil nafas dalam beberapa kali dan menghembuskannya secara perlahan sambil memejamkan kedua matanya.


Meski hanya dua suap, tapi dia berusaha agar makanan tersebut tak kembali dia keluarkan meski rasa mual tersebut semakin menjadi – jadi.


Stevanus yang melihat wajah Caterine pucat dengan keringat mulai mengalir deras ditubuhnya merasa sangat sedih.


“ Sayang…jangan nakal ya…bantu mama melewati semua ini….”, ucap Stevanus sambil membelai perut rata Caterine dengan lembut.


Melihat apa yang dilakukan oleh Stevanus, Caterine merasa sangat bahagia. Dia pun segera mengisyaratkan agar lelaki tampan itu memeluknya.


Caterine menangis sesenggukan didalam dekapan Stevanus. Entah kenapa dia lebih sensitive sejak mengetahui dirinya hamil.


Dan kondisinya sekarang yang lemah karena tak bisa masuk makanan sedikitpun ke perutnya membuatnya sedikit frustasi.


“ Mama tidak boleh sedih…jika mama sedih, dedek bayi juga ikut sedih….”, ucap Stevanus sambil mengecup kening kekasihya itu dengan kedua mata tertutup.

__ADS_1


Hati Stevanus merasa sakit tiap melihat air mata Caterine jatuh. Tapi sebagai lelaki dan calon ayah, dia harus bisa tegar dan selalu memberi semangat kepada sanga kekasih agar tak menyerah dengan keadaan yang ada.


Melihat Caterine tertidur dalam dekapannya, Stevanus pun dengan hati – hati meletakkan kepala sang kekasih diatas bantal dan menyelimuti tubuhnya.


Dia sendiri langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa sambil membuka ponselnya, mengecek notifikasi yang masuk kedalam emailnya.


Sejak Caterine dirawat, Stevanus membawa semua pekerjaan kantornya kerumah sakit. Alhasil, Nicholaslah yang kembali menjadi korban.


Assisten pribadi sekaligus sahabatnya itu terpaksa harus bolak – balik dari kantor ke rumah sakit demi mendapatkan tanda tangan lelaki itu.


Tapi lelaki itu tak banyak mengeluh karena dia tahu betapa khawatirnya bosnya itu terhadap kondisi sang kekasih yang lemah karena mengandung buah hatinya.


Stevanus yang sedang serius membaca berkas yang baru saja dikirim oleh Nicholas dibuat terkejut oleh suara rintihan Caterine.


“ Sakit….”, rintih Ctaerine sambil menangis.


Stevanus yang melihat hal itu langsung memencet tombol agar dokter segera datang. Caterine yang kesakitan terlihat bergerak kesana kemari hingga tanpa sadar jarum infusnya tercabut dan darah segar mengucur deras disana.


Melihat hal tersebut Stevanus pun bertambah panik dan segera menyuruh salah satu bodyguard yang berjaga didepan untuk menjemput dokter jaga diruangannya.


Baru saja bodyguard tersebut keluar, muncul sosok berjubah putih masuk kedalam ruangan. Melihat kondisi Caterine yang memprihatinkan dengan darah yang masih mengucur dilengannya dokter segera mengambil tindakan cepat.


Untuk memastikan semuanya, dia minta salah satu perawat untuk mengganti cairan infuse Caterine dan membawa infuse yang hanya tersisa sedikit tersebut ke laboratorium.


Stevanus yang menyadari jika ada sesuatu yang ganjil segera bertanya kepada sang dokter. Mengetahui jika ada yang ingin mencelakai calon istri dan bayinya, Stevanus pun tak bisa menahan amarahnya.


“ Kita akan tahu setelah mendapatkan hasil dari laboratorium…”, ucap sang dokter berusaha menangkan pewaris Wiratmadjah group tersebut.


Setelah berhasil memberikan pertolongan awal, dokter berjanji akan menjaga ketat dan memantau kondisi Caterine satu malam ini.


Sang dokter juga minta maaf kepada Stevanus dan Caterine karena merasa telah kecolongan kenapa bisa obat seperti itu masuk kedalam tubuh pasien sedangkan dia sama sekali tak meresepkannya.


Stevanus yang mendengar penjelasan tersebut kemudian ingat jika waktu dia kembali tadi ada seorang perawat yang terlihat mencurigakan memasuki ruang rawat sang kekasih.


“ Sial !!!...aku kecolongan….”, batin Stevanus penuh amarah.


Diapun segera memerintahkan anak buahnya untuk melacak cctv rumah sakit dan mencari keberadaan perawat yang tadi dia temui didalam ruang rawat sang istri.

__ADS_1


Stevanus ingin mengetahui siapa dalang yang ingin mencelakai Caterine beserta calon buah hatinya itu.


Dia sama sekali tak menyangka jika ada orang yang berani mencelakai Caterine tepat didepan matanya.


Dengan penuh amarah, Stevanus berjanji akan memberi balasan berkali – kali lipat kepada orang yang menyakiti calon istri dan anaknya itu.


Sementara itu, dilorong rumah sakit seseorang wanita terlihat gelisah waktu mengetahui jika Caterine masih bisa tertolong meski obat tersebut sudah bisa masuk kedalam tubuhnya.


“ Brengsek !!!...kenapa gadis itu tak mati saja !!!....”, umpatnya penuh amarah.


Merasa jika tindakannya gagal, diapun bergegas pergi dari rumah sakit sebelum ditangkap oleh anak buah Stevanus.


Stevanus pasti mencurigainya sekarang dan untuk itu dia harus bersembunyi dulu untuk sementara waktu.


Untung saja obat yang disuntikkan belum masuk kedalam tubuh Caterine sepenuhnya karena infuse yang tercabut waktu gadis itu menggeliat kesakitan.


Kandungannya yang kuat juga menjadi faktor utama tidak sampai terjadi sesuatu yang fatal untuk ibu dan janin yang ada dlam kandungannya.


Akibat kejadian tersebut, pihak rumah sakit pun melakukan penjagaan yang sangat ketat. Bahkan siapa saja dokter dan perawat yang akan merawat Caterine, nama dan foto mereka harus sudah dipegang oleh Stevanus.


Selain dokter dan perawat yang sudah ditunjuk, tak ada lagi yang boleh masuk kedalam ruangan tersebut tanpa seijin Stevanus.


Hal itu di pergunakan untuk melindungi keamanan Caterine yang hampir saja kehilangan sang buah hati jika tidak mendapatkan pertolongan cepat dari rumah sakit.


“ Stev…kapan aku bisa pulang ?....”, tanya Caterine lemah.


“ Sabar dulu ya sayang…jika kondisimu sudah stabil, kita pasti pulang….”, ucap Stevanus penuh kelembutan.


“ Aku bosan disini…bau obat – obatan membuatku sedikit sesak….”, ucap Caterine merajuk.


Stevanus mengerti apa yang dirasakan oleh istrinya itu. Tapi, demi Caterine dan calon anaknya, dia harus tetap sabar untuk terus memberi motivasi dan semangat untuk calon istrinya tersebut.


Bagaimanapun, perlengkapan yang ada di rumah sakit lebih lengkap dan jika terjadi sesuatu mereka bisa langsung menangganinya.


Kabar mengenai percobaan pembunuhan terhadap cucu menantu dan calon cicitnya  membuat Wiratmadjah murka.


Diapun segera memerintahkan anak buahnya untuk secepatnya menemukan pelaku yang diketahui berjumlah dua orang tersebut.

__ADS_1


Wiratmadjah tak ingin keselamatan Caterine dan calon anak dalam kandungannya kembali terancam begitu sang pelaku tak berhasil ditemukan.


“ Cari keseluruh kota…jika tidak ada cari keseluruh negara. Aku tidak mau tahu…yang jelas kalian harus menangkapnya hidup – hidup secepatnya….”, ucap Wiratmadjah penuh amarah.


__ADS_2