
George mengajak Ratna berkunjung kerumah keluarga Wiratmadjah. Dia ingin segera mengakhiri hubungan palsu sang adik dengan kekasihnya yang meruapak cucu tertua Wiratmadjah.
Sebagai seorang kakak tentunya dia ingin memberikan yang terbaik bagi sang adik. Untuk itu dia akan mengakhiri semuanya hari ini karena dia tidak ingin adiknya semakin terluka jika terus bersama Stevanus.
Ratna hanya pasrah saat diajak masuk oleh George menemui keluarga Stevanus yang saat ini sedang berkumpul bersama.
Wiratmadjah sangat senang dengan kedatangan George karena dia pikir kakak Caterine itu hendak membahas masalah pernikahan adiknya dengan sang cucu yang akan dilangsungkan tidak lama lagi.
“ Masuklah…”, ucap Wiratmadjah ramah.
“ Ayo duduk…jangan sungkan ”, ucapnya sambil mempersilahkan George dan Ratna untuk duduk.
Kemudian satu persatu anggota keluarga Wiratmadjah hadir di ruang tamu, termasuk Nicholas yang kebetulan saat itu sedang berada di sana.
Jika semua orang tampak bahagia menyambut kedatangan kakak sulung Caterine itu, namun tidak dengan Nicholas.
Dia merasa bahwa kedatangan George dan Ratna kerumah ini bukanlah untuk sesuatu hal yang baik dilihat dari aura yang keluar dari tubuh kakak sulung Caterine itu yang mengatakan bahwa suasana hatinya sedang tidak baik - baik saja.
Nicholas memandang George dan Ratna secara bergantian dengan tatapan menyelidik. Nampaknya bukan hanya Nicholas yang khawatir tentang kedatangan George disini.
Namun Fani juga merasa demikian, mengingat cara kakak kembarnya membawa pergi Caterine semalam bukanlah sesuatu hal yang cukup bagus untuk dibicarakan.
“ Apakah ini berkaitan dengan kakak membawa pergi paksa Caterine…oh Tuhan…semoga bukan sesuatu hal
yang buruk ”, batin Fani cemas.
Melihat raut muka Fani yang sedikit cemas, Nicholaspun berusaha untuk menyelidiki, karena sejak dirinya bertengkar dengan Stevanus dia sedikit kehilangan informasi mengenai perkembangan dua sejoli itu.
Karena sangat khawatir dengan kondisi sang adik dan tidak ingin membuang waktu yang ada maka George segera mengutarakan tujuan mereka datang.
Semua orang terlihat sangat binggung saat George menanyakan dimana dan bagaimana kondisi Caterine saat ini mengingat Stevanus telah membawa adiknya secara paksa tadi malam.
Bahkan George juga menjelaskan kalau Stevanus sempat melukai adik sahabatnya untuk bisa membawa Caterine yang sempat menolak untuk pergi dengan Stevanus.
“ Maaf George…kurasa ini ada sedikit kesalah pahaman…”, ucap Wiratmadjah berusaha untuk menengahi.
Wiratmadjah sangat tahu bahwa cucunya itu sangat sayang terhadap Caterine, jadi dia tidak mungkin untuk melukai gadis itu.
“ Kurasa tidak…jika dia memang berniat baik – baik kenapa tidak datang kerumah untuk membicarakan semuanya…malah membawa paksa seperti ini. Kalau saya bilang ini penculikan tidak salah kan…”, ucapnya tajam sambil menunjukkan rekaman kejadian saat Stevanus memukul Aldebaran secara membabi buta dan mengendong paksa Caterine yang meronta – ronta masuk kedalam mobil.
Semua orang yang berada disana sangat terkejut melihat rekaman video tersebut terutama Fani. Dia
__ADS_1
sama sekali melupakan bahwa disana adalah tempat umum dan kemungkinan ada orang yang merekam kejadian sangatlah besar, mengigat siapa Caterine dan siapa kakaknya itu.
“ Oh My God…kenapa aku tidak berpikir tentang hal itu sebelumnya ”, batin Fani sambil menepuk jidatnya.
Tubuh Fani seketika langsung membeku saat semua orang memandang kearahnya seakan meminta penjelasan darinya.
“ Kenapa semua orang memandangku seperti itu…”, batin Fani binggung.
Dia sempat menelan ludah beberapa kali karena tiba – tiba tenggorokannya terasa sangat kering karena semua orang masih menatapnya dengan tajam.
“ Fani…jelaskan semua ini…”, perintah Bianca, maminya.
“ I..itu…”, ucap Fani sedikit tergagap.
“ Kakak…kenapa kamu harus membuatku menghadapi semua ini ”, batin fani ingin menangis.
“ Jadi begini...”, ucap Fani mulai menjelaskan.
Diapun mengatakan semuanya yang dia tahu kepada semua orang yang berada disana agar kesalah pahaman ini tidak terus berlanjut.
Mulai dari dirinya yang disuruh pura – pura beradegan mesra dengan sang kakak demi membuat Caterine cemburu hingga rencana penculikan Caterine untuk dibawa ke Eropa dimana pulau pribadi yang telah dibeli oleh
“ Jadi dari awal sampai akhir semua adalah sandiwara….bagus…aku tidak menyangka ternyata cucu keluarga
Wiratmadjah ini cukup berbakat menjadi script writer yang hebat…”, ucap George dengan senyum mengejek.
Semua orang seketika menatap tajam George, tapi tidak dengan Fani dan Nicholas yang sudah tahu bahwa sejak awal langkah yang diambil oleh Stevanus sudah salah.
“ Baiklah…karena cucu anda sudah mengatakan semuanya dengan jelas, maka saya mewakili Caterine ingin mengakhiri semua sandiwara yang telah dibuat oleh Stevanus bersama adik saya Caterine demi membuat anda bahagia… ”, ucap George tegas.
“ Apa maksud anda…”, ucap Bianca binggung.
“ Ratna tolong jelaskan semuanya pada mereka…”, perintah George sambil menatap tajam Ratna yang duduk
disampingnya.
Glekkk….
“ Oh Tuhan….kenapa aku juga terseret dalam situasi yang rumit ini…”, batin Ratna ingin menangis.
Tidak ingin semakin memperumit keadaan yang ada akhirnya Ratna membeberkan semua fakta yang selama ini dia ketahui.
__ADS_1
Bagaimanapun dia juga mempunyai tanggung jawab terhadap semua yang telah terjadi, karena dia
yang telah mendorong Caterine menyetujui permainan ini.
Ratna menceritakan semuanya mulai dari awal kebohongan terjadi, kenapa dan apa penyebabnya dia jelaskan semuanya.
“ Kalau anda tidak percaya dengan ucapan saya, anda bisa minta Nicholas dan Fani untuk menjelaskannya karena mereka juga terlibat dan mengetahui masalah ini sejak dari awal ”, ucap Ratna melirik tajam kearah Nicholas dan Fani.
“ Jika aku terseret maka aku tidak ingin sendirian….aku akan membawa kalian berdua bersamaku…”, batin Ratna tersenyum licik.
Nicholas dan Fani yang mendengar ucapan Ratna seketika pucat pasi. Saat ini mereka hanya bisa
pasrah menerima apapun konsekuensi dari kebohongan yang telah mereka lakukan.
“ Apa benar yang dia katakan…”, ucap Wiratmadja memandang tajam Fani dan Nicholas.
Gleg….
Fani dan Nicholas hanya menelan ludah beberapa kali saat melihat tatapan sang kakek yang seakan ingin menguliti mereka berdua hidup – hidup.
Semua orang terlihat marah, kecewa dan sedih setelah mengetahui bahwa semua ini memang telah direncanakan oleh Stevanus.
Bahkan Fani dan Nicholas juga berkomlot dengan cucu kesayangannya itu untuk membohonginya.
Wiratmadjah sangat terpukul atas apa yang dilakukan oleh cucu kesayangannya tersebut. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa akibat desakannya Stevanus akhirnya nekat melakukan hal tersebut.
“ Aku tahu apa yang kakak lakukan memang salah. Tapi dia melakukan semua ini karena dia sangat mencintai Caterine…”, ucap Fani dengan mata berkaca-kaca.
“ Kalian tahu kan kalau kakak selama ini bisa mendapatkan semuanya dengan mudah, tapi tidak dengan
Caterine. Maka kakak melakukan semuanya itu hanya ingin agar Caterine benar – benar bisa mencintainya dengan tulus. Meski harus mengikatnya sebagai pacar palsu untuk memuluskan jalannya ”, ucap Fani berusaha menjelaskan semuanya.
Dengan ini dia berharap semua orang bisa mempertimbangkan kembali hubungan kakaknya dengan Caterine, terutama George yang terlihat sangat tidak menyukai kakaknya.
“ Kak…cepat kembali…aku hanya bisa melakukan hal ini untukmu…”, batin Fani sedih.
Sementara itu, Stevanus yang telah mendapatkan kabar dari adiknya segera meluncur untuk pulang bersama kekasihnya.
Dia bertekad untuk menjelaskan semuanya kepada semua orang tentang apa yang telah dilakukannya selama ini.
Namun yang paling penting saat ini adalah meyakinkan kekasihnya agar memaafkan dan bisa kembali mencintainya seperti awal mereka bertemu.
__ADS_1