
hallo maaf yaaa kalo kurang menarik mohon maaf dan dukung saya terus yaa π
selamat membaca π
"Kyaaaaaaaaaaaaa" teriakan Reva pun sangat keras dan sangat ketakutan
POV : SYAKIR
"Menarik, dan aku ingat dia siapa" gunam Syakir dalam hatinya.
"Apa aku mengantar nya saja, nah ide yang bagus" Syakir pun mengambil jas dan handpone nya.
"Rafli aku keluar sebentar ada keperluan yang harus aku tangani" pamit Syakir kepada Rafli.
"yaa sudah sana keluar hati jati yaaa, jangan ngebut ngebut kalo elo ada apa apa kasihan tuh nanti jodoh mu belom sempat nikah eh udah ditinggal,hihihi" kekeh Rafli
"terselah elo aja lah pokok nya aku harus buru buru" Syakir pun langsung berlari dan meninggalkan Rafli
"kenapa si dia tumben banget apa di kantor lagi ada masalah tapi tumben kalo di kantor nya ada masalah kan pasti dia minta saran, akhh udah lah" gerutu Raflii dalam hati, dia sangat kebingungan dan mengkhawatirkan Syakir.
Rafli adalah teman satu divisi mereka, dia berumur 19 tahun, ulang tahun Rafli dan Syakir tanggal nya sama tapi bulannya yang membeda kan Syakir ulang tahun 22 Juni dan Rafli ulang tahun tanggal 22 Juli. Rafli adalah dalah satu teman dekat dari Syakir karena Syakir telah mengangap dia saudara sendiri.
POV : SYAKIR
{ di parkiran }
__ADS_1
"apa dia masih ada disana apa sudah pulang" gumam Syakir dalam hati
Mobil Syakir melaju dengan sangat cepat dan handpone nya sedang berbunyi Syakir pun mencari keberadaan handpone yang berbunyi.
"Kyaaaaaaaaaa" teriakan cewe yang ketakutan
Dan terdengar suara teriakan ia pun segera mengerem mobil nya.
[Syakir pun keluar dari mobil]
"Nona Nona apa anda tidak apa apa, mari ikut saya ke rumah sakit saja" ajak Syakir dengan ketakutan.
Reva punn melihat siapa irang yang hampir menabraknya itu, Reva pun mengangkat kepala nya dan membuka matanya.
"Lah diaa?! bodo sekali kamu Syakir bisa bisa nya kamu mau menabrak gadis yang kamu sukai" Gumam Syakir dalam hati.
AUTOR POV
"kamu tidak apa apa? apa kita kerunah sakit saja"
"gak usah udh gak sakit" jawab Reva ketus
"yasudah mari saya hantar kamu pulang saja"
"semoga dia mau semoga dia mau" gumam Syakir dalam hati.
__ADS_1
"okee tapi harus sampe depan rumah yaa" jawab Reva ketus
"iya oke siap mari masuklah"
{didalam mobil}
Syakir masih bingung mencari topik pembicaraan karena dari tadi mereka hanyalah berdiam Syakir sibuk menyetir dan Reva sedang sibuk memandang keluar jendela dan sesekali memandangi handpone nya
"dia lagi mikirin siapa yaa kok seperti kebingungan" guman Syajir dalam hati
"dimana rumah kamu" Syakir bertanya dan memecah keheningan
"dijalan xxxxxxx blok D.01" Reva pun masih nampak kebingungan
"berarti kita putar balik lagi dongg?!" Ucap syakir spontan
"ya iyalah siapa suruh gak tanya tanya dulu tiba tiba nyelonong aja" Ketus Reva
"ya ampun Reva dia ini ketua divisi mu bagaimana kalo dia menilai PSG aku jelek akhh bodo sekali, ahh bodo amat lah udah terlanjur masa aku harus minta maaf sih gak ahh ogak gengsi lah.taruk mana muka aku nih minta maaf sama cowo" gumam Reva dalam hati. Reva pun melihat Syakir yang tersenyum senyum sendiri.
"kenapa dia malah senyum senyum" kata Reva dalam hati
"ada apa?? kenapa?"..........
mohon dukungannya yaa mohon maaf kalo kurang menarik atau membosan kanππ
__ADS_1