BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU
GELISAH


__ADS_3

            Selama perjalanan dari rumah Stevanus menuju rumah Caterine  hanya ada keheningan, tidak ada percakapan dalam mobil. Caterine dan Stevanus sama – sama sibuk dengan pemikirannya sendiri.


            Jika saat ini  Caterine merasa kecewa dengan kenyataan yang diungkapkan oleh kekasihnya itu, namun


lain halnya dengan Stevanus.


            Diacmasih terus berpikir kenapa semua rencananya menjadi berantakan seperti ini. Padahalcselama ini apa yang dilakukan dan direncakannya tidak pernah sekalipun gagal.


            Dalam diam, dia masih terus meraba – raba dimana letak kesalahan yang ada hingga apa yang telah direncakan dengan matang tersebut bisa gagal.


             Stevanus masih belum sepenuhnya sadar bahwa cinta bukanlah ilmu matematika yang bisa dijelaskan secara logika dengan rumus untuk menjabarkannya.


               Namun cinta adalah soal hati, dimana hati manusia tidak seperti soal matematika ataupun soal fisika yang punya satu jawaban yang tepat.


                Hati bisa sedih dan kecewa jika dikhianati dan tidak ada kejujuran disna. Rasa yang adapun bisa luntur seiring waktu akibat terus dihantam dengan ketidakpastian dan kebohongan.


                Keheningan terus menyelimuti hingga tak terasa mobil mewah tersebut memasuki halaman rumah


Caterine.


                Dengan rasa sedih dan kecewa, Caterine turun dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah tanpa menoleh kearah kekasihnya yang hanya bisa mengusap mukanya dengan kasar didalam mobil.


                Tidak ada kata ataupun lambaian tangan yang biasa mereka lakukan sebelum saling berpisah, meski hanya sesaat.


                 Dari dalam mobil, Stevanus hanya mampu memandang tubuh kekasihnya hingga menghilang


dibalik pintu.


                   Ingin rasanya Stevanus mengejar Caterine saat itu juga dan langsung memeluknya dari belakang dengan penuh kasih sayang, namun niat itu dibatalkannya.


                    Dia tidak ingin membuat Caterine semakin marah dan membencinya. Sudah cukup semua


kebohongan yang selama ini dia lakukan kepada kekasihnya itu.


                    Hanya karena ingin memastikan perasaannya dan melihat ketulusan cinta Ctaerine dia melakukan hal bodoh yang berakibat cukup fatal bagi hubungannya saat ini.


                    Untuk itu, maka malam ini Stevanus akan memberikan kekasihnya itu waktu untuk merenungkan


semuanya sendiri.


                    Hanya itulah jalan yang bisa dilakukannya saat ini.   Besok barulah dia berniat untuk datang lagi kerumah itu dan bertemu dengan keluarga besar Caterine untuk menjelaskan semuanya.


            Dengan perasaan berkecamuk, Stevanus perlahan mulai meninggalkan halaman rumah kekasihnya dan melaju pelan dalam keheningan malam.


              Yang ada dalama pikiran Stevanus saat ini adalah bahwa besok dia harus bisa meyakinkan semua anggota keluarga Caterine, tanpa terkecuali.


                Dia harus bisa menjelaskan secara gamblang semua hal yang telah terjadi dan berharap agar nantinya semua argument yang akan diutarakannya bisa diterima dengan baik oleh seluruh anggota keluarga kekasihnya.

__ADS_1


            Bagaimanapun dia sadar bahwa semua ini terjadi berawal dari dirinya, maka hanya dirinyalah yang wajib untuk menyelesaikan semuanya.


            Sementara itu Caterine yang berada dirumah sendiri karena kedua orang tuanya sedang ada acara di luar kota dan kedua kakaknya sibuk dengan pekerjaan masing – masing langsung merebahkan diri diatas ranjangnya


yang sangata besar dan nyaman itu.


            Pikirannya saat ini menerawang jauh, dalam diam dia mulai mengingat kembali awal mula pertemuan mereka hingga terjalin kontraknya sebagai pacar Stevanus yang entah sejak kapan hubungan palsu tersebut seakan nyata dimana dia dan Stevanus mulai saling membutuhkan satu sama saling.


            Bahkan keduanya tak segan lagi untuk menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya didepan umum secara alami.


            Semua rasa yang terjalin dalam kurun waktu enam bulan tersebut terasa begitu nyata dan alami, jauh dari kepura – puraan.


            Saat itu Caterine benar – benar merasa menjadi orang yang paling bahagia. Bunga – bunga dalam hatinya satu persatu mulai tumbuh dan bermekaran.


            Sebagai gadis yang baru saja merasakan jatuh cinta, tentu pengalaman pertama ini menjadi sesuatu hal yang sangat berharga baginya.


            Namun sayang, takdir sepertinya berkata lain.Kebahagiaan yang baru saja dia alami bersama seseorang yang sangat dicintainya itu, tiba – tiba saja menghilang dan hanya menyisakan kekosongan dan kehampaan.


             Satu persatu kebohongan kecil yang terjadi secara berlahan mulai mengikis rasa cinta yang ada didalam hati.


              Meski sekuat tenaga perasaan yang sudah dia pupuk hingga tumbuh subur tersebut perlahan mulai digerogoti oleh kesedihan dan ketidak percayaan yang membuatnya perlahan mulai layu dan berguguran.


               Parahnyalagi, kebohongan yang selama ini terjadi merupakan hasil dari skenario sang kekasih yang direncanakannya dengan matang.


                Hal tersebut tentunya menambah  rasa kecewa dihati Caterine. Dalam kebingungan hatinya saat ini dia memilih berdiam diri dan mencerna semua peristiwa yang telah dilaluinya.


            Meski rasa cinta itu masih ada, namun Caterine tampaknya sudah merasa lelah atas semua sikap Stevanus yang dianggapnya tidak pernah jujur pada perasaannya sendiri.


“ Kenapa dia melakukan semua hal ini jika dia memang benar – benar mencintaiku…  ” kata – kata itulah yang terus berputar didalam kepalanya.


            Pertanyaan demi pertanyaan lain yang meragukan semakin bermunculan. Seperti sebuah notifikasi yang terus berbunyi tanpa henti membuat kepalanya terasa sangat sakit.


            Saat sedang memegang kepalanya yang terus berdenyut tiba – tiba pintu kamar terbuka dan muncullah sosok sang manajer berdiri sedih disana.


            Ratna tidak kuasa melihat artis sekaligus sahabatnya tersebut seperti sedang menahan sesuatu yang sangat menyakitkan.


            Dengan perlahan dia mulai berjalan mendekat kearah ranjang yang sangat besar itu dan duduk disamping Caterine.


“ Menangislah jika ingin menangis….maafkan aku ya…aku tidak menyangka kalau akan jadi seperti ini…”, ucap Ratna sambil memeluk Caterine dengan air mata yang tiba – tiba saja mengalir dengan derasnya.


“ Hey…kamu kenapa…”, tanya Caterine binggung.


                Diapun  perlahan melepaskan pelukan Ratna dan dengan lembut jemari tangannya mulai menghapus air mata yang telah membasahi pipi sahabatnya itu.


“ Jika kamu sudah tidak kuat…kamu putuskan saja…aku yakin gadis secantik dan sebaik kamu pasti akan


mendapatkan ganti yang lebih baik. Yang bisa menyayangimu dengan setulus hati…”, ucap Ratna masih dengan berderai air mata.

__ADS_1


“ Kamu ngomong apa sih…hey…aku baik – baik saja, lihat aku…”, ucap Caterine berusaha tersenyum untuk menyembunyikan kegundahan hatinya.


“ Kamu tidak bisa bohong padaku…”, ucap Ratna sambil mengeleng – gelengkan kepalanya dengan sedih.


            Sebagai sahabat yang sudah lama bersama, Ratna tidak akan mudah dibohongi begitu saja oleh Caterine. Meski bibirnya tersenyum, namun sorot mata sahabatnya tersebut penuh kesedihan yang seakan menusuk hatinya.


            Dengan lesu Caterinepun akhirnya mulai bersuara, karena saat ini dia juga memerlukan saran dari orang lain agar tidak salah dalam mengambil keputusan.


“ Apakah kamu masih mencintainya…”, ucap Ratna dengan hati – hati.


“ Entahlah…aku sendiri masih binggung dengan perasaanku sekarang ”, ucapnya lesu.


“ Aku benar – benar merasa kecewa dengan semua yang telah diperbuatnya ”, ucapnya sambil menghembuskan


nafas dalam – dalam.


“ Ikuti apa kata hatimu…”, ucap Ratna sambil menunjuk dada Caterine.


            Mendengar ucapa Ratna membuat Caterine terdiam sesaat. Dia mulai memikirkan semua apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu.


“ Bagaimana kalau kita liburan setelah kamu selesai wisuda…sebelum kembali aktiv syuting lagi ”, ucap Ratna sambil menghapus sisa air matanya dan terlihat mulai bersemangat.


“ Kamu ingin ke Jepang atau Korea…disana kita bisa cuci mata sambil lihat oppa – oppa ganteng dan berwisata


kuliner ”, ucap Ratna dengan senyum mengoda.


“ Idemu tidak buruk…”, ucap Caterine tersenyum bahagia.


“ Ratna memang selalu tahu mengerti aku… ”, batinnya terharu.


“ Terimakasih untuk semuanya…”, ucap Caterine sambil memeluk erat sahabat sekaligus manajernya itu.


“ Itu sudah menjadi tugasku agar artisku tidak sedih. Jika tidak…maka penghasilanku tentunya akan


berkurang banyak karena sepinya job…”, ucap Ratna berkelakar.


“ Jadi ini semua demi uang…begitu…”, ucap Caterine pura – pura kesal sambil mengelitiki perut Ratna.


“ Ampun….ampun….”, ucap Ratna tertawa geli.


            Akhirnya mereka berduapun tertawa bahagia. Sebastian yang baru datang dan menyaksikan semuanya akhirnya bisa bernafas lega melihat adik bungsunya kembali ceria.


“ Tidak salah kami memilihmu untuk menemani Caterine ”, batin Sebastian lega.


            Diapun kemudian segera beranjak pergi kedalam kamarnya untuk beristirahat setelah seharian berkutat dengan padatnya aktivitas yang ada.


            Malam ini demi membuat perasaan Caterine membaik dan meningkatkan mood sahabatnya itu, Ratna memutuskan untuk menginap disana.

__ADS_1


            Apalagi setelah dia tahu bahwa Stevanus besok malam akan berkunjung kerumah Caterine membuatnya semakin ingin berada disamping sahabatnya untuk saat ini.


__ADS_2