
Saat mendarat, Stevanus yang baru saja menyalakan ponselnya terlihat sangat geram dengan video yang dikirimkan kepadanya.
" Kak...lihat ini.Tampaknya kak Nicholas sekarang menjadi tranding topik dimana - mana setelah videonya sedang asyik bergoyak di club bersama Caterine tersebar " , teriak Fani heboh sambil menunjukkan video yang terekam paparazzi saat sahabatnya tersebut menikmati malam bersama kekasihnya.
" Caterine kepergok menikmati malam panas dengan Direktur Utama Wiratmadja Enterprice"
" Tertangkap basah....artis pendatang baru dengan Direktur sebuah rumah produksi ternama "
Dan masih banyak lagi tag line berita yang ada di media social saat ini.
Dengan geram, Stevanus segera menghubungi anak buahnya untuk segera menghapus semua berita menyangkut kekasih dan sahabatnya tersebut dari dunia maya.
Tidak butuh waktu lama, sebelum Stevanus sampai di rumah berita tersebut sudah hilang meski banyak orang yang sudah melihat dan membacanya.
Tapi kemungkinan untuk menyebarkan berita tersebut lebih luas terhenti karena hilangnya sumber informasi tersebut.
" Wah...tampaknya sebentar lagi kak Nicholas akan terkena masalah ", batin Fani khawatir.
Fani pun segera menghubungi Nicholas untuk memperingatinya mengenai berita yang sudah sempat tersebar itu.
Dia tidak ingin laki - laki tampan yang sudah mengisi hatinya tersebut menjadi sasaran amarah dari sanh kakak.
Karena Fani sangat mengetahui bahwa Stevanus jika sudah menyangkut urusan kerjaan dan nama baik perusahaan, dia tidak akan ragu menindak siapa saja meski itu adalah keluarganya sendiri.
Sedangkan Nicholas yang mendapatkan peringatan dari Fani hanya tersenyum tipis.
Dia sama sekali tidak menyangka bahwa reaksi sahabatnya tersebut akan secepat ini.
" Baiklah....sekarang waktunya pertunjukkan ", ucap Nicholas tersenyum lebar.
Semalam dia sudah menyusun rencana bersama Ratna dan Caterine agar Stevanus mau mengungkapkan semua isi hatinya.
Kok sudah hilang...", ucap Caterine heran.
" Pasti sudah dihapus oleh kekasihmu itu " , ucap Ratna santai.
" Bagiamana dia bisa tahu, beritanya saja belum ada sepuluh menit naik ", ucap Caterine masih tidak percaya.
" Kamu masih meragukan kemampuan kekasihmu itu ", ucap Ratna seakan tak percaya.
" Dia itu Stevanus Indra Wiratmadjah...apa yang tidak bisa dilakukannya " , ucap Ratna menekankan.
" Sekarang kamu harus menyiapkan dirimu karena aku yakin sebentar lagi dia akan kesini " , ucap Ratna mengoda.
" Terserah...", ucap Caterine sambil beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Belum juga Ratna menutup mulut, tiba - tiba bel apartemen berbunyi.
Ratnapun segera pergi setelah tahu yang datang adalah Stevanus.
" Tampaknya dia dari bandara langsung kemari " , batin Ratna tertawa geli melihat wajah Stevanus saat masuk tadi.
Caterine yang sibuk memasak di dapur tidak tahu jika manajernya tersebut telah pergi.
Stevanus melihat kekasihnya tersebut memasak dengan rambut disanggul kebelakang timbul perasaan rindu yang selama ini ditekannya.
" Siapa yang datang...", tanya Caterine penasaran namu tidak mengalihkan pandangannya dari masakannya.
" Jika itu Nicholas, suruh masuk dan ajak sarapan bareng " , ucapnya lagi.
Deg....
" Apa Nicholas sering kesini selama aku tidak ada " , batin Stevanus geram.
Melihat tidak ada reaksi dari Ratna, Caterinepun menoleh setelah menaruh masakannya dalam piring.
Dia begitu terkejut melihat Stevanus sedang berdiri menatapnya dengan tatapan membunuh.
" Eh....sayang, kapan datang ", ucap Caterine berusaha untuk menormalkan detak jantungnya yang tiba - tiba berdetak dengan kencang.
Untuk menghilangkan kecanggungan yang sempat tercipta, Caterine segera mengajak kekasihnya itu untuk sarapan bersamanya.
Tapi kekasihnya tersebut tidak menyambut ajakannya, justru dia mulai berjalan mendekat kearahnya dengan tatapan tajam.
Caterine yang merasa takut dengan tatapan taja. kekasihnya segera mundur secara perlahan hingga tubuhnya menyentuh kulkas.
" Sial...sudah tidak bisa mundur lagi aku ", batin Caterine cemas.
__ADS_1
Tak ingin kekasihnya itu kabur, Stevanus langsung mengunci gerakan Caterine yang saat ini sudah menempel di lemari es.
" Sudah mulai nakal ya...", ucap Stevanus tersenyum, tapi tatapannya masih tajam seakan ingin menelannya hidup - hidup.
" Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan" , ucapku berusaha mengelak.
Tidak tahu...", ucap Stevanus sambil mengeluarkan smirk devilnya.
Tidak tahu ", ucapku cepat sambil mengeleng - gelengkan kepala.
" Ini apa...", ucap Stevanus sambil menunjukkan videonya sedang berjoget erotis dengan Nicholas.
" Hanya bersenang - senang ", jawabku asal.
" Bersenang - senang....", ucap Stevanus mulai geram.
" Dengan pria lain dan berpakain sexy seperti ini ", ucapnya mulai marah.
Cup....cup....cup....
Caterine langsung saja memberikan kecupan keseluruh wajah kekasihnya tersebut agar tidak marah.
Dia juga tidak lupa membeikan c****n yang cukup lama di bibir lembut Stevanus.
Tidak menyia - nyiakan kesempatan yang ada, Stevanus yang sudah menahan rindu selama ini ditambah geram oleh ulah Caterine segera m*****t bibir yang sudah menjadi candunya itu.
Caterine yang merasakan keagresifan kekasihnya tersebut berusaha melepaskan diri, namun tidak bisa.
Tenaganya kalah kuat dengan Stevanus, karena tidak bisa melawan akhirnya dia mulai menyerah dan mengikuti kemauan kekasihnya itu.
Bukan hanya m*****t bibirku dengan rakus, Stevanus juga mulai bergerilya.
Tangannya sudah mulai meraba seluruh tubuh kekasihnya.
Caterine hanya bisa m******h setiap tangan kekasihnya itu mengenai titik titik sensitivnya.
D*****n sexy yang keluar dari mulut kekasihnya semakin membuatnya Stevanus bertambah liar.
Tidak terhitung berapa banyak tanda kepemilikan yang ditinggalkan kekasihnya itu di leher dan dadanya.
Stevanus yang melihat kekasihnya itu menangis akhirnya menghentikan tindakannya.
Dia merasa bersalah karena sudah menyebabkan orang yang dicintainya itu meneteskan airmata.
" Maafkan aku sayang...maaf....aku lepas control , ucap Stevanus merasa bersalah.
Diusapnya air mata yang menetes dipipi lembut kekasihnya.
Dikecupnya dengan lembut kening gadis yang ada dihadapannya dengan penuh perasaan.
" Tolong jangan lakukan hal itu lagi, aku takut " , ucap Caterine terisak.
" Aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi sebelum kita resmi menjadi suami istri " , ucapnya sambil memeluk Caterine dengan erat.
Setelah kekasihnya itu sudah agak tenang, Stevanus segera mengajaknya sarapan bersama.
Mereka makan dalam diam, keduanya sama - sama sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.
Setelah selesai sarapan, Stevanus mengajak kekasihnya itu duduk diatas sofa untuk membicarakan semuanya hingga jelas.
" Sekarang katakan padaku, kenapa kamu bisa bertindak seperti itu. Kamu tahukan kalau sekarang apapun tindakanmu akan disorot ", ucap Stevanus cemas.
" Maaf sayang...aku tidak pikir panjang saat itu " , ucap Caterine merasa bersalah.
" Dan untuk Nicholas, aku tidak ada hubungan apa - apa dengannya. Dia murni hanya ingin menghiburku dan menjagaku karena aku sedih selama empat hari tidak mendengar kabar darimu ", ucap Caterine sedih.
" Maaf ya sayang...", ucap Stenvanus lembut sambil membelai pipi kekasihnya.
" Kenapa selama disana kamu tidak pernah menghubungiku " , ucapku dengan tatapan sendu.
" Karena aku ingin fokus menyelesaikan semua permasalahan disana tanpa terganggu " , ucapnya menjelaskan.
" Jadi selama ini aku menganggumu...", ucap Caterine mulai emosi.
" Atau kamu tidak ingin aku ganggu karena sedang bersama wanita itu " , ucapnya membabi buta.
Caterinepun mulai mengeluarkan semua amarahanya dalam hati.
__ADS_1
Dia sudah tidak bisa lagi menutupi semua kesedihan, kekecewaan dan amarah yang menganjal hatinya selama ini.
"Apa maksudmu...", ucap Stevanus terkejut.
" Itu wanita yang menghubungimu sebelum berangkat ", ucap Caterine sinis.
Oh...itu, kamu ingin bicara dengannya ", ucap Stevanus datar.
Dia kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya dan menghubungi nomor telepon seseorang.
Tiba - tiba terdengar suara yang sama dengan yang waktu itu menelpon kekasihya.
" Iya honey....", ucap wanita itu saat telepon tersambung.
" Honey...", ucap Caterine terkejut.
" Iya sayang...apa kamu sudah kangen padaku, padahal kita baru saja berpisah ", ucap wanita itu dengan nada manja.
" Hey kakak....siapa yang kamu panggil honey itu ", semprot Caterine dengan penuh amarah .
" Aku sudah memanggilnya seperti itu sejak kecil..", ucap wanita itu menjelaskan.
" Jadi...dia cinta masa kecilmu begitu" , ucap Caterine penuh amarah.
" Nak...siapa gadis ini " , tanya wanita itu.
" Nak....", belum sempat Caterine berbicara ucapannya segera dipotong oleh Stevanus.
" Maaf ma...biasa anak kecil masih belum tahu kondisi. Nanti aku hubungi lagi ya. Bye ", ucap Stevanus langsung memutuskan sambungan telepon.
" Mama...jadi dia adalah mamamu ", ucap Caterine tersenyum malu.
" Mampus aku...", batin Caterine saat melihat kekasihnya tersebut hanya menatapnya datar.
" Jadi yang menemanimu selama di New York adalah tante" , ucapku merajuk.
" Maaf ya...", ucapku bergelayut manja dilengannya agar Stevanus tidak marah kepadaku.
" Makanya jangan mikir yang macam - macam dulu " , ucap Stevanus sambil menyentil keningku.
" Awww.....sakit yang....", ucapku mengaduh sambil mengusap - usap keningku.
" Lalu kenapa selama disana kamu tidak pernah menghubungiku" , ucapku penasaran, karena aku belum puas dengan jawaban yang ada.
" Karena aku takut hilang kendali seperti sekarang, hanya karena selembar foto aku bisa sepanik ini " , ucapnya sambil menunjukkan fotoku yang berada dalam dekapan Nicholas.
" Dan saat baru sampai, beritamu bersama Nicholas disebuah club sudah viral dimedia social " , ucapnya sedih.
" Aku benar - benar takut kehilanganmu sayang ", ucap Stevanus sambil memeluk Caterine dengan erat.
" Tolong jangan lakukan ini lagi ya ", ucapnya memohon.
" Iya....maaf " , ucapku lirih.
" Aku benar - benar mencintaimu Caterine. Aku ingin segera membuatmu menjadi istriku sehingga semua orang tahu bahwa kamu hanya milikku. Mungkin terkesan egois, namun aku tidak bisa hidup tanpamu ", ucapnya sedih.
" Kamu adalah nafasku, dadaku terasa sangat sesak melihatmu bermesraan dengan orang lain. Aku takut kamu benar - benar meninggalkanku " , ucapnya terisak.
Caterine yang baru pertama kali melihat kekasihnya itu seperti ini tidak bisa berkata apa - apa.
Selama ini Stevanus yang dia kenal adalah sosok yang dingin tanpa ekspresi dengan muka datar yang selalu dia perlihatkan.
Tapi dia baru tahu kalau ternyata kekasihnya itu juga merupakan manusia biasa yang bisa marah, sedih, dan kecewa.
" Aku senang kamu akhirnya bisa mengungkapkan apa yang selama ini kamu rasakan" , ucap Caterine perlahan melepaskan pelukan dan mengusap air mata yang jatuh di wajah kekasihnya itu.
" Terimakasih ya sayang, masih tetap berada disisiku" , ucap Stevanus berusaha tersenyum.
" I love u...", ucapnya lembut.
" I love u too...", balasku.
Kemudian dia mengecup bibirku dengan lembut.
Kecupan penuh rasa sayang tanpa nafsu didalamnya.
Kemudian kamipun tertawa bersama, menertawakan kekonyolan yang telah kami lakukan.
__ADS_1