BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU
SUKSES


__ADS_3

Akhirnya, hari yang sangat dinanti - nantikan oleh seluruh pemain dan kru yang terlibat didalamnya datang juga.


Yaitu hari terakhir pengambilan gambar dan closing film.


Semua orang terlihat bersuka cita menyambut selesainya jadwal syuting yang terbilang cukup padat itu.


Untuk merayakan hal tersebut mereka melaksanakan makan malam bersama di sebuah Restoran mewah.


" Akhirnya selesai juga. Sekarang tinggal tunggu tayang perdananya " , ucap salah satu kru bagian tata rias.


" Kalau dilihat dari respon trailernya sih sudah cukup bagus. Semoga tiketnya nanti terjual habis dan bonus kita bisa cepat cair " , ucap kru yang lainnya sambil tersenyum bahagia.


" Ayo...pesan yang banyak, malam ini kita berpesta ", ucap Nicholas sambil mengangkat gelas untuk bersulang.


Semua orang malam itu terlihat sangat bergembira, mereka bercengkrama dengan sangat akrab.


Syuting yang dilakukan setiap hari selama tiga bulan ini membuat hubungan antara pemain dan kru yang bertugas menjadi dekat seperti keluarga.


Suka duka telah mereka lewati bersama selama proses syuting berlangsung.


Saat semua orang sibuk bercengkrama antara satu dengan yang lainnya, Caterine sibuk dengan ponselnya.


Maklum saja, sudah hampir satu bulan ini Stevanus disibukkan oleh jadwalnya yang harus bolak - bolak ke luar kota untuk mengurusi beberapa proyek barunya yang menyebabkan dirinya tidak bisa bertemu dengan kekasihnya.


Jadi, saat dirinya ada waktu senggang, begitu juga Caterine maka dia tidak ingin komunikasinya diganggu oleh yang lainnya, seperti saat ini.


Stevanus tahu kalau sekarang kekasihnya itu lagi bersantai bersama rekan - rekannya untuk makan malam bersama.


Bukannya ingin mengekang atau tidak percaya dengan kekasihnya, tapi Stevanus lebih menjaga agar kekasihnya itu terlalu akrab dengan yang lainnya, terutama para pemain dan kru cowok yang berada disana.


Dirinya sadar kalau banyak diantara para kru disana yang memendam perasaan terhadap kekasihnya itu.


Termasuk Adit lawan mainnya dalam film tersebut yang terang - terangan mengungkapkan rasa sukanya terhadap Caterine di hadapan Stevanus waktu itu.


Ratna yang sudah jengah dengan kelakuan artisnya tersebut berusaha untuk menegurnya, tapi lagi - lagi perkataannya tidak dihiraukan oleh Caterine.


" Cepat habiskan makananmu kalau ingin segera pulang ", ucap Ratna sewot.


Bentar...", ucap Caterine sambil terus membalas pesan dari kekasihnya.


Mendengar jawaban itu, mau tidak mau Ratna akhirnya mengalah dan menyuapi Caterine sebelum makanan yang ada dipiringnya dingin.


Melihat hal tersebut semua kru hanya bisa tertawa kecil melihat kemalangan Ratna.


Mereka sudah tidak heran lagi jika Caterine sudah sibuk dengan ponselnya maka itu tandanya dia tidak bisa diganggu oleh hal yang lainnya, termasuk melupakan soal makan.


Meski sebal dengan tingkah artisnya tersebut, tapi Ratna cukup memaklumi tindakan Caterine.


Dirinya cukup tahu bagaimana possesifnya Stevanus terhadap Caterine.


Kadang Ratna merasa heran bagaimana Caterine bisa tahan dengan kelakuan kekasihnya yang seperti itu.


Tapi kalau sudah berbicara tentang cinta, dia akan angkat tangan dengan sendirinya.

__ADS_1


Apalagi ide untuk dekat dengan Stevanus awalnya adalah saran darinya, jadi mau tidak mau Ratnapun mendukung sepenuhnya hubungan tersebut.


"Apa habis ini kamu mau langsung pulang...", ucap Ratna penasaran.


" Ini aku sudah dijemput oleh supirnya Stevanus. Mobilku kamu bawa ya ", ucap Caterine tersenyum sambil mengeluarkan kunci mobil dari dalam tasnya.


Setelah berpamitan dengan yang lainnya, Caterinepun meninggalkan restoran.


Nicholas yang melihat kepergian gadis tersebut hanya bisa tersenyum kecut.


" Aku tidak menyangka kalau Stevanus bisa sebucin itu " , ucap Nicholas pelan.


" Namanya juga cinta pak...apalagi Caterine itu masih muda, cantik, pintar, dan multi talenta lagi wajar kalau pak Stevanus sangat takut kehilangan " , ucap Kyosi disamping Nicholas.


" Sebaiknya kamu cari yang lainnya saja kalau masih sayang nyawamu" , ucap Kyosi mengingatkan.


Hanya dengan melihat tatapan mata Nicholas kepada Caterine saja semua orang tahu kalau Direktur Utama Wiratmadja Enterprice itu memiliki rasa pada artis cantik tersebut.


Nicholas yang mendapat peringatan dari Kyosi hanya bisa tersenyum getir.


Bagaimana tidak, Nicholas yang seorang playboy cap wahid akhirnya bisa luluh dan jatuh cinta pada seorang gadis kecil seperti Caterine.


Tapi sayangnya, sebelum perasaan itu tumbuh dan bermekaran di dalam hatinya dia harus mematikan rasa itu dan menghilangkannya.


Semua dilakukannya demi sahabatnya yang telah bersamanya dalam suka dan duka sejak kecil.


" Jika bukan demi Stevanus, aku pasti tidak akan mengalah semudah itu ", batin Nicholas sedih.


" Silahkan turun nona...", ucapnya sambil membukakan pintu mobil.


" Tuan sudah menunggu anda di dalam " , ucapnya kembali dan langsung beranjak pergi.


Caterine sempat terdiam di teras rumah menikmati pemandangan pantai di waktu senja dan sejuknya angin yang berhembus hingga tidak menyadari Stevanus yang sedari tadi memandangnya dari depan pintu.


" Mau sampai kapan kamu berdiri disitu ", ucap Stevanus tersenyum manis.


Mendengar suara kekasihnya, Caterine segera berlari dan menghambur kedalam pelukan Stevanus.


" Kangen...", ucap Caterine manja.


" Aku juga...", ucap Stevanus sambil mengecup kening Catrine dengan lembut.


Kemudian merekapun masuk kedalam rumah masih dengan posisi saling berpelukan untuk melepas kerinduan yang selama ini mengusik jiwa.


" Malam ini menginaplah disini, aku kangen...", bisik Stevanus lirih sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Caterine.


Wajah Caterine seketika memanas saat l***h Stevanus bermain disekitar lehernya.


Tiba - tiba tubuhnya menegang, jujur ini adalah pertamakalinya ada seorang lelaki menyentuh tubuhnya.


" Hmm....hentikan....sayang hmm...hentikan... aku geli ", ucap Caterine dengan tubuh mengeliat seperti ulat bulu.


" Maaf...", ucap Stevanus merasa bersalah saat dilihatnya tubuh Caterine langsung menjauh darinya.

__ADS_1


" Maaf, aku belum siap " , cicit Caterine pelan.


Stevanus yang melihat kekasihnya sedikit ketakutan hanya bisa menghela nafas dan meruntuki kebodohannya yang tidak bisa mengontrol dirinya.


" Aku ingin melakukannya setelah kita sudah resmi menikah " , ucap Caterine dengan wajah masih menunduk karena malu.


" Apa ini sebuah isyarat agar aku segera melamarmu ", ucap Stevanus bahagia.


"Bu....bukan...ma...maksudku ak...", ucapan Caterine terputus saat bibir Stevanus membungkamnya


" Iya....aku paham maksudmu. Maaf ya aku tadi sempat lepas kendali ", ucap Stevanus sambil memeluknya dengan erat.


Krucukkk......krucukkk.....


Muka Caterine langsung merah padam saat perutnya berbunyi.


Diapun pura - pura batuk untuk menyamarkan suara yang berasal dari perutnya itu.


Tapi terlambat, Stevanus sudah mendengarnya dan langsung tertawa lepas.


"Kamu masih lapar...bukannya tadi habis makan malam bersama ", ucap Stevanus dengan senyum mengejek.


" Siapa tadi yang terus mengangguku dan tidak membiarkanku makan dengan tenang " , ucap Caterine sebal.


Dia memang sebal dengan kekasihnya itu karena selama acara berlangsung lelaki itu terus membuatnya sibuk untuk membalas pesannya tanpa memberikannya waktu untuk makan dan bersosialisasi dengan yang lainnya.


Tanpa banyak berkata, lelaki tampan tersebut langsung beranjak kedapur untuk menyiapkan makan malam untuk kekasihnya.


Tak terasa akhirnya tiba waktu Film dengan judul " Bahagia Bersamamu " yang baru dirilis mulai ditayangkan diseluruh bioskop yang ada dinegeri ini.


Tidak disangka film tersebut mengalami sukses besar melebihi ekspetasi yang ada .


Bahkan semua tiket terjual habis hingga seminggu kedepan.


Para pemain yang menbintangi film tersebut kebanjiran job untuk iklan dan film pendek bahkan sinetron di televisi.


Saking viralnya, bahkan gaya berpakain Caterine yang berperan menjadi Ranly dan Adit menjadi Mario menjadi trend center dikalangan anak muda.


Melihat fenomena tersebut membuat rumah produksi yang menaungi film tersebut ingin menjadikan film layar lebar tersebut dalam bentuk serial drama berseri di televisi.


" Tampaknya kekasihku akan sangat sibuk sekarang " , ucap Stevanus tidak senang.


Caterine yang mendengar ucapan kekasihnya itu hanya tersenyum sambil membelai lembut rambut Stevanus yang tidur dipangkuannya.


"Jika tidak sibuk, kamu bisa mendatangiku di tempat syuting seperti biasanya " , ucap Caterine lembut.


" Tapi sebelum itu, aku harus menyelesaikan tesisku yang tinggal tiga bab lagi ", ucap Caterine serius.


" Tentu saja, cepat selesaikan studimu agar aku bisa segera melamarmu ", ucap Stevanus menatap Caterine penuh cinta.


Kemudian dia mulai memeluk perut kekasihnya dengan erat.


Dia ingin secepatnya meresmikan statusnya agar semua orang tahu bahwa Caterine adalah miliknya seorang.

__ADS_1


__ADS_2