
Cukup lama Stevanus mencari alamat rumah sang papi, berbekal informasi yang didapatkannya dari anak buahnya karena lokasinya yang jauh dari jalan utama.
Tampaknya sang papi memang tak ingin ada yang mengetahui keberadaannya hingga dia mencari kediaman yang jauh dari keramaiannya.
Bahkan jarak antara rumah yang satu dengan yang lainnya cukup jauh dengan halaman luas yang ada disetiap rumah.
Setelah berhasil sampai ditempat yang ditujunya, Stevanus malah terdiam didalam mobilnya tanpa berniat untuk keluar.
Dia terdiam cukup lama sambil mengamati rumah yang tak terlalu besar bercat biru langit dengan halaman yang sangat luas tersebut dengan tatapan ragu.
Keingginan mengebu untuk bisa segera bertemu dengan lelaki yang sangat dia rindukan tersebut perlahan mulai pudar.
Semua bayangan masa lalu kembali hadir, membuatnya sedikit ragu untuk melangkah keluar meski semua yang dicarinya sekian lama tersebut ada dihadapan matanya.
Beberapa kali Stevanus terlihat mencengkeram erat stir mobil miliknya, berusaha untuk menghalau rasa sakit yang tiba – tiba datang mendera.
“ Kenapa aku jadi ragu begini ?....”
“ Bukankah ini yang kuharapkan selama ini ?....”
“ Bertemu dan bertanya secara langsung mengenai apa alasan papi begitu mudah meninggalkan kami sekeluarga….”
Berbagai macam pertanyaan mulai berkecamuk dalam hati dan pikiran Stevanus membuat rasa sakit yang dulu sempat menghilang dalam hatinya kembali terasa.
Begitu melihat seseorang yang sangat dia rindukan keluar dari dalam rumah, ada sebening air mata yang tertahan dipelupuk matanya.
Seorang laki – laki yang dulu sangat dia hormati dan sayangi. Bahkan masih dia rindukan hingga sampai detik ini.
Seorang laki – laki yang membuatnya bahagia sekaligus menorehkan luka yang sangat dalam bagi dirinya dan keluarganya.
Stevanus yang hendak membuka pintu mobilnya menghentikan pergerakannya waktu melihat ada seorang wanita cantik berlari menuju sang papi dan langsung bergelayut manja di lengannya.
Keduanya tampak berbincang akrab dengan tatapan mesra selayaknya sebuah pasangan yang saling mencintai antara yang satu dengan yang lain.
Padahal kenyataannya hanyalah Indra, sang papi yang sangat mencintai wanita tersebut. Sedangkan Jesslyn hanyalah memanfaatkan semua rasa yang papinya itu miliki demi memuaskan egonya semata.
Mengingat hal tersebut membuat rahang Stevanus mulai mengeras. Dengan wajah merah menahan amarah dan kedua tangan terkepal diapun bertekad kali ini dia akan benar – benar menyingkirkan wanita ular tersebut dari hidupan papinya.
Stevanus sangat yakin jika Jesslyn kembali lagi kedalam dekapan sang papi karena jatuhnya keluarga Hubbert dan tak mulusnya jalan untuk mencari lelaki kaya penganti Alando.
__ADS_1
“ Kali ini aku tak akan membiarkan wanita itu masuk lagi kedalam hidup papi !!!....”, guman Stevanus tajam.
Diapun segera menghubungi anak buahnya untuk segera membereskan Jesslyn dan mamanya secepatnya.
“ Buat keduanya menghilang untuk selamanya !!!....”, perintah Stevanus tajam.
Stevanus pun mulai memutar mobilnya dan meninggalkan kediaman sang papi. Tampaknya saat ini bukanlah waktu yang tepat baginya untuk berkunjung setelah melihat wanita ular tersebut ada disana.
Jika dia memaksakan untuk masuk, yang ada hanyalah pertengkaran. Dan hal tersebut sama sekali tak Stevanus ingginkan pada pertemuannya dengan sang papi untuk pertama kali setelah sekian lama keduanya tak berjumpa.
Indra menatap lembut dengan penuh cinta wanita cantik yang sedang bergelayut manja dilengannya tersebut.
Dia sangat senang akhirnya Jesslyn kembali lagi kepadanya. Indra merasa hatinya berbungga – bungga saat ini.
Penantian lama yang dilakukannya akhirnya menuai hasil karena dia sangat yakin jika kali ini Jesslyn akan bersama dengannya selamanya.
“ Apakah kamu benar – benar akan pulang kesini dan merajut keluarga kecil bersamaku lagi ?....”, tanya Indra dengan lembut.
“ Tentu saja honey…aku sudah lelah dengan semuanya….”, ucap Jesslyn dengan suara lemah dan nada sedih.
“ Sudah cukup petualanganku selama ini dan akhirnya aku harus pulang…”
“ Dan itu, hanyalah kamu….”
“ Tempat hangat dan penuh cinta yang memang selama ini aku dambakan….”
“ Bukan hanya kekayaan semata….”
“ Yang kuperlukan adalah kehangatan dan kasih sayang serta perhatian dari orang yang mencintaiku….”
Ucap Jesslyn mulai melancarkan aksinya.
“ Tentu saja sayang…”
“ Kamu tahu kan jika kapanpun kamu pulang, aku akan selalu menerimamu dengan kedua tangan terbuka…”
“ Rasa cinntaku masih sama dan sedalam dulu…”
“ Semuanya tak akan pernah berubah…”
__ADS_1
“ Sampai kapanpun….”
Ucap Indra bahagia.
Jesslyn diam – diam tersenyum puas dengan hasil yang didapatkannya sebelum dia menyambut ciuman hangat yang dilayangkan Indra kepadanya.
“ Dasar bodoh !!!...”
“ Kamu masih saja sama seperti dulu…”
“ Lemah dengan bujuk rayuku…”
“ Aku tak akan pernah kembali kepelukanmu seandainya aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan…”
Batin Jesslyn penuh umpatan dalam hati atas semua kegagalan yang dia lakukan beberapa waktu terakhir.
Dari luar keduanya terlihat sangat mesra, seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Begitu intim dan penuh cinta seolah dunia hanya milik keduanya.
Tapi siapa sangka jika semua yang terlihat tersebut hanyalah sandiwara yang diciptakan oleh Jesslyn, untuk membuat Indra menampungnya kembali.
Yang ada dalam kepala wanitaular tersebut hanyalah rencana licik untuk mengembalikan status sosilanya dan menikmati kehidupan mewah yang sejak dari kecil diimpikannya tersebut.
Jika saja Wiratmadjah tak mengambil semua yang seharusnya menjadi hak Indra dan memberikan semuanya kepada Stevanus, sang cucu setelah putranya tersebut bercerai mungkin Jesslyn tak akan pernah meninggalkan Indra dan mencari lelaki kolongmerat lainnya.
Tapi siapa sangka jika nasib baik dan selalu bersamanya, setelah dia berhasil menghancurkan rumah tangga Indra dan membuatnya meninggalkan istri dan kedua anaknya hingga akhirnya keduanya bercerai justru harta yang selama ini Jesslyn incar diambil dari tangan lelaki tersebut dengan mudah.
Dan bodohnya, Indra menyetujui semua tindakan yang dilakukan oleh papinya tersebut asalkan dia bisa bercerai.
Waktu itu Indra pikir jika Jesslyn sangatlah mencintainya, sehingga bisa menerima dirinya apa adanya.
Tapi siapa sangka, setelah Indra tak sekaya dulu perlahan wanita tersebut mulai mencari lelaki lain yang lebih kaya darinya dan meninggalkannya.
Meski Indra sakit hati atas semua perbuatan Jesslyn, tapi dia sama sekali tak bisa membenci gadis tersebut karena rasa cintanya yang sangat dalam.
Baginya, Jesslyn adalah wanita mudah yang masih labil. Jadi wajar jika wanita yang sangat dicintainya itu melakukan kesalahan.
Dalam hati, Indra berjanji untuk selalu menerima Jesslyn dengan kedua tangan terbuka pada saat wanita tersebut membutuhkannya dan ingin kembali pulang.
Seperti saat ini, impian dan harapannya untuk bisa menghabiskan sisa hidupnya dengan Jesslyn akan menjadi kenyataan.
__ADS_1
Setelah wanita cantik tersebut dengan suka rela datang dan kembali berjanji untuk kembali bersama dengannya.
Merajut kasih dan rumah tangga yang dulu sempat mereka miliki meski hanya sekejap mata karena banyaknya halang rintang yang ada.