BAHAGIA BERSAMAMU

BAHAGIA BERSAMAMU
GALAU


__ADS_3

Akibat kelelahan menangis, Caterine tertidur di apartemennya. Dia baru terbangun saat hari mulai gelap.


" Jam berapa ini...", guman Caterine sambil melirik jam yang ada diatas nakas.


" Baru jam lima sore...kenapa sudah gelap begini ", ucapnya pelan.


" Hujan ternyata...", batinnya galau.


Setelah selesai membersihkan diri dikamar mandi Caterine segeara berjalan menuju balkon dan berdiri menatap hujan rintik yang turun sore ini.


Hujan yang syahdu sesuai dengan suasananya hari ini.


Cukup lama dia berdiri di balkon hingga badannya mulai merasa kedinginan.


Dengan segera dia mulai melepas kimono kuning yang dikenakannya dan berganti pakaian dengan celana jeans panjang warna bitu navi yang dipadu padankan dengan sweater lengan panjang warna biru langit.


Diambilnya ponsel yang tergeletak di atas nakas.


Banyak panggilan dan pesan yang masuk saat ponsel diaktifkan, salah satunya dari mami dan kekasihnya.


Pesan dan panggilan dari Stevanus dia abaikan begitu saja, dia masih malas untuk beberurusan dengan kekasihnya itu.


Padahal baru saja dia mulai memaafkan kelakuan kekasihnya yang kemarin, sekarang dia melakukan kesalahan yang sama lagi.


Melihat mukanya yang kusut kaya baju yang belum disetrika membuat Caterine mengurungkan niatnya untuk pulang ke rumah.


Dia tidak ingin dicerca berbagai macam pertanyaan yang keluar dari mulut sang mami.


Maka dari itu, untuk menenangkan hatinya Caterine pamit kepada maminya untuk menginap dirumah kakak sulungnya, George sampai sidang kelulusan digelar.


Caterine memilih tinggal ditempat kakak sulungnya tersebut karena tahu jika kekasihnya tersebut tidak akan mungkin berani datang kesana, mengingat George sangat menentang hubungan asmara antara Stevanus dengan sang adik.


Meski bukan seorang playboy, namun dengan kepribadian Stevanus yang terkenal angkuh dan dingin tersebut George takut sang adik akan sering terluka karenanya.


Selain karena usia mereka yang terpaut cukup jauh, George menganggap bahwa banyak perbedaan lainnya yang sangat kontras dengan sang adik, terutama dalam sifat, sikap, dan keseharian mereka.


Dalam dunia bisnis Stevanus memang terkenal sebagai pengusaha muda yang arogan dan bertangan dingin karena kemampuan yang dimilikinya.


Semua itu sengaja ditampilkan oleh Stevanus dihadapan publik agar tidak ada seorangpun berani menganggap remeh dirinya.


Apalagi bergelut didunia entertainment yang penuh dengan kepalsuan, semua orang seakan memakai topeng demi bisa merangkak keposisi teratas membuatnya harus membuat pembatas pada dirinya agar tidak jatuh kedalam perangkap yang banyak disiapkan oleh pesaing terhadapnya.


Ditambah lagi keluarga Stevanus yang bisa dikatakan berantakan membuat George berpikir ulang untuk membiarkan adiknya masuk kedalam lingkungan keluarga kolongmerat tersebut.


Dan keinginan sang adik untuk tinggal bersama dengannya dalam satu minggu kedepan membuatnya sangat bahagia.


Dengan kehadiran Caterine disini, sedikit demi sedikit George akan berusaha untuk mempengaruhi sang adik agar mau memegang perusahaan papi yang berada diluar negeri.


Dia juga berlahan akan menyuruh adiknya untuk meninggalkan dunia entertainment yang saat ini sedang digelutinya..


" Kakak senang kamu mau menginap disini...", ucap Meilina kakak iparnya bahagia.


" Tante tinggal disini saja sama Chelsea dan kak Fernandes ", ucap keponakan cantiknya yang sudah bergelayut manja dipundaknya.


" Nanti akan tante usahakan untuk sering main kesini ya ", ucap Caterine lembut.


Mereka bertigapun mulai bercengkrama dengan gembira, terutama Chelsea yang tidak bisa lepas dari tantenya sejak tadi.


George yang masih sibuk dengan ponselnya hanya melirik sekilas adiknya yang terlihat sedikit kusut tersebut.


" Chelsea...biarkan tantemu istirahat dulu..." , ucap George menatap tajam putrinya.


Melihat tatapan tajam dari sang papa membuat nyali Chelsea menciut.


Dengan perlahan dia mulai melepaskan pelukannya ditubuh Caterine dan berjalan menuju kedalam kamarnya.


" Kamu juga sana naik ke atas dan bereskan barangmu ", perintah George yang langsung dituruti oleh Caterine.


Setelah sang adik sudah tidak tampak di depannya, George segera menyuruh istrinya untuk menghubungi Aldebaran, adik sahabatnya agar datang kesini untuk makan malam bersama.


" Apa tidak apa - apa kita melakukan hal ini...", ucap Meilina sedikit ragu.


" Aku yakin kalau Al mampu membuat Caterine jatuh hati padannya ", ucap George santai.


"bTapi kulihat Caterine sangat mencintai kekasihnya ", ucap Meilina lagi.

__ADS_1


" Cintanya kepada Stevanus itu hanyalah cinta monyet, aku yakin lama kelamaan juga akan hilang. Aku lebih senang jika Aldebaran yang menjadi pendamping Caterine ", ucap George tak mau dibantah.


Melihat suaminya sudah tidak bisa dibantah lagi, Meilina pun segera menuruti semua keinginan suaminya.


Aldebaran sangat bahagia mendapat undangan makan malam dari Meilina, apalagi disana sekarang sudah ada Caterine.


Gadis cantik yang sudah mencuri hatinya selama satu tahun terakhir ini.


Melihat lampu hijau yang diberikan oleh George membuat Al sangat optimis dapat meluluhkan hati gadis cantik itu.


Sementara itu, diruang kerjanya Stevanus dibuat kebingungan oleh ulah kekasih kecilnya itu.


Baru saja dirinya mendapat lampu hijau dari calon mertua untuk bisa menikah dengan sang pujaan hati.


Tiba - tiba dia mendapatkan kabar kalau sekarang Caterine tinggal bersama George, kakak sulungnya.


" Ada apa lagi sekarang....perasaan kemarin masih baik - baik saja " , guman Stevanus pelan.


Fani yang melihat kakaknya lesu tak bertenaga sejak selesai menghubungi calon mertuanya membuat jiwa kepo nya meronta.


" Apa kakak membuat kesalahan lagi ? ", tanya Fani penuh selidik.


" Aku rasa tidak...bahkan dia sendiri juga setuju untuk menikah denganku setelah lulus nanti ", ucapnya sedih.


"Jangan - jangan karena yang kemarin itu...", ucap Fani mulai mengingat kejadian kemarin saat dia seperti melihat mobil Caterine di dekat restoran Jepang tempat mereka makan siang.


" Itu tidak mungkin....", ucap Stevanus meragukan prediksi adiknya.


" Bukannya dia masih tidak tahu kalau aku adalah adik kembarmu....bisa jadi dia masih menganggap bahwa aku adalah wanita yang mengejar - ngejar dirimu ", ucap Fani mencoba menjelaskan kecurigaannya dengan perubahan mendadak sikap Caterine terhadap kakaknya.


Melihat Stevanus hanya diam tanpa merespon ucapannya membuat Fani sedikit geram.


" Makanya...dari awal aku sudah tidak setuju untuk bermain drama ini dengan kakak " , ucap Fani lesu.


" Apakah itu artinya dia cemburu...", ucap Stevanus tersenyum.


" Sepertinya begitu...", jawab Fani singkat.


" Kenapa dia tidak minta penjelasan padaku....malah menghindar seperti ini ", ucap Stevanus bertambah binggung dengan sikap kekasihnya itu.


" Saranku....sebaiknya temui dia dan jelaskan semuanya sebelum permasalahan ini semakin dalam ", ucap Fani menasehati.


" Ya...semoga saja dia tidak berpaling ke orang lain ", ledek Fani.


Dia tidak akan berani " , ucap Stevanus datar.


" Percaya diri sekali anda..." , ucapn Fani sambil tersenyum mengejek.


" Semoga semua yang kakak prediksikan tidak salah, karena ini adalah masalah hati....tidak ada yang bisa menebak isi didalamnya kecuali pemiliknya sendiri " , nasehat Fani sambil menepuk pundak sang kakak dua kali sebelum meninggalkannya pergi.


" Aku yakin kalau dia sangat mencintaiku....jadi hal tersebut tidak akan terjadi " , batin Stevanus optimis.


Selama ini dirinya tidak pernah salah dalam mengambil langkah.


Bukannya bisa membaca pikiran orang lain, tapi dia selalu tahu apa yang sedang dipikirkan oleh orang - orang yang berada disekitarnya lewat gesture tubuh dan mimik wajah mereka.


Oleh karena itu dia dengan mudahnya bisa memenangkan setiap negoisasi yang sedang dijalankan.


Apalagi Caterine, meski dia seorang artis professional tapi baginya gadis itu seperti buku cerita yang terbuka, mudah ditebak alurnya akan kemana.


Untuk itu dia membuat intrik semacam ini agar alur cerita yang ada dapat sedikit berwarna.


Stevanus tidak menyadari bahwa Caterine sendiri memang sengaja membuat dirinya mudah dibaca oleh orang lain, semua dilakukan agar dirinya bisa mudah diterima oleh orang lain dan bisa membaur dengan mereka tanpa kendala.


Namun untuk masalah hati, Caterine termasuk orang yang sangat rumit.


Dia tidak akan membiarkan siapapun mengetahui apa yang ada didalam hatinya selain dirinya.


Hal tersebut dilakukannya sebagai bentuk pertahanan diri, meski dia cinta terhadap Stevanus.


Tapi persentase yang diberikannya terhadap cinta tersebut sangatlah kecil, karena sikap kekasihnya yang sulit untuk diprediksi itu.


Dan hal tersebut terbukti, meski sedih dan kecewa namun dirinya tidak sampai terpuruk dan masih bisa menggunakan akal sehat dalam menghadapi situasi tersebut.


Hal itulah yang membuatnya tidak pernah memberikan cintanya seratus persen kepada seseorang, kecuali untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Malam itu Aldebaran datang sesuai undangan Meilina.


Dengan senyum menembang dia mulai memasuki rumah George.


" Wah...ada tamu jauh rupanya ", ucap Caterine yang baru saja turun dari kamarnya.


" Hey Ine....gimana kabarmu ? ", tanya Aldebaran sambil memeluk Caterine dengan erat.


Ine adalah panggilan sayang Aldebaran untuk Caterine.


Meski sedikit aneh didengar, namun Caterine menerima begitu saja panggilan tersebut.


" Kabarku baik kak...kakak sendiri apa kabar ? ", ucap Caterine sambil tersenyum lebar.


" Kabarku baik...kapan nich stay di NY ? kudengan sebentar lagi kuliahmu selesai ", ucap Aldebaran penasaran.


" Minggu depan aku sidang...untuk stay di NY, masih belum aku putuskan kak, karena aku masih terikat kontrak satu film disini " , ucap Caterine menjelaskan.


Kemudian mereka berdua ngobrol dengan sangat akrabnya.


Pemandangan tersebut tentu saja membuat George tersenyum lebar.


Usahanya untuk mendekatkan adiknya dengan Aldebaran tampaknya tidak sia sia.


Caterine sangat senang berbincang dengan Aldebaran karena orangnya asyik dan nyambung untuk diajak ngobrol apa saja.


Setelah makanan siap, mereka semua makan malam bersama.


Aldebaran yang humble dan sangat suka dengan anak kecil terlihat sangat akrab dengan Chelsea dan Fernandes meski mereka jarang bertemu.


Hal tersebut sangatlah kontras dengan sang kekasih yang sangat kaku dengan anak kecil.


" Kenapa aku memikirkannya lagi...", batin Caterine sedih.


Melihat perubahan raut muka Caterine, Aldebaran segera melontarkan lelucon yang membuat Caterine sejenak melupakan masalahnya dengan sang kekasih dan tertawa terbahak - bahak.


Hal itu tentu saja tidak luput dari pengamatan George dan Meilina yang sejak tadi memperhatikan interaksi mereka.


" Benarkan...aku tidak salah pilih ", ucap George puas.


" Suamiku memang paling the best...", ucap Meilina sambil memberikan dua jempol kearah suaminya.


Setelah selesai makan dan berbincang sejenak, Aldebaran undur diri karena hari sudah larut.


" Besok jadi kan jalan - jalannya...", ucap Aldebaran saat hendak masuk mobil.


" Beneran nih aku nggak ganggu kerjaan kamu disini ", ucap Caterine merasa tidak enak tadi hanya basa - basi mengajak Aldebaran jalan, eh...ternyata diseriusi oleh laki - laki tanpa itu.


"Kerjaanku disini tidak sepadat yang kamu pikirkan, jadi tenang saja " , ucapnya tersenyum sambil mengeelus kepala Caterine dengan lembut.


" Ya sudah, hati - hati di jalan " , ucap Caterine saat Aldebaran sudah berada di dalam mobil.


Interaksi Caterine dengan Aldebaran tidak luput dari pengamatan Stevanus yang baru saja sampai di depan rumah George.


Dia segera berhenti saat melihat pintu gerbang rumah George terbuka.


Tanpa disengaja dia melihat semua keakraban yang dilakukan kekasihnya itu dengan laki - laki yang tidak dikenalnya.


" Siapa laki - laki itu, berani sekali dia menyentuh milikku...", ucap Stevanus geram.


Saat mobil Aldebaran meninggalkan rumah George, dia segera melajukan mobilnya hendak masuk kedalam halaman rumah kakak sulung Caterine tersebut tapi dihadang oleh security yang berjaga.


" Malam pak....maaf, ada keperluan apa ya ? ", tanya Security sopan.


"Saya mau bertemu dengan nona Caterine, sampaikan padanya kekasihnya menunggu di depan " , ucap Stevanus datar.


" Baik pak, akan saya sampaikan...", ucap security yang langsung menghubungi rumah dalam.


" Dik, ada kekasihmu didepan...", ucap Meilina menyampaikan.


" Bilang saja aku sudah tidur kak, suruh pergi saja " , ucap Caterine datar.


Kemudian diapun melangkah masuk kedalam kamarnya bersama Chelsea yang sudah mengekorinya sejak tadi.


Stevanus yang mendapat penolakan dari sang kekasih hanya bisa menghela nafas dalam - dalam.

__ADS_1


Tidak ingin memperpanjang masalah yang ada, Stevanuspun segera meninggalkan rumah George dengan banyak pertanyaan yang berkecamuk di dadanya.


" Siapa laki laki itu ? ada hubungan apa dengan Caterine ? ", batin Stevanus galau.


__ADS_2