BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU
WAS - WAS


__ADS_3

Saat ini Aldebaran dan Caterine tetap menjalankan semua rencana yang telah mereka susun sejak awal.


Jaminan dari Stevanus untuk memberekan permasalahn Jesslyn dan menyuruhnya hanya fokus kepada Alando membuat Aldebaran sedikit tenang meski dia tidak tahu langkah apa yang akan Stevanus ambil.


Sesuai dengan informasi yang telah didapatkan, Aldebaran memberi Caterine tugas di tempat yang sama dengan jadwal harian Alando.


Sehingga mereka seakan – akan bertemu secara tidak langsung. Caterine yang memang tak kenal dengan Alando dan hanya tahu dari foto terlihat cuek sesuai dengan kepribadiannya.


Meski pada awalnya Alando berusaha acuh, tapi karena sering bertemu tak sengaja di beberapa tempat yang sama akhirnya lelaki tersebut goyah juga.


Hingga dia memberanikan diri menghentikan langkah Caterine dan menyapanya. Kali ini dalam scenario Laura diberitakan mengalami kecelakaan sehingga hilang ingatan.


Jadi wajar jika Caterine tak mengenal semua orang yang ditemmui diperusahaan maupun diluaran.


Hal itu digunakan untuk menunjang acting Caterine sebagai Laura agar bisa dijalankan dengan semaksimal mungkin.


“ Laura…lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu ?....”, ucap Alando hangat.


Selain ingin berbicara dengan gadis tersebut, alando ingin melihat bagaimana reaksi gadis yang menyamar menjadi Laura tersebut saat bertemu dengannya.


Caterine yang memang tak pernah merasa bertemu dengan lelaki yang ada dihadapannya itu hanya terdiam.


" Sesuai prediksi....." , batin Alando tersenyum puas karena gadis tersebut terlihat tak mengenalinya hingga suara seorang wanita mengalihkan perhatiannya.


“ Maaf tuan Hubert, nona Laura kehilangan ingatan setelah kecelakaan. Jadi semua memori tentang anda hilang. Jadi wajar jika nona Laura tak mengenali anda saat ini….”, ucap Assley sekretaris Laura maju untuk menjelaskan.


Meski apa yang dikatakan oleh Assley sama sekali tak dipercayainya namun Alando tak membongkar hal tersebut.


Dia masih ingin melihat sejauh mana gadis itu akan memerankan perannya sebagai Laura dengan baik.


Sementara itu Caterine yang baru menyadari jika lelaki tampan yang ada dihadapannya  adalah mantannya Laura tersenyum sinis dalam hati.


“ oh…jadi ini b******n itu. Ternyata dia lebih tampan dari pada yang terlihat didalam foto….”, batin Caterine sinis


Kedua tangan Caterine mengepal untuk sesaat, namun demi memaksimalkan actingnya Caterine tetap berwajah datar dan tenang.


Perlahan kepalan tangannya mulai mengendur dan diapun segera pamit undur diri karena masih ada hal penting yang harus dilakukannya.

__ADS_1


“ Maaf saya tidak mengingat anda tuan Hubert. Seperti penjelasan Assley, saya mengalami kecelakaan dan tak mengingat apapun. Karena saya masih ada urusan yang penting jadi saya pamit undur diri dulu…”, ucap Caterine dengan nada datar.


Melihat sikap Caterine yang sedikit ketus kepadanya, Alando malah semakin melebarkan senyumannya. Wajah datar Caterine lebih menarik untuk dilihat daripada wajah Laura yang asli.


Hal tersebut tentunya membuat Alando semakin tertarik untuk mendekati gadis tersebut, terlepas identitas apa yang dipakainya saat ini.


“ Mungkin, kita bisa sering bertemu agar ingatanmu bisa cepat pulih….”, ucap Alando dengan nada menggoda.


“ Kita lihat nanti. Saya permisi dulu tuan Hubert…”, balas Caterinesedikit ketus.


Setelah itu, Caterienpun berlalu dan langsung masuk kedalam mobilnya untuk bertemu dengan klien membahas mengenai proyek barunya.


Alando yang menatap kepergian Caterine hanya bisa tersenyum simpul sambil memegangi dagunya dan berkata “”Menarik….”.


Dari kejauhan tanpa disadarai semua orang ada sepasang bola mata mengamati semua interaksi yang baru saja terjadi.


Dan tak lama kemudian ada seorang pria berjaket hitam dan berkacamata hitam mengetuk pintu mobil Jesslyn dan memberikannya sebuah amplop coklat.


“ Terus awasi !!!...jangan sampai lengah !!!....”, perintah Jesslyn tegas.


“ Jadi dia hilang ingatan…bagus juga. Aku akan lebih mudah untuk menyingkirkannya….”, ucap Jesslyn dengan smirk devilnya.


Setelah itu mobil Jesslyn pun segera melesat pergi. Tanpa diketahui wanita tersebut sejak tadi ada seseorang yang terus membuntutinya.


Dia adalah anak buah yang dikirim oleh Stevanus untuk memantau setiap gerak – gerik yang Jesslyn lakukan.


Kali ini Stevanus tak akan membiarkan wanita ular tersebut lolos begitu saja. Dia akan membuat wanita itu bertanggung jawab atas semua hal buruk yang telah dilakukannya kepada keluarganya.


Dan dari mulutnya Stevanus ingin mengetahui keberadaan sang papa yang sampai saat ini tidak pernah terlihat batang hidungnya.


Demi menjalankan aksinya, Stevanus tentunya akan tinggal lebih lama di negeri paman Sam tersebut.


Untuk itu dia akan menyewa sebuah rumah sebagai tempat tinggalnya karena tak mungkin baginya untuk tinggal diapartemen Caterine sebelum restu dari keluarga kekasihnya itu dia dapatkan.


Dan untuk urusan di perusahaan, Stevanus serahkan sepenuhnya kepada Nicholas. Dia meminta sahabatnya itu menghandle Wiratmadjah Enterprise selama dirinya tak ada ditempat.


Meski Nicholas penasaran tentang apa yang terjadi disana tapi dia juga tak berani untuk mempertanyakannya mengingat pribadi Stevanus yang tertutup tersebut.

__ADS_1


“ Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan hingga harus menetap selama itu disana?....”, batin Nicholas penuh tanda tanya.


Karena menurut informasi yang dia dapatkan dari ratna jika hubungan Caterine dan Stevanus sudah membaik, jadi menetapnya Stevanus disana untuk waktu yang lama tentunya bukan berhubungan dengan asmaranya.


“ Tapi apa ?....”, Nicholas tampak berpikir keras namun tak menemukan jawaban apapun.


Sementara itu, Caterine yang baru saja bertemu dengan Alando segera menceritakan semuanya kepada Aldebaran.


Merekapun segera membuat rencana selanjutnya. Meski Caterien sempat menolak ide yang diberikan oleh Aldebaran kepadanya.


Namun setelah memikirkannya matang – matang jika rencana ini bisa mempercepat tujuan mereka Caterien pun akhirnya menerima.


“ Tapi, aku akan minta persetujuan Stevanus dulu untuk masalah ini….”, Caterine berusaha menjelaskan kepada Aldebaran, meski dia menerima tapi semua keputusan ada ditangan sang kekasih.


Malam harinya, ketika mereka bertemu Caterine pun menjelaskan semua keputusan yang telah diambilnya bersama Aldebaran sore tadi.


“ Ok, tidak masalah. Tapi sebisa mungkin, hindari kontak fisik dengannya jika tak diperlukan….”, ucap Stevanus tajam.


Meski dia yakin jika hati Caterine hanya untuknya, tapi mengingat jika Alando adalah pribadi yang hangat dan wajahnya juga tampan.


Stevanus tak bisa mengabaikan alarm berbahaya yang sejak tadi berbunyi didalam hatinya memberinya peringatan.


“ Tenang saja….aku akan melakukannya seperti aku sedang acting didepan kamera….”, ucap Caterine sedikit manja.


Mulai sekarang selain Assley bawa Natalie bersamamu. Mulia sekarang dia yang akan menjadi pengawal pribadimu dan tinggal di apartemen untuk melindungimu.


“ Kenapa harus sampai pakai pengawal pribadi. Itu tidak perlu kurasa….”, ucap Caterine tercenggang.


“ Kamu tidak tahu siapa Jesslyn, istri Alando. Dia licin dan sangat berbahaya. Aku tak mau mengambil resiko dengan membiarkanmu bertemu dengan Alando tanpa perlindungan apapun….”, ucap Stevanus tajam.


Setelah melalui perdebatan kecil, akhirnya Caterine pun kembali mengalah karena dia merasa ini semua juga demi kebaikannya sendiri.


Saat malam sudah semakin larut, keduanya pun segera kembali keapartemen. Malam ini Stevanus sudah menempati rumah barunya dan tidak menginap di apartemen Caterine lagi.


Selain untuk membuatnya leluasa dalam bergerak, hal ini dilakukan untuk menghindari konflik kembali pada saat keluarga Caterine tiba – tiba datang menjenguk sang kekasih.


Sebelum seluruh keluarga Caterine merestui hubungan yang baru kembali mereka jalin, untuk sementara waktu Stevanus akan menjaga jarak dengan tinggal di tempat yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2