BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU
MENJALANKAN RENCANA


__ADS_3

Sesuai dengan rencana yang telah dibuat, Caterine akhirnya menerima undangan yang diberikan oleh Alando kepadanya.


Setelah sebelumnya dia menolak beberapa kali undangan yang datang kepadanya. Hal tersebut dilakukannya agar membuat Alando semakin penasaran dan menginginkannya.


" Taktik jinak - jinak merpati....", itulah yang Caterine terapkan saat ini.


Pertemuan mereka diawali  dari acara minum kopi bersama di waktu istirahat  hingga saling bertukar pesan dan puncaknya makan malam romantis berdua.


Begitu bertemu dengan Laura palsu, Alando merasa kekosongan hatinya selama empat tahun ini perlahan mulai terisi kembali.


Tak ingin mengulang kesalahan yang sama kedua kalinya, Alando merencanakan pertemuannya dengan Caterine sangat hati – hati.


Bahkan dia sampai membeli mobil khusus untuk digunakan bepergian agar tak bisa dilacak sang istri. Mobil tersebut tidak ada yang tahu keberadaanya selain dirinya sendiri.


Jesslyn yang sudah mencium aroma perselingkuhan suaminya dengan mantan kekasihnya terlihat berang karena dia tak menemukan bukti apapun mengenai hal tersebut.


Seolah ada pihak yang sengaja menutup rapat permasalahan ini sehingga orang – orangnya pun tak bisa mengetahui informasi mengenai kedekatan sang suami dengan mantan pacarnya itu.


Bahkan keingginannya untuk bisa menemui Laura secara langsung untuk memperingatkannya juga tak pernah berhasil.


Ada saja bencana yang selalu datang menganggu rencananya tersebut. Meski Jesslyn sudah menjadi bagian keluarga Hubert, tapi wanita tersebut bukanlah anggota keluarga utama.


Masih banyak rahasia didalam keluarga Hubert yang tak Jesslyn ketahui. Bukan hanya Alando yang membuat jejak perselingkuhan mereka tak bisa terendus.


Ada campur tangan Stevanus juga didalamnya. Dua orang kuat dengan latar belakang berbeda tersebut tentunya sama sekali tak akan bisa dengan mudah di prediksi oleh Jesslyn tenatng pergerakannya.


Kemunculan Stevanus sama sekali tak diketahui oleh Jesslyn karena dia tidak terlalu mengenal putra dari Indra Wiratmadjah, papa Stevanus.


Yang dia tahu hanya Stefany dan Bianca yang tinggal bersama Indra di luar negeri. Sedangkan Stevanus sejak dari kecil lebih memilih tinggal bersama sang kakek di dalam negeri.


Hingga wajahnya tak familier bagi Jesslyn. Meski kembar, namun karena tidak identik hadi wajah Stevanus dan Stefany tidaklah sama. Hal tersebut sama sekali tak terpikirkan oleh Jesslyn akan menjadi kesialannya saat ini.


“ Brengsek !!!...dia pasti sekarang sedang bersenang - senang dengan j****g itu !!!....”, teriak Jesslyn pemuh amarah.


Dia segera membanting ponsel yang ada ditangannya hingga hancur berkeping – keping karena tak mampu melacak posisi suaminya saat ini.

__ADS_1


Bukan hanya ponsel yang berhasil di bantingnya. Seluruh barang yang ada dalam ruangan juga tak lepas dari kemarahannya


Pranggg….


Pranggg….


Brukkkk….


Brakkkk…..


Jesslyn terus saja memecahkan barang yang bisa dijangkau dengan tangannya sambil berteriak memaki - maki suaminya.


Para pelayan yang ada didalam rumah tersebut hanya mampu menunggu diluar kamar dan mendengar suara teriakan majikannya tanpa ada yang berani masuk kedalam.


Sedangkan Mattew, anak semata wayang Jesslyn dan Alando yang berusia lima tahun memilih untuk mengajak pengasuhnya bermain didalam kamarnya.


Bocah kecil tersebut tak takut ataupun perduli melihat mommy nya seperti itu. Bagi Mattew, teriakan dan bentakan mommy nya sudah biasa dia dengar dan di lihat sehari – hari.


Mommy nya memang selalu berlebihan seperti itu ketika dady nya tak ada dirumah atau tak bisa dihubungi.


Dan kehadiran Laura palsu membawa angin segar baginya untuk bisa kembali bernafas dan menikmati kehidupannya dengan baik.


Jika Jesslyn sedang uring – uringan tak jelas dirumah, lain halnya dengan Alando malam ini. Dia terlihat sangat bahagia saat ini.


Makan malam romantis yang telah disiapkannya jauh - jauh hari berjalan dengan lancar. Dia menikmati setiap moment berharga malam ini bersama Laura palsu.


Semua hal yang ada dalam diri Caterine membuat Alando merasa jatuh cinta lagi. Dia lebih menikmati kebersamaan dengan Laura palsu daripada Laura asli kekasihnya dahulu karena menurutnya dengan gadis ini duanianya menjadi lebih berwarna.


“ Meski sekilas sama, tapi jika sudah lebih dekat seperti sekarang sangat terlihat jika Laura dan Caterine adalah dua sosok yang sangat berbeda….”, batin Alando bermonolog.


Bukan hanya Alando saja yang menikmati moment kebersamaan ini. Caterinepun juga merasakan hal yang sama.


“ Aku tak menyangka jika dia begitu hangat dan seromantis ini. Pantas saja Laura sangat tergila – gila padanya….”, batin Caterine terpesona.


Keduanyapun bercengkerama dengan hangat sambil menikmati hidangan mewah yang tersaji dihadapan mereka.

__ADS_1


Caterine yang baru pertama kali pacaran dengan Stevanus, lelaki dingin yang cuek merasa sangat tersanjung akan perlakuan Alando  yang seolah - olah menjadikannya Ratu malam ini.


Keduanya terlihat beberapa kali tersenyum lepas waktu mendapati ada hal yang lucu dalam obrolan mereka.


Bunga - bunga mulai tumbuh dengan subur didalam hari Alando waktu melihat senyum ceria diwajah cantik Caterine.


Sesuatu hal yang tak pernah bisa dia lihat diwajah kekasihnya, Laura. Meski mantan kekasihnya itu tersenyum lebar, namun jejak kesedihan terlihat jelas dikedua matanya.


Hal ini sangat berbeda dengan Caterine, diaman aura yang terpancar dari dalam tubuh gadis itu membuat orang yang berada didekatnya menjadi nyaman dan lebih bahagia lagi.


Semenatara di tempat lain, Stevanus merasa tak senang waktu melihat foto yang dikirim oleh anak buahnya yang kirim untuk mengikuti pergerakan kekasihnya.


Meski sudah ada Assley yang menjadi pengawal pribadi Caterine, Stevanus tetap menyebarkan anak buahnya disekitar sang kekasih guna mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi.


“ Meski tidak ada kontak fisik, seharusnya dia tak menampilkan senyum semanis itu dihadapan lelaki lain….”, guman Stevanus kesal.


Meski Caterine tampak wajar dan menjaga jarak dengan Alando seperti yang telah dia janjikan kepadanya.


Namun acting gadis itu membuat Stevanus resah. Jika ini adalah syuting film atau drama mungkin Stevanus akan segera menyuruh penulis naskah untuk menganti scenario yang ada.


Serta menganti pemeran prianya menjadi orang yang tidak setampan dirinya, setidaknya wajah lelaki tersebut tak samapi membuat kekasihnya terpesona.


Meski hanya melalui foto, dari sorot mata Alando dapat Stevanus rasakan jika laki – laki tersebut sangat tergila – gila dengan gadis yang ada dihadapannya itu.


“ Apa Alando itu bodoh !!!... kenapa dia tak bisa membedakan jika yang ada dihadapannya itu bukanlah Laura yang asli….”, Stevanus terus mengoceh tak jelas mengomentari setiap foto yang berhasil diterimanya.


Tampaknya bukan hanya Stevanus saja yang merasa cemburu malam ini. Aldebaran yang mengikuti pertemuan mereka dari kejauhan sedari tadi sudah mengepalkan kedua tangannya kuat – kuat.


Menahan emosi yang bergejolak dalam dirinya agar tak kelepasan untuk mendatangi meja Caterine dan menghajar Alando.


Apalagi waktu Alando memberikan tatapan nakal dan menggoda yang justru malah ditanggapi oleh Caterine denagn senang hati, membuat hati Aldebaran semakin mendidih.


“ Arhhh….tak seharusnya mereka kuijinkan bertemu. Apa aku harus merubah rencana yang ada ?....”, batin Aldebaran galau.


Kedua mata Aldebaran yang tajam terus saja menyorot kedua pasangan tersebut seperti seekor elang yang sedang mengintai mangsanya.

__ADS_1


Aldebaran terus menatap kearah Caterine berharap Alando membuat kesalahan sehingga dia memiliki alasan untuk membawa gadis tersebut pergi dari tempat tersebut.


__ADS_2